One Night With Cassanova

One Night With Cassanova
Adrian dan Aida



Satu jam telah berlalu.


Tubuh Aida sangat tidak berdaya, luka lebab di wajahnya sangat terlihat jelas oleh Adrian. Dia menggendong Aida ke atas tempat tidur untuk membantu Aida beristirahat. Ia membaringkan tubuh lemah Aida dengan pelan ia mengusap kepalanya.


"Aku akan pakaikan baju ini untukmu," ujar Adrian tanpa di balas oleh Aida. Matanya menatap kosong ke arah depan membuat Adrian teriris.


Adrian mendapat info dari ketiga anak buahnya bahwa Aida ada di kamar hotel mawar di lantai 20 bersama ketiga orang yang tidak di kenal. Masalah ini sudah di tangani oleh Adrian untuk memberikan balasannya, Adrian anak segera mendatangi kantor Tama.


Anak buah Adrian datang membelikan baju baru untuk Aida juga makanan dan kotak obat untuk mengobati luka Aida.


Kini Aida sudah memaki baju kaos selutut, tapi ia masih enggan untuk berbicara. Mulutnya masih terkunci rapat, air mata terus mengalir dari pelupuk mata indahnya. Adrian pun mengolesi luka yang ada di Pipi Aida yang terlihat lecet akibat tamparan Mamih Sonya.


"Awwhhh."


"Tahan, ini pasti perih, tapi besok kau akan baik-baik saja. Percayalah Om dan Tante pasti tidak akan salah paham, aku akan selalu ada untukmu," ujar Adrian.


Lagi-lagi Aida tidak menjawab-nya, tangan Adrian pun mengambil makanan untuk mengisi perut Aida. Setelah makan selesai Adrian akan segera memberikan obat untuknya agar Aida bisa istirahat melupakan kejadian yang menimpanya beberapa jam terakhir.


"Terima kasih," ucap sendu Aida menatap ke arah Adrian.


"Makanlah dulu, besok kita pulang aku akan menjelaskan semuanya pada Tante," bujuk Adrian.


"Bibirku sakit Adrian," isak tangis Aida kembali.


Tangan Adrian segera mengusapnya dengan lembut, air mata itu tidak berhenti mengalir. Segeralah Adrian memeluk tubuh lemah Aida.


"Aku mencintaimu," bisik Adrian. Aida malah semakin menangis mendengar Adrian berbisik padanya ia sangat terharu.


"Aku sangat menjijikan Adrian, aku akan menikahi'mu setelah itu kau puas membalaskan dendammu untukku," ucap Aida menatap sendu berlinang air mata.


Adrian tercengang mendengar penuturan yang Aida ucapkan kepadanya. Ia segera melepaskan pelukannya dan menatap lekat wajah wanita yang selama ini dia jadikan tunangannya.


"Aku memang mempunyai dendam pada keluargamu, tapi sekarang aku sadar aku mencintaimu sepenuh hatimu. Cintaku sangat tulus untukmu," ucap Adrian penuh kepastian sambil menggenggam erat tangan Aida.


Aida hanya bisa diam, kenapa hatinya begitu sulit menerimanya. Ia masih mengharapkan cinta dari Tama yang jelas-jelas hanya derita yang dia dapati.


"Lupakan saja, aku akan menyuapimu setelah itu kita tidur," ucap Adrian dengan nada dinginnya.


Cinta memang bisa mengubah segala hal dalam hidup seseorang, begitu juga dendam Adrian terkalahkan oleh rasa cintanya pada Aida.


Dia akan terus berusaha meyakinkan kepada Aida bahwa dia memang benar-benar mencintainya dan bukan karena misinya. Akhirnya Aida tertidur lelap, Adrian melihat Aida sudah terlelap segera membenarkan posisi tidurnya. Dan segera menyelimutinya dengan sangat pelan Ia mengecup kening Aida dengan lembut sambil mengusapnya. Adrian pun ikut berbaring di tempat tidur sambil memeluk tubuh ramping Aida mereka pun tidur berdua.


****


"Rupanya dia sedang mandi," seru Adrian tersenyum.


Aida sudah selsai membersihkan dirinya ia keluar mengenakan kimono yang sudah ada di dalam kamar mandi. Mandi pagi menyegarkan kulit tubuh Aida yang terasa kaku di sekujur tubuhnya.


"Kau sudah bangun," ujar Aida sambil berjalan ke arah cermin. Mata Adrian terus menatap wanita yang kini ada di hadapannya, ia mencoba mengatur debaran jantungnya Aida terlihat sangat seksi begitu menggoda untuknya.


"Berhenti melihatku seperti itu, aku tahu kau memikirkan hal mesum di pikiranmu itu," timpal Aida mendelik tajam ke arah Adrian.


Adrian hanya bisa tekekeh mendengar begitu galaknya Aida kepadanya. Adrian segera menuruni tempat tidur ia berjalan mendekati Aida yang kini sedang duduk mengeringkan rambut basahnya memakai handuk kecil.


"Hmmm, harum sekali," bisik Adrian memeluk dari arah belakang membuat Aida kaget di buatnya.


"Adrian, dasar otak mesum, pergilah dan mandi sana aku mau pulang," ucapnya.


"Baiklah, tapi aku minta cium*n'mu dulu di pipiku," Adrian menyeringai. Namun, bukannya cium*n yang dia dapatkan melainkan getokan dari tangan Aida untuknya.


"Dasar mesum," pekik Aida. Adrian terkekeh di buatnya sambil terus memeluk tubuh Aida.


****


Di rumah Tama.


"Mamah sangat keterlaluan, aku akan mendatangi Aida untuk meminta maaf atas kejadian ini," pekik Tama. Mamih Sonya menatap tajam ke arah anaknya.


"Cukup, Tama. Kau masih tidak percaya bahwa Aida sering tidur dengan semua Pria," timpal Mamih sonya.


"Lantas, kenapa Mamih mengirim photo ini pada Tama. Dapat dari siapa photo ini, sudah jelas ini perbuatan Mamih," teriak Tama sambil berlalu pergi meninggalkan rumahnya.


"Tama," Pekik Mamih Sonya.


JANGAN LUPA DUKUNG AUTHOR.


LIKE


KOMEN


VOTE


HADIAH


RANTING.