My Rival Is My Love

My Rival Is My Love
Kejahilan Kevin



Drrtt drrtt...


Ada sebuah chat grup masuk dari hape Raisya.


β™‘Best Friendβ™‘


πŸ“© Ocha BF


Hei beb, jadi kn qta nnton+shopping? Ad film bgus loh πŸ˜„


πŸ“¨ Princess Raisya


Jdi donk! Gw lgi badmood bgt sumpah! 😧


Ris, Lo ikut kn?!


πŸ“© Risa BF


Iya gw ikut. Badmood napa lo?


πŸ“© Ocha BF


Gegara Kevin?


πŸ“¨ Princess Raisya


Bukan! Nanti aja klo ktemu gw crita.


πŸ“© Ocha BF


Oke dehh πŸ‘Œ


Nih gw lg prepare.. kita ketemuan lgsg di mollnya yaa..


πŸ“© Risa BF


Gw bru selesai mandi nih


πŸ“© Ocha BF


Sya, lu lgi apa?


πŸ“¨Princess Raisya


Baru mau mandi 😏


πŸ“© Ocha BF


Astaga ! Yg ngajak aj bru mandi. Dasaar ! 😀


πŸ“¨ Princess Raisya


😁😁


Cus laah ktemu di mollnya lngsg nnti siang😘


πŸ“© Ocha BF


πŸ‘Œ


πŸ“© Risa BF


Oke


Chat grup mereka pun berakhir. Raisya yang sedang berbaring-baring di atas sofa dengan posisi yang absurt yaitu kepala berada di tempat duduk sedikit menjuntai ke lantai dan kakinya bersandar disandaran sofa. Tiba-tiba Kevin masuk dan menghampiri Raisya, dia sempat terkejut melihat Raisya dengan posisi jungkir balik sperti itu, rambutnya yang panjang terurai hingga menyentuh lantai serta kakinya yang jenjang menjulur keatas sehingga celana piamanya yang pendek tersingkap memperlihatkan paha putih mulus gadis itu.


Raisya sama sekali tak peduli kehadiran Kevin, ia masih nyaman dengan posisi seperti itu. Sampai Kevin duduk disebelahnya.


"Kenapa Kau tidak bisa duduk dengan benar?"


"Lagi enak posisinya, dulu Aku sering melakukan ini dikamar, tapi selama kita menikah baru kali ini lagi Aku melakukannya"


Ucap Raisya menatap langit-langit kamar mereka dengan tersenyum senang. Kevin pun juga ikut tersenyum.


"Bagaimana? Apa teman-temanmu bisa ikut?"


"Tentu saja! Lagipula Aku sangat bosan dirumah. Ayah sama Bunda malah pergi pagi-pagi buta! Belum lagi temanmu yang pecicilan itu selalu membuat mood Ku rusak! Pokoknya nanti kalau dia ikut, Aku tidak mau sejalan dengannya!"


Memang hari ini ternyata Ayah dan Bunda tidak ada dirumah karena ada urusan mendadak diluar Kota, Bunda selalu ikut dengan Ayah kalau ada perjalanan bisnis. Mereka berangkat pagi-pagi buta sekali, dan baru mengabari ketika jam 8 pagi tadi.


"Sudahlah kali ini Kamu bisa belanja sepuasnya! Sampai moodmu merasa baik"


"Benarkah?"


"Tentu saja"


Tanpa permisi Kevin membaringkan kepalanya diatas perut Raisya.


"Loh loh ngapain?"


"Mau baring laah"


"Ya tapi jangan perut Aku juga donk dijadiin bantal"


"Gakpapa laah sekali-kali"


Tiba-tiba pikiran jail pun terlintas di pikiran Kevin.


"Syaa..." dengan mengubah posisinya tengkurap.


"Hemmm??"


Dengan cepat Kevin mengusap-usapkan kepalanya keperut Raisya sehingga sang empunya merasa kegilian.


"Haha.. Vin apaan sih.. udah... hahah" Tawa Raisya pun lepas sambil memegangi kepala Kevin.


