My Rival Is My Love

My Rival Is My Love
Jenguk Kevin



"Lee kita bawain apa yaa si Kevin?" Tanya Ocha yang kini sudah berjalan bergerombolan dengan yang lainnya.


"Gakusah dibawain makanan, kan kita kesana mau makan" jawab Bams dengan santai.


Plettakk!!


"Lo tuh yaa, temen sakit perhatian dikit kek" cibir Ocha dengan menjitak kepala Bams.


"Aaww!! Sakit bebeb Ochaa" adunya sambil mengelus kepalanya.


"Najis Gue dengernya!" Jawab Ocha dengan jutek membuat Bams mengerucutkan bibirnya dan menghentakkan kakinya seperti anak kecil yang ngambek. Sontak yang lainnya memandang geli melihat tingkah Bams lalu tertawa lepas.


Mereka berjalan disepanjang koridor sambil bercandaria menuju parkiran karena memang ini sudah jamnya pulang sekolah.


"Astagaa Lee, Gue Lupa kalo hari ini gak bawa mobil" ucap Ocha yang sudah menepuk jidatnya sendiri.


"Yaudah Lo ikut Gue aja, tapi hari ini Gue gak bawa mobil, bawanya motor" -Leon


"Lah? Gue gimana donk Lee, tadi pagi kan Gue berangkatnya bareng Lo, Gue juga gak bawa kendaraan." -Bams


"Lo sama Gue, Gue bawa mobil" -Reno


"Yaudah deeh" -Bams


"Eh tapi Ris, Lo sama siapa? Lo dijemput sama supir Lo?" -Ocha


"Dia sama Gue juga, Lo sudah ijin kan sama ortu Lo?" -Reno


"Eh? Iya sudah kok" -Risa


"Bakal jadi obat nyamuk nih Gue" -Bams


"Makanya sana cari juga biar gak ngiri" -Reno


"Bidadari Carol Gue sih udah pulang kehabitatnya, belum juga berjuang sudah ditinggal. Ckckc" -Bams


"Haissshhh... kasiannyaaaa" -Ocha


Yang lainnya pun seolah-olah ikut meratapi nasib kejombloan si Bams dengan menggelengkan kepala dengan wajah lesu. Namun kemudian mereka kembali tertawa.


"Gimana kita beliin buah-buahan aja? Itung-itung buat nanti pencuci mulut habis makan disana" saran Risa.


"Yaudah nanti Kita mampir beli buah-buahan" jawab Reno yang diangguki semua temannya.


Merekapun sampai diparkiran, Leon yang sudah menaiki motor sport nya dengan membonceng Ocha. Reno yang membawa mobil membukakan pintu penumpang untuk Risa namun ketika Bams yang ingin masuk dicegah oleh Reno dan menyuruhnya duduk di kursi belakang, yang lainnya pun hanya tertawa.


Kini kendaraan mereka sudah membelah jalanan yang memang cukup ramai, dan kini mereka berhenti disebuah lampu merah.


Ocha yang duduk dibelakang Leon dengan posisi yang sama sehingga membuat rok sekolah Ocha tersingkap memperlihatkan setengah paha mulusnya. Tiba-tiba seorang laki-laki yang juga mengendarai motor yang berhenti dekat motor Leon menatap kearah Ocha dan memperhatikan paha mulusnya dengan tatapan buas.


Leon yang menyadari hal itu dari kaca spion motornya langsung melepaskan jaket yang dikenakannya lalu memberikannya pada Ocha.


"Apaan nih?" Tanya Ocha yang bingung namun menerima jaket dari Leon.


"Pakai itu buat nutupin paha Lo" ucap Leon.


"Iya deh iyaa. Makasih yaa.." Ocha pun hanya menuruti perkataan Leon dengan meletakkan jaketnya untuk menutupi pahanya.


Leon pun menoleh menatap laki-laki tadi dengan tatapan tajam seakan ingin menerkam mangsanya. Orang itu pun tersadar dan langsung menujukkan ekspresi takutnya karena tatapan Leon. Lampu merah pun sudah berubah menjadi hijau menandakan kendaraan bisa berjalan lagi.


Setelah beberapa saat mobil Reno berhenti disebuah toko yang menjual buah-buahan. Leon dan Ocha pun ikut berhenti dan turun dari motor menghampiri yang lain.


Risa sudah memilih-milih buah yang akan dia beli, begitupun dengan Ocha juga ikutan memilih-milih buah. Setelah mendapatkan apa yang mereka mau lansung saja kembali kekendaraan masing-masing setelah membayarnya. Merekapun kembali menelusuri jalanan.


Sesampainya didepan gedung yang sangat besar dan tinggi, Reno dan Leon memarkirkan kendaraan mereka lalu masuk kedalam gedung apertemen yang ditinggali oleh Raisya dan Kevin. Memasuki lift dan memencet tombol angka menuju lantai yang mereka tuju.


