My Rival Is My Love

My Rival Is My Love
Kakak Ipar



Kini Kevin dan Raisya sudah berada diapertemen mereka. Seperti biasa setelah mandi dan berganti pakaian Raisya bergegas kedapur untuk memasak makan malam. Kevin hanya dikamar berkutat dengan laptopnya.


Ditengah-tengah Raisya sedang asyik memasak, tiba-tiba bel berbunyi.


Ting tong !!!


Segeralah Raisya menghentikan aktifitas memasaknya dan menuju ruang tamu untuk membukakan pintu. Begitu Raisya membukakan pintu betapa terkejutnya dia melihat sosok yang sangat dia rindukan.


"Bang Rayy !!!" Teriak Raisya dan langsung menghambur kedalam pelukan Abangnya.


"Abang, Raisya kangeen" rengeknya lagi dan tanpa sadar air matanya sudah menetes.


Kevin yang juga mendengar bel dan mengetahui kalau ada yang datang segera menyusul kedepan, dan dia melihat istrinya sudah dalam pelukan sang Abang.


"Bang Ray? Apa kabar?" Sapa Kevin yang sudah ada diruang tamu bersama mereka.


"Hai Vin. Abang baik dan sehat. Kalian gimana ? Mau sampai kapan Abang berdiri didepan pintu seperti ini hem?" Ucap Bang Ray.


Menyadari ucapan sang Abang Raisya langsung menarik tangan Abangnya untuk masuk kedalam. Namun langkahnya tertahan karena sang Abang berhenti dan berbalik kebelakang.


Raisya pun bingung, namun kebingungannya terjawab karena ternyata Abangnya membawa seorang perempuan yang terlihat tak jauh berbeda dengan usia Abangnya. Perempuan itupun tersenyum manis ketika berhadapan dengan Raisya.


"Dek, kenalkan dia Vita, calon istri Abang" ucapan sang Abang sontak membuat Raisya terkejut.


"Apa?!!" Pekik Raisya sangking terkejutnya.


"Eh maksudnya, mari Bang, Mba masuk dulu" lanjutnya lagi berusaha menenangkan keterkejutannya.


"Kenalkan Aku Vita" sapa perempuan itu dengan sopan dan bergantian menyalami Raisya dan Kevin.


"Bang.. serius Abang mau nikah?" Tanya Raisya yang masih penasaran.


"Iya Dek, masa Abang bohong sih" jawab Rayes.


Seketika senyum bahagia terukir diwajah Raisya dan dia kembali menghambur kedalam pelukan sang Abang.


"Bang, Raisya seneng banget denger kabar bahagia ini. Tapikan Abang masih kuliah?" Ucap Raisya yang masih dalam dekapan sang Abang.


"Kan bisa sambilan Dek. Nikah sambil kuliah. Lagian juga sebentar lagi Abang lulus. Hehe" jawab Rayes sambil terkekeh.


"Abang kapan pulang? Kenapa gak ngasih kabar dulu? Terus udah ketemu sama Papi dan Mami belum? Terus bawa oleh-oleh gak buat Aku?" Tanya Raisya secara beruntun membuat Abangnya berdecak kesal namun gemash dengan tingkah Adiknya ini.


"Satu-satu bisa gak sih Dek nanya nya? Pusing Abang" jawab Rayes.


"Abang baru nyampe tadi pagi langsung kerumah Mami sama Papi. Gak ngasih kabar Kamu karena mau kasih kejutan. Dan untuk oleh-oleh sudah Abang siapkan." Lanjutnya lagi menjawab pertanyaan Raisya.


"Makasih Bang Ray!!" Jawab Raisya mengeratkan pelukannya.


"Ehem !! Syaa, lupa yaa kalau sudah ketemu sama Abangnya" Kevin berdehem membuyarkan suasana temu kangen Raisya dengan Abangnya. Raisya hanya cengar cengir saja.


"Ohyaa.. Mba Vita kok mau sih sama Bang Ray?" Tanya Raisya yang kini beralih duduk disamping Vita calon istri Abangnya. Vita yang mendapat pertanyaan itu hanya tersenyum.


"Yaa maulah orang Abang ganteng gini" bukan Vita yang menjawab tetapi sang Abang yang menjawab dengan penuh percaya diri.


