My Rival Is My Love

My Rival Is My Love
Apa Lagi Ini?



Bel istrahat telah berbunyi, dan kini semua murid berhamburan keluar kelas, dari pagi Kevin dan Leon sama sekali belum kembali dari ruang Osis, mungkin karena acaranya sudah didepan mata, jadi harus memastikan kalau semua persiapan telah matang.


Seperti biasa Rina selalu datang kekelas Raisya untuk mengajaknya kekantin, namun akhir-akhir ini Rina memang suka mengajak Gavin bersama menuju kantin. Setelah mengetahui kebenarannya Raisya menjadi sangat risih atas kehadiran Gavin ditengah-tengah mereka. Raisya pun mengambil ponsel dari saku bajunya dan mengetik sebuah pesan untuk Kevin.


πŸ“¨ Princess Raisya ❀


Sayang, gak kekantin makan dlu?


πŸ“© My Hubby ❀


Nanti saja deh, ini masih nanggung kalau mau ditinggal.


πŸ“¨ Princess Raisya ❀


Yaudah ak anterin sesuatu ya buat km makan sma Leon. Gak boleh nolak!


πŸ“© My Hubby ❀


Iya deh syg😘 makasih yaa 😘❀


Ak tgu diruang osis. Km jan lupa makan jga!


πŸ“¨ Princess Raisya ❀


Iyaa setelah makan ak kesana anterin kalian mkan.


πŸ“© My Hubby ❀


Ok 😘


Read


Raisya pun mengembangkan senyumannya lalu memasukkan ponselnya kembali. Senyum itupun tak luput dari perhatian Gavin yang memang sedari tadi memandanginya.


Senyumanmu itu mengalihkan duniaku! Bagaimana Aku bisa berhenti? Kalau Kamu selalu membuat pikiranku melayang! Suara hati Gavin ketika melihat senyumannya Raisya.


Setelah sampai di kantin langsung saja mereka memesan makanan seperti biasa, tak lupa Raisya membelikan Kevin dan Leon empat potong sanwich isi daging dan dua minuman botol rasa jeruk. Selama makan Raisya hanya diam fokus menikmati makanannya, dan setelah dia selesai lebih dulu, Raisya langsung berpamitan kepada sahabatnya untuk mengantar makanan pada Kevin dan juga Leon. Sahabat Raisya pun mengiyakannya sebelum Raisya beranjak meninggalkan mereka. Setelah tubuh Raisya menghilang dari pandangan mereka langsung saja Risa yang peka dengan keadaan membuka pertanyaan.


"Eh gaes, Raisya kok beda banget yaa hari ini. Gak kayak biasanya" ucap Risa disela-sela pembicaraan mereka.


"Galau kali gak makan bareng Kevin" jawab Reno asal.


"Cih! Raisya galau?! Gak ada sejarahnya itu. Kemarin-kemarin aja masih biasa-biasa aja kok, cuman beda aja kalau untuk hari ini" ucap Risa lagi.


"Udahlah Ris, jan berpikir yang buruk dulu, siapa tau dia ada masalah yang belum bisa diceritain" sergah Ocha.


"Tapi dia beda Cha, setelah tadi pagi balik dari toilet!" Risa terus meyakinkan apa yang dia rasakan.


Gavin yang mendengar itu sempat menghentikan aktivitas makannya yang masih setengah porsi. Namun dia berusaha menutupinya dengan tetap santai seolah tidak ada apa-apa.


"Masa sih? Apa kak Raisya dilabrak ya?" Tebak Rina yang juga hanyut dalam membahas sikap Raisya hari ini.


"Lo belum tau aja sejarah Raisya disekolah ini! Mau labrak dia? Jangan harap selamat!" Ucap Ocha yang memang tau tingkah sahabatnya itu.


"Dilabrak gak mungkin lah! Siapa yang berani labrak Incess ?! Apalagi setelah kejadian beberapa bulan lalu dengan Karin" ucap Bams mengingatkan.


Yang lain hanya mangut-mangut saja, memang setelah pertikaian pribadinya dengan Gavin tadi pagi, Raisya seakan mengeluarkan aura membunuh bagi siapa yang ada disekitarnya. Hal itu sangat dirasakan oleh para sahabatnya, mengingat bagaimana tabiat seorang Raisya.


