My Rival Is My Love

My Rival Is My Love
Kembaran Reno



Hari ini Kevin sudah kembali bersekolah bersama Raisya. Namun karena merasa kesiangan Raisya hanya sempat membuatkan sandwich.


Setelah mereka sarapan, mereka berangkat bersama seperti biasa dengan Kevin yang mengemudi dan Raisya duduk manis disebelahnya sambil menyuapi beberapa sandwich yang mereka bawa karena memang buru-buru.


"Sayang, gimana menurutmu Risa sama Reno?" Tanya Raisya disela-sela menyuapi Kevin yang sedang mengemudi.


"Gimana apa maksudnya?


"Ya menurut Kamu mereka cocok gak kalo jadi pasangan?


"Kenapa Kamu nanya gitu?"


"Emmhh.. gakpapa sih. Cuma beberapa waktu lalu Risa bilang kalau Reno nembak dia."


"Ukhuk ukhuk.. Apa? Gak salah?"


"Duh! Kamu tuh kalau makan pelan-pelan donk sayang, nih minum dulu"


"Ehemm.. yaa Kamu ngagetin Aku sih, mana mungkin Reno nembak cewek deluan"


"Loh? Kok Kamu ngomongnya gitu sih?"


"Iyaa.. setau Aku Reno gak pernah nembak cewek, selalu cewek yang nembak dia, ngejar-ngejar dia"


"Iya sih, Kalian kan anak-anak famous dikalangan cabe-cabean disekolah. Jadi banyak fans nya"


"Tapi Kamu serius sama apa yang barusan Kamu bilang?"


"Iyalah, Risa gak mungkin bohong kan sama Aku, makanya beberapa waktu lalu dia minta pendapat sama Aku dan Ocha. Katanya sih udah dua minggu lebih belum dijawab sama Risa"


"Ohh jadi yang waktu itu kalian ceritain Reno sama Risa?"


"Hu'um.."


"Ya heran aja sih tau Reno nembak cewek deluan, tapi kalau dia sudah seperti itu tandanya dia memang serius sama Risa"


"Emhh iya sih, karena Aku lihat akhir-akhir ini Reno memang perhatian sama Risa."


"Yaudahlah jangan terlalu dipikirin, itukan urusan hati mereka"


"Tapi kan Risa temen Aku. Aku cuma gak mau dia disakitin sama cowok"


"Iya Aku tau" balas Kevin sambil tersenyum dan mengacak Rambut Raisya gemash.


Mobil pun sudah melewati gerbang sekolah dan menuju parkiran. Sarapan sandwich merekapun juga sudah tandas tak tersisa. Tak lama mobil Reno datang dan memarkir tepat disebelah mobil Kevin.


Mereka turun bersama dan saling bertegur sapa seperti biasa. Namun tiba-tiba pintu penumpang pada mobil Reno terbuka dan menampakkan sosok gadis asing, dengan rambut coklat gelap yang dikuncir dua dengan diikat pita warna pink, aksesoris anting, gelang, jam tangan, tas dan kalung yang senada dengan pita pinknya membuatnya terlihat sangat mencolok. Namun wajahnya terlihat sangat imut.


Raisya menautkan kedua alisnya karena heran melihat penampilan gadis asing tersebut. Sebelum dia bicara, suara lengkingan menusuk gendang telinga memecah suasana parkiran. Raisya sedikit bergidik dan mengusap-usap telinganya.


"Kak Keviin !!!!!"


Mata Raisya membulat sempurna dengan apa yang dia liat pagi ini.


"Kak Kevin apa kabar? Tambah ganteng aja sih Kak" ucap gadis itu dengan manja pada Kevin.


Raisya yang masih bingung dengan suasana hanya terdiam mematung berdiri dekat mobil.


"Ehh Rina?? Kakak baik-baik saja. Kamu sendiri gimana? Kapan pulangnya?"


Rasa kaget Raisyapun bertambah melihat Kevin yang membalas sapaan gadis itu dengan ramah.


"Kemarin lusa Kak. Aku akan sekolah disini bersama dengan Kak Reno dan Kak Kevin." Jawab gadis itu.


"Ohyaa .. ini pasti Kak Raisya kan?" Lanjutnya lagi dengan ceria sambil menghampiri Raisya yang sedari tadi terdiam.


"Ehh???" Saut Raisya yang masih bingung.


"Aku Rina Kak, adik kembarnya nya Kak Reno. Kakak cantik yaa! Cocok sama Kak Kevin yang ganteng!" Celetuk gadis imut yang bernama Rina.


"Ukhuk ukhuk.!"


Raisya terbatuk-batuk mendengar celotehan gadis yang kini bergelayut manja di tangannya. Kevin hanya tersenyum melihat dua gadis itu.


Rina pun menarik Raisya untuk berjalan menuju koridor sekolah, sepanjang jalan celotehan gadis itu tak henti-hentinya membuat Raisya kehabisan kata-kata sehingga dia lebih memilih diam dan menanggapi celotehan gadis itu dengan tersenyum canggung. Namun tak lama mereka terlihat sangat akrab.


"Kak. Aku dengar Kak Reno punya gebetan yaa?" Ucap gadis itu sedikit berbisik sambil melirik waspada kebelakang melihat Reno dan juga Kevin.


"Kamu tau dari mana?" Tanya Raisya yang juga berbisik.


"Aku kepoin hapenya Kak. Hihihi.. jangan bilang-bilang Kak Reno atau Kak Kevin yaa Kak.." jawab gadis itu dan Raisya hanya menganggukkan kepala paham.


