
Acara pesta ulang tahun pernikahan Amira masih berlangsung ramai. Aida bersama Adrian dan juga Anis berbincang bersama. Dokter Wiliam hanya bisa duduk sambil menegug minuman jus yang ada di tangannya.
"Wanita itu," desisinya. Surya datang menghampiri untuk sekedar berbincang.
"Apa kau tidak mencari pasangan untuk hidupmu?" Tanya Surya dengan suara sedikit terkekeh lalu duduk di hadapannya.
"Kurasa, aku belum menemukan yang pas di hatiku. Kau tahu aku belum bisa melupakan mantan istriku," ucapnya berbohong, padahal hatinya sudah terikat oleh kecantikan Anis yang mirip dengan istrinya.
"Terserahmu saja Wil," ucap Surya mereka melanjutkan obrolan biasa di sambung sama Clara.
Di arah lain, Rachel mencengkram kesal melihat kemesraan Aida dan Adrian. Dia pergi ke belakang mencampurkan sesuatu untuk di berikan kepada Adrian.
"Pelayan, kau berikan minuman ini kepada pria yang sedang bersama ibu hamil. Dia mencari pelayan tadi untuk meminta jus," ujarnya yang segera di angguki oleh pelayan yang bekerja di pesta.
"Lihat saja, Adrian malam ini kita akan bersenang-senang. Aku sudah tidak sabar mendengar suara kenikmatan dari mulutmu, aku akan memuaskanmu hahaha," desisnya sambil mengambil jus yang ada di hadapannya.
Pelayan yang memberikan jus itu menghampiri Adrian dan segera memberikannya.
"Ini Tuan minuman jusnya," ucapnya sambil menyodorkan gelas berisi minuman.
"Terima kasih," ucapnya. Adrian segera meminum-nya setelah itu dia kembali berbincang.
Rachel yang melihat Adrian sudah meminum-minuman yang dia campurkan ob*t perangsang segera bertepuk tangan tanda kemenangan.
"Lihatlah, sebentar lagi dia akan pergi ke belakang mencari'ku," dengan pede Rachel terus menatap Adrian yang semakin tampan. Rachel melanjutkan meminum jus'nya, sudah satu menit Adrian terlihat biasa saja bahkan tidak ada tanda-tandanya. Rachel semakin gelisah, tiba-tiba tubuhnya mendadak panas tidak menentu.
Seseorang melihat gelagat aneh Rachel yang seperti kepanasan. Rachel terus minum air putih tapi tidak memampan.
"Sial, kenapa aku yang merasakan semuanya," geramnya sambil berjalan ke luar pesta.
Dino segera masuk untuk melihat kondisi Rachel mantan pacarnya. Di dalam mobil, Rachel sudah membuka setengah bajunya, dia tidak bisa menjalankan mobilnya.
"Rachel, kau kenapa?" Tanya Dino masuk ke dalam mobil.
"Dino, tolong bawa aku ke hotel mawar, jangan ke rumah, aku mohon!" Pintanya sambil terus mengerang wajahnya merah merona.
Dino sudah tahu, Rachel minum ob*t perangs*ng karena itu dia mau lari ke hotel ketimbang ke rumahnya.
Dino segera melakukan mobil tancap gas menuju hotel mawar miliknya. Dino tersenyum kecut, karena Rachel sedang membara di dalam mobil. Rachel tidak bisa menahan nafsunya yang sudah di ujung, dia merab*-rab* dad* bidang Dino. Dia menci*m wajah Dino dengan penuh hasrat.
"Sabar sayang, sebentar lagi kita akan segera sampai," seru Dino langsung memarkirkan mobilnya di parikiran, dia segera menggendong Rachel ke dalam hotel. Rachel tidak bisa mengendalikan dirinya dia terus mencumb* Dino di sepanjang jalan.
Setelah sampai di kamar, Dino merebahkan tubuh indah Rachel di atas tempat tidur. Seketika juga Rachel langsung menerkam Dino. Ini yang di inginkan Dino setelah sejak lama, Rachel sudah menjadi miliknya malam ini.
Dino sengaja diam saja, Rachel melucut* baju yang di kenakan dirinya juga baju Dino pun Rachel luc*ti. Dia segera mencumb* Dino dengan hasrat yang menggelora.
"Kau mau aku muaskanmu?" Tanya Dino melepaskan pungutan Rachel.
Dengan wajah memelas, Rachel memeluk tubuh indah milik Dino. Dia menci*mi semuanya sampai Dino merasakan kenikmatan.
"Ayolah, tolong aku Dino. Puaskan aku?" Pinta Rachel setelah di lepaskan oleh Dino.
"Dulu kau so jual mahal dengan menolakku, sekarang kau meminta tubuhku," cecarnya. Rachel menangis memohon untuk segera memuaskan dirinya. Dia mencengkram sprei karena Dino mempermainkan dirinya.
"Malam ini, kau akan aku puaskan," bisik Dino segera menc*um bibir ranum Rachel. Dia merab*-raba seluruh tubuhnya hingga gunung kembarnya pun dia mainkan dengan sangat lihai. Rachel menikmatinya dengan suara erangan.
BERSAMBUNG