
Tiga hari, Raisya dan Leon masih terbaring kritis dirumah sakit. Selama itu juga keadaan Kevin kian kacau, tidak ke sekolah, tidak belajar, padahal Ujian Nasional sudah di depan mata. Pihak sekolah sudah tau mengenai pernikahan mereka, karena Kevin tak kunjung kesekolah, dan itu pastinya membuat para guru bertanya-tanya apa hubungannya. Dan saat itulah, Ayah Kevin sebagai donatur terbesar menjelaskan perihal anaknya yang sudah menikah. Ya, para guru hanya memaklumi saja, toh selama ini Kevin dan Raisya tidak pernah memalukan pihak sekolah, justru selalu membawa nama baik sekolah mereka dengan prestasinya.
Di ruangan inilah, Kevin masih setia menemani Raisya yang juga belum sadarkan diri. Melihat keadaan Raisya yang yang terbaring lemah dengan berbagai macam alat rumah sakit, dan juga mata yang ditutupi oleh perban, ingin sekali Kevin menggantikan posisi Raisya kalau itu bisa.
“Sayang, kamu harus sadar, kamu harus bangun,” ucap Kevin lirih.
Kevin selalu menggenggam tangan Raisya, sesekali menciumnya.
Kriieet...
Langkah kaki seseorang masuk kedalam ruangan Raisya menghampiri Kevin.
“Vin, yang sabar, lo harus kuat, Raisya butuh kekutan doa dari kita semua,” ucap Gavin yang kini telah datang bersama yang lainnya.
“Raisya,” lirih Ocha mendekati Raisya yang terbaring.
“Gimana keadaan Leon?” tanya Kevin.
“Masih sama, Vin,” jawab Reno.
“Bahkan tambah menurun kata dokter,” lanjut Reno lagi.
Kevin hanya bisa menghembuskan nafasnya, dia sangat berharap istri dan sahabatnya segera sadar.
“Sayang, apa kamu sedang bersama Leon?” ucap Kevin asal yang terdengar oleh semua orang yang ada diruangan itu.
“Kalau kalian lagi bersama, plis! Kembali!” lanjut Kevin lagi dengan suara serak. Dirinya benar-benar frustasi.
“Tenangkan diri lo, bro,” ucap Bams yang memegang bahu Kevin.
“Gimana Gue bisa tenang lihat keadaan dia seperti ini!” sentak Kevin, membuat seisi ruangan melihatnya dengan nanar.
Jelas terlihat Kevin sangat terpukul dengan keadaan sekarang, seperti tidak ada lagi kehidupan untuknya jika terjadi sesuatu pada Raisya.
“Gue mau keruangan Leon,” ucap Kevin lirih, lalu berdiri hendak keluar.
“Gue temenin,” tawar Gavin.
“Gak usah, kalian disini aja,” tolak Kevin.
Kevin pun berjalan menuju ruang rawat Leon yang berada tepat disebelah ruangan Raisya. Ketika Kevin membuka pintu, ia dapat melihat sosok Leon yang juga terbaring lemah sama seperti istrinya, Raisya. Kevin pun mendekat dan duduk di kursi yang ada disebelah ranjang Leon.
“Lee, lo sahabat Raisya dari kecil, gue tau perasaan lo sama dia, jika lo sekarang lagi sama dia, plis Lee, kalian balik!” ucap Kevin lirih.
Kevin terdiam sejenak, menundukkan kepalanya. Berdoa agar sahabat dan istrinya segera sadar. Setelah itu Kevin kembali lagi keruangan Raisya.
**
Ditaman yang indah, hijau, dan sejuk. Raisya duduk di atas ayunan yang terbentuk dari akar pohon yang begitu besar, langit terlihat cerah karena ditutupi awan putih.
“Aku baru saja ketempat seindah ini, nanti Aku akan ajak Kevin kesini,” ucap Raisya senang. Membayangkan dirinya dan Kevin menikmati keindahan tempat tersebut.
Tiba-tiba segerombolan kupu-kupu menghampiri Raisya.
“Kupu-kupu? Dari mana mereka semua?” tanya Raisya dengan berpikir. Ia pun turun dari ayunan itu dan sesekali meraih kupu-kupu yang beterbangan.
Raisya seperti anak kecil berlari kesana-kesini mengejar kupu-kupu. Dan tiba-tiba,
Brukk!!
“Auwh! Sakit,” pekik Raisya memegang lututnya yang tergores.
