My Rival Is My Love

My Rival Is My Love
Drama Lagi



Setelah kejadian kemah beberapa hari yang lalu, gadis yang bernama Gita itu semakin gencar mengejar Kevin. Padahal Kevin sudah menjelaskan kalau itu hanya sebuah games, Gita sebenarnya juga sangat tahu, kalau itu hanyalah games, tapi karena Gita juga sudah terlanjur menyukai Kevin, ia terus berusaha untuk mendapatkan Kevin. Kevin memang belum mengakui kalau ia sudah mempunyai Raisya, ia hanya menjauh atau bersikap cuek pada Gita.


Kini siswa siswi SMA PATRA DHARMA sudah kembali menjalankan aktivitas belajarnya kembali, Raisya pun memasuki kelas barunya. Ada perasaan berbeda ketika ia memasuki kelas barunya, ia jadi teringat akan kejadian setahun yang lalu saat dirinya dan Kevin pagi-pagi sudah memperebutkan tempat duduk, dan tahun kemarin adalah tahun terakhirnya bisa sekelas dengan Kevin. Raisya selalu memilih tempat duduk paling depan, ia kali ini duduk dengan Risa, karena Ocha sudah tidak lagi sekelas dengannya.


“Pagi semua!” sapa Raisya ketika tiba dikelasnya.


“Pagiiii…” jawab hampir seisi kelas bersamaan walau belum terlalu ramai karena masih lumayan pagi.


Raisyapun duduk di bangkunya untuk meletakkan tas, ia melihat Risa sudah duduk berdua denga Reno.


“Pagi-pagi sudah pacaran aja!” omel Raisya.


“Pagi-pagi udah ngomel aja” jawab Reno dengan santai. Raisya hanya melengos malas.


“Gimana, Sya sama si anak baru itu?” tanya Reno.


“Tau ah! Biarin aja. Sekalian biar Kevin tau rasa! Siapa suruh dia nerima anak itu!” jawab Raisya dengan sewot.


Pagi ini dia memang sedikit kesal, pasalnya saat ia dan Kevin berjalan di koridor hendak kekelas, tiba-tiba saja Gita menghampiri mereka dan langsung mengalungkan lengannya di lengan Kevin dengan manja. Tentu saja itu membuat mereka jadi pusat perhatian sepagi ini. Padahal Kevin sudah berontak untuk menolak, tetap saja Gita tidak menyerah. Bahkan saat Kevin menggandeng tangan Raisya dihadapan Gita, Gita tetap saja tidak peduli.


“Semakin ganas aja ya fans-fans nya Kevin” saut Risa dengan terheran-heran.


“Udahlah, kasih bahagia dulu anak orang” jawab Raisya asal.


“Iya, habis itu Lo hempaskan dia kejurang kan? Kita tunggu saja tanggal mainnya” ucap Reno.


Mereka semua sebenarnya juga sangat kesal melihat ada yang ingin kembali merusak hubungan Raisya dan Kevin. Tapi mereka juga tahu, diam nya seorang Raisya bukanlah hal yang baik jika ia diam dan masih santai saat banyak perempuan yang mendekati Kevin, suaminya.


Tak lama bel pun berbunyi, mereka kembali ketempat duduk masing-masing. Tak lama guru pun masuk kedalam kelas.


**


Istitarahat pun tiba, Raisya dan semua sahabatnya berjalan menuju Kantin sekolah. Mungkin bagi anak kelas dua mereka tau bagaimana hubungan sekumpulan itu, tapi tidak dengan adik kelas satu yang baru saja resmi menjadi siswa dia SMA PATRA DHARMA ini. Sudah hampir sampai di depan kantin namun langkah Kevin yang berjalan terlebih dahulu bersama Raisya terhenti dan membuat mereka semua juga ikut menghentikan langkahnya, karena ada seorang gadis lainnya mengahalangi Kevin.


“Kak, mending Kakak pacaran sama Aku saja, dari pada sama Gita” ucap gadis yang bername tag Laras di seragamnya.


“Gue gak pacaran sama Gita! Gue gak kenal!” jawab Kevin dengan nada sedingin mungkin. Lalu melanjutkan langkahnya mencari tempat duduk yang kosong dan duduk bersama yang lainnya.


Tapi gadis itu masih mengikuti mereka dan kini berdiri disamping meja Kevin, sedangkan Raisya dan yang lainnya hanya menikmati drama yang terjadi.


“Jadi Kakak mau kan pacaran sama Aku?” tanya gadis itu dengan berani dan penuh harap.


Belum sempat Kevin menjawab tiba-tiba ada yang menyiram gadis itu dengan jus, membuat rambut dan seragamnya basah.


