One Night With Cassanova

One Night With Cassanova
Bagaimana ini



Di dalam mobil menuju rumah.


Aida hanya duduk diam, membuat canggung suasana mobil mereka. Tidak ada yang memulai bicara, Adrian pun tidak mau banyak tanya pada Aida. Tapi dia senang malam ini Aida akan berdansa sepenuh hatinya bersama Aida, tidak bisa di bayangkan Tama cemburu melihat mereka berdua berpasangan.


Mereka sudah sampai, di depan apartemen. Aida mencoba tegar atas apa yang dia alami. Rasanya seperti mimpi berpisah dan jauh dari kedua orangtuanya. Walaupun sebelumnya dia berpisah lama, tapi untuk hal ini Aida tidak bisa kuat karena duduk permasalahannya sangat fatal.


"Adrian, aku lelah! Bolehkah aku istirahat sebentar sebelum malam kita berangkat ke acara?" tanya Aida lesu.


"Tidak masalah, kau istirahatlah dulu, masih ada waktu tiga jam untuk kita pergi ke sana," sahut Adrian tersenyum.


Aida merasa lelah dengan semua beban pikirannya. Untung saja Adrian ada di sana untuk menemaninya, Aida akan melupakan semua masalahnya juga kejadian malam lalu. Ia segera merebahkan tubuhnya ke tempat tidur untuk memejamkan matanya. Tidak terasa bulir air mata mengalir begitu saja, 21 tahun sudah berlalu. Lika-liku kehidupan Aida begitu rumit, andai dia bisa memilih jalan hidup-nya mungkin dirinya tidak mau seperti ini di hina seenaknya oleh orang lain. Di pandang buruk dan di caci maki oleh mereka, Aida juga tidak mau terjadi dalam kehidupannya seperti ini. Takdir dan nasib yang sudah di gariskan untuknya, mungkin ini adalah kekuatan untuk Aida agar dia menjadi wanita tangguh.


Dua jam telah berlalu.


Adrian sudah siap dengan stelan kameja mewah sepasang dengan Aida. Malam ini akan menjadi malam istimewa untuknya karena Adrian akan mengatakan perasaanya pada Aida di malam pesta mereka. Juga akan memberikan kabar buruk untuk Tama dari Adrian.


Aida sudah berdan-dan sangat cantik, ia juga mengenakan higheels tinggi berpadu dengan bajunya pendek selutut. Rambutnya ia curly sedikit di bagian ujungnya dan di biarkan terurai. Hiasan antingnya begitu sempura panjang tapi elegant. Ia membuka kamarnya terdapat Adrian sudah ada di depan pintu sedang menunggu Aida keluar kamar sambil berdiri tegap dan terlihat cool.


Matanya tidak berkedip melihat tampilan sang pujaan hati. Aida menundukan wajahnya karena malu melihat Adrian dari tadi tidak berpaling ke arah lain. Pipinya merah merona menandakan dirinya sangat gugup.


"Kau sangat cantik, tidak salah aku memilihmu," bisik Adrian di telinga indah Aida.


Mereka pun memasuki lift, tidak ada yang bersuara. Detakan jantung keduanya tidak bisa di atur. Entah mengapa setiap mereka bergandengan tangan rasanya sangat beda. Aida merasakan ketulusan Adrian tapi dia juga tidak mengerti bayangan Tama terlintas di pikirannya sehingga Aida belum bisa menjawab cinta untuk Adrian. Pintu lift terbuka, mereka segera menuju parkiran mobil, semua orang yang ada di lobby menatap kagum kepada kedua insan yang sangat tampan dan cantik itu.


Sementara di rumah Tama.


Mamih Sonya sudah tahu acara alumni malam ini akan berlangsung itu tandanya Aida juga ikut ke pesta itu. Kesempatan ini tidak akan di biarkan begitu saja olehnya, Mamih Sonya tersenyum kecut melihat Tama sudah pergi ke rumah Anis.


"Lihat saja apa yang akan Mamih rencanakan sayang, photo itu tidak bisa aku jadikan umpan untuk menjauhi mereka berdua. Malam ini mereka akan bertemu kembali, lihat Tama siapa Aida sebenarnya. Kau bisa saja menepis photo itu hanyalah tipuan dan di anggap palsu, tapi dengan melihat siapa Aida sebenarnya aku pastikan kamu akan menjauhinya hahahha," ucap Mamih Sonya sambil berlalu pergi meninggalkan rumahnya.


JANGAN LUPA DUKUNG AUTHOR.


LIKE


KOMEN


VOTE


HADIAH


RANTING 5.