
Keesokan harinya Raisya seperti biasa bangun pagi dan menyiapkan segala keperluannya dan juga keperluan Kevin, setelah masak untuk sarapan Raisya kembali kekamar dan mendapati Kevin sedang memakai dasi, dengan sigap Raisya mengambil alih dasi itu lalu memasangkannya pada Kevin. Dengan sedikit menunduk, Kevin dapat melihat dengan jelas wajah istrinya dengan jelas. Sangat cantik! Itu lah yang ada dipikiran Kevin, tak henti-hentinya dia memandangi wajah Raisya dengan senyuman yang... ahh terlalu mempesona.
Raisya yang merasakan dirinya ditatap intens oleh Kevin hanya mengalihkan pandangannya pada dasi yang dia simpulkan di kerah baju sekolah Kevin. Dia sadar, sangat sadar kalau sedari tadi suaminya itu memandanginya. Ketika dirasa sudah selesai dan rapi, dengan sigap Kevin menarik pinggang Raisya dan membuat jarak keduanya terkikis, di kecupnya bibir Raisya dengan lembut, Raisya pun membalasnya lalu keduanya tersenyum.
"Udah ah! Ayok sarapan nanti telat!" Ucap Raisya mengalihkan.
"Ayokk.. oh yaa besok lusa Kamu pasti ikut ngisi acara pelepasan Kakak kelas Kita kan?" Tanya Kevin sembari mereka berjalan keluar kamar menuju dapur.
"Iyaa,, kan Aku perwakilan dari kelas Kita" jawab Raisya ketika mereka sampai dimeja makan.
Kevin hanya mangut-mangut saja, lalu dengan cekatan Raisya mengambilkan sarapan untuk Kevin dan juga untuknya. Setelah sarapan yang penuh dengan keheningan, mereka keluar dari apertemen menuju parkiran basecamp untuk mengambil mobil, setelah siap berangkat akhirnya mobil Kevin melaju membelah jalanan yang masih terbilang cukup sepi.
Drrt drtt !!
Suara getaran dari ponsel Raisya menandakan ada pesan masuk, langsung saja dia membuka pesan itu dengan ekspresi kaget dan tidak yakin dengan apa yang dia baca dari pesan itu.
Sekilas dia menatap Kevin yang masih fokus kejalan raya, ada perasaan gugup dan bingung apa yang harus dia lakukan. Pikirannya masih berkecamuk tak karuan, tapi dia tidak boleh lemah dan takut disaat dalam kondisi seperti ini. Akhirnya pikirannya memutuskan untuk menceritakan semuanya pada Kevin nanti setelah acara pelepasan itu selesai, kalau dia kasih tau sekarang takutnya malah mengganggu pikiran Kevin ditengah kesibukannya mengurus banyak hal.
"Kenapa sayang?" Tanya Kevin yang menyadari Raisya sedang gelisah.
"Ah! Enggak! Gakpapa kok" jawab Raisya sebisa mungkin menghilangkan kegugupannya, karena walau bagaimanapun Kevin itu cukup peka jadi orang.
"Oya Vin, Aku mau tanya donk" ucap Raisya lagi.
"Mau tanya apa? Ada yang ganggu pikiran Kamu yaa?" Jawab Kevin yang masih fokus kejalanan.
"Eemmhh, Selama beberapa hari ini Kamu ngerasa ada yang ngikutin Kamu gak sebelum preman itu keroyokin Kamu semalem?" Tanya Raisya tanpa ragu.
"Entahlah, Aku terlalu fokus dengan kegiatan Osis. Jadi kurang memperhatikan sekitar" jawab Kevin sekenanya.
"Perasaan Aku kok gak enak yaa Vin, apa mungkin preman itu memang sudah ngikutin Kamu dari jauh-jauh hari, atau Kamu punya musuh disekolah Kita?" Ucap Raisya mengeluarkan isi pikiran yang ada dikepalanya.
"Atau preman itu bakalan kembali lagi buat keroyokin Kamu!" Sambungnya lagi dengan sedikit panik.
"Jangan panik gitu, mungkin preman itu memang sengaja ketemu dijalan semalem, yaa kebetulan aja kali yang ketemu mereka itu Aku. Kalau musuh kan Kamu tau sendiri Aku gak pernah berurusan sama orang lain diluar tugas Aku sebagai ketua osis" ucap Kevin mencoba menenangkan Raisya.
