
Kini Raisya sudah bisa menerima apa yang terjadi pada prestasinya kali ini. Mendapatkan urutan ke tiga setelah Kevin. Awalnya dia tidak akan menyangka kalau ternyata Gavin yang merupakan murid pertukaran pelajar bisa menjadi juara disekolahnya. Tak dipungkiri memang prestasi Gavin disekolah lamanya juga tak bisa di anggap remeh. Gavin juga merupakan salah satu murid dengan segudang prestasi yang ia raih atas nama sekolah dan dirinya. Tentu saja kenyyataan itu membuat seorang Raisya yang memiliki ambisius tersadar, kalau ternyata maaih ada orang yang jauh lebih diatasnya. Ya, itulah kehidupan, tak ada manusia yang sempurna didunia ini, mereka semua memili kekirangan dan kelebihannya masing-masing. Dan hal ini mengingatkan Raisya agar senantiasa bersyukur bahwa dirinya masih diberi kecerdasan otak.
Lalu bagaimana dengan Kevin? Kevin tentu saja awalnya juga terkejut, tapi dia tak masalah karena masih berada di atas Raisya, walaupun nilai mereka hanya selisih satu angka. Sedikit kecewa itu pasti, tapi bagaimanapun dia harus tetap bersyukur dengan apa yang dia raih. Terlebih itu adalah hasil kerja kerasnya sendiri.
Sesuai perjanjian taruhan yaang mereka lakukan, karena diantara Kevin dan Raisya tak ada yang menempatkan diposisi pertama, jadilah mereka berdua yang mentraktir para sahabatnya untuk berlibur. Hal ini tak masalah untuk Kevin dan Raisya, toh mereka akan bersenang-bersenag bersama.
Malam hari Raisya sedang sibuk menyiapkan keperluan yang akan mereka bawa besok pagi untuk berlibur. Raisya memilah beberapa pakaiannya dan pakaian Kevin lalu memasukkan kedalam koper. Liburan kali ini akan berlangsung cukup lama, yaitu satu minggu dari esok hari.
“Sayang, jangan lupa yaa baju pantaiku yang kemarin Kamu belikan” ucap Kevin yang sedang membaca buku sambil menyesap kopinya.
“Iyaa, Aku tak akan lupa. Oh ya Vin, Aku disana mau berjemur pakai bikini ah!” ucap Raisya dengan riang dan perkataan itu membuat Kevin sedikit menyemburkan kopi yang baru saja ia minum.
“Gak. Gak ada pake bikini-bikinian! Enak aja badan istri Aku dinikmatin sama laki-laki lain! Gak ada acara pake bikini!” ucap Kevin dengan tegas.
Raisya yang mendengar itu hanya tertawa, karena dia sebenarnya hanya ingin menggoda Kevin. Bagaimanapun juga Raisya itu punya rasa malu, apa lagi kalau harus berkeliaraan dipantai hanya dengan mengenakan bikini. Pakaian yang kurang bahan, pakaian yang seharusnya hanya dipakai untuk dalaman.
“Iya gak akan juga Aku pakai pakaian seperti itu” ucap Raisya setelah tawanya reda.
“Awas saja kalau Kamu berani” ucap Kevin dengab nada mengancam. Raisya pun hanya cekikikan.
Raisya pun akhirnya telah selesai menyiapkan bawaannya untuk besok. Sedangkan Kevin sudah menutup bukunya dan berjalan kearah Raisya yang mengangkat kopernya untuk dipinggirkan dan ditaruh disamping meja rias. Kevin membantunya dengan membawa koper yang satunya.
“Huh! Akhirnya beres juga, Aku udah gak sabar besok Kita akan liburan ke Bali.” Ucap Raisya dengan riang. Kevin yang melihat raut wajah Raisya yang begitu bersemangat hanya tersenyum.
“Apa Kamu sesenang ini yaa, Aku bawa liburan?” tanya Kevin.
“Tentu saja, selama Kita menikah Kita sama sekali tidak pernah liburan!” jawab Raisya.
“Apa Kamu mengharapkan Kita Hannymoon? Bagaimana kalau Kita pergi berdua saja?” tawar Kevin dengan sedikit menggoda Raisya.
“Enak aja mau dibatalin! Kita udah janji Vin sama mereka” ucap Raisya mengingatkan.
