My Rival Is My Love

My Rival Is My Love
SAH



Hari ini adalah hari yang sakral bagi Raisya dan Kevin, yaa karena ini adalah hari pernikahan mereka, karena diadakan di hari waktu sekolah, maka acaranya diadakan malam hari di kediaman Raisya. Tamu yang datang pun hanya dari pihak keluarga dan teman bisnis Papi dan Ayah Kevin. Teman sekolah ?? Mereka tidak ada yang tau sedikitpun karena ini permintaan dari Kevin dan Raisya yang tidak mau pihak sekolah tau. Leon yang tau pun Raisya enggan mengabari kapan hari pernikahannya. Karena dia tidak tau bagaimana ekspresi Leon kalau melihat siapa yang menjadi suami Raisya. Nanti akan ada saat nya Raisya menceritakan kepada sahabatnya termasuk Ocha dan Risa. Raisya yakin kalau sahabatnya bisa di percaya, tapi ini belum waktunya untuk Raisya berkata jujur. Begitupun dengan Kevin, dia juga akan mengabari sahabatnya yang tak lain adalah Reno dan Bams ketika dia sudah siap.


Raisya yang sedang duduk didepan meja riasnya sudah siap dengan kebaya putih dan rambut yang disanggul sedemikian rupa menambah keanggunannya. Ditambah riasan wajah yang terlihat lembut tidak terlalu mencolok karena memang pada dasarnya wajah Raisya sudah cantik tanpa polesan make up. Begitu anggunnya Raisya malam ini.


"Deek..." panggil Abang Rayes ketika dia membuka pintu.


Abangnya itu datang sehari sebelum hari H setelah mendengar kalau adiknya akan menikah. Bang Ray sangat terkejut dengar kabar yang tiba-tiba dia terima, bagaimana bisa adik kesayangannya itu menikah kaerena dijodohkan. Tapi ketika dia sampai dirumah Papi dan Mami menjelaskan semuanya kepada Bang Ray, dan Abangnya itu paham dengan apa yang sudah diputuskan oleh sang Papi.


"Adik kesayangan Abang cantik bener" ujar Bang Ray yang menghampiri adiknya itu.


"Ah Abang bisa aja, Raisya kan emang udah cantik dari sananya" balas Raisya dengan percaya diri. Abangnya hanya terkekeh melihat tingkah adiknya itu.


"Dek, semoga kamu bahagia yaa, Abang tau kalau Papi pasti punya tujuan yang baik untuk kamu, untuk kebahagiaan kamu" kata bang Ray yang sudah duduk di samping Raisya.


"Iya Bang, Raisya cuma ingin Papi bahagia. Raisya udah nerima dengan ikhlas kok perjodohan ini" balas Raisya dengan senyum.


Tak lama Mami datang kekamar Raisya.


"Udah siap? Sebentar lagi rombongan Kevin akan sampai, nanti kalau sudah ijab qobul di mulai baru kamu Mami suruh turun" ucap Mami.


"Iyaa Mi" jawab Raisya.


"Yaudaah, Abang turun kebawah yaa untuk menyambut keluarga calon suami kamu" kata Bang Rai sambil tersenyum dan pergi dari kamar Raisya.



Disisi lain dirumah Kevin, semua anggota sudah bersiap untung mengiringi sang mempelai pria kerumah kempelai wanitanya. Kevin yang sudah siap dengan baju yang senada dengan baju Raisya tampak terlihat begitu tampan dengan dilengkapi kopiah dikepanya.


Jujur saja dia sangat gugup menghadapi hari ini. Apalagi dia akan mengucapkan ikrar yang akan mengubah statusnya mulai hari ini. Dari semalam pun Kevin sudah belajar mengucapkan kalimat ijab qobul agar tidak terjadi kesalahan. Dan dia berfikir untung saja nama Raisya tidak panjang dan susah, seakan memudahkannya mengucapkan kalialmat ijab qobul dengan lancar.


"Kevin sudah siap Nak? Ayok kita berangkat sudah ditungguin, yang lain juga sudah siap" ucap Mami pada Kevin dan diangguki oleh Kevin.


