One Night With Cassanova

One Night With Cassanova
Dansa



Adrian sudah berhasil menyingkirkan Siska biar dia tidak mengganggu acaranya nanti untuk melamar Aida. Ia segera berjalan ke arah Aida yang kini sedang duduk sendiri memegang gelas minuman jus di tangannya. Ia tersenyum segeralah Adrian merangkulnya dari arah belakang membuat Aida terkejut.


"Adrian lepaskan, malu ini bukan di rumah," ucap Aida mencoba melepaskan pelukan Adrian.


Tama yang sedang duduk bersama Anis merasa terbakar api cemburu. Ia menatap tajam ke arah di mana Adrian sedang memeluk Aida begitu mesra.


Pengumuman dari panitia, saatnya mereka berdansa dan bertukar pasangan. Panitia-nya pun segera membagikan topeng untuk semua alumni yang membawa pasangan masing-masing.


Tama tersenyum sumringah rencananya untuk bisa berdansa dengan Aida tercapai juga. Lampu pesta mulai di matikan dan di ganti sama lampu remang-remang. Musik romantis sudah di nyalakan dan terdengar sangat indah, panitia pesta segera memberikan arahan untuk mereka yang mengikuti pesta dansa.


Adrian segera membawa Aida ke tengah, mereka pun berdansa berdua sebelum tukar pasangan di mulai. Ia memegang pinggul Aida begitu juga Aida memegang pundak Adrian, mereka meresapi pesta itu dengan sangat baik


Tama tidak fokus berdansa dengan Anis, dirinya menunggu di mana Aida bergilir dansa dengannya.


"Walaupun kau belum membuka hatiku untukku, percayalah aku akan terus berjuang dan akan terus mengejarmu sampai mendapatkan cintamu," bisik Adrian sambil memutar Aida.


"Lakukanlah sesuka'mu, aku ingin melihat seberapa besar kau memperjuangkan aku. Adrian, ingat kau punya dendam untukku! Apa kau lupa," ucap Aida sambil terkekeh. Adrian segera mengeratkan rangkulannya supaya mereka semakin berdekatan, kini wajah mereka beradu pandang di bawah sinar lampu. Adrian pun segera mengec*p bibir seksi Aida, karena lampunya tidak terlalu bersinar, jadi mereka berci*man di bawah lampu remang-remang.


Tama bisa melihat mereka berdua, hatinya semakin terbakar. Ia harus sabar menghadapi apa yang telah dia lihat, Anis mengajak Tama ngobrol dalam dansanya tapi, Tama tidak mendengar ocehan Anis.


"Kak Tama, aku sangat beruntung bisa menjadi masa depanmu," ujar Anis tapi tidak di hiraukan oleh Tama. Dia lebih fokus melihat kemesraan Aida juga Adrian, panitia segera memberi arahan kembali agar mereka bertukar pasangan. Aida di putar oleh Adrian di berikan kepada orang lain, ia sangat kesal karena baru beberapa menit berdansa dengannya sudah tukar pasangan.


Kini, Tama berhasil mendapatkan Aida. Ya mereka kini berdansa berdua, giliran Adrian berdansa dengan Anis. Aida merasa gugup karena ia berdansa dengan Tama yang tadi sempat mereka bertemu. Aida segera memalingkan wajahnya supaya tidak bisa melihat wajah Tama.


"Aida, jangan pernah menghapus rasa cintamu padaku," ujar Tama merapatkan pelukannya.


"Kak, ini tidak benar, sebentar lagi aku menikah dengan Adrian," ucap Aida menundukan wajahnya. Aida terpaksa berbohong pada Tama walaupun ia belum tahu apakah ucapannya itu benar atau tidak. Yang penting Aida sudah memberi kejelasan bahwa ia tidak bisa mencintai Tama lagi. Walaupun di hatinya masih berharap tapi ia tidak mau menjadi racun untuk Anis.


"Kak Lepaskan," Aida memohon pada Tama. Tidak mau menunggu lama, Adrian segera membawa Aida dari rangkulannya.


"Jangan pernah melupakan tunanganmu sendiri," seru Adrian segera membawa jauh Aida dari hadapan Tama.


"Sial," kesal Tama.


Seseorang sedang memperhatikan gerak-gerik Adrian juga Aida. Ia segera berbisik kepada pelayan untuk memberikan minuman yang telah di campur obat perangsang untuk Aida.


"Berikan jus ini kepada wanita yang memakai gaun hijau," titah seseorang.


Pelayan itu pun segera mengangguk dan berjalan menuju Aida yang kini sedang berbincang dengan Adrian.


JANGAN LUPA DUKUNG AUTHOR.


LIKE


KOMEN


VOTE


HADIAH


RANTING 5.