“Terus kapan Kita liburan hanya berdua saja?” tanya Kevin lagi.
“Kapan-kapan!” balas Raisya singkat lalu berbalik badan untuk menghindari Kevin karena dia sadar akan kemana arah pembicaraan mereka nanti.
Tapi kalah cepat dengan sigap Kevin menarik kembali tubuh Raisya hingga membuat tubuh mereka bertabrakan, kini Raisya dalam posisi berdiri tepat mengahadap Kevin dengan tangan yang berada di dada bidang milik Kevin.
“Mau menghindar?” ucap Kevin.
“Kamu mau apa? Ayo istirahat, Kita akan berangkat pagi besok” bukannya menjawab Raisya malah mengalihkan pertanyaan Kevin.
“Kalau Aku masih mau seperti ini?” jawab Kevin, dengan pelan tangangnya menyusuri rambut panjang milik Raisya dan membelainya. Lalu berpindah kewajah Raisya menyusuri setiap inci wajahnya.
“Mata yang cantik” ucap Kevin sambil menatap manik hitam pekat milik Raisya.
“Hidung yang mungil” ucapnya lagi sambil menyentuh hidung Raisya dengan jari telunjuknya.
“Bibir yang manis, yang membuatku kecanduan untuk menikmatinya” ucap Kevin dengan suara seksinya, dan jari tempolnya kini telah mengusap lembut bibir tipis milik Raisya.
Raisya hanya tertegun dan terdiam menikmati setiap sentuhan yang Kevin berikan. Pandangan mereka kini saling beradu, tatapan Kevin yang begitu teduh membuat Raisya terhanyut akan suasana yang terjadi, ada sebuah desiran yang tak biasa yang Raisya rasakan kali ini pada tubuhnya. Saat Kevin menatapnya dengan dalam, Raisya hanya bisa menelan ludahnya sendiri karena dia tau apa yang akan terjadi selanjutnya.
Wajah mereka semakin mendekat, mengikis jarak antara keduanya, Raisya pun mulai memejamkan matanya saat bibir lembut Kevin menyapa bibir tipisnya. Ciuman yang awalnya terasa lembut, kini lama kelamaan menjadi lumatan yang menuntut, Kevin semakin memperdalam ciuman mereka dengan menekan tengkuk Raisya dengan tangan kanannya, sedangkan tangan kirinya memeluk erat pinggang ramping Raisya. Spontan hal itu membuat Raisya mengalungkan kedua tangannya dileher Kevin. Kecupan demi kecupan Kevin berikan pada Raisya, membuat Raisya sedikit kewalahan mengimbangi permainan bibir Kevin. Sampai pada akhirnya mereka merasa kehabisan oksigen dan melepaskan ciuman panas yang beberapa menit itu terjadi.
“Kapan Aku bisa mendapatkannya?” ucap Kevin dengan serak dan nafas yang sedikit tersengal.
Raisya yang mengerti maksud dari perkataan suaminya itu hanya menundukkan kepalanya mengalihkan pandangan, tenggorokkannya tiba-tiba tercekat.
“Maaf” hanya kata itulah yang terlontar dari bibir tipis milik Raisya.
“Tak masalah” jawab Kevin dengan mengangkat wajah Raisya agar dapat melihatnya kemudian tersenyum.
Wajah yang selalu menjadi pemandangan paginya saat membuka mata dari tidur nyenyaknya. Raisya menatap Kevin dengan perasaan bersalah, lagi dan lagi dia tak bisa melakukan tugasnya dengan baik. Padahal dirinya sudah berjanji akan melakukan dan memberikan apapun termasuk hak Kevin sebagai suami disaat mereka sudah saling membuka hati. Tapi sekarang, apa yang dia lakukan? Sedangkan Kevin, Dia masih bisa menerima meski Raisya tau kalau ada kekecewaan yang terpancar dari tatapan Kevin.
“Maafkan Aku” lagi-lagi Raisya menjawab dengan lirih.
“Sudahlah, lebih baik Kita tidur sekarang, Aku tidak mau besok kesiangan” ucap Kevin lalu membimbing Raisya ketempat tidur mereka.
