One Night With Cassanova

One Night With Cassanova
Gagal



Amira duduk diam menunggu Adrian keluar dari kamar mandi. Tidak biasanya dia gugup seperti ini, padahal mereka sudah saling kenal tapi rasanya malam ini mereka canggung satu sama lain. Amira berdiri dan berjalan menghadap cermin, ia pun meraba gaunnya untuk membuka relsleting belakang. Pikirnya mumpung suaminya itu masih di dalam kamar mandi Aida ingin mengganti baju pengantinnya dengan baju kimono.


"Kenapa susah sekali," gerutu Aida. Tiba-tiba saja tangan kekar meraba tubuhnya yang kini Aida sedang menarik-narik relsleting. Jantungnya berdegup kencang, ia melihat suaminya sudah ada di bekang badannya menggunakan handuk kecil melilit di pinggangnya. Tidak pernah di bayangkan tubuh kekar bergaris kotak-kotak itu terlihat jelas oleh matanya.


"Biar aku bantu," bisik Adrian. Bulu kuduk Aida meremang sekujur tubuhnya, dengan refleknya ia mengangguk dan beridiri.


Sreekk ....


Terdengar, bunyi. Aida segera berlari ke arah kamar mandi. Adrian melihat punggung putih mulus istrinya membuat Adrian menatap tidak berkedip, sebelum Aida pergi ia menyentuh sedikit punggung istrinya.


"Awas kau sebelum tidur kita harus bermain sepuasnya," seru Adrian menyeringai.


Sebagai turunan Cassanova, ia sudah lama tidak pernah melakukan hubungan intim lagi bersama semua wanita lain. Dan sekarang malam kesempatannya untuk menggairahkan lagi semua hasrat kepada istrinya.


"Kau milikku, hanya milikku," ucap Adrian menghempaskan tubuhnya ke atas tempat tidur.


Setengah jam sudah berlalu, Adrian ketiduran sampai dia lupa bahwa malam ini adalah malam untuk dirinya juga Aida. Rambut basah itu di gulung handuk kecil di kepalanya, ia hanya memakai handuk di atas paha juga cuma di lilitkan di bagian d*da.


"Akhirnya dia tidur juga, dasar pria mesum," seru Aida. Ia membuka lomari untuk mengambil bajunya. Tangan kekar itu mengagetkan kembali Adia, Adrian sudah berdiri sambil memeluk erat tubuh istrinya yang masih wangi sabun beraroma terapi.


"Kau wangi sekali," ucap Adrian penuh hasrat. Aida segera membalikan badannya, Adrian menyeringai ia segera memeluknya dengan sangat erat.


"Aku kira kau sudah tidur, kenapa ada di sini," ucap Amira gugup.


"Aku bahkan tidak akan lupa bahwa malam ini adalah malam spesial," bisik Adrian. Aida hanya bisa diam, pipinya merah merona jantungnya berdegup kencang. Wajah keduanya berhadapan, Amira pun memejamkan matanya setelah Adrian melahap habis bibir ranum milik istrinya. Ia terus menci*m setiap inti wajahnya juga lehernya. Aida mulai mengeluarkan suara indah, tubuhnya pun ia angkat secara perlahan dan berjalan ke tempat tidur. Pautan mereka tidak putus, tangannya segera membuka handuk yang melilit di bagian dad*nya. Kini Aida sudah tidak bisa apa-apa lagi ia hanya bisa pasrah.


Kring ... kring ...


Jalannya gontay Aida segera menyelimuti dirinya. Terlihat wajah panik dari Adrian, setelah mengangkat tlp, membuat Aida cemas.


"Sayang ada apa?" Tanya Aida mengerutkan keningnya.


Adrian tampak bingung bagaimana memulai cerita kepada istrinya. Ia pun syok mendengar seseorang menghubunginya, tidak bisa di bayangkan malam yang sangat indah di kabarkan oleh kabar yang membuat Adrian syok.


"Sial, kenapa aku sampai lupa akan hal itu," batin Adrian berdiam diri. Sampai Adia penasraan padanya.


"Sayang, kok diam saja sih?" Tanya kembali Aida.


Tiba-tiba pintu kamar hotel di ketuk oleh seseorang membuat Adrian cemas setengah mati. Ia segera membukanya, dan pintu pun terbuka ...


JANGAN LUPA DUKUNG AUTHOR.


LIKE


KOMEN


VOTE


HADIAH


RANTING 5.