"Pede banget sih Bang!" Saut Raisya dan kembali beralih pada Vita.


"Mba Vita, Bang Ray itu playboy, ceweknya banyak dimana-mana. Jangan mau deh ditipu sama playboy macam Bang Ray" canda Raisya yang sontak membuat sang Abang membulatkan matanya.


"Dek, sembarangan Kamu kalau ngomong!" Sergah Rayes yang tak terima dengan ucapan Adiknya.


Bisa-bisanya sang Adik menjelek-jelekannya didepan calon istrinya. Dan Vita hanya tersenyum melihat tingkah Adik calon suaminya ini, dan merasa gemash karena menggoda calon suaminya.


"Tau gak Mba, selain dia playboy, dia tuh tukang koleksi film biru, hati-hati aja Mba, mending cari yang lain deeh daripada sama Bang Ray, Mba Vita cantik pasti banyak cowok yang antri!" Cerocos Raisya panjang lebar.


Pletakk!!!


Sentilan cantik mendarat dikening Raisya dan pelakunya siapa lagi kalau bukan sang Abang yang sudah merasa kesal dengan tingkahnya.


"Sakit Bang!!" Pekik Raisya seraya mengusap keningnya.


"Mulut mu Dek, sembarangan kalau ngomong! Vit, jangan percaya yaa sama nih anak, mulutnya emang kek gini gak pernah disaring kalau ngebacot!" Ucap Rayes dengan sedikit khawatir kalau-kalau calon istrinya terpengaruh.


"Tuh liat Mba, sama Adiknya aja main sentil jidat seenanknya!" Adu Raisya pada Vita.


Vita hanya tersenyum melihat perdebatan adik kakak di hadapannya. Sedangkan Kevin hanya menggelengkan kepala melihat kejahilan istrinya.


"Sudah sudah, Aku percaya sama Kamu Mas, Kamu kan jomblo tulen sebelum ketemu sama Aku, Aku malah ngiranya Kamu itu homo bukan playboy" jawab Vita.


Ffuupptttthh.... wahahahahaa.....


Raisya dan Kevin kompak tertawa terbahak-bahak mendengar perkataan Vita.


"Bang, niat baik kan cuma jelek-jelekin kalau playboy, ehh tau nya malah dikira homo. Sadiss sih. Haha" ucap Raisya mendukung ucapan Kevin.


"Dasar kalian tuh yaa, tertawa diatas penderitaan orang" celetuk Rayes yang merasa kesal dengan ulah Adik kesayangannya dan adik iparnya.


"Yaudah kalau gitu Raisya buatin minum yaa, sekalian mau lanjut masak buat makan malam, Abang makan malam disini ya. Pleasee!!" Ucap Raisya memohon, setelah menyudahi kejahilannya pada sang Abang.


"Malas ah! Abang ngambek!!" Jawab Rayes pura-pura merajuk dengan memanyunkan bibirnya.


"Dih! Ingat-ingat umur bang kalau mau ngambek!" Balas Raisya.


"Kalau gitu Mba bantuin masak boleh?" Tawar Vita.


"Boleh ajasih kalau gak ngerepotin Mba Vita" jawab Raisya.


"Gak kok, yukk!" Ajak Vita.


Raisya pun dengan semangat mengajak calon kakak iparnya menuju dapur, sesekali dia menjulurkan lidah kearah sang Abang untuk mengejek karena calon istrinya meninggalkannya.


"Gini nih enaknya punya Kakak cewek, bisa diajak masak sama-sama. Vin Kamu temenin Abang gih, kasian!" Ucap Raisya dengan santai.


Kevin hanya mengacak rambut Raisya dengan gemash lalu menuju ruang tamu menemani Kakak iparnya. Rayes pun sebenarnya merasa senang melihat kedekatan calon istrinya dengan Adik kesayangannya itu.


Vita yang merasa diterima oleh calon adik iparnya merasa sangat senang, meskipun dia tau kalau ternyata adik pacarnya ini sangat usil. Awalnya dia kira Adik pacarnya akan protes atau tak suka padanya, ternyata malah sebaliknya. Dan juga Vita merasa senang karena dia merasakan mempunyai adik perempuan. Begitupun dengan Raisya yang memang mudah akrab dengan siapa saja