
Kini hari yang di nantikan sudah tiba, hari dimana kakak kelas mereka mengadakan acara pelepasan siswa karena sudah lulus dengan nilai yang terbaik. Acarpun berjalan dengan lancar dengan Leon dan salah satu temannya menjadi MC untuk menuntun acara tersebut.
Kevin pun tak luput untuk memberikan sambutannya sebagai ketua osis SMA PATRA DHARMA, dan kini tiba acara hiburan yang menampilkan beberapa aksi dari setiap eskul kesenia dari perwakilan kelas. Mulai dari paduan suara campuran, Tari tradisional maupun Modern, Pembacaan Puisi dan Syair, Bernyanyi, maupun memainkan alat musik. Mereka semua tampil secara berkelompok maupun sendiri. Begitupun Raisya yang akan tampil solo dengan memainkan piano serta menyanyikan lagu untuk Kakak kelas nya.
"Baiklah selanjutnya ada hadiah sebuah lagu untuk kakak kelas kita dari teman kita yang merupakan murid berprestasi disekolah ini" ucap teman Leon yang bernama Nina sebagai MC.
"Yaa, dia akan memainkan piano dan bernyanyi untuk kalian" disambung oleh Leon.
"Mari kita sambut dia" ucap Nina.
"Raisya Putri dari kelas 2 IPS 1" ucap Leon dan Nina bersamaan.
Suara riuh kembali menggema diiringi tepuk tangan yang meriah saat Raisya menaiki panggung dan tersenyum menyapa semua orang yang ada disana. Semua mata tertuju padanya, hari ini Raisya begitu cantik dengan mengenakan dress selutut berwarna putih tanpa lengan, rambut panjangnya yang lurus kini diberi sentuhan bergelombang yang dibiarkan tergerai rapi dengan hiasan bunga putih seperti mahkota dikepalanya, terlihat seperti peri cantik.
"Selamat malam semuanya, pertema-tama Saya mengucapkan terima kasih telah memberikan Saya kesempatan untuk mempersembahkan sebuah lagu kepada kakak kelas yang sangat Kami sayangi. Semoga kalian semua sukses dan bisa mencapai cita-cita kalian kelak" ucap Raisya.
Raisya pun menuju tempat dimana disana sudah disediakan piano besar yang bercat putih. Raisya pun duduk dengan begitu anggungnya, dan mulai meletakkan jemari lentiknya di atas tuts piano. Dengan begitu lihai jari lentiknya menekan tuts piano tersebut, suara dentingan piano pun terdengar lembut ditelinga siapa saja yang mendengarnya. Suasa menjadi sendu, semua orang seoalah terbawa suasana dengan suara dentingan piano Raisya di intro lagunya. Ditambah suara Raisya yang mulai menyanyikan lagunya dengan suara merdu.
Tiga tahun telah kita bersama
Jalani kisah yang indah
Bersama telah dilalui semua
Suka duka telah kita rasa
Bagiku kau teman terbaikku
Tempatku tuk berbagi luka
Walau kini kurasa aku resah
Karena kita akan berpisah
Selamat tinggal teman-temanku
Kita berpisah untuk selamanya
Ingatlah apabila bertemu nanti
Mohon jangan lupakan aku
Selamat tinggal teman-temanku
Kita berpisah untuk selamanya
Tak mungkin lagi kita akan bersama
Mohon jangan lupakan aku
Beribu hari telah kulewati
Beribu kisah telah kujalani
Namun takkan kutemukan lagi kenangan indah saat bersama
Bagiku kau teman terbaikku
Tempatku tuk berbagi luka
Walau kini kurasa aku resah
Karena kita akan berpisah
Selamat tinggal teman-temanku
Kita berpisah untuk selamanya
Ingatlah apabila bertemu nanti
Mohon jangan lupakan aku
Selamat tinggal teman-temanku
Kita berpisah untuk selamanya
Tak mungkin lagi kita akan bersama
Mohon jangan lupakan aku
Lagu yang dibawa Raisya sebenarnya bukan lagu melow, tapi karena Raisya membawakan lagunya dengan iringan piano jadilah lagu tersebut terdengar melow dan begitu menyentuh, ditambah dengan suara Raisya yang begitu merdu.