Raisya hanya bisa diam kembali, satu yang masih ada dalam pikirannya, untuk apa kalau kebetulan preman itu datang tapi langsung main keroyok, belum lagi pesan singkat entah dari siapa yang mengatakan kalau itu belum seberapa, dan juga pesan barusan yang bernada ancaman. Sudah pasti semuanya sudah direncanakan oleh seseorang. Dia hanya tidak ingin sesuatu terjadi lebih parah lagi pada Kevin. Tapi apa yang harus Raisya lakukan?
Leon!! Yaa nama itu yang kini terlintas dipikirannya, meminta bantuan pada sahabat kecilnya itu, tapi apa yang harus dia katakan. Ah masa bodo, yang penting ceritakan dulu pada Leon apa yang terjadi. Tapi Leon kan juga sibuk-sibuknya. Hufftt....
Akhirnya mobil Kevin masuk kearea sekolah dan menuju parkiran, Raisya dan Kevin pun keluar dari mobil, lalu tiba-tiba ada sebuah mobil berhenti tepat disamping mobil mereka, dan ternyata itu adalah Gavin. Gavibln keluar dari mobil dan menatap Raisya dengan senyuman yang susah diatrikan. Raisya hanya cuek saja lalu dia menghampiri Kevin.
"Good morning gaess!! Incess sudah datang!!" Teriak Raisya begitu mereka masuk kedalam kelas. Kevin yang berdiri dibrlelakangnya hanya menggelengkan kepala.
"Sekolah woy! Bukan hutan!" Ucap Risa, sedangkan yang ditegur hanya cengengesan tidak jelas.
"Leon mana?" Tanya Raisya.
"Diruang osis, oya Vin katanya kalo Lo sudah datang sebelum masuk kelas keruang Osis langsung" ucap Risa dan diangguki oleh Kevin.
"Sayang Aku keruang osis dulu yaa" pamit Kevin pada Raisya sambil mengacak rambutnya dengan gemash.
"Iya iya!" Jawab Raisya.
Kevin pun menghilang dari balik pintu kelas mereka, Ocha belum datang, kelas masih kelihatan sepi karena memang ini masih terlalu pagi. Hanya ada Risa, Raisya, Gavin dan beberapa anak lainnya yang ada dikelas.
"Eh Gue ketoilet dulu yaa, pengen pipis" ucap Raisya.
"Mau Gue temenin?" Tawar Risa.
"Gak usah Gue sendiri aja, bentar doank" tolak Raisya.
"Oh yaudah" ucap Raisya.
Raisya pun melenggang pergi keluar kelas menuju toilet, namun dia merasa ada yang mengikuti langkahnya, sesampainya ditoilet dia memasuki salah satu kamar mandi lalu menuntaskan kegiatannya. Setelah selesai, Raisya bercermin memperbaiki penampilannya dahulu sambil sesekali mengecek ponselnya, setelah itu barulah keluar dari toilet. Namun beberapa langkah ada seseorang yang menarik dan membekap mulutnya dengan kuat.
Bugh!!
Suara benturan antara punggung Raisya dan tembok terdengar cukup nyaring.
"Gavin !!" pekik Raisya ketika dia melihat sosok yang ada didepan matanya.
Kedua mata Raisya membelalak karena terkejut melihat siapa orang yang menarik, mendorong dan membekap mulutnya ternyata adalah Gavin.
"Tenang Sya, Gue gak akan nyakitin Lo, Gue cuma mau Lo jadi milik Gue. Lo mau kan?!" Ucap Gavin tanpa basa-basi.
"Huh!! Mimpi!" Ucap Raisya dengan wajah meremehkan. Lalu membuang pandangannya.
Dengan kuat Gavin memegang dagu Raisya dan menatapnya tajam. Raisya pun sontak memegangi tanyan Gavin agar bisa terlepas.
"Pokoknya Lo harus jadi milik Gue! Kalau Kevin bisa sama Lo, kenapa Gue gak bisa! Kalian tinggal bareng kan! Udah ngapain aja hah!!" Ucap Gavin sambil mengeratkan rengkuhannya di dagu Raisya.
Raisya yang memang tenang disaat kondisi seperti ini hanya menunjukkan wajah santainya, meskipun merasa sakit karena Gavin terlalu kuat mencengkram dagunya, dia tidak ingin kelihatan ketakutan.
"Hahaha..." Raisya tertawa sumbang.
"Jadi Lo yang ngirim pesan singkat gak bermutu kayak gitu, jadi Lo juga yang udah nyuruh orang buat ngintai Kevin dan ngeroyokin dia? Pengecut Lo!!" Ucap Raisya sinis. Sepertinya dia bisa menyelesaikan ini sendiri, tapi dia juga perlu hati-hati dengan seorang Gavin.
