One Night With Cassanova

One Night With Cassanova
Akhirnya menikah



Wajah sang pengantin begitu bersinar, senyumannya begitu sangat cantik, manis membuat para tamu terkesima. Gaun lebar panjang putih berbintik bunga merah, rambut di sanggul mahkota terpasang di kepalanya mengesankan anak dari putri Darren ini sangat memukau. Wajahnya sangat berbinar menandakan hari ini adalah hari pernikahannya, jantungnya berdegup lebih kencang, tangannya mengepal tidak menentu akibat menahan gugup. Amira memeluk sang Putri yang kini sangat cantik, ia segera membawa Aida ke tempat sakral setelah Adrian sah menjadi suaminya.


Anis sahabatnya pun turut hadir di acara Aida, tidak marah atau pun dendam pada Aida. kesalahpahaman Tama membuat persahabatannya retak. Tapi hanya berfungsi beberapa hari, keduanya sudah akur dan menjalin silaturahmi kembali.


Adrian terkesima melihat penampilan Aida sang istrinya yang begitu cantik di balut gaun pengantin juga mahkota indah ada di


kepalanya. Ia tidak berkedip terus memandangnya begitu lekat, sampai tidak sadar Aida sudah ada di depannya.


"Kau sangat cantik," seru Adrian. Mereka pun bersanding di atas pelaminan tamu yang datang begitu banyak. Tangan keduanya menggenggam sangat erat, tersenyum di hati bahagia yang selalu mereka impikan.


"Sekarang kau istriku, kau milikku seutuhnya, tidak akan ada yang bisa memisahkan kisah cinta kita," bisik Adrian membuat Aida tersipu malu. Pipinya merah meronda, sambil menunduk ke bawah.


"Kau suamiku sekarang, hanya maut yang bisa memisahkan kita berdua," sahut Aida. Mereka pun saling berpegangan tangan, sesi potret kedua mempelai pun langsung di laksanakan. Darren, Aida segera bergabung di kedua anak mereka. Begitu juga kedua orangtua Adrian berphoto keluarga bersama.


Lemparan bunga dari kedua pengantin di mulai, kini semua tamu yang hadir berkumpul untuk mendapatkan bunga sang pengantin.


1 2 3 bunga itu di lempar dan ... Dokter Wilkian juga Anis tidak sengaja bertemu dan mendapatkan bunga tersebut secara bersamaan mengambil buket bunga.


"Kau."


Keduanya tercengang saat mendapatkan bunga itu secara bersamaan. Semua tertuju kepada mereka, semua tamu bertepuk tangan untuk Dokter Wiliam juga Anis.


Tidak dapat di bayangkan Anis begitu malu hingga ia hanya bisa menundukan wajahnya dan melepaskan bunga itu.


"Nona, buat kamu saja bunga ini, siapa tahu kau yang duluan menikah," seru Dokter Wiliam dan berlalu pergi.


"Dasar Dokter tidak tahu diri, dia sangat menyebalkan. Kemarin bertemu di jalanan dan sekarang kita bertemu di acara pernikahan sabahabatku," jengkel Anis menghentakkan kakinya.


Aida juga Adrian segera pemotretan baju pengantin bersama orangtua mereka. Semua yang menyaksikan begitu senang, termasuk ia Anis sedari tadi dia duduk sendiri di temani minuman air putih juga satu piring nasi sambil melihat terus pada bunga yang ada di depannya.


"Aku sudah tidak sabar malam pertama kita bagaimana," bisik Adrian.


"Dasar mesum, malam pertama kita kan sudah waktu di jebak," kesal Aida.


"Ini beda sayang, dulu kita terpaksa karena terjebak obat minuman sialan itu. Dan sekarang kita sudah halal, kau sangat cantik juga menggemaskan," Adrian mencolek dagu istrinya.


"Sabarlah, banyak tamu yang melihat ke arah kita, kau ini genitnya gak ketulungan," ucap Aida sambil terkekeh.


"Baik-baik di sini sayang, semoga malam pertama kalian bahagia," seru Mamah Adrian mengecup kening menantunya.


"Mah, memangnya ada yang mau bersedih di hari bahagia mereka," sewot Papah Adrian.


"Diamlah Pah," timpal Mamah Adrian.


Mereka pun tertawa, Aima pamit pulang setelah acara selesai bersalam kepada besan juga kepada kedua anaknya.


"Semoga bahagia selalu, mamah selalu mendoakan kalian. Jadilah istri yang nurut kepada suami, hormati dia karena sekarang kau tanggung jawab suamimu. Jangan pernah membangkang, sehat-sehat kalian, Mamah pulang dulu," seru Amira juga Darren mereka pun pamit pulang.


"Papah percaya padamu Adrian, jaga dia dan tuntun dia ke jalan yang di ridhoi," ucap Darren menepuk pundak menantunya.


Mereka pun berpamitan, dan sang pengantin segera menaiki anak tangga. Tiba-tiba saja Adrian menggendongnya sampai ke dalam kamar.


JANGAN LUPA DUKUNG AUTHOR.


LIKE


KOMEN


VOTE


HADIAH


RANTING 5



Photo wedding Aida.



Adrian.