Merasa belum puas Kevin juga mengarahkan kedua tangannya kepinggang gadis itu untuk menggelitiknya lagi. Raisya pun masih terbahak-bahak karena geli, dia tidak sempat membalas karena pergerakan Kevin sangat cepat.


"Keviin udah.. hahaha.. udahh.... geli Vin.. haha"


Kevin sama sekali tak menghiraukan, malah dia ikut tertawa karena merasa menang.


"Hahaha Kevin pliiisss... hahaha udah ... plisss.. hahaha Keviiiiin ... aaaakkkhhhh"


Raisya berteriak disela-sela tawanya karena mereka terguling dari sofa dan jatuh kelantai akibat tidak bisa menyeimbangkan tubuh.


Kini posisi Raisya berada diatas Kevin, wajahnya tepat berada didada Kevin. Pikiran balas dendam pun melintas diotak Raisya. Dengan cepat Raisya menggelitik kedua ketiak Kevin, Kevin pun menggeliat geli berusaha menahan tangan Raisya yang jail. Tentu saja Raisya kalah tenaga dengan Kevin.


Dengan sigap Kevin menahan kedua tangan Raisya dan memeluk tubuh Raisya lalu membalikkan posisi mereka. Kini Kevin yang berada diatas tubuh Raisya dengan menahan kedua tangan Raisya diatas kepala. (Jangan mikirin adegan 21+ dulu yaa Readers .. wkwkwk)


Kini Raisya merasa khawatir dengan posisinya yang sudah terkunci tidak bisa bergerak. Mata mereka sedang beradu pandang, terdapat senyum kemenangan dari bibir Kevin. Raisya hanya bisa menelan ludahnya sendiri dengan susah payah..


"Viiiin.... udah yaaa" suara Raisya menciut.


"Kenapa harus disudahi?"


"Ampuun deeh .. gak tahan Viin geli.. udah yaa pliiiss" Raisya memohon. Kevin hanya tersenyum jahil, lalu mendekatkan wajahnya kewajah Raisya.


"Apa yang membuat mu tidak tahan? Apa kau mau melakukannya?" Sarkas Kevin yang masih dengan semyum jahilnya.


"Aku udah gak kuat Vin, ampuun yaa sudaah ... pliisss" ucap Raisya memohon lagi.


"Belum saja Aku mulai Kau sudah tidak kuat, dasar lemah. Bagaimana jika Aku mengerahkan semua kekuatanku" ucap Kevin sambil menahan tawanya karena wajah Raisya mulai memerah.


Astagaa !! Percakapan macam apa ini sebenarnya! Bathin Raisya yang bingung karena kata-kata Kevin terdengar ambigu di telinganya.


Raisya hanya diam tak tau harus menjawab apa. Tiba-tiba Kevin semakin mendekatkan wajahnya dan ingin mencium bibir Raisya. Raisya yang sudah paham dengan keinginan Kevin perlahan memejamkan matanya, ketika bibir mereka sedikit lagi bersentuhan, sedikit lagi pemirsa. Tiba-tiba........


"Kak Keviiin!!!"


Teriakkan seseorang diambang pintu. Siapa lagi kalo bukan Caroline. Memang tadi pintunya sedikit terbuka setelah Kevin masuk.


Raisya yang mendengar teriakkan itu kaget dan lansung menolehkan pandangannya. Alhasil, bibir Kevin yang sudah sangat dekat dengan bibirnya malah berpindah mencium pipi Raisya sekilas.


Shiiit!! Kevin begitu pelan mengatakannya, namun masih bisa terdengar oleh kuping Raisya karena jarak mereka yang sangat dekat.


Raisya pun dengan cepat mendorong tubuh Kevin agar dia bisa bangun, lalu memperbaiki rambut dan baju piama yang masih di pakainya.


"Kenapa Kau kesini?!" Tegas Kevin yang nerasa tidak suka momentnya terganggu.


"Apa yang kalian lakukan?" Bukanya menjawab, Carol bertanya kembali. Membuat Kevin semakin geram.