Raisya dan Kevin pun membaringkan tubuh mereka, tidur dengan posisi saling berhadapan dan saling memeluk. Rraisya mengeratkan pelukannya dan menyembunyikan kepalanya di dada bidang Kevin. Kevin pun mengecup lembut puncak kepala Raisya dan mengelelusnya. Mereka pun akhirnya tertidur dengan perasaan nyaman dan nyenyak menuju alam mimpi.
***
Paginya, tepat jam 08.00 Raisya dan Kevin sudah siap setelah mereka sarapan. Mereka tampil dengan casual mengenakan kaos putih polos dan jaket jeans, serta celana yang juga berbahan jeans dan sepatu sneaker putih. Mereka akan pergi kebandara menggunakan jasa taxi online yang sudah datang dan menunggu di area apertemen mereka.
Kevin dan Raisya pun keluar dari apertemen mereka masing-masing membawa sebuah koper dan Raisya juga menyelempangkan tas kecilnya. Berjalan menuju lift dan kini sudah berada dilantai dasar apertemen. Karena taxi yang mereka pesan sudah datang, langsung saja mereka masuk kedalamnya dan supir taxipun langsung menancapkan gasnya meninggalkan apertemen menuju bandara. Sesampainya di bandara, disana sudah ada semua para sahabatnya, termasuk Gavin.
“Udah lama ya ?” tanya Kevin yang kini sudah menghampiri sahabat-sahabatnya itu.
“Gak juga kok, Kita baru sampai beberapa menit yang lalu” jawab Reno.
“Yaudah kalo gitu ayook” ajak Leon.
Setelah melakukan registrasi, kini mereka semua sudah berada dalam pesawat. Raisya duduk dekat jendela, dan Kevin tentu saja disebelahnya. Perjalanan ke Bali dari Kota mereka hanya memakan waktu satu setengah jam perjalanan. Kevin duduk bersandar sambil mendengarkan lagu kewat ponsel yang disambungkan melalui headset. Sedangkan Raisya sibuk dengan ponselnya memainkan beberapa sosial media yang dia punya, dan terkadang berselfi ria.
Tak terasa pesawat merekapun mendarat di bandara Internasional Nugrah Rai, mereka dan para penumpang lainnya pun keluar dari pesawat.
“Aaahhh!! Akhirnya Kita bisa liburan juga yeayy!!” ucap Ocha dengan semangat.
“Yaudah sekarang Kita ke resort bokapnya Kevin aja, yukk!!” ajak Raisya.
Mereka menuju resort keluarga Kevin dengan mobil travel. Sesampainya di resort itu mereka semua sangat kagum, apalagi resort keluarga Kevin berdekatan dengan pantai.
“Selamat datang Tuan.. semua kamarnya sudah disiapkan” ucap salah seorang pegawai resort yang menghampiri Kevin.
Mereka pun mengikuti pegawai resort itu yang akan mengantar mereka menuju kamar. Setelah Raisya dan Kevin sampai disebuah kamar Raisya sangat kagum karena pemandangan diluar jendela itu langsung mengarah kepantai, mungkin hanya dari kamar saja dia bisa menikmati sunset disore hari nanti.
“Waaw!!” pekik Raisya ketika menghampiri jendela kamar mereka.
“Tentu saja. Apa Kamu suka?” ucap Kevin yang kini sudah memeluk Raisya dari belakang.
“Hu’um” jawabnya sambil mengangguk antusias.
Kevin yang memeluk Raisya dari belakang, menyandarkan dagunya pada pundak Raisya. Angin yang sepoi-sepoi menghampiri mereka, membuat rambut Raisya yang terurai beterbangan. Pasutri itu sejenak menikmati moment berdua mereka sebelum sebuah ketukan pintu membuyarkan semua moment itu.
TOK TOK TOK !!!
Suara ketukan pintu terdengar sangat mengganggu ditelinga Kevin.
“Baiklah Aku akan buka pintunya dulu” ucap Kevin lalu melenggang jauh kearah pintu. Raisya kembali menikmati pemandangan dari jendela di temani angin yang berhembus. Walaupun cuaca sangat cerah tapi udaranya sangat sejuk.
Kevin membuka pintu kamarnya dan tampaklah dua sosok yang sudah berdiri dihadapannya sambil menyandarkan tubuhnya dibsamping pintu. Mereka adalah Leon dan Gavin.
“Gak laper Lo?” tanya Leon langsung.
“Anak-anak pada nungguin tuh di bawah, katanya mau cari makan dulu” sambungnya lagi.
