
Mamih Sonya pulang dengan membawa hati gembira setelah bermain panas dengan Erik. Satu malam mereka menghabiskan waktunya untuk bersenang-senang. Dia tidak tahu di rumah-nya Wisnu sudah menyiapkan surat cerai dengannya. Otomatis dia tidak akan bisa memberikan uang lagi kepada Erik.
Di pertengahan jalan, dua orang pria mencegatnya dengan menodongkan senjata api untuk merampoknya.
"Nyonya serahkan semua barang berharga milikmu, kalau tidak nyawamu taruhannya," ancam Penjahat satu menggedor-gedor pintu dengan alih membawa senjata tajam.
Mamih Sonya dengan bergetar ia segera membuka kaca mobil untuk memberikan uang sejumlah sepuluh juta untuk di berikan kepada penodong itu. Pikirnya dia masih banyak uang untuk nilai segitu tidak masalah untuknya.
"Untung saja Erik berhasil aku cegah untuk mengambil uang ini, kalau tidak habislah aku sama penodong ini," ujarnya tanpa ada rasa curiga dia segera melajukan mobilnya kembali.
Dua penjahat itu pun segera menghubungi bosnya karena mangsanya telah berhasil mereka todong. Akhirnya dua pria itu segera pergi menemui bos yang telah menyuruhnya.
****
Aida sudah sigap merapihkan semua keperluan Adrian di rumah sakit. Satu malam sudah mereka menginap di sana, hari ini Adrian di perbolehkan pulang. Aida merasa lega karena Adrian terlihat baik, walaupun lukanya cukup dalam.
"Aku sangat senang, kita bisa pulang hari ini," seru Aida duduk di samping Adrian.
"Terima kasih telah merawatku dengan sangat baik, aku mau jatah ci*m," ucapnya sambil menunjuk ke arah bib*r miliknya.
"Kau ini mesum sekali," sahut Aida mencubit pipi suaminya.
"Cepatlah, aku punya kejutan untukmu di rumah," seru Adrian menodongkan wajahnya. Tanpa menunggu lama Aida segera menempelkan bib*rnya. Mereka pun bermain cukup lama, Adrian cukup puas karena Aida tidak pernah menolak keinginannya.
"Kau sangat cantik, aku sangat menyayangimu, jangan pernah meninggalkan aku," belai Adrian menatap dengan seksama.
"Jangan melihat aku begitu," ucap Aida memalingkan wajahnya karena deburan jantungnya berdegup kencang.
Tiba-tiba Siska datang, entah dari mana dia tahu Adrian ada di sini.
"Hon, lihatlah aku hamil," pekiknya sambil memeluk Adrian secara tiba-tiba membuat Aida tercengang.
"Apa maksudmu!" Pekik Aida berdiri menatap tajam ke arah Siska.
"Lihatlah tespek ini, aku sudah sering melakukan hubungan dengan suamimu," ejek Siska dengan penuh kemenangan. Aida melihat dua garis merah , hatinya serasa di sambar petir siang bolong, Adrian mengepal geram melihat Siska berani menggoyahkan rumah tangganya.
Tamparan keras mendarat di pipi Siska, dia berhasil membuat Siska terdiam. Aida tidak akan percaya begitu saja tanpa ada bukti kuat. Baginya bisa saja tespek itu bukan miliknya atau bayi itu bukanlah milik suaminya.
"Berani sekali kau menamparku," kesal Siska melayangkan tangannya ke arah Aida. Tapi Adrian berhasil menahannya. Dia turun Ari tempat tidur untuk melerai mereka berdua.
"Buktikan kalau itu bayiku, aku tidak merasa telah menidurimu, ingat! Kau dan aku sudah lama tidak berjumpa," bisik Adrian membuat Siska kena mental.
"Lihatlah, aku akan kembali dengan semua bukti yang telah aku kumpulkan bahwa anak ini bayimu," pekik Siska keluar dari ruangan membawa amarahnya karena telah di tampar oleh Aida.
Di lorong Siska menghubungi Mamih Sonya.
"Hallo, Mih. Aku di gampar oleh Aida, berani sekali kalau aku tidak di bayar dengan uang cukup besar. Mana mungkin aku datang ke hadapan Adrian juga Aida lagi, pokoknya uang itu harus segera di kirim ke rekeningku secepatnya." ~ Siska.
"Tenang saja, aku akan segera mengirim uang itu setengahnya, tapi aku ingin lihat aktingmu untuk terus meyakinkan bahwa anak itu harus terbukti anaknya Adrian dan kamu." ~ Mamih Sonya.
"Baiklah, tenang saja, pokoknya aku akan shoping setelah kau mengirimku uang." ~ Siska.
Sambungan tlp itu mati, Mamih Sonya menyunggingkan senyumannya.
"Dasar cewek matre, terima kasih sebelumnya Siska. Rencana untuk menghancurkan Adrian dan Aida sudah di mulai, perlahan kematian untuk Aida segera datang," seru Mamih Sonya keluar dan turun dari mobilnya.
JANGAN LUPA DUKUNG AUTHOR.
LIKE
KOMEN
VOTE
HADIAH
RANTING 5.