Byuurr!!


“What the ****!” teriak gadis itu tak terima dan ia membalikkan badan ingin melihat orang yang sudah berani menyiramnya.


Raisya dan yang lainnya menahan tawa, karena mereka akan tau bagaimana kelanjutan dari drama siang ini. Rina dan Reno yang baru saja kembali dari memesan makananpun sempat terkejut dengan perubahan drama yang kini sepertinya akan lebih menyenangkan. Mereka sama sekali tak peduli ikut menjadi pusat perhatian dikantin siang ini.


“Apa-apaan Lo nyiram Gue!” teriak Laras gadis yang mendekati Kevin tadi.


“Apa?! Lo tuh yang apa-apaan deketin pacar Gue!” saut gadis yang menyiram tadi tak kalah teriakkannya. Dia adalah Gita.


“Pacar? Pacar Lo yang mana ya!” jawab Laras dengan meremehkan.


“Denger ya! Kevin itu pacar Gue!” jawab Gita.


“Pacar Lo?! Ngimpi! Oarang jelas Kak Kevin bilang gak kenal sama Lo!” bela Laras.


Kevin yang di bawa-bawa pun hanya diam dengan wajah datar tak memperdulikan dua gadis bodoh yang sedang sibuk beragumen.


“Sya, kayak nya Lo gak perlu repot-repot deeh” ucap Leon. Raisya hanya mengangkat bahunya tak peduli lebih memilih melanjutkan makannya.


“Gak ada malunya banget sih, istri sah nya woy! Disini” ucap Ocha dengan kesal namun memelankan suaranya.


“Udah biarin aja, Kita lihat saja sampai mana” timpal Bams.


Gavin yang awalnya tertarik dengan Gita, kembali menarik kata-katanya. Dan kini ia lebih memilih menikmati makanannya dari pada melihat pertengkaran yang tidak jelas. Sambil sesekali ia mengobrol dengan Rina yang duduk disebelahnya.


Byuurr!!!


Laras membalas menyiram Gita dengan segelas es teh yang ia dapatkan entah punya siapa ia sudah tidak perduli.


Sampai akhirnya membuat Kevin muak dan kesal dengan perdebatan yang terjadi, terlebih lagi es teh nya tandas tiba-tiba karena di pakai oleh Laras untuk menyiram Gita, tentu saja itu membuat Raisya dan yang lainnya menahan tawa.


“CUKUP!!” teriak Kevin membuat semua orang tersentak diam karena terkejut.


Raisya dan yang lainnya pun mengentikan tawa kecil mereka. Kevin menatap tajam dua gadis yang berdebat di hadapannya. Gita dan Laras pun terdiam, ada perasaan takut akibat melihat tatapan tajam yang seolah-oalah akan melahap mereka hidup-hidup.


“Kalian berdua dengar ya, ini kantin untuk makan bukan untuk berkelahi! Dan lagi! Saya tidak pernah pacaran dengan Kamu!” ucap Kevin dengan tegas dan menunjuk kearah Gita yang tersentak.


“Dan Kamu! Jangan berharap Saya akan mau berpacaran dengan perempuan tidak tahu malu seperti kalian!” sambungnya lagi sambil menunjuk Laras bergantian dengan Gita.


“Dengarkan baik-baik dengan telinga kalian! Saya sudah mempunyai TUNANGAN! Dan dia adalah Raisya!” ucap Kevin lagi dengan penuh penekanan. Membuat dua gadis itu kecep merasa sangat malu. Sedangkan seisi kantin di buat heboh oleh pengakuan Kevin.


Raisya pun tersenyum manis, ketika Gita dan Laras menatapnya. Ia pun berdiri disebelah Kevin.


“Bagaimana? Mau ngelanjutin drama nya lagi gak ?” ucap Raisya dengan santai.


Gita dan Laras sangat malu kali ini, membuat dua gadis itu lebih memilih pergi dari kantin, sorakan-sorakan meremehkan pun mereka dapat kan dari seisi kantin.


“Gitu doonk!!” ucap Leon setelah mereka kembali duduk.


“Yaudah Aku pesanin lagi, ya” tawar Raisya lalu berdiri untuk memesankannya.


Mereka pun kembali makan sembari mengobrol dengan tenang sekarang.


**


Kini Raisya dan Kevin sudah berada dijalan pulang menuju rumah Raisya. Karena kini untuk sementara mereka akan tinggal disana setidaknya sampai Abang nya menikah denga Vita. Pernikahan Rayes dan Vita sudah terhitung sepuluh hari lagi dari sekarang.