"Untuk apa Kau bertanya seperti itu, terserah Kami ingin melakukan apapun! Lagi pula ini kamar Kami, seharusnya Kau tau sopan santun dengan mengetuk pintu terlebih dahulu". Cerca Kevin.


Waah??! Apakah dia marah karena merasa terganggu saat sangat ingin menciumku? Hahah.. Dasarr!! Gumam Raisya menahan senyumnya melihat kekesalan Kevin.


"Maaf Kak. Aku tak sengaja. Karena pintunya tadi terbuka jadinya Aku langsung masuk" ucap Carol dengan suara yang dibuat seolah menyesal.


Padahal dia sengaja menggangu moment Kevin dan Raisya, karena saat ingin mendatangi kamar mereka, Carol mendengar gelak tawa keduanya, dilihatnya pintu kamar terbuka sedikit. Alhasil dia melihat adegan Raisya dan Kevin terakhir kali, dan syok melihat tingkah Kevin yang ingin mencium Raisya. Karena tidak terima, dia langsung saja menerobos masuk agar mereka tidak jadi melakukannya.


"Ah sudahlah! Kamu keluar sekarang!" Perintah Kevin dengan dingin.


"Tunggu! Aku kesini mau menagih janji Kak Kevin yang katanya akan membawa ku jalan-jalan hari ini" ucap Carol dengan sedikit takut.


"Setelah sholat zuhur Kita akan jalan-jalan. Kita ke moll saja, karena tak memungkinkan untuk kepuncak dan menginap, istriku tidak mau izin sekolah" jawab Kevin.


"Baiklah Kak"


Carol pun keluar dari kamar mereka dengan perasaan kecewa dengan jawaban Kevin, padahal dia berharap Kevin membawanya kepuncak dan menginap, ternyata tidak. Terlebih Kevin malah mengajak Raisya, dia ka hanya ingin berdua, taapi sepertinya mustahil.


"Kenapa Aku sekarang jadi susah ingin berduaan dengan Kevin! Huh! Awas saja Kau Raisya!" Carol bermonolog sendiri didepan pintu kanar, lalu bergegas kekamarnya, ralat kamar Kevin dulu.


Sedangkan Pasutri yang berada didalam kamar~~~


"Kenapa Kau kelihatan kesal sekali?"


"Siapa yang tidak kesal! Moment bagus ku di ganggu!"


"Hahahaha.. Carol memang datang tepat waktu!"


Raisya tertawa melihat wajah Kevin yang amat kesal itu.


"Kenapa Kau tertawa terus seperti itu hah?!"


"Wajahmu Vin! Sangaaaaattt lucu kalau sedang marah seperti ini.. Gemmeesshhh .. Hahahaha" sambil mencubit kedua pipi Kevin.


"Ohh bagus yaa sekarang Kamu berani mencubit pipi ku! Sini Kamu!"


Dengan senyum jahil Kevin ingin membalas mencubit Raisya namun dengan cepat Raisya menyadarinya dan berlari dari hadapan Kevin sambil tertwa dan menjulurkan lidahnya mengolok Kevin. Alhasil mereka kejar-kejaran seperti tom and jerry di dalam kamar smbil tertawa lepas.


Sampai akhirnya Raisya kelelahan dan mengarahakn kedua tangannya kearah Kevin untuk berhenti.


"Sudah Vin cukup.. Aku sangat lelah .. huh...huh.." ucap Raisya sambil mengatur nafasnya.


Kevin masih tersenyum jahil kearah Raisya membuatnya begedik ngeri. Dan lagi-lagi Kevin mendorong tubuh Raisya kekasur, karena posisi mereka berada dipinggir tempat tidur. Kevin pun kini berada di atas tubuh Raisya lagi.


"Apa yang Kau lakukan Vin?"


"Apa yang Ku lakukan?"


"Menyingkirlah.. posisinya tidak nyaman" Raisya yang kini mulai panik.


"Jadi Kamu mau posisi yang seperti apa?"


"Keviiiiin... lepaskan..." Raisya memohon.


"Kalau Aku tidak mau?"


