My Rival Is My Love

My Rival Is My Love
Best Moment



"Vin..."


"Hemm??"


"Aku Sayang Kamu"


Degh !!


Kevin terpaku mendengar pengakuan dari Raisya, tidak menyangka akan mendengar kalimat itu setelah enam bulan lebih mereka menikah dan tinggal bersama. Jujur saja, Kevin sangat senang mendengarnya.


"Aku juga gaktau kapan perasaan ini hadir, tapi sering berada didekat mu dan memahami mu, Aku merasa sangat nyaman. Perasaan yang takut akan kehilangan, persaan yang amat bahagia saat Kamu tersenyum lembut hanya untukku. Kamu yang begitu perhatian, selalu memahami apa yang Aku rasakan. Selalu ada buat Aku. Aku sayang Kamu Vin, mungkin Aku juga sudah jatuh cinta sama Kamu." Lanjut Raisya menjelaskan isi hatinya sambil memeluk erat tubuh Kevin.


"Aku dulu selalu menganggap Kamu itu sainganku, tapi sekarang sepertinya Kamu itu adalah cintaku" sambung Raisya lagi.


"Kamu yakin?" Tanya Kevin.


"Aku yakin Vin, kita sudah menikah selama enam bulan lebih, waktu terus berjalan. Mungkin ini yang dikatan oleh Papi, kalau perasaan itu akan hadir seiringnya waktu kita sering bersama dan saling memahami. Aku perlahan mulai memahami mu sedikit, tentang kebiasaanmu, sisi lain dari dirimu yang hanya Kau tunjukan padaku. Kita pernah sama-sama memegang komitmen kan untuk saling meyakini hati masing-masing terlebih dahulu? Dan saat ini Aku sudah merasa yakin dengan hatiku, mungkin terlalu cepat! Tapi bersama denganmu Aku percaya Kita bisa melewati apapun itu" tutur Raisya dengan penuh keyakinan.


Bibir Kevin melengkung membentuk sebuah senyuman, lalu dia mengecup kening Raisya dengan sayang.


"Aku bahagia Sya, Aku juga sayang Kamu dan Aku juga cinta sama Kamu" ucap Kevin lalu mengangkat wajah Raisya agar bisa menatapnya.


"Aku sangat menunggu moment ini. Dimana Kamu sudah membuka hati untukku, dimana Kamu yakin dengan hatimu untukku. Aku mencintaimu Raisya" ucap kevin dengan tulus.


Kini mata Raisya yang berbinar bahagia mendengar kalimat itu dari mulut Kevin. Raisya menatap dalam mata Kevin mencari kebohongan tapi tidak menemukannya, membuatnya yakin bahwa itu benar-benar tulus dari hati Kevin.


"Viin..."


"Emmh??"


Mereka masih saling mengunci pandangan, nampak raut wajah Kevin yang menunggu Raisya berbicara.


"Kenapa kesannya jadi Aku yang nembak Kamu yaa? Aku kan perempuan"


Kevin menautkan kedua alisnya menatap Raisya heran.


"Memangnya kenapa? Kau kan hanya meluapkan isi hatimu saja, lagipula kita sudah menikah. Dan Akulah yang pertama kali mengucapkan ikrar suci yang artinya Aku yang mengajakmu pertama kali untuk hidup bersama"


"Iyaa tetap saja rasanya Aku yang memulai deluan, padahal Aku berharap kalau Kamu deluan yang mengatakan isi hatimu"


"Lalu kalau Kau menungguku kenapa Kau ungkapakan sekarang?"


"Entahlaah, mungkin ini memang saatnya. Karena kalau dipikirin akan semakin rumit. Dan ternyat saat diungkapkan semuanya terasa lebih legah"


Kevin menghembuskan nafasnya pelan lalu menangkup wajah Raisya dengan kedua tangannya.


"Tidak usah dipedulikan siapa yang deluan, sekarang yang terpenting antara Kamu dan Aku sudah sangat jelas, semoga kedepannya kita bisa melewati apapun bersama-sama. Aku bahagia Sya memiliki istri cerewet seperti mu" ucap Kevin sambil mencubit gemas pipi Raisya.


"Keviiiiiiin!!!"


Mereka pun tertawa bersama di ruang tengah. Yang tadi nya Raisya merasakan kram di perutnya, kini dia sama sekali tidak merasakannya lagi. Mungkin sangking bahagianya.


Kini hubungan mereka dan perasaan mereka sudah jelas satu sama lain dan berharap kebahgiaan selalu ada dikeluarga kecil mereka sampai Yang Maha Pencipta memisahkan.