Tingkah Rina memang kekanakan walaupun mereka seumuran, dia terlihat sopan dengan teman saudaranya. Memanggil Reno dan teman-temannya Reno saja dengan sebutan Kakak, Memang agak berisik sih orangnya tapi Raisya tidak mempersalahkannya, Raisya memang mudah akrab dengan siapa saja, apa lagi kalau mereka memiliki karakter yang sama.


"Memangnya kenapa kalau mereka tau?" Tanya Raisya penasaran.


"Aku bakalan diomelin habis-habisan lah Kak sama Kak Reno. Gimana sih Kakak ini"


"Aku cuma tau namanya doank Kak. Namanya Risa, soalnya dikontaknya disimpan dengan nama Bebeb Risa lope-lope"


"Hah???" Suara Raisya sedikit nyaring membuat Reno dan Kevin dibelakang mereka menautkan kedua alisnya karena heran. Namun Raisya hanya menggelengkan kepala seakan memberi jawaban tidak ada apa-apa.


"Husshhh!! Kak Raisya ini gimana sih? Nanti ketahuan" Rina sudah menarik tangan Raisya dan mendekatkan mulutnya pada telinga Raisya.


"Serius namanya Risa?"


"Iya Kak, Aku baca kayaknya sih masih tahap PDKT, soalnya chatnya biasa aja gak ada panggilan sayang gitu, cuma mereka saling perhatian." Jelas Rina.


"Benarkah?"


"Iya.. tapi.."


Belum sempat melanjutkan ucapannya bel berbunyi dan Reno mengajaknya keruang Guru untuk mengetahui dikelas mana yang akan dimasuki oleh Rina.


Karena Reno memang berbeda kelas dengan Kevin dan Raisya. Mereka berpisah di belokan dengan Reno dan Rina menuju ruang KepSek, Raisya dan Kevin menuju kelas mereka.


"Seru banget kayak ngegosip. Gosipin apaana sih?" Tanya Kevin.


"Kepo! Wlee!" Jawab Raisya dengan menjulurkan lidahnya lalu berlari meninggalkan Kevin dibelakangnya.


Kevin hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah Raisya yang tak beda jauh dengan Adik Reno. Sama-sama berisik. Kevin hanya tersenyum lalu menyusul Raisya menuju kelas.


_____________________________


Disisi lain,


Rina ternyata masuk dikelas Karin, padahal dia sangat berharap bisa sekelas dengan Kakak nya atau dengan Raisya. Rina pun masuk dengan seorang guru yang yang sekaligus mengajar dikelasnya.


"Selamat pagi.." sapa Bu Indah pada semua muridnya.


"Selamat pagi Buu..." jawab seisi kelas.


"Hari ini Kita kedatangan murid baru pindahan, silahkan Nak perkenalkan namamu" ucap Bu Indah.


"Halo semua.. Kenalkan Aku Rina Adiyatama, aku pindahan dari London, sebenarnya lahir disini, tapi Aku besar disana. Karena orang tua ku sudah kembali kesini, Akupun ikut. Mohon kerjasamanya semoga Kita bisa berteman baik" sapa Rina dengan ramah dan keceriaannya.


"Baiklah Rina, Kamu bisa duduk di kursi yang kosong" ucap Bu Indah seraya mempersilahkan Rina duduk.


"Baik Bu, terimakasih" balas Rina dengan sopan lalu menuju bangku kosong tepat di belakang Karin.


Ketika dia berjalan Karin ingin menghadang dengan kakinya, namun siapa sangka kalau Rina sadar dan malah menginjak kaki Karin.


"Awkhh!! Apa yang Kau lakukan anak baru!" Seru Karin yang kesakitan.


"Upss maap, Aku tidak lihat kalau ada kaki ditengah jalan, lagi pula ada orang ingin berlalu kenapa kakimu bisa ada disitu". Ucap Rina dengan santai lalu melewati Karin dan duduk di belakangnya.


"Awas aja Lo!" Ancam Karim pada Rina namun yang diancam hanya tersenyum mengejek.


Memangnya Kau siapa?! Mau membully anak baru. No no no, jangan harap Kamu bisa membullyku, cih! Aku sudah hapal jenis manusia seperti dia! Desis Rina dalam hati sambil menyunggingkan senyuman sinisnya.


Pelajaran pun berjalan seperti biasanya, Karin yang sangat kesal dengan apa yang dilakukan Rina padanya ingin membuat sesuatu rencana untuk membalas perbuatan Rina. Namun Karin tidak tau kalau Rina adalah orang yang tidak mudah ditindas. Meskipun Rina terlihat seperti gadis polos tapi dia sama sekali tidak suka dengan orang-orang yang suka membully, dengan senang hati dia akan melawan bagi siapa saja yang berani membullynya selama apa dia merasa benar.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Maaf yaa baru bisa update, karena seharian banyak kegiatan yang gak bisa ditinggal, dan juga proses riviewnya agak lama..


Mohon saran dan kritikannya yaa buat episode kali ini. Soalnya untuk sementara mungkin akan menceritakan kisah para sahabatnya Kevin dan Raisya satu persatu dulu.


Gakpapa kan? Kalo ada saran bisa ditulis di komentar.


Semoga pembaca suka yaa dan gak bosen sama cerita Aku 😊


Jangan lupa LIKE nya ❀


Baca juga Novel aku yang judulnya "LOVE IS YOU" πŸ˜‰