“Apa kamu baik-baik saja?” tanya seseorang dengan suara yang sangat dikenali oleh Raisya.
Raisya pun mendongakkan kepalanya melihat si pemilik suara yang tak asing baginya.
“Leon?” ucap Raisya.
Leon hanya membalas dengan senyuman, lalu mengulurkan tangannya untuk membantu Raisya berdiri. Raisya pun tak segan meraih tangan Leon.
“Ngapain lo disini?” tanya Raisya ketika mereka sudah saling berhadapan.
Leon lagi-lagi tersenyum, lalu menjawab. “Aku ingin berpamitan,” ucapnya.
Raisya mengerutkan kedua alisnya bingung. “Memangnya mau kemana?” tanya Raisya.
“Aku akan pergi, ke tempat yang begitu jauh. Jadi, jaga dirimu baik-baik. Akurlah dengan Kevin,” ucap Leon dengan lembut.
Leon membelai wajah Raisya, tatapan mereka saling beradu. Entah mengapa Raisya merasakan sesuatu yang begitu menyedihkan saat menatap mata Leon yang sayu. Dan tak terasa cairan bening pun mengalir dari sudut matanya.
“Jangan menangis,” ucap Leon sambil menghapus air mata Raisya dengan ibu jarinya.
“Apa kamu akan kembali?” tanya Raisya dengan suara seraknya.
Leon pun tersenyum dan berkata. “Aku tidak bisa kembali, tapi aku akan selalu ada di hatimu,” ucapnya.
Raisya tidak paham apa maksud dari perkataan Leon, namun mengapa hatinya merasa sakit ketika mendengar perkataan seperti itu. Raisya hanya menghela nafas.
“Kamu harus janji, Lee. Kamu akan kembali,” ucap Raisya.
“Maaf, aku gak bisa,” jawab Leon lirih.
Leon pun melangkahkan kakinya mundur, dengan tersenyum kepada Raisya yang sangat ingin menjangkaunya. Seakan Leon semakin jauh dari hadapan Raisya, ia terus meneriaki Leon.
“Leon! Kamu mau kemana?!” teriak Raisya ingin menggapai Leon, namun seakan kakinya tertahan dan tak bisa bergerak.
“Cepat kembalilah, Kevin membutuhkanmu. Dia sangat mencintaimu, aku akan selalu berdoa untuk kebahagiaan kalian. Jangan lupa buatkan aku keponakan yang lucu-lucu,” ucap Leon tersenyum dan jarak anatara mereka semakin menjauh.
“Lee,” panggil Raisya.
Semakin jauh, dan akhirnya bayangan Leon pun hilang dari penglihatan Raisya.
“Leon,” lirihnya. Dan cairan bening kembali mengalir. Raisya terisak, dan dirinya kini terduduk sambil memegangi bagian dadanya yang entah mengapa begitu terasa menyakitkan.
**
“Apa yang kamu mimpikan sampai menangis seperti ini?” ucap Kevin lirih sambil menghapus sisa air mata Raisya yang mengalir dari sela perban itu.
Kevin berniat ingin memanggil perawat untuk mengganti perban mata Raisya yang basah, namun saat berdiri dari tempat duduk, terdengar suara riuh dari luar ruangan.
“Dokter! Tolong dokter!” teriakkan seseorang dari luar ruangan terdengar begitu panik.
“Ada apa diluar?” tanya Kevin.
Semua yg ada diruangan Raisya keluar, dan ingin tahu siapa yang sepanik itu. Dan ketika mereka keluar, dokter Galih dan beberapa suster bergegas masuk kedalam ruangan Leon. Terlihat kedua orang tua Leon serta Reno dan Risa keluar dari ruangan Leon. Mama Leon tak henti-hentinya menangis.
“Apa yang terjadi?” tanya Gavin pada Reno.
Reno hanya menatap Gavin dengan mata berkaca-kaca. “Leon sempat sadar, tapi tiba-tiba…” ucapan Reno terhenti karena tak sanggup mengatakannya.
“Apa yang terjadi?” tanya Gavin lagi dengan panik.
Belum sempat selesai bertanya lagi, dokter Galih pun keluar dari ruangan Leon dengan ekspresi yang susah di artikan. Semua orang mengerumuni dokter Galih, dan menanyakan keadaan Leon.
“Apa yang terjadi dengan anak saya, dok?” tanya Mama Leon yang sudah terisak.
“Maafkan kami, Nyonya,” ucap dokter Galih lirih dan menundukkan kepalanya.
