
Kini seminggu telah berlalu setelah kejadian Carol, Carol benar-benar dipulangkan oleh Bunda. Raisya pun sedikit legah mendengarnya, dia terlalu risih dengan orang sejenis Carol dan Karin. Menurutnya sama-sama tipe perempuan yang tak tau malu, sudah ditolak secara langsung tapi masih saja menggunakan cara licik untuk mendapatkannya.
Raisya dan kedua sabatnya kini berada di kantin sekolah, seperti biasa mereka menyantap makanan favorite mereka. Meja mereka besebrangan dengan meja Leon dan teman-temannya, hanya saja Raisya membelakanginya. Namun tiba-tiba Raisya tersadar oleh tingkah salah satu dari temannya yang dari tadi senyam senyum sendiri.
"Weh Ris! Kenapa Lo senyam senyum sendiri gitu? Kesambet Lo?!" Teguran Raisya membuat Risa salah tingkah.
"Eh! Eng .. gak gak papa" jawab Risa gugup lalu kembali menyendok makanannya.
Ocha yang duduk di sebelah Risa pun paham, lalu dia menoleh kemeja sebarang. Terlihat bahwa Reno juga menatap Risa. Mereka ternyata saling curi pandangan. Disaat Risa menundukan kepalanya karena malu habis kepergok dengan Raisya, Ocha memberi kode pada Raisya dengan mengarahkan pandangannya ke arah Reno.
Raisya pun mengikuti arah pandangan Ocha. Dia pun sadar kalau ternyata Reno juga memandang kearah meja mereka.
Seakan paham dengan apa yang terjadi, Raisya pun blak-blakkan membuka suara yang sengaja nyaring agar meja di blakangnya mendengar, terlebih lagi si Reno. Dia berencana ingin menggoda Risa sahabatnya.
"Gakusah curi-curi pandang sama sahabat Gue! Mau Gue tabok matanya?! Baru tau rasa!" Ucap Raisya tanpa menoleh kebelakang sambil terkekeh geli.
Reno yang merasa tersindirpun membelakkan matanya dan hanya bisa berdehem.
"Kenapa Lo Sya? Pen nabok orang?" Tanya Leon yang memang duduk dibelakangnya membalikkan badannya.
Raisya pun membalikkan badannya juga.
"Iya nih pengen nabok mata orang! Kalau suka tuh langsung samperin, tembak! Halalin! jangan curi-curi pandang aja, emangnya temen gue pajangan cuma diliat-liat doank" canda Raisya dengan suara dibuat-buat sinis sambil menatap Reno.
Reno yang ditatap Raisya pun menjadi salah tingkah karena kepergok Raisya. Dengan susah payah Reno menelan salivanya.
"Napa Lo liatin Gue, Sya?!" Tanya Reno sedikit gugup.
"Dih pede banget Lo Ren!" Balas Raisya dengan jutek. Lalu dia kembali membalikkan tubuhnya dan menyantap lagi makanannya.
"Setdah Vin! Bini Lo galak bener" Adu Reno pada Kevin yang duduk didepannya disamping Leon.
"Biarpun galak tapi dia spesial di hati Gue!" Jawab Kevin dengan santai. Namun tidak dengan Raisya.
Ukkhhukk uukkhuukk....
Riasya terbatuk-batuk mendengar kata-kata dari Kevin. Dan itu membuat Kevin berpindah tempat duduk disamping Raisya dengan rasa khawatir.
"Lo gakpapa? Pelan-pelan donk makannya. Nih minum dulu" ucap Kevin seraya memberikan es teh pada Raisya, Raisya pun meneguknya.
Raisya pun sedikit tenang, namun mukanya sangat merah. Antara gugup, malu, salah tingkah atau karna keselek makanan pedes.
"Yaampun Sya, muka Lo sampai merah gitu..." -Ocha
"Gimana gak merah?! Gue keselek makanan pedes!" -Ocha
"Keselek apa baper Sya dibilang spesial sama Kevin?" -Leon
"Gak ada hubungannya LEON!" -Raisya
"Kualat Lo Sya! Godain temen malah Lo yang salah tingkah" -Ocha
"Sialan Lo!" -Raisya
Kevin hanya menggelengkan kepalanya saja melihat tingkah istrinya. Yang lain hanya tertawa namun kembali menyantap makanannya masing-masing.
Tak lama bel masuk pun berdering, semua murid bergegas kekelas masing-masing. Raisya, Ocha dan Risa memang sekelas. Mereka pun berjalan bersisian. Di belakang disusul oleh Kevin, Leon, Reno dan Bams. Sambil bercanda ria sepanjang jalan. Sesampainya di gedung kelas IPS Reno dan Bams memasuki kelas mereka terlebih dahulu, selang empat kelas kemudia barulah kelas Raisya dan sahabatnya beserta suami.
Bu Irma masuk kedalam kelas mereka, selain menjadi wali kelas 2 IPS 1, beliau juga mengajar di mata pelajaran Sejarah.
"Selamat siang anak-anak" sapa Bu Irma sambil meletakkan buku bawaan nya di atas meja.
"Selamat siang Buuu....." jawab murid seisi kelas.
"Baiklah buka buku kalian Bab 2 yaa, kali ini kita akan membahas tentang sejarah Kerajaan Mataram, dimana ada sebuah candi yang sangat terkenal dari kerajaan itu, yaitu Candi Prambanan. Sebelum masuk kemateri yang membahas lebih dalam tentang Kerajaan tersebut, pasti kalian semua pernah mendengar sejarahnya kan yang berkaitan dengan terbangunnya Candi Prambanan? Apa ada yang masih ingat dengan kisahnya yang legenderis itu?" Tanya Bu Irma.