Setelas sampai didepan pintu apertemen Raisya dan Kevin merekapun memencet bel dengan beruntun, sengaja memang mereka melakukannya.


Sedangkan penghuni didalam apertemen itu sangat terganggu dengan bunyi bel, namun mereka sudah tau siapa yang datang.


"Para curut sudah dateng sayang" ucap Kevin yang sedang berbaring disofa ruang tengah dengan menjadikan paha Raisya sebagai bantal. Mereka memang sedang menonton tv disana.


"Mereka tuh temen Kamu juga, yaudah Aku bukain pintu dulu yaa" Raisya pun mengangkat kepala Kevin dan menggantikan paha nya dengan bantal sofa, lalu mencium kening suaminya.


Kevin hanya meringkuk di sofa dengan membalutkan selimut hangat pada tubuhnya, memang dia masih merasa kurang enak badan. Tapi dia merasa lebih nyaman ketika dekat dengan Raisya.


Raisya pun keruang tamu untuk membukakan pintu, daan.....


Ceklekk!!!


"RAISYAAAA!!!!!" Risa dan Ocha langsung menerobos masuk dan memeluk Raisya dengan riang. Seakan mereka tidak melihat Raisya selama setahun.


"Sirik aja Lo!" Balas Ocha.


"Sudah sudah Ayok masuk" ajak Raisya pada sahabatnya.


"Sya, nih kita bawain buah-buahan" ucap Ocha yang sudah mengambil bungkusan dari tangan Reno dan Leon.


"Banyak banget" Tanya Raisya kaget melihat apa yang dibawa oleh para sahabatnya.


"Gakpapa, siapa tau Lo mau bikinin Kita yang lain kan?" -Ocha


"Iya iya Gue tau, Lo pada mau Gue buatin salad buah kan?" -Raisya


Risa dan Ocha hanya mengangguk senang, mereka memang sangat suka apa saja yang dimasak atau di buat Raisya.


"Kita gak ngerepotin Lo kan Sya?" -Reno


"Ya gak lah! Gue malah seneng kalian dateng dan makan masakan Gue" -Raisya


"Mana nih si Kevin? Lagi istrahat dikamar?" -Bams


"Tuh ada di ruang tengah samperin aja" -Raisya


Mereka pun masuk keruang tengah, dan melihat Kevin sedang berbaring disofa dengan malas sambil menatap tv. Raisya membawa bungkusan dari sahabatnya kedapur dan disusul oleh Risa dan Ocha.


"Woy bro, bisa sakit juga Lo ternyata" Sapa Bams dengan heboh.


"Lo tuh ya datang-datang berisik banget! Tambah sakit kepala Gue" -Kevin


"Ya kalo sakit tuh istrahatnya dikamar, Lo sakit apa pura-pura sakit sih. Malah nyantai-nyantai gini dirumah" -Reno


"Ya Gue lagi sakit lah, kalo gak sakit Gue pasti ada disekolah" -Kevin


"Tapi kalo Gue lihat kayaknya Lo baik-baik aja" -Leon


"Kalau Raisya yang ngerawat Gue mah bakal cepet sembuh" -Kevin


"Enak banget yaa Lo sakit ada ngurusin, ada yang jagain" -Bams


"Makanya punya istri juga sana" -Kevin


"Datengin lagi si Carol biar Gue ada gebetan" -Bams


"Lo mau lihat singa betina Gue bangun lagi?" -Kevin


"Hehe gak deng!" -Bams


Kini keadaan Kevin memang sudah membaik karena Raisya dalam sehari ini sudah dua kali memaksanya untuk menelan benda pahit yang sangat dia tidak sukai, tetapi dia menjadi suka karena cara Raisya memaksanya dengan memberikan ciuman.


Raisya datang dari arah dapur bersama dua sahabatnya membawa nampan berisikan minuman dingin dan beberapa cemilan di toples.


Tanpa aba-aba pun mereka langsung menyambar dan menikmati nya. Suasana yang tadinya sepi karena Raisya hanya berdua dengan Kevin, kini menjadi sangat ricuh dengan kedatangan para sahabatnya.


Ruang tengah yang kini sangat ramai dengan canda dan tawa mereka membuat suasana terasa nyaman. Membuat Raisya dan Kevin sangat senang sekaligus bersyukur mempunyai sahabat seperti mereka yang selalu ada disaat apapun.


Yaa mereka memang seperti ini, tak cuma di apertemen Raisya dan Kevin saja, tapi juga ketika mengunjungi rumah sahabatnya yang lain mereka tetap sama seperti ini. Mereka sudah seperti keluarga dimata masing-masing.


.


.


.


.


.


.


.


.


Segini dulu yaa up nyaa..


Terimakasih sudah membaca πŸ™


Jangan lupa LIKE KOMEN DAN VOTE nya yaa πŸ˜„πŸ˜„