“Yaudag ayok! Gue panggil Raisya dulu” Kevinpun kembali masuk untuk mengajak Raisya.
Kini mereka sudah berada disalah satu restoran seafood yang tak jauh dari resort. Berbagai menu makanan sudah tersaji dihadapan mereka, langsung saja mereka melahapnya.
“Setelah ini mau kemana? Mumpung masih siang.” Ucap Ocha bertanya.
“Kita jalan-jalan ketempat wisata yang tak jauh dari sini. Taman Wisata Garuda Wisnu Kencana, ada beberapa pertunjukan yang akan diadakan disana” ucap Kevin.
“Waah bakalan seru doonk yaa..” saut Rina.
“Tapi sorenya Aku harus bisa liat sunset yaa” ucap Raisya.
“Iyaa” jawab Kevin.
Mereka pun melanjutkan acara makan siang dengan diselipi candaan. Setelah selesai makan dan membayar semua makanan mereka. Langsung saja mereka semua menuju tempat yang sudah di janjikan.
Perjalanan menuju Tamann GWK membutuhan waktu sekitar setengah jam dari restoran yang mereka kunjungi tadi. Sesampainya disana mata mereka disuguhkan dengan pemandangan yang indah. Terdapat ukiran patung raksasa yang sangat unik. Tak hanya itu karena mereka datang disiang hari pukul satu siang, mereka juga bisa menikmati pertunjukan yang dinamakan Joget Bumbung. Raisya dan para sahabatnya itu sangat menikmati pertunjukan yang di gelar sambil beberapa kali mengambil gambar dan berselfi ria. Cukup lama mereka berada disana, namun ternyata masih ada pertunjukkan lagi. Yaitu pertunjukan Tari Kecak khas Bali. Mereka sungguh sangat menikmatinya.
***
Hari sudah menjelang malam, perut mereka pun kini sangat lapar, dan memutuskan untuk mencari restoran terlebih dahulu sebelum kembali ke resort. Kali ini Raisya sangat ingin makan nasi goreng. Entahlah hanya ingin saja. Merekapun terpaksa mencari rumah makan yang menyediakan menu nasi goreng.
Tak perlu waktu lama merekapun sampai di tempat yang dituju. Suasana rumah makan ini tak hanya menu nasi goreng, namun seperti ayam atau ikan bakarpun tersedia. Mereka langsung saja memesan sesuai apa yang diinginkan.
“Kapan lagi yaa Kita bisa kayak gini” ucap Ocha.
“Ini dulu dikelarin, selanjutnya kan bisa kapan-kapan lagi” jawab Leon.
“Iya selanjutnya bayar sendiri yaa kalau mau liburab bareng lagi” ucap Raisya dengan sewot.
“Lo gak iklas traktir Kita liburan?!” sanggah Bams.
“Iklas lah Gue! Rela-rela nih patungan sama laki sendiri buat bisa liburan bareng kalian” jawab Raisya.
“Oh yaa. Lo sekamar sama Rina sama Ocha kan?” tanya Raisya lagi pada Risa.
“Yaiyalah emang Gue mau sama siapa lagi kalo bukan sama mereka” ucap Risa.
“Gue kira Lo mau sekamar sama Reno” ucap Raisya dengan santai.
“Belum sah woy!” ucap Reno.
“Makanya di Sah kan Ren, biar bisa bobo bareng” goda Ocha.
“Tenang aja. Lulus langsung Gue halalin” ucap Reno asal.
“Mulutnyaaa!!” ucap Risa. Yang lainnya pun hanya tertawa hingga akhirnya lesanan merekapun datang.
Merekpun menikamati hidangan yang sudah disuguhkan sambil sesekali melempar candaan. Begitulah mereka, dimanapun dan kapanpun selalu rusuh dan ribut. Sama sekali tak ada rasa jaim sedikitpun. Sampai akhirnya mereka selesai dan kini waktunya mereka kembali ke resort untuk beristirahat karena lelah.
.
.
.
.
.
.
.
.
Halooo .. Author udah Update lagi yaa 😄😄
Ingat jangan Lupa Like dan Komennya.
Kira-kira bisa gak yaa episode ini sampai 100 Like 😂😂
Kalo bisa Aku Up lagi deeh 😆😆
Terimakasih sudah membaca 🙏❤