"Kisah cintanya Bu yang legendaris!" Seru Ocha dengan suara lantang.
"Yee biarin! Week!" Balas Ocha dengan menjulurkan lidahnya. Raisya hanya memutas bola matanya malas.
"Memangnya apa yang Kamu ketahui tetang kisah cintanya?" Tanya Bu Irma pada Ocha.
"Kisah seorang laki-laki yang ingin meminang gadis pujaannya, tapi si gadis ini gak mau Bu. Naah, karena si laki-laki ini gak mau menyerah, akhirnya si gadis ini memberikan persyaratan pada laki-laki itu untuk membuatkan 1000 candi dalam satu malam. Kalo terpenuhi maka si gadis akan menerima pinangannya. Tapi si gadis malah mencurangi si laki-laki ini Bu,padahal candinya sudah mencapai 999 Candi. Karena marah dan tidak terima akhirnya laki-laki ini mengutuk si gadis menjadi patung candi ke 1000. Begituu... ya kan Bu?" Jelas Ocha panjang lebar pada Bu Irma.
"Tsaahh... hapal bener Lo kalo kisah cinta-cintaan kek gitu" celetuk Raisya.
"Itu mah kisah sejarah yang melegenda Sya, semua orang tau keless..." sergah Ocha.
"Tapi, siapa laki-laki dan si gadis tersebut?" Tanya Bu Irma.
"Bandung Bandawasa dan Rara Jonggrang Bu.." jawab Ocha dengan santai.
"Benar, itulah sebagian dari sekian bagian sejarah terbangunnya Candi Prambanan pada masa Kerajaan Mataram Kuno. Tapi sebenarnya Candi Prambanan itu sendiri dibangun oleh Rakai Pikatan yang saat itu adalah Raja dari Mataram Kuno dari Wangsa Sanjaya. Pembangunannya sendiri dimulai pada tahun 850 Masehi, yang mana dekat dengan waktu pembangunan Candi Borobudur, dan pembangunan ini dilakukan untuk menghormati Dewa Siwa yang merupakan dewa tertinggi umat Hindu. Patung yang konon disebut sebagai patung Rara Jonggrang tersebut sebenarnya adalah patung dari Dewi Durga Mahisasuramardhani yang menurut mitos juga dipercaya sebagai jelmaan dari Rara Jonggrang. Karena itulah, salah satu dari Candi Siwa yang berada di Prambanan disebut sebagai Candi Rara Jonggrang." Bu Irma menjelaskan sejenak.
"Terus menurut Ocha apa yang dapat disimpulkan dari cerita yang tadi Kamu jabarkan?" TanyaBu Irma lagi pada Ocha.
"Intinya Bu, jangan PHP in anak orang, karena yang namanya Karma itu ada dan nyata" jawab Ocha dengan santai.
"Lo curhat Beb?" Tanya Risa yang duduk disebelah meja Ocha dan Raisya.
Seisi kelaspun sontak tertawa mendengar penuturan dari Ocha.
"Cha cha.. kalo Lo ngerasa di PHP in sama orang, tinggal Lo kutuk aja tuh orang jadi candi!" Celetuk Leon sambil menyentil kepala Ocha dari belakang.
"Gue gak curhat woy! Itu cuma dari segi pandangan Gue aja kali!" jelas Ocha dengan wajah santai.
Dan seisi kelaspun menjadi riuh akibat perdebatan tersebut.
"Sudah sudah cukup, mari kita masuk kedalam materi yang akan Ibu bahas" ucap Bu Irma menenangkan para muridnya.
Proses belajar mengajar dikelas Raisya pun berjalan dengan lancar. Bu Irma sendiri cara mengajarnya sangatlah nyaman dan simple, sehingga mudah di pahami oleh murid-murid. Pelajaran sejarah yang sangat dikenal dengan pelajaran yang sangat membosankan dan membuat ngantuk, tapi tidak bagi murid-murid kelas Raisya kalau yang mengajarinya adalah Bu Irma.
Dua jam berlalu untuk pelajaran Sejarah hari ini, dan akan digantikan oleh pelajaran selanjutnya yaitu pelajaran Matematika, namun guru yang mengajar tidak masuk di kerenakan sedang ijin sesuatu hal dan kelas Raisya belum mendapatkan gantinya. Tapi kelas Raisya mendapat titipan tugas untuk dikerjakan meskipun gurunya tidak masuk.
Karena tidak ada guru yang masuk para murid pun mengerjakannya sambil berkelompok. Banyak murid perempuan yang mengerumuni Kevin agar mendapat bantuan sekalian mencari perhatian.
Raisyapun nampak cuek-cuek saja dia tidak peduli, karena dia tau Kevin hanya berbagi ilmu dengan yang lain. Dan dia memilih memutar bangkunya kebelakang kemeja Leon. Raisya pun juga di kerumuni oleh murid laki-laki dikelasnya. Dengan sikap Raisya yang memang welcome dengan siapa saja dengan senang hati dia mengajari teman-temannya yang belum paham selama mereka memperlakukan Raisya dengan baik.
Beginilah mereka ketika berada dilingkungan sekolah, karena mereka sama-sama ingin menikmati masa-masa sekolah sebagai mana seharusnya, berperan sabagaimana mestinya. Ketika disekolah mereka berperan sebagai murid sama seperti yang lainnya, namun ketika dirumah mereka berperan sebagaimana pasangan suami istri pada umumnya.
.
.
.
.
.
.
.
Gimana sama part ini?
Semoga suka yaa ππ
Jangan lupa Like nya dan dukungannya..
Terimakasih πβ€β€