"Coba aja ntar Kamu tanyain Raisya pelan-pelan. Siapa tau dia memang ada masalah" ucap Reno pada Risa yang terlihat khawatir dengan Raisya.


"Iya deeh nanti Aku tanyain" jawab Risa pasrah.


"Tapi Gue yakin, dia bakalan lebih dulu cerita ke Leon" sambung Ocha. Dan mereka mengiyakannya. Kecuali Gavin yang hanya menyimak pembicaraan mereka mengenai Raisya.


"Yaa setidaknya dia cerita, biar pikirannya lebih plong sedikit" ucap Risa menambahkan.


Gavin yang melupakan kedekatan Raisya dengan Leon tersentak, bisa-bisanya dia lupa soal Leon yang mungkin saja akan mengetahui kelakuannya. Jujur saja Gavin merasa sangat senang mendapatkan teman seperti Leon. Karna Leon teman pertamanya disekolah ini dan terlebih Leon teman sebangkunya. Meskipun Leon terkadang cuek, tapi dia sangat ramah. Leon memang pernah bercerita kalau dia dan Raisya adalah sahabat dari kecil, dan mengetahui segala hal tentang Raisya. Jadi akan menutup kemungkinan kalau Raisya tidak cerita dengan Leon.


Gavin pun mulai memikirkan sesuatu, mungkin dia akan lebih baik bicara pada Leon, dan meminta bantuannya. Toh Raisya sangat dekat dengan Leon pikirnya, mungkin saja Leon bisa membantunya. Senyuman kecil pun tersungging di bibir Gavin.


___________________________________


Disisi lain ...


Raisya berjalan menuju ruang Osis dimana tempat Leon dan suaminya berada. Tiba di depan pintu ruang Osis suasana terlihat sepi, karna memang jarang murid-murid melintasi ruang Osis yang terletak di ujung barisan.


Raisya membuka pintu itu dengan perlahan hingga tak ada suara decitan pintu, dan saat ia melangkahkan kakinya masuk kedalam, betapa terkejutnya dia melihat pemandangan yang ada didepan matanya. Kedua matanya seakan ingin keluar, detak jantungnya berpacu lebih cepat dan menimbulkan rasa nyeri. Telapak tangannya dingin dan berkeringat dan memegang erat bungkusan makanan yang dia bawa. Raisya yang terdiam tanpa suara sengaja ingin melihat sejauh mana pemandangan yang ada di depannya. Namun karna rasa nyeri yang sudah tak tertahan, Raisya pun membuka suara yang membuat dua manusia dihadapannya tersentak kaget.


"KEVIIN !!!!"


Teriak Raisya dengan penuh amarah, yaa dia sudah gelap mata dan pikiran, setelah tadi pagi sempat meluapkan emosinya. Dan kini emosinya tersulut kembali. Raisya melihat Kevin suaminya sedang berciuman dengan Karin. Kenapa bisa ? Entahlah, yang kini ada dipikiran Raisya hanya rasa marah yang meluap. Raisya memandangi kedua oranag itu dengan tatapana tajam dan mengintimidasi.


"Sayang ini buk...."


Ucapan Kevin terhenti ketika Raisya mengarahkan telapak tangannya di depan wajah Kevin, mengisyaratkan agar Kevin tak bebicara. Raisya memandang Karin dengan tajam, sedangkan Karin hanya menyunggingkan senyuman sinisnya tanpa merasa bersalah ketika Raisya berjalan ke arahnya. Sudah cukup pagi tadi dia meluapkan emosinya pada Gavin, apakah sekarang harus lagi? Raisya benar-benar muak dengan apa yang terjadi hari ini.


"Gimana ciuman sama pacar orang ? Enak?" Ucap Raisya dengan nada dingin dan tatapan tajam.


Karin lagi-lagi hanya tersenyum sinis dengan pandangan meremehkan.


"Pacar? Lo ngarep banget sih?! Gue rasa Lo tau gimana rasanya, Lo kan tadi liat kalau Kevin menikmati ciuman kami" jawab Karin dengan sinis.