Raisya hanya mengerucutkan bibirnya saja, dia tak tau harus menjawab apa. Jujur saja posisinya ini sangat tidak nyaman, apalagi mereka berada diatas tempat tidur sekarang.


Kevin yang melihat bibir Raisya seperti itu membuatnya gemash dan ingin sekali melahapnya.


"Aku ingin melanjutkan yang sempat tertunda"


Setelah berucap demikian, Kevin langsung mengecup bibir Raisya, bahkan dia sudah tak kuasa menahannya dan menjadikan kecupan itu lumatan lembut yang membuat Raisya dimabuk kepayang. Tanpa sadar tangan Raisya melingkar cantik dileher Kevin, Kevin yang mendapat respon Raisya yang seperti itu dengan senang hati menyambutnya.


Dan kini Kevin benar-benar diluar kendalinya, apalagi Raisya merespon baik dengan apa yang dia lakukan. Akhirnya ciuman Kevin berpindah kerahang Raisya lalu turun menelusup keleher mulus milik Raisya. Tanpa disadari piama Raisya telah melorot di bahunya, sehingga nampaklah bahu putih mulus miliknya, Kevin pun tak melewatkan untuk tidak mencium bahu Raisya yang terekspos di depan matanya.


Kevin meninggalkan jejak kepemilikannya di leher dan bahu Raisya, sehingga Raisya mengeluarkan suara leguhannya yang begitu seksi ditelinga Kevin.


"Uugghhh.... Viin"


Kevin semakin bersemangat dan kini otaknya sudah kehilangan akal, tangannya mulai nakal menjalar menelusup kedalam piama milik Raisya dan mengelus perut Raisya. Dan semakin lama semakin naik menyusuri tubuh Raisya.


Kevin dan Raisya tiba-tiba sama-sama sadar dengan apa yang mereka lakukan. Raisya merasa ada sentuhan lembut didadanya, dan merasakan benda keras di bawah tubuhnya. Dan Kevinpun juga merasakan sesuatu bereaksi di bawah sana. Mereka terdiam sesaat saling beradu pandang, dan dengan susah menelan saliva masing-masing. Saat Raisya ingin membuka suara, disela oleh Kevin terlebih dahulu.


"Maaf..."


Raisya menautkan kedua alisnya karena bingung.


"Aku tau Kamu pasti belum siap kan, kita juga masih sekolah, Aku mengerti"


"Maaf sudah melakukan sejauh ini padamu" lanjutnya.


Kevin pun bangkit dari tubuh Raisya dan duduk di pinggir kasur sebelah Raisya sambil mengusap wajahnya dengan kedua tangannya seakan frustasi.


"Apa Kau baik-baik saja Vin?" Tanya Raisya yang kini juga duduk disamping Kevin.


"Sudahlah tak apa, Aku mengerti. Aku tidak akan melakukan hal ini lagi, Maaf membuatmu tidak nyaman. Aku akan berusaha mengendalikannya. Aku tau kita sama-sama belum siap melakukan yang lebih lagi, karena Kita sendiri masih belum yakin sama hati Kita. Ya kan?" Ucap Kevin dengan lembut lalu memeluk Raisya dan mencium pelipisnya. Raisya hanya membalas dengan anggukan.


Viin, terimakasih sudah memahamiku. Aku janji, jika hati ini sudah benar-benar yakin. Aku akan memberikan mu lebih dari ini. Ucap Raisya dalam hati sambil tersenyum.


"Baiklah, Aku ingin mandi." Kevinpun berdiri dan berjalan ke kamar mandi.


Setelah pintu kamar tertutup Raisya benar-benar merasakan jantungnya bergejolak kembali. Iya berudaha tenang sebisa mungkin.


Dilihat jam sudah pukul 12 siang, dia bergegas kelemari menyiapkan baju Kevin. Lalu dia mengambil handuk dan mandi di kamar mandi lain.


Maaf yaa kalau kalian kurang suka sama Alurnyaa..


Mohon dukungannya.


Terima kasih sudah mampir πŸ™β€