
Raisya yang membawa nampan berisikan kopi untuk Kevin dan berjalan menuju ruang keluarga. Ketika sampai di ruang keluarga dia melihat Carol duduk disamping Kevin dengan sedikit jarak.
"Vin, ini kopinya" ucap Raisya sambil menaruh secangkir kopi di hadapan Kevin.
"Makasih Sayang" balas Kevin dengan tersenyum manis.
Kenapa Kak Kevin bisa tersenyum semanis itu pada wanita ini! Menyebalkan! Gumam Carol dalam hati yang melihat perlakuan Kevin pada Raisya.
"Kenapa Kau hanya membuatkan Kak Kevin saja? Apa Kau tak lihat Aku ada disini, setidaknya Kau bisa kan buatkan Aku jus" ucap Carol dengan sinis.
Kevin menjadi geram mendengar perkataan Carol pada istrinya. Saat ingin bicara, ucapan Kevin tertahan oleh perkataan Raisya.
"Oh Kau mau jus? Maaf, Aku tak tau kalau Kau menginginkan jus, Aku hanya menjalankan tugasku sebagai istri, mengingat ini adalah kebiasaan Kevin sehari-hari selama Kami tinggal bersama. Meminum kopi buatanku sehabis makan malam sambil bersantai atau mengerjakan tugas" ucap Raisya dengan santai dan tersenyum namun terdengar sinis ditelinga Kevin.
Lain halnya dengan Carol, dia merasa kalah telak dengan Raisya karena lebih tau kebiasaannya Kevin sekarang dibanding dirinya, kalau saja dia tau tadi seharusnya dia yang membuatkan kopi untuk mendapatkan perhatian Kevin, terlebih tadi Kevin tersenyum menerima kopi dari Raisya.
"Baiklah kalau gitu buatkan Aku jus mangga!" Ucap Carol dengan kesal sambil mengibaskan tangannya mengisyaratkan untuk Raisya pergi.
"Kau kira istriku pembantumu dengan seenaknya Kau menyuruhnya seperti itu! Kalau Kau mau jus mangga Kau bisa membuatnya sendiri atau menyuruh pelayan!" Ucap Kevin dengan sinis dan tatapan dingin pada Carol.
Carol dengan susah payah menelan salivanya melihat tatapan Kevin seperti itu. Dia pun hanya bisa terdiam dengan rasa takut. Bukannya mendapat perhatian dia malah mendapat tatapan tajam dari Kevin. Akhirnya dia mengurungkan niatnya untuk menyuruh Raisya membuatkan jus, padahal dia sudah berniat ingin mengerjai Raisya.
"Ba.. baiklah Kak, A.. aku akan menyuruh pelayan saja" ucap Carol dengan terbata karena takut.
Raisya yang melihat pemandangan dingin mencekam didepannya hanya mengangkat bahunya dan berniat meninggalkan keduanya, namun saat dia membalikkan badannya langkahnya terhenti oleh pertanyaan Kevin.
"Mau kemana?" Tanya Kevin dengan lembut.
Raisya menautkan kedua alisnya lalu berbalik melihat Kevin.
Dasar bunglon, tadi sinis sekarang lembut, suka banget berubah-ubah. Ucap Raisya dalam hati
"Mau temuin Bunda di halaman belakang, mau nemanin ngobrol sekalian belajar nyulam" ucap Raisya santai.
"Kenapa Kamu tidak menemaniku disini?" Tanya Kevin.
Raisya menatap Kevin heran, dan menangkap ekpresi tak suka dari Carol tanpa Carol tau.
"Sudahlah.. kalian sudah lama tidak bertemu kan, nikmati saja kebersamaan kalian Aku tidak mau menggangu, Aku sudah janji dengan Bunda. Permisi!" Jawab Raisya dengan santai namun masih terdengar sinis ditelinga Kevin.
Raisya pun tak mau berlama-lama dengan dua manusia itu. Dengan cepat dia pergi dari ruang keluarga agar Kevin tidak mencegahnya lagi. Dari pada matanya ternodai dengan melihat kemanjaan Carol pada suaminya lebih baik dia mengobrol dengan Bunda sambil belajar menyulam, dapat ilmu baru kan. Bisa saja dia nanti menyulam syal nya sendiri.
Apa dia marah? Tapi dia tetap saja bisa santai seperti itu. Padahal Aku sudah berusaha menahan semua ini dengan membiarkan Carol berbuat seenaknya padaku, tapi dia masih bisa santai seolah yang Carol lakukan biasa saja, tapi tadi juga terdengar sinis kata-katanya. Aaarrgghhh!!!! Kenapa dia susah ditebak sih!! Gumam Kevin dalam hati yang melihat kepergian Raisya yang terburu-buru, tanpa sadar tangannya mengacak rambutnya dengan frustasi.