Sedangkan Gavin yang baru saja mengenal Raisya dia tidak tau sisi lain dari seorang Raisya yang ada dihadapannya sekarang.
"Kalau iya kenapa? Takut? Gue bisa kasih kejutan yang lebih bagus dari yang semalem!" Ucap Kevin menantang Raisya yang dipikirnya akan takut.
Tebakan Raisya memang benar sedari awal karena dia memang sudah curiga dengan tatapan Gavin padanya. Dan itu dia rasakan ketika seorang Gavin masuk kesekolahnya.
"Dengar baik-baik!! Gue gak akan pernah jadi milik Lo sampai kapanpun! Lo itu cuma laki-laki pengecut yang cuma bisanya ngancem orang! Lo pikir Gue perempuan lemah! Yang digretak sedikit langsung ciut! Jadi buang saja perasaan menjijikan Lo itu !! Gue gak sudi!" Ucap Raisya penuh dengan penekanan.
Gavin terkejut melihat reaksi Raisya yang diluar ekspetasinya. Dia mengira Raisya akan takut dan menurutinya setelah diancam, namun nyatanya nyali seorang Raisya berbeda.
"Kenapa? Kaget? Lo belum tau aja siapa Gue disekolah ini! Gue gak peduli mau laki atau perempuan! Jadi cukup hentikan tingkah menjijikan Lo ini! Karna Gue sama sekali gak sudi! Gue malah jadi ielfil sama laki-laki kayak Lo! Huh pengecut!" Ucap Raisya.
Timing yang pas disaat dia tau Gavin lengah dengan sigap dia menendang area vitalnya Gavin dan melayangkan bogeman khas Raisya yang cukup keras.
Bugh! Bugh!
Gavin tersungkur kelantai sambil memegangi area vitalnya kesakitan.
"Kalo Lo masih mau sekolah disini! Hentikan tingkah menjijikan Lo ini! Sebelum Gue lapor!! Gue masih kasih Lo toleransi! Hanya sekali!" Ucap Raisya dengan sinis dan penuh penekanan, sorot matanya yang tajam menatap Gavin. Setelah itu Raisya pergi meninggalkan Gavin yang sedang kesakitan.
Raisya tak takut dengan siapapun disekolah ini, dia hanya ingin menikmati masa putih abu-abu layaknya pelajar yang lain, tapi selama dia diganggu dia tak akan segan memberikan pelajaran pada orang yang mengusik hidupnya. Ibarat kita dibaikin yaa kita baikin juga, kita di jahatin mungkin akan hanya memberikan peringatan supaya orang itu tidak melakukannya lagi.
Oleh sebab itu Raisya sangat terkenal dengan sebutan "Princess Barbar" siapa yang tidak tau kemampuan Raisya dalam seni bela diri, hanya saja Raisya mengeluarkannya di saat keadaan genting dan tidak ada pilihan. Mengganggunya saja sudah merupakan kesalahan, apalagi mengganggu orang-orang terdekatnya.
Raisya berjalan dikoridor menuju kelasnya, dia masih memikirkan apa yang baru saja dia ketahui, Gavin melakukan hal menjijikan itu hanya karena menginginkannya. Dan apa katanya tadi, sudah ngapain aja sama Kevin selama tinggal serumah? Persetan dengan pertanyaan konyol Gavin! Mereka sudah menikah dan sah dimata hukun dan agama, apa urusannya ingin tau perihal rumah tangganya. Dasar kepo!
Raisya tidak peduli kalau Gavin membeberkannya tinggal serumah dengan Kevin, toh apa salahnya serumah dengan suami sendiri. Sungguh Raisya ingin membasmi manusia sejenis Gavin yang kini mengusik hidupnya. Setelah antek-antek fans cabenya si Kevin yang selalu mengusik ketengangannya mulai berkurang, kini bertambah lagi manusia bodoh dan menjijikan sejenis Gavin yang membuatnya berpikir keras untuk menghadapinya selanjutnya kalau-kalau Gavin masih mencari masalah pada ketengan rumah tangganya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Haloo readers!! Semoga suka yaa sama chapter ini..
Author gak tau kenapa rivewnya lama banget.. mungkin masih sibuk liburan kali yaa π
Selamat tahun baru untuk semua readers setiaku..
Mohon dukungannya yaa dengan memberikan LIKE dan VOTE nya β€β€