Mereka semua memasuki mobil masing-masing sambil membawa beberapa seserahan untuk mempelai wanitanya. Kevin duduk di jok belakang dalam mobil yang dikemudikan oleh sang Ayah dan Bunda duduk disampingnya. Sepanjang perjalanan Kevin berusah menenangkan dirinya sendiri agar tidak gugup, ia terus berdoa agar dihari yang sakral ini berjalan dengan lancar.



Rombongan Kevin pun tiba di kediaman Raisya tepat jam 07.00 pm. Keluarga Raisya pun menyambut kedatangannya dan mempersilahkan semua anggota keluarga berkumpul untuk bisa menyaksikan moment sakral Raisya dan Kevin.


Kevin sudah duduk didepan bapak penghulu, Papi Raisya, dan Abang Ray. Sesekali Kevin menghembuskan nafas untuk menetralkan dirinya. Ketika semua sudah siap pak penghulu memandu upacara tersebut.


"Bagaimana Nak Kevin sudah siap?" Tanya Pak Penghulu pada Kevin.


"Sudah Pak" jawab Kevin.


"Baiklah pengantin wanitanya diperailahkan keluar dan duduk berdampingan dengan mempelai pria" kata Pak Penghulu lagi.


Mami dan Bunda pun berjalan keatas menuju kamar Raisya.


"Nak ayok turun, semuanya sudah siap menunggu kamu" kata Bunda Kevin.


"Jangan gugup Sayang, santai aja" kata Mami.


Cantik yaa..


Duuh beruntungnya Pak Abimana dapat mantu cantik gini....


Yang laki ganteng yang perempuannya cantik..


Cocok yaa..


Begitulah kira-kira bisikan orang sekitar, dan pada saat Raisya dipersilahkan duduk disamping Kevin, Kevin sekilas menoleh kesamping daan......


DHEGGG!!!


Jantungnya seketika ingin meloncat keluar dari tempatnya, melihat seorang gadis yang duduk disampingnya begitu anggun dan cantik sampai ia tidak bisa mengedipkan mata. Dan dia tersadar ketika sang Ayah menegurnya.


"Udah biasa aja liatinnya, nanti bakalan liat tiap hari kok" tegur Ayah Kevin sambil tersenyum menggoda putranya.


Nih anak kenapa bisa cantik gini yaa? Baru sadar Gue, ah! Apaan sihh!! Udahlaah sekarang harus fokus! Bathin Kevin sambil mengatur nafasnya agar kembali normal.


Kemudian Pak Penghulu memberi arahan agar Kevin menjabat tangan Papi Raisya.


"Saya nikahkan engkau Kevin Wijaya bin Abimana Wijaya dengan putri kandung Saya Raisya Putri binti Renandi Putra dengan mas kawin perhiasan seberat 10 gram dan seperangkat alat sholat dibayar Tuunaiii!!"


"SAYA TERIMA NIKAH NYA RAISYA PUTRI BINTI RENANDI PUTRA DENGAN MAS KAWIN TERSEBUT DI BAYAR TUUNAIII!!!" Ucap Kevin dengan sekali tarikan nafas.


"Bagaimana para saksi? SAH??"


"SAH"


"SAH"


"Alhamdulillaah"....


Setelah itu Pak Penghulu memanjatkan doa dan kemudian kedua mempelai menandatangani berbagai berkas pernikahan mereka dan dilanjutkan dengan sesi tukar cincin.


Setelah keduanya bertukar cincin, Raisya menyalimi dan mencium punggung tangan Kevin, dan Kevin mencium kening Raisya dengan lembut. Ketika melakukan itu, hati keduanya seperti berdesir tanpa mereka sadari. Keduanya pun tampak masih canggung sepanjang acara, namun mencoba menutupinya dengan senyuman yang tak pernah pudar dari bibir keduanya.


.


.


.


.


.


Terimakasih yang sudah kampir kenovel aku..


Mohon saran dan dukungannya yaa🙏