"Lo kalo ngomong jangan sembarangan! Siapa jug..." lagi-lagi Kevin tak bisa melanjutkan perkataannya karena ditahan oleh isyarat tangan dari Raisya. Kevin hanya menghembuskan nafas, dia tau saat ini istrinya sedang emosi namun berusaha tenang. Kalau sudah seperti ini, Kevin akan kebingungan bagaimana menghadapi Raisya. Dan yaa, dia lebih baik diam dulu.


"Ekhemm!!" Raisya berdehem untuk menenangkan dirinya sendiri sebelum membalas perkataan Karin.


"Lo gak sadar Lo itu terlalu murahan!" Lanjut Raisya dengan wajah santai.


"Kalau gak murahan apa namanya? Jalang? Main nyosor-nyosor aja kayak bebek! Asal Lo tau Kevin itu jijik sama ciuman Lo!" Ucap Raisya lagi pada Karin tepat didepan wajahnya.


"Gue tau kalau Lo sering ke club dan Lo sering tidur kan sama cowok hidung belang" bisik Raisya tepat di telinga Karin dan membuat gadis itu gusar.


"Jangan sembarangan ya Lo kalo ngomong!" Teriak Karin.


Raisya tersenyum lalu mengambil ponsel dari saku seragamnya dan memperlihatkan layar tipis itu kehadapan Karin, terpampang jelas dilayar tersebut sebuah video Karin yang sedang berhubungan badan dengan seorang laki-laki yang tak dikenal, wajah Karin terlihat sangat jelas dalam video itu. Volume suara memang sengaja Raisya diamkan agar suara menjijikan Karin tidak terdengar terlebih disini ada Kevin. Karin sontak membulatkan matanya terkejut bagaimana bisa Raisya mendapat video dirinya, Karin akui kalau di video itu memang dirinya.


Dengan sigap Raisya kembali memasukkan ponselnya kedalam saku, Kevin yang melihat jadi penasaran apa yang Raisya perlihatkan pada Karin yang membuat wajah gadis itu langsung pucat pasih.


"Jadi gimana ? Masih berani berurusan sama Gue? Tinggal Gue post di akun sekolah.. dan .. duarrr!! Lo tau sendiri kan?" Ucap Raisya dengan santai serta senyum penuh kemenangan dan meremehkan Karin.


Karin pun menjadi gusar, dia terlalu gengsi untuk memohon pada Raisya. Karin memilih pergi dengan menyenggol sedikit bahu Raisya, menandakan dia kesal namun tak bisa berkata apa-apa. Kartu As nya ada pada Raisya, bagaimana kalau Raisya memposting video itu di Akun sekolah, bisa-bisa dia langsung out dari sekolah ini. Sedangkan Raisya hanya tersenyum sinis melihat kepergian Karin. Dan kini tatapannya beralih menatap Kevin dengan tajam. Kevin yang sadar dengan tatapan istrinya hanya menelan ludahnya dengan susah payah.


"Enak ya yang habis di cium cabe?! Gimana? Hot kan yaa!" Ucap Raisya sengan sewot.


"Sayang dengerin dulu doonkk..." bujuk Kevin.


"Dengerin apa? Kamu mau bilang kalau dia sengaja cium Kamu?! Terus karena Kamu kaget jadi gak sempat ngelawan?!! Iyaa?! Terlalu ngedrama!" Ucap Raisya dengan nada kesal dan wajah cemberut.


Kevin yang melihat wajah cemberut Raisya menjadi gemash seakan dia lupa kalau gadisnya ini sedang marah, Kevin pun mencubit kedua pipi Raisya dengan gemash.


"Aawwkkhh!!! Sakit Kevin!!!" Teriak Raisya meringis akibat cubitan gemash dipipinya.


"Udah donk jangan ngambek, Aku minta maaf kalo sadarnya tadi lama..." belum selesai melanjutkan kata-katanya, Raisya sudah dulu menyahutinya.


"Emang ya laki-laki kalo dapat ciuman apa lagi dari cabe lupa diri! Dasar !! Bilangnya aja gak sadar padahal lagi menikmati!" Sungut Raisya dengan sewot.