"Kak Kevin kenapa?" Tanya Carol dengan hati-hati.
"Tidak apa!" Balas Kevin singkat lalu menyesap kopi buatan Raisya dan kembali mengotak-atik remote tv mengganti berbagai chanel.
Kevin dan Carol hanya diam tanpa suara di ruang keluarga sambil menonton. Karena merasa jenuh akhirnya Carol membuka suara.
"Kak, besok kan hari minggu, bagaimana kalau kita jalan-jalan" ajak Carol.
"Kau mau pergi kemana?" Tanya Kevin.
"Kemana saja, kepantai, ke moll, atau ke villa. Yang penting berdua dengan Kak Kevin" jawab Carol dengan senang.
"Kalau hanya berdua Aku tidak bisa" tegas Kevin.
"Kenapa tidak bisa?" ucap Carol dengan manja.
"Apa Kau masih belum sadar kalau Aku sudah menikah dan punya istri?" Jawab Kevin dengan sinis.
"Tapi Aku hanya ingin menghabiskan waktu berdua denganmu Kak"
"Terserah padamu, Aku tidak akan pergi tanpa istriku" jawab Kevin dengan dingin tanpa menatap ke arah Carol.
Lagi-lagi Carol merasa hawa dingin menyeruak diantara mereka, tapi Carol memang sudah terbiasa dengan sikap Kevin yang seperti ini. Hanya saja dia tidak akan menyerah tentang perasaannya terhadap Kevin.
"Baiklah kalau begitu" ucap Carol dengan pasrah.
"Kembalilah kekamar dan tidurlah, sudah malam. Aku akan bicarakan pada Raisya kemana kita akan pergi besok" ucap Kevin dengan datar.
Carolpun hanya menghela nafasnya dengan kasar. Lalu beranjak dari sofa dan berjalan menaiki tangga menuju kamar meninggalkan Kevin yang masih duduk menikmati kopinya.
Raisya lagi Raisya lagi!! Apa bagus nya sih perempuan itu! Aarrggghhh! Gumam Carol dengan frustasi.
β Di waktu yang sama di halaman belakang~~
"Bun?" Panggil Raisya yang melihat Bundanya sedang merajut sebuah Syal.
"Eh? Sini duduk" ucap Bunda sambil menepukkan tangannya kekursi yang ada disebelahnya. Raisya pun menurutinya.
"Kenapa Bunda tidak istrahat saja?"
"Bunda lagi mood untuk merajut Sayang"
"Bun, Raisya boleh tanya seuatu?"
"Tanya saja"
"Emmhh... apa Carol memang sedekat itu dengan Kevin?" Tanya Raisya ragu-ragu.
Bunda tersenyum pada Raisya dan menghentikan sejenak kegiatannya merajut.
"Carol memang manja seperti itu terhadap Kevin, tapi Kau tenang saja, mereka tidak pernah punya hubungan. Kevin hanya menganggap Carol sebagai Adik perempuannya saja." Jelas Bunda. Lalu melanjutkan rajutannya.
Sepertinya pertanyaanku salah.. ah! Sudahlaah! Ucap Raisya dalam hati yang mengerti jawaban Bundanya.
"Ohh gitu yaa Bun?" Ucap Raisya sambil tersenyum kikuk.
"Kamu juga bisa menganggap Carol sebagai Adikmu, karena bagaimanapun sekarang Kau sudah menikah dengan Kevin, Bunda juga menganggapmu seperti anak kandung Bunda" ucap Bunda yang masih merajut.
"Hehehe .. iya Bun" jawab Raisya singkat.
Cukup lama mereka bercengkrama di teras belakang, tak terasa jam sudah mau hampir pukul sepuluh, Raisya dan Bunda pun mengakhiri kegiatan mereka karena hari sudah larut, Bunda masuk kerumah terlebih dahulu karena Raisya masih ingin menikmati malam di pinggir kolam ini.
.
.
Kevin yang masih duduk sendiri di ruang keluarga, melihat Bundanya dari arah teras belakang sendirian masuk kedalam rumah melewati ruang keluarga.
"Dimana Raisya Bun?"
"Masih dibelakang, samperin gih sana suruh masuk nanti masuk angin"
"Katanya masih ingin disana, Bunda sudah tidak bisa menemaninya lagi karena sudah merasa ngantuk. Bunda masuk kekamar dulu yaa, jangan lupa ajak Raisya masuk"
"Iya Bun. Kevin susul Raisya. Selamat malam Bunda"
"Selamat malam juga Sayang"
Bunda pun meninggalkan Kevin dan masuk kedalam kamarnya, sedangkan Kevin berjalan menuju teras belakang dimana Raisya sedang duduk di kursi santai dekat kolam. Kevin pun menghanpiri istrinya lalu memeluknya dari belakang dan menyandarkan dagunya di bahu Raisya. Raisya smpat kaget namun mengetahui siapa yang memeluknya diapun merasa legah dan membiarkan tingkah laku Kevin.