●


●


●


Matahari pagi masuk melewati celah-celah jendela kamar pasutri yang masih tidur di balik selimut. Raisya terbangun perlahan sambil mengerjapkan matanya, dilihatnya wajah Kevin yang begitu teduh saat tertidur lelap.


Kata-kata semalam tiba-tiba terniang kembali diingatan Raisya. Raisya pun tersenyum tipis mengingatnya, ungkapan perasaan masing-masing yang sudah sama-sama yakin untuk membina rumah tangga mereka. Raisya sangat berharap pada pernikahannya dengan Kevin.


Raisya pun tak hentinga memandangi wajah tampan Kevin saat tidur, dia begitu mengagumi ciptaan Tuhan yang ada dihadapannya ini. Tak lama kelopak mata Kevin bergerak perlahan terbuka.


"Selamat pagi, Suamikuu" sapa Raisya memberi morning kiss pada Kevin yang baru saja membuka matanya.


"Selamat pagi Istrikuu" Kevin pun membalas ciuman Raisya. Namun ciumannya lebih lama, sehingga membuat Raisya kebingungan.


"Viin...." ucap Raisya melepas pelan ciumannya.


"Kenapa? Ini hari minggu. Ayolaahhh....."


Kevin kembali melumat bibir Raisya dengan lembut. Raisya pun sudah tak bisa berkutik, dia hanya ingin memenuhi keinginan suaminya ini. Karena Raisya pernah berjanji pada dirinya sendiri kalau dia sudah benar-benar yakin maka akan memberikan segalanya untuk Kevin.


"Tapi ini masih terlalu pagi Vin..." ucap Raisya disela-sela ciumannya.


Sampai akhirnya dia puas namun sebenarnya tidak, karena Kevin sudah terbawa hawa nafsu. Mengingat Raisya sedang datang bulan dia pun tersadar, mungkin kalau tidak sedang datang bulan entahlah apa mereka akan melakukannya sekarang.


Kevin pun bangkit terduduk di tempat tidur. Dia pun menarik Raisya agar bangun dan duduk juga disampingnya.


"Ada apa?"


Kevin tak menjawab, dia malah memeluk tubuh Raisya dengan erat.


"Hei kenapa?" Tanya Raisya lagi.


"Tidak apa. Aku bahagia mengingat moment semalam" ucap Kevin yang masih memeluk Raisya.


Sebahagia inikah Kau mengetahui perasaanku? Aku juga bahagia Vin! Sangat bahagia! Ucap Raisya dalam hati sambil memeluk Kevin.


"Baiklah, Aku juga sangat bahagia. Kalau gitu Kita mandi lalu Aku akan buatkan Kamu sarapan" ucap Raisya.


"Kita?? Mandi berdua?" Tanya Kevin dengan memainkan alisnya naik turun.


"Bu... bukaan !!" Jawab Raisya gugup karena sepertinya Kevin salah mengira.


"Tadi Kamu ngajak Kita mandi, yaa berarti Kita mandi bedua?" Goda Kevin lagi.


"Keviiiiin !!!!!"


Raisya pun memukul lengan Kevin sampai yang empunya mengaduh. Kini wajah Raisya sudah memerah karena malu dengan godaan Kevin.


"Aduuhh!!! Sakit Syaa!"


"Kamu sih mesum!"


"Gakpapa donk kan sama istri sendiri"


"Gakamau! Kita kan masih sekolah. Jangan mikir yang aneh-aneh!"


"Aku ini laki-laki normal loh Syaa. Apalagi Kamu sudah sah buat Aku. Gakpapa donk! Lagian cuma mandi doank Sya.."


Raisya pun terdiam dan menelan salivanya. Dia sejenak berpikir memang selama ini Kevin selalu menahan diri. Mungkin dia tersiksa dan Raisya pun merasa kasian, sebenarnya dia mau saja tapi mereka masih harus sekolah kan.


"I iyaa Aku tau Kamu laki-laki normal, justru karena itu.... Ah sudahlah mandi sana buruan!"


"Tadi katanya mau mandi berdua?!"


"Keviiiin!!!"


Kevin pun tertawa melihat tingkah istrinya. Mungkin sekarang menggoda dan menjaili Raisya adalah kesukaannya.


.


.


.


.


.


.


.


.


Segini dulu yaa gaiss..


Hari ini aku up 2 episode karena kemaren gak sempet up gegara hape error 😭


Aku bikin part moment khusus Raisya Kevin aja di 2 episode ini ..


Kalau mau lagi nanti Aku bikin kan πŸ˜‚


Atau mau di ending aja kali yaa ?? πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚


Terimakasih sudah mau membaca πŸ™β€


Jangan lupa like nya yaa Readers πŸ‘β€