Selamat tinggal teman-temanku
Kita berpisah untuk selamanya
Ingatlah apabila bertemu nanti
Mohon jangan lupakan aku
Selamat tinggal teman-temanku
Kita berpisah untuk selamanya
Tak mungkin lagi kita akan bersama
Mohon jangan lupakan aku
Selamat tinggal teman-temanku
Kita berpisah untuk selamanya
Ingatlah apabila bertemu nanti
Mohon jangan lupakan aku
Selamat tinggal teman-temanku
Kita berpisah untuk selamanya
Tak mungkin lagi kita akan bersama
Mohon jangan lupakan aku
Raisya pun berdiri ditengah panggung lalu membungkukkan badannya sambil tersenyum tanda terimakasih. Kemudian Raisya berlalu meninggalkan panggung itu.
"Yaa itulah penampilan Raisya dari kelas 2 IPS 1 untuk kakak kelas sekalian" ucap Leon. Acarapun berlanjut.
Di belakang panggung Raisya langsung disambut oleh para sahabatnya yaitu Risa, Ocha dan Rina yang langsung memeluk Raisya dengan gembira.
"Sumpah ! Kak Raisya keren banget!" Ucap Rina dengan antusias.
"Lo juga keren tadi ngedancenya" balas Raisya. Memang Rina menampilkan dance modern bersama teman-temannya tadi.
"Cantik banget sih incess Kita ini" ucap Ocha dengan mencubit pipi Raisya dengan gemash.
"Sakit Ochaa! Ntar cantik Gue malah hilang.." jawab Raisya, Ocha pun hanya terkekeh.
"Lo cantik malam ini" ucap suara seseorang dari belakang. Sontak mereka semua menoleh kearah suara. Ternyata dia adalah Gavin. Gavin berjalan kearah empat gadis itu, Raisya yang dipuji malah memasang wajah sinisnya.
"Penampilan Lo juga bagus malam ini" ucap Gavin lagi sambil tersenyum.
"Makasih" jawab Raisya singkat.
Kalau kalian tanya Kevin Reno dan Bams dimana, Kevin sedang memantau berjalannya acara, Bams dan Reno membantu anggota osis karena ada beberapa dari mereka tak hadir.
"Gue boleh ngomong berdua sama Lo gak?" Tanya Gavin.
"Kalo mau ngomong ya ngomong aja disini" jawab Raisya lagi dengan dingin.
Gavin hanya tersenyum menatap teman-teman Raisya.
"Kayaknya penting deh Sya, yuk gaes kita tinggal dulu yaa, kalo ada masalah dibicarain aja dulu baik-baik Sya" ucap Risa yang mulai paham dengan keadaan. Risa pun mengajak Rina dan Ocha menjauh dari keduanya.
Sebenarnya Raisya malas kalau hanya mengobrol berdua dengan Gavin mengingat kejadian beberapa waktu lalu. Tapi dia juga penasaran dengan apa yang ingin dikatakan Gavin, pikirannya hanya satu apakah ada hubungannya dengan Kevin lagi. Merekapun menuju bangku taman sekolah yang tak jauh dari panggung acara.
"Gue cuma mau minta maaf" ucap Gavin membuka percakapan. Raisya hanya diam menaggapinya.
"Maaf kalau Gue udah punya perasaan sama Lo, maaf Gue suka sama Lo dari pertama kali kita ketemu dikelas, maaf Gue terlalu terobsesi sama Lo sampai ngelukain orang yang Lo sayang.."
"Gue udah tau semuanya, kalo ternyata Lo sama Kevin itu suami istri, Gue malu sama diri Gue sendiri, bisa-bisanya Gue terobsesi sama istri orang, dan lebih lagi Gue punya pikiran negative tentang Lo saat Gue tau Lo tinggal seatap berdua Kevin. Saat itu Gue iri sama Kevin, bisa pacaran sama Lo dan tinggal berdua, dan Gue berpikir kalo Gue bisa rebut Lo dari dia Gue juga bisa tinggal sama Lo, jadi Gue gak kesepian lagi dirumah.."