Sungguh hari ini sanggat melelah kan, apalagi dihiasi drama siang tadi di kantin. Raisya kembali menyetel radio mencari siaran yang bagus untuk didengar. Sampai sebuah lagu terdengar membuat Raisya menghentikan pencariannya.


Kamu adalah bukti, dari cantiknya paras dan hati,


Kau jadi harmoni saat ku bernyanyi, tentang terang dan gelapnya hidup ini..


Kaulau bentuk terindah, dari baiknya Tuhan padaku,


Waktu tak mengusaikan cantikmu, Kau wanita terhebat bagiku, tolong Kamu camkan itu..


Raisya pun bersenandung mengikuti lirik lagu yang terdengar dari radio itu. Kevin hanya tersenyum melihat Raisya yang tampak bahagia jika saat bernyanyi karena suaranya begitu merdu.


Mereka kini sedang berhenti di lampu merah, tiba-tiba ada dua orang bocah yang menghampiri mobil mereka, dengan membawa beberapa asinan mangga didalam keranjang. Raisya yang melihat pun merasa kasihan, dilihatnya lampu merah masih lama. Raisya pun membuka jendela mobil dan memanggil kedua bocah itu.


“Kakak beli, ya asinan mangganya, satu berapa?” tanya Raisya.


“Lima ribu, Kak” jawab salah satu dari bocah itu.


“Saya beli tiga bungkus, ya” ucap Raisya lalu memberikan selembar uang seratus ribu pada bocah itu. Bocah itupun memberikan tiga bungkus asinan mangga pada Raisya.


“Kami tidak punya angsulannya” ucap bocah yng lebih tinggi sedikit.


“Gak apa-apa, ambil saja kembaliannya buat kalian beli makan” balas Raisya dengan tersenyum.


Mata bocah itu berbinar, mungkin ini pertama kalinya mereka mendapatkan uang lebih. Kedua bocah itupun tersenyum senang.


“Terima kasih, Kak. Semoga rejeki Kakak cantik lancar” ucap bocah yang lebih kecil.


“Iya, sama-sama.” Balas Raisya dengan senyuman.


Ia pun kembali menutup kaca jendela mobil setelah kedua bocah itu pergi.


“Mau?” tawar Raisya yang sedang asyik membuka bungkus asinan mangganyanya.


“Lagi nyetir, suapin” ucap Kevin yang kini kembali melajukan mobilnya karena lampu merah sudah berubah warna menjadi hijau.


“Nih,” Raisya pun menyuapi Kevin asinan mangga nya .


“Kasian ya, anak sekecil mereka harus bekerja. Padahal seharusnya mereka menikmati masa sekolah” ucap nya lagi sambil memakan asinan mangga.


“Semua orang itu punya garis takdirnya masing-masing. Mungkin saja itu karena faktor ekonomi. Yang mengharus kan mereka untuk bekerja” saut Kevin.


Raisya hanya mangut-mangut memahami, sampai akhirnya mereka berhenti lagi di lampu merah kedua. Namun disini tidak ada pedagang asongan seperti anak-anak tadi, yang ada hanya beberapa bapak-bapak yang berjualan koran.


Kevin menoleh pada Raisya yang sedang asyik menikmati asinan mangganya. Sampai-sampai ada sedikit mangga yang tersisa dipinggir bibirnya. Kevin pun tiba-tiba menarik kepala Raisya dan membersihkan sisa mangga itu dengan bibirnya, dan mengambil kesempatan itu untuk mengecup bibir Raisya.


“Kevin!” pekik Raisya, Kevin hanya tertawa kecil meliha ekspresi kaget istrinya itu.


“Itu ada sisa mangga dibibir Kamu, enak rasanya. Mau lagi donk” ucap Kevin.


“Dasar ngambil kesempatan dalam kesempitan! Nih!” sewot Raisya lalu menyodorkan sepotong mangga dengan tangannya kearah mulut Kevin.


“Aku maunya disuapin pake mulut Kamu” ucap Kevin dengan santai.


Raisya pun jadi salah tingkah karena ulah Kevin yang memang sangat suka menggodanya.


“Ngarep! Tuh lampu hijau!” ketus Raisya lalu kembali menyuapkan asinan mangga itu kedalam mulutnya.


Kevin hanya tertawa melihat Raisya yang sudah salah tingkah, ia pun kembali melajukan mobilnya menuju rumah Raisya.


.


.


.


.


.


.


.


.


Gimana sama chapter ini?


Mohon dimaafkan kalau masih banyak kekurangannya 🙏


Terima kasih sudah membaca 🙏❤


Jangan lupakan Like Vote dan Komentarnya yaa!