“Apa maksud dokter?!” tanya Kevin panik.
“Pasien tidak tertolong,” jawab Dokter Galih.
“A apa!” ucap Kevin dan juga yang lainnya.
Kevin melangkah mundur perlahan, nafasnya tercekat. Risa dan Ocha saling berpelukan terisak. Mama Leon langsung tumbang dan untung saja Papa Leon menahannya lalu membopongnya, membawa ke salah satu ruangan dan menidurkannya di sana.
“Leon,” lirih Ocha.
Perasaan gadis itu seakan hancur, hatinya terlalu sakit menerima kabar buruk seperti ini. Belum sempat mengutarakan perasaannya, tapi takdir berkata lain. Ocha hanya mampu memejamkan mata saat mengingat kebersamaannya dengan sahabatnya itu, sekaligus pemuda yang ia sukai diam-diam.
Kevin terdiam, pikirannya sungguh berkecamuk, seakan tidak percaya dengan apa yang ia dengar. Teringat dengan air mata Raisya yang mengalir bertepatan dengan kepergian Leon, membuatnya merasakan sesuatu yang sangat menyedihkan.
“Apa yang harus gue bilang ke Raisya,” ucap Kevin lirih.
**
Keesokan harinya,
Pagi ini dirumah Leon sudah sangat ramai, bendera kuning telah terpasang tepat di gerbang rumah. Kevin dan yang lainnya kini berada disana, begitu pun dengan beberapa siswa dan juga guru telah hadir untuk ikut mengantar Leon ketempat peristirahatan terakhirnya. Sedangkan yang menjaga Raisya di rumah sakit adalah Bunda dan juga Vita.
Tak henti-hentinya orang berdatangan dan membacakan doa untuk Leon.
Lee, lo sahabat gue paling baik, lo yang lebih mengerti Raisya. Gue janji sama lo, gue akan selalu jagain dia, gue sangat mencintai Raisya. Lo juga harus bahagia ya disana. Bathin Kevin.
Lee, gue suka sama lo udah lama, gue berharap lo akan buka hati lo kembali buat perempuan lain selain Raisya, dan itu adalah gue. Gue sayang sama lo lebih dari sahabat, Lee. Lo harus bahagia ya disana. Gue sayang sama lo. Bathin Ocha diikuti dengan air matanya yang mengalir.
Suasana berkabung sangat mendominasi. Dan kini saatnya Leon untuk di sholatkan lalu mengantarnya ketempat peristirahatan terakhir.
Mama Leon tak kuasa melihat tubuh anaknya dimasukkan kedalan lubang tanah, dan di tutup dengan beberapa kayu kemudian ditimbun dengan tanah.
“Leon, anak mama. Pah, dia masih hidup, dia gak mungkin ninggalin kita,” ucap Mama Leon terisak dalam pelukan suaminya.
“Sabar, mah. Kita harus ikhlas, agar Leon tenang disana. Leon pasti juga akan sedih melihat mamanya menangis seperti ini,” ucap Papa Leon, hati orang tua mana yang yang tak terpukul saat anak satu-satunya meninggalkan mereka untuk selamanya.
Leon, sosok yang Risa dan Ocha kenal melalui Raisya. Sosok sahabat yang paling paham dan mengerti, meski dengan sifat yang suka blak-blakkan, sosok yang humoris, selalu membuat yang lainnya tertawa lepas dengan tingkah konyolnya.
Selamat jalan Leon…
Hai readers aku kembali 😂😂
Maaf yaa tokoh Leon aku matiin 😂
Mengingat cerita ini udah ada konsepnya dari awal aku buat, sebenarnya sih gak gini yaa, aku target 50 episode itu tamat. Hehehe
Tapi karena novel ini dapat kontrak desember kemarin, jadi aku ubah lagi konsepnya, nambahin alur dan jadilah seperti ini 😂
Maaf kalo menurut kalian terlalu ngedrama 😂 tapi beginilah isi otak author..
Karena ini novel real dari isi kepala, bukan plagiat dari cerita manapun, kalopun ada suatu adegan yg sama dengan yang lain itu ketidaksengajaan yaa 😂
Maafkan author yg lama updatrnya, jangan lupa dukung novel ini terus yaa, dengan LIKE dan KOMENTAR kalian, mau kasih VOTE boleh sangat 😂
LOVE IS YOU sudah aku revisi 3 bab, selanjutnya akan ada cerita baru disana 😂
Jangan lupa mampir juga 😍😍
TERIMAKASIH 🙏❤❤❤