One Night With Cassanova

One Night With Cassanova
Amira di culik



Sampai saat ini, Amira sudah terlihat baik dari sebelumnya. Dokter menyarankan untuk bisa pulang tapi harus tetap cek up tiga hari sekali, untungnya apartemen milik Darren dekat dengan rumah sakit.


"Kau sudah merasa baikkan?" Tanya Darren sambil mendorong kursi roda menuju tempat parkir.


"Lumayan, aku ingin makan es cream," ucap Amira manja.


"Baiklah, sebelum pulang ke apartemen kita pergi membeli es cream terlebih dahulu. Oh, iya. Adrian, Aida besok mereka akan ke sini, mereka pasti sangat senang," ujarnya.


"Aku sangat kangen sama putri kita," ujar Amira.


Amira mengelus perutnya, tidak terasa usia kandungannya sudah menginjak tiga bulan. Tapi saat ini Amira tidak mual-mual seperti kehamilan yang tahun lalu alami.


Seseorang sedang mengawasi mereka dari jarak lumayan dekat. Mereka adalah orang suruhan, karena tahu Amira akan pulang hari ini, maka dari itu Ayu menyuruh dua orang pria untuk membuntuti ke mana mereka pulang.


Mobil yang di kendarai Darren juga Amira melaju dengan kecepatan biasa. Hanya beberapa menit mereka telah sampai di toko es cream.


"Tunggulah di sini dulu, aku akan membeli es cream buatmu. Kau ingin rasa apa?" Tanya Darren sambil melihat wajah istrinya yang sudah lumayan terlihat sehat.


"Aku suka rasa choklat, cepatlah aku sudah tidak sabar ingin melahap habis es cream itu," seru Amira.


"Dasar bumil, sebentar kau tidak boleh turun, kaki'mu masih lemah untuk berjalan," titahnya yang segera di angguki oleh Amira.


Darren segera berjalan menuju toko es cream yang terletak di bagian dekat apartemen miliknya. Karena tempat di sana cukup ramai yang berjualan berbagai makanan, Aida pun sudah tidak sabar ingin cepat liburan di sana.


Dua orang yang bertugas untuk membuntuti Amira untuk segera turun dari mobil dan membuka mobil yang di tumpangi Amira. Amira terkejut melihat dia orang tidak di kenal membuka pintu secara kasar dan langsung membekapnya.


Amira lunglai pingsan dan mereka pun membawanya ke mobil yang sudah di sediakan. Di dalam mobil itu sudah ada Ayu bersama tiga orang rekannya.


"Cepat bawa dia," pekik Ayu dari dalam mobil.


Mobil yang berwarna putih itu melaju kencang setelah berhasil membawa Amira pergi dari sana.


"Amira sayang kau di mana, hanya beberapa menit membeli es cream kau sudah menghilang," ujarnya frustasi.


Darren segera mencari cctv yang ada di depan toko es cream tersebut. Setelah cukup lumayan ada drama karena rekaman cctv tidak bisa di lihat langsung. Pemilik toko es cream cukup percaya dan segera melihat cctv untuk melihat siapa yang membawa pergi istrinya.


"Lihatlah Pak, dia di bawa oleh dua orang pria. Terlihat wanitamu pingsan dari dalam mobil," ujarnya sambil menunjuk layar laptop pemilik toko.


Darren hanya bisa diam, di memikirkan sesuatu, Surya datang bersama Clara untuk membantu pencarian Amira.


"Dia di culik, sudah pasti penyebabnya Tante Ayu," kesal Darren.


"Kita segera temukan Amira, aku tidak mau terjadi sesuatu padanya," ucap Clara khawatir.


Mereka pun segera bergegas untuk mencari Amira, arah mobil yang di kendarai para penjahat itu ke arah selatan.


Surya pun menghubungi anak buahnya, begitu juga Darren mereka memerintahkan mereka untuk sigap melacak keberadaan nomor plat mobil yang Ayu kendarai. Untung saja cctv yang ada di depan toko es cream itu cukup bagus terlihat jelas pula plat mobilnya.


JANGAN LUPA DUKUNG AUTHOR.


LIKE


KOMEN


VOTE


HADIAH


RANTING 5.