
Waktu terus berlalu, hari demi hari, minggu demi minggu, bulan demi bulan. Tak terasa hubungan Kevin dan Raisya berjalan sudah hampir setahun. Dan selama ini hubungan mereka sangat baik-baik saja. Seperti biasa, saat dirumah mereka melakukan perannya dengan baik dan manis. Dan juga ketika disekolah mereka juga tetap biasa saja, hanya saja mereka kini nampak lebih sering bersama.
Banyak yang berspekulasi kalau Raisya dan Kevin berpacaran, namun semua murid hanya bungkam karena setiap mereka melewati koridor sekolah, Kevin selalu menatap mereka dengan tajam.
Kini Raisya dan Kevin sudah sampai di gerbang sekolah menuju parkiran. Mereka pun keluar dari mobil dan berjalan beriringan dikoridor sekolah. Berjalan seperti biasanya tanpa embel-embel pegangan tangan atau apapun, hanya beriringan. Tiba-tiba dari belakang Leon datang menghampiri keduanya.
"Woyy!!" Teriak Leon menyapa Raisya dan Kevin sambil merangkul bahu keduanya di sisi kanan dan kirinya.
"Masih pagi Woy!! Berisik!!" Jawab Raisya tak kalah sewotnya.
"Yaelah kayak emak-emak aja marah-marah" jawab Leon. Raisya hanya memutas bola matanya dengan malas.
Leon pun beralih merangkul Kevin sembari berbisik pelan pada Kevin.
"Tuh moodnya lagi gak bagus, kenapa? Gak dapet uang jajan?" Bisik Leon.
"Biasalah cewek kedatangan tamu, agak sensitif" sergah Kevin dengan berbisik.
"Berati Lo gak dapet jatah donk? Haha" ucap Leon dengan santai.
"Mau dapet jatah kayak apa? Sampe sekarangpun belum pernah Gue apa-apain tuh sahabat Lo" hawab Kevin dengan jujur.
"Serius Lo? Udah hampir setahun padahal kalian nikah, tapi belum jebol juga dia. Kuat bener Lo Vin nahanin" cerca Leon.
"Ya mau gimana lagi? Namanya masih sekolah, Gue masih mikirin masa depan Dia sama Gue. Lagian Gue gak mau maksa kalo dia belum siap" -Kevin
"Ckckc.. terserah Lo daah.. kalau Gue jadi Lo udah Gue jebol dia. Wahahaha" canda Leon sambil tertawa terbahak-bahak.
"Njirr..." saut Kevin.
"Tumben Lo ngomong gitu. Kelamaan sama Raisya ketularan bar-barnya Lo" ucap Kevin.
Mereka pun tak henti tertawa sampai tiba di kelas. Sekarang Raisya duduk berdua dengan Kevin tanpa rasa canggung dengan yang lain. Sedangkan Ocha duduk dengan Risa. Tak lama guru pun masuk memulai pelajaran.
"Selamat pagi .." sapa Guru yang memasuki kelas, yaity Bu Endang.
"Selamat pagi Bu..!" Jawab murid sekelas serempak.
"Waktu kalian tinggal sebulan lebih lagi untuk ulangan kenaikan kelas. Semoga apa yang ibu sampaikan dapat kalian pahami yaa.. Ibu harap nilai dimata pelajaran Ibu nilai kalian memuaskan" ucap Bu Endang.
"Bu. Kira-kira bakalan di rolling lagi gak nanti kelas tiga?" Tanya salah satu teman sekelas mereka.
"Kalau itu belum tau, karena belum ada keputusan bagaimana setelah kalian kelas tiga" jawab Bu Endang.
Pelajaran pun dimulai seperti biasa.
______________________________________
"Gais semoga Kita dikelas tiga sekelas lagi yaa.." -Ocha
"Iya nih.. Gue gak mau pisah sama kalian" -Raisya
"Samaaaa..." -Risa
Merekapun berpelukan layaknya teletubis di tengah koridor menuju kantin. Karena memang sekarang jam istirahat sudah tiba.
"Oyaa Sya. Rencana habis lulus Lo mau lanjut kuliah atau gimana?" -Risa
"Gue maunya kuliah sih..." -Raisya
"Kalau Lo Cha?" -Risa
"Gue mau kuliah tapi Gue masih bingung mau ambil jurusan apa" -Ocha
"Kenapa Lo bingung?" -Raisya
"Gue masih mikir mau ambil jurusan IT atau jurusan Ekonomi." -Ocha
"Kalau Gue sih bakal masuk jurusan Bisnis Manajemen, karena Papi Gue pengennya Gue nerusin perusahaannya. Kalian tau sendiri Gue anak tunggal." -Risa
"Emang sebenernya Lo mau ambil jurusan apa?" -Ocha
"Gue maunya spikolog" -Risa
"Kalau Lo Sya?" -Ocha
"Disain Interior" -Raisya
"Yakin Lo mau ambil jurusan itu?" -Ocha
"Yakin gak yakin sih. Gue mau lebih dalam aja mempelajari tentang disain" -Raisya
Ocha dan Risa hanya menganggukkan kepala menanggapi jawaban Raisya. Raisya memang suka sekali dengan yang berkaitan dengan disain. Sambil berjalan menuju kantin mereka berpapasan dengan Rina.
"Kak Raisya mau kekantin yaa.. bareng yaa" sapa Rina ketika mereka bertemu. Dan disambut dengan anggukan dan senyuman dari ketiga gadis itu.
"Ohyaa.. Karin gak gangguin Lo lagi kan?" Tanya Ocha pada Rina.
"Ya gak bakalan berani lah dia gangguin Gue lagi. Rinaa... Haha" jawab Rina dengan bangga.
"Yaa bagus laah Lo bisa ambil tindakan" saut Raisya.
Karin memang masih sering membully murid lain, Rina pun sempat menjadi bahan bullyan Karin and the gank, tapi buka Rina namanya kalau gak bisa ngadapin manusia macam Karin.
Setibanya dikantin mereka mengedarkan pandangan dan tertuju pada meja yang diduduki oleh Leon, Kevin, Reno dan Bams. Merekapun menghampirinya.
"Hai Rina cantik...." sapa Bams dengan menggoda Rina.
"Hai juga Kak Bambang yang ganteng" jawab Rina sembari tersenyum manis.
"Bebeb Ocha mah gak peka! Abang kan perlu kepastian juga. Gak mau digantungin kayak jemuran" jawab Bams dengan asal.
"Diih siapa juga yang gantungin Lo. Peka? Males banget Gue peka sama Lo" jawab Ocha dengan sewot.
"Tuh kan Bebeb Ocha mah gitu..." rengek Bams dengan suara yang dibuat-buat merajuk.
"Dih najis Bambang" celetuk Ocha.
Yang lainnya hanya tertawa menanggapi kekonyolan mereka berdua. Mereka semua tau kalau apa yang Ocha ucapkan hanya sekedar gurauan.
"Mau makan apa ini para bidadari?" Tanya Leon.
"Samain aja deh keyak kalian" jawab Raisya.
Leon dan Reno pergi memesan makanan untuk para sahabatnya. Sedangkan yang menunggu mereka melanjutkan obrolan sembari tertawa.
"Sayang, nanti pulangan mampir kekantor Ayah dulu yaa.. ada yang mau Aku urus disana" ucap Kevin pada Raisya yang duduk di sebelahnya.
"Harus yaa Aku ikut?"
"Yaa sekalian daripada bolak balik. Cuma sebentar kok"
"Yaudah deeh Aku ngikut aja"
Merekapun kembali fokus pada yang lainnya. Tak lama pesanan mereka datang yang dibawakan oleh Leon dan Reno. Mereka pun menyantapnya sembari mengobrol dan saling melempar candaan.
"Lee. Lo ntar kalo udah lulus lanjut kuliah dimana?" Tanya Raisya membuka topik pembicaraan yang lain.
"Gaktau Gue. Bonyok Gue nyuruh kuliah diluar negeri sih. Tapi Gue masih mempertimbangkan" jawab Leon sekenanya. Raisya hanya ber oh ria saja.
"Kalo Lo gimana Sya?? Lulus sekolah bikin anak sama Kevin?" Ceplos Leon dengan wajah tanpa dosa.
Ukhuk.. ukhukk!!!
Raisya terbatuk-batuk mendengar kata-kata yang keluar dari mulut sahabat kecilnya ini. Kevin pun dengan cepat menyodorkan minuman untuk istrinya.
"***** Lo Lee. Ngomong gak ada saringannya!!" Ucap Raisya dengan sewot.
"Kan nanya doank. Lagian apa salah nya sih? Kalian kan udah nikah, gak mau apa punya anak?" Ucap Leon dengan santai. Raisya dan Kevin hanya saling pandang dengan kikuk.
"Kita kan masih sekolah Leon!" Sergah Raisya.
"Yakan aku nanya kalo udah lulus Sya.." jawab Leon.
Raisya hanya melengos malas pada Leon.
"Lo belum dijebol yaa Sya sama Kevin" ucap Leon dengan berbisik.
"Mulut Lo Lee ya ampuun bahasanya!!!" Balas Raisya dengan pelan namun membulatkan matanya.
"Gue nanya aja kali. Lagian kalo emang belom gak kasian apa Lo sama Kevin nahan ampe setahunan gini" ucap Leon yang masih berbisik.
"Apaan sih Lee!!" Ketus Raisya.
"Syaa inget itu kewajiban Lo. Dia tuh laki-laki normal, Lo mau apa kalo dia gak tahan cari yang lain" ucap Leon masih dengan santai.
Dia tak bermaksud memprovokasikan Raisya dan Kevin. Hanya ingin mengatakan apa yang ada dipikirannya, terlebih sesama lelaki dia mengerti dengan keadaan Kevin.
Raisya yang mendengar jadi terdiam mencerna perkataan Leon barusan. Memang rumah tangganya dengan Kevin selama ini berjalan baik-baik saja. Mereka melakukan kontak fisik yang sewajarnya saja. Namun dari Raisya maupun Kevin memang tak pernah membahas masalah ini.
"Udahlah Lee masalah itu ntar aja Gue pikirin." Ucap Raisya mengalihkan pembicaraannya dengan Leon yang berbisik-bisik.
"Kalian ngapain sih bisik-bisik?" Tanya Risa.
"Bukan apa-apa. Biasa Leon semalem ngompol lagi" kilah Raisya dengan asal.
"**** Lo Sya. Sejak kapan Gue ngompol" cetus Leon tak terima.
"Bodo amat!" Jawab Raisya cuek.
"Dih Lee. Udah besar masih ngompol aja! Gak malu apa" ucap Ocha.
"Njirr.. percaya aja sama kata-katanya Raisya!!" Jawab Leon dengan sewot. Sedangkan yang lain sudah tertawa terbahak-bahak.
Disela-sela tawanya, perkataan Leon yang menyebutkan tentang kewajibannya dengan Kevin masih menari-nari dengan indah dalam otaknya. Sesekali dia memperhatikan suaminya yang duduk tepat disampingnya.
.
.
.
.
.
.
Sory baru up.. Author kehabisan kuota, wkwkwk
Maap yaa udah nunggu lama ππ
Jangan lupa dukungannya yaa dengan Vote dan Likenya β€
Biar semangat nih lanjutin ceritanya.. hehehe