Kevin hanya menghembuskan nafasnya, harus bagaimana lagi dia membujuk istrinya. Sedangkan Raisya dia tau, bahkan sangat tau kalau Kevin dijebak oleh Karin, dan Raisya tau Kevin tidak mungkin memulainya lebih dulu kalau bukan didesak oleh Karin, karena Raisya tau Karin itu seprti apa. Raisya hanya kesal kenapa hari ini ada kejadian yang membuatnya kesal dan marah, seakan-akan tak ada habisnya orang-orang menjijikan itu merusak rumah tangganya.


Kevin pun memegang kedua pundak Raisya dan melemparkan senyuman terbaiknya pada Raisya. Memandang lekat pada manik milik Raisya. Raisya tiba-tiba menjadi gugup karena ditatap seperti itu oleh Kevin.


"Sya, Kamu tau kan Aku cintanya cuma sama Kamu?" Tanya Kevin dan Raisya hanya menganggukan kepala.


"Maaf untuk yang tadi" ucap Kevin lagi.


"Aku gak marah cuma kesel!" Jawab Raisya dengan cemberut.


"Iya iya Aku tau Kamu kesel, mending Kamu hapus ciuman tadi pake bibir Kamu gimana?" Goda Kevin sambil memainkan alisnya naik turun.


"Itu mah maunya Kamu" jawab Raisya cuek.


Kevin hanya tersenyum dan dengan segera melumat bibir Raisya dengan menahan tengkuk Raisya agar bisa memperdalam ciumannya. Raisya yang awalnya kaget kini malah membalas ciuman dari Kevin. Toh mereka sudah sah sah saja.


"Ekhemm!!" Suara deheman dari seseorang membuat aktivitas mereka terhenti.


"Sorry Gue salah masuk kayaknya" ucap orang itu sambil cengengesan.


Raisya yang tertangkap basah kini merasa sangat malu hingga semburat merah di wajahnya begitu kontras. Sedangkan Kevin tetap santai dan biasa saja.


"Udah selesai kok. Dari mana aja sih Lo lama banget!" Ucap Kevin.


"Tadi sekalian mampir ketoilet" ucap Leon yang sudah mendaratkan bokongnya disalah satu kursi yang ada disana.


"Ngapain Ncess kesini?" Tanya Leon lagi.


Yaa.. orang yang memergoki Raisya dan Kevin adalah sahabat mereka Leon. Tapi tetap saja Raisya meresa sangat malu. Raisya yang mendapat pertanyaan dari Leon langsung teringat tujuannya datang keruang Osis ini.


"Eh iyaa . Nih.. Gue bawaain makanan sama minuman buat Lo berdua, dimakan yaa.." ucap Raisya sambil menyodorkan bungkusan yang sedari tadi dia pegang.


"Thankss Ncess..." ucap Leon.


"Yaudah Gue balik!" Ucap Raisya sedikit gugup danrasanya ingin sekali menghilang cepat-cepat dari ruanagan ini.


"Gak mau dilanjutin?! Gue bisa keluar kok" ucap Leon dengan santai menggoda Raisya yang sudah merona dikedua pipinya.


"Tau ah! Bay!!" Balas Raisya lalu ngacir keluar dari ruangan Osis itu. Sungguh hari ini terlalu banyak kejadian yang tak terduga.


Sedangkan yang didalam Leon hanya tertawa geli melihat tingkah sahabatnya yang kepergok olehnya, untung saja dirinya yang masuk dan melihat. Bagaimana jika orang lain? Pastinya Raisya Kevin lagi-lagi akan menjadi topik hangat disekolah mereka besok. Sedangkan Kevin masih santai-santai saja dan merasa gemash dengan tingkah istrinya.


.


.


.


.


.


.


.


.


Hai hai hai...


Gimana gimana? Suka gak sama chapter ini? Hehe


Maaf yaa kalo gak nyambung .. wkwkw


Maaf baru bisa up πŸ™


Terimakasih yang masih setia menunggu cerita Author ❀


Jangan lupa kasih dukungannya yaa dengan memberikan LIKE kalian 😘


TERIMAKASIH πŸ™β€