"Kenapa tidak masuk kedalam hem? Apa Kau mau sakit?"
"Kau ini mengagetkanku saja! Aku masih ingin disini, kau masuklah dahulu"
"Tidak, Aku akan menemanimu disini"
"Terserah Kau laah"
Kevinpun beralih duduk disamping Raisya dan nenarik tubuh Raisya kedalam pelukannya. Raisya pun menyandarkan kepalanya di dada Kevin.
"Besok mau tidak kita jalan-jalan?" Tanya Kevin sambil memainkan rambut Raisya.
"Mau kemana?"
"Terserah Kau saja"
"Apa dengan Carol?"
"Iyaa dia mengajakku tadi untuk membawanya jalan-jalan besok"
"Terus kenapa Kau mengajakku? Dia kan hanya mengajakmu"
"Kau ini bicara apa? Kamu kan istri Aku, kemanapun Aku pergi Kau harus ikut bersamaku"
"Ceeh... memangnya Aku bodyguard mu apa?!"
"Jadi apa kau mau besok jalan-jalan?" Tanya Kevin ketopik pembicaraan.
"Kau sajalah dengan Carol, Aku tak mau jadi obat nyamuk!"
"Kenapa jawabanmu seperti itu?"
"Memangnya Kau mau jawaban seperti apa?"
Huh istriku ini benar-benar! Gumam Kevin dalam hati yang sudah gemash dengan Raisya.
"Huh! Bagaimana kalau kita kepuncak dan menginap disana?" Ucap Kevin dengan sabar.
"Kamu gilaa?! Senin kita sudah sekolah Kevin. Lagi pula untuk apa jauh-jauh kesana cuma jadi obat nyamuk?! Apa Kau tau. Mata ku ini sakit dan ternodai melihat kalian bermanja-manja didepanku!" Cerocos Raisya.
"Apa Kamu cemburu?"
"Diih pedean!"
"Baiklah baiklah, bagaimana kalau kita ke moll, nonton, main timezone, shopping teruuus....."
Raisya yang mendengar kata shopping seketika bersemangat menatap Kevin dengan wajah yang berbinar-binar.
"Shopping?? Baiklah kita ke moll saja, apa Aku boleh ajak yang lainnya? Biar rame. Hehe" ucap Raisya dengan semangat.
Denger kata shopping aja semangat gini. Dasar istriku. Tapi tak apalah ajak Reno Bams dan Leon juga sekalian biar rame. Ucap Kevin dalam hati.
"Iyaa tentu saja, ajak Leon, Risa dan Ocha. Reno dan Bams biar Aku saja yang menghubungi. Suruh mereka ketemuan di moll nya saja."
"Benarkah? Baiklah kalau gitu. Terima kasih suamikuu.. mmuuaahh..."
Tanpa sadar sangking senangnya Raisya mencium pipi Kevin, Kevin terkesiap sekaligus senang mendapat ciuman dari Raisya, karena ini pertama kalinya Raisya menciumnya terlebih dahulu.
Raisya yang gugup dengan tingkahnya sendiri hanya bisa diam menatap Kevin sambil menutup mulutnya dengan kedua tangan.
"Upsss .... Sorry"
"Sudahlah tak apa, Aku senang" ucap Kevin sambil menurunkan tangan Raisya.
Cupp.... Cup... Cupp...
Kini Kevin yang mencium pipi Raisya bergantian dan bibir Raisya karena gemash dengan tingkah istrinya. Dan semakin merah lah wajah Raisya bagai kepiting rebus.
Kau ini menyebalkan tapi Aku suka, tingkahmu aneh tapi Aku suka. Selalu membuatku gemash melihat pipi tomat mu itu. Ucap Kevin dalam hati sambil tersenyum.
Kenapa Kau selalu berubah-ubah? Selalu membuat ku bingung. Tapi Aku suka Kau selalu semanis ini dengan ku. Bathin Raisya.
Keduanyapun memutuskan untuk kembali kekamar dan beristirahat menuju alam mimpi. Tanpa mereka ketahui Carol menyaksikan kemesraan keduanya.
"Liat saja nanti, Kak Kevin pasti akan menatapku dan mengabaikanmu!" Ucap Caroline pada dirinya sendiri dengan geram sehabis melihat kemesraan Kevin dan Raisya.
.
.
.
.
.
.
.
.
Hallo gaiss .. Aku butuh dukungan kalian karena novel ini saya ikutkan Contest..
Mohon dukungannya dengan berikan Vote dan Like kalian yaa..
Biar Aku juga tambah semangat lanjutin cerita ini..
Maaf kalo konfliknya kurang kena sama fell kalian dan ada yang typo π
Maaf juga kalian nunggu up nya lamaπ
Terimakasih Readersku πβ€β€