Ucap Gavin panjang lebar dengan nada sedikit bergetas diakhir kalimatnya. Pandangannya lurus menatap kedepan dengan sendu, seakan ada rasa yang tertahan dan rasa penyeslan. Raisya yang mendengar itu hanya terdiam sejenak mencerna perkataan Gavin yang membuatnya sedikit terkejut, terlebih dia mendengar ucapan Gavin yang mengetahui tentang hubungannya dengan Kevin. Dirasa Raisya hanya bungkam tak membuka suara, Gavin menolehkan kepalanya kearah Raisya dan menatapnya sambil tersenyum, namun bagi Raisya itu adalah senyum kesakitan. Entah apa Raisya tak tau apa yang sebenarnya Gavin rasakan sekarang.
"Gue tau Sya, Gue sadar.. rasa suka Gue ke Lo itu adalah rasa obsesi, Lo itu cantik, pinter, berprestasi, ramah, senyum Lo manis, gak sombong, dan bagi Gue Lo itu sangat sempurna. Terlebih lagi perhatian Lo ke Kevin dan kesahabat-sahabat Lo yang lain. Jujur Gue iri, Gue selama ini selalu ngerasa sendiri. Saat Gue pindah kesini dan ngeliat Lo, ada perasaan aneh dari dalam hati Gue. Tapi perasaan itu adalah perasaan yang salah, saat Gue tau kebenarannya. Dan saat Gue ketemu Leon, Gue pikir dia sama kayak teman-teman Gue yang dulu. Tapi dia berbeda, Gue bisa liat ketulusannya berteman sama Gue. Yaa Gue seneng berteman sama Leon. Saat Gue liat kedekatan Lo sama Leon Gue juga sempat iri" ucap Gavin dan Raisya masih setia dalam diamnya.
"Gue gak mau dibilang pebinor, Gue laki-laki sejati! Dan Gue gak mau ngerusak suatu hubungan yang sakral dimata Tuhan. Karena Gue tau dampaknya, Gue gak mau Lo akhirnya Lo tersakiti apa lagi karena Gue. Maafin Gue ya Syaa.. Gue akan berusaha ngebuang rasa Gue buat Lo, tapi Gue bisa kan jadi sahabat Lo seperti yang lainnya?" Ucap Gavin lagi dan kini menatap Raisya dengan tatapan yang sulit terbaca.
Raisya yang merasa diajukan pertanyaan pun mengalihkan pandangannya pada Gavin yang kini tengah menatapnya. Sungguh Raisya tidak tau harus menjawab apa, ada rasa benci yang timbul akibat perlakuan Gavin beberapa waktu lalu. Tapi saat mendengar pengakuan Gavin padanya ada rasa sedih dan kasian, sebegitu irinya kah Gavin pada Kevin dan yang lainnya? Hal apa yang membuat Gavin mempunyai perasaan seperti itu padahal mereka baru bertemu belum sampai sebulan. Mengingat obsesi Gavin padanya membuat Raisya berpikir keras tentang apa yang sebenarnya dipikiran seorang Gavin. Raisya pun menghembuskan nafasnya sebelum mulai berbicara.
"Gue gak tau apa yang ada dipikiran Lo tentang Gue, sampai-sampai Lo ngelakuin hal seperti itu. Tapi yang pasti Lo ada alasannya, sekarang Lo tau kan hubungan Gue sama Kevin yang sebenernya gimana? Gue harap Lo jadi laki-laki yang baik. Gue gak sesempurna yang Lo pikirin Gav. Gue juga manusia biasa yang mempunyai kekurangan, jadi Lo salah kalo anggep Gue perempuan paling sempurna. Gue akan berlaku baik pada orang yang berlaku baik juga sama Gue. Gue gak suka kalo ada orang yang nyakitin orang tersayang Gue, orang-orang terdekat Gue.."
"Dan tentang perasaan Lo ke Gue itu hak Lo Gav. Karena hati Lo punya Lo sendiri, orang lain gak bisa maksain Lo harus taruh hati Lo dimana. Yang bisa hanya Lo sendiri, dan mungkin Lo lagi salah aja taruh hati Lo sekarang. Gue gak masalah kalau Lo suka sama Gue, itu hak Lo. Tapi maaf! Gue gak bisa sama sekali bales perasaan Lo, karena memang Gue gak ada perasaan apa-apa ke Lo. Dan Gue harap ketika nanti Lo menyukai seseorang jangan sampai terobsesi, karena itu bakal nyakitin diri Lo sendiri.."
Jawab Raisya panjang lebar, membuat Gavin terhenyak mendengarnya. Sungguh Raisya mempunyai hati yang lembut, dibalik sifatnya yang barbar. Kevin sangat beruntung mendapatkan Raisya pikirnya.
"Jadi ?????" Tanya Gavin.
Raisya pun mengembangkan senyumnya. Lalu berkata...
"Iya, Gue maafin Lo, tapi Gue juga mau Lo minta maaf ke Kevin. Jelasin sama dia, karena Lo udah bikin dia bonyok tanpa sebab. Kasian kan jadinya muka ganteng suami Gue!" Ucap Raisya dengan terkekeh kecil. Gavin pun ikut tertawa kecil mendengarnya.
"Iyaa. Gue emang ada niat minta maaf sama Kevin setelah Gue ngomong gini ke Lo. Tapi kita bisa jadi teman atau sahabat kan?" Ucap Gavin.
Raisya hanya mengangguk sebagai jawaban lalu tersenyum.
"Thanks yaa Sya.." ucap Gavin dengan tersenyum.
Raisya merasa sangat legah masalahnya kini sedikit demi sedikit terselesaikan. Memang akhir-akhir ini dia tak mendapatkan pesan terror lagi setalah kejadian dimana Gavin dan Raisya berseteru. Dan juga sikap Gavin yang sedikit berubah dengan menjauhkan diri pada Raisya. Namun selalu menatapnya dalam diam.
Gavin pun demikian, awalnya dia terkejut mengetahui yang sebenarnya tentang hubungan Raisya dan Kevin. Gavin memang mencari informasi tentang Raisya akhir-akhir ini karena perkataan Leon beberapa waktu lalu. Sungguh dia merasa malu kalau harus merusak hubungan yang sakral dimata Tuhan, dia akan terlihat seperti laki-laki pecundang yang tidak tau diri. Karena dia tau persis bagaimana rasa sakitnya, karena Gavin merasakannya. Disini dia yang salah, menaruh perasaan pada seseorang yang salah. Benar kata Raisya kalau hati itu tidak bisa dipaksakan, mungkin Gavin akan perlahan-lahan membuang perasaannya terhadap Raisya mulai sekarang. Diterima sebagai sahabat oleh Raisya pun dia sudah cukup bahagia, melihat sikap Raisya yang begitu tulus pada sahabat-sahabatnya.
Disisi lain tanpa Raisya dan Gavin sadari ada dua orang di berbeda tempat yang sudah mendengar perkataan mereka semua. Yaa.. dua orang itu adalah Kevin dan Leon, mereka mendengar semua percakapan Raisya dan Gavin di beda tempat dengan menunjukkan perasaan legah dihati mereka. Kevin tersenyum bahagia mendengar ucapan Raisya. Leon pun juga tak luput mengembangkan senyumnya menatap dua manusia dihadapannya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Gimana readers ? Semoga suka yaa...
Konflik Gavin aku selesaikan dulu karena gak suka dengan konflik yang terlalu panjang dan ribet.. wkwkw
Maaf kalau kalian tidak puas dengan penyelesaian masalahnya Gavin, hehehe..
JujurAuthor berfikir sangat keras gimana caranya, wkwkw
Jangan lupa tinggalkan Like koment dan Vote kalian yaa π karena itulah yang buat Author semangat nulis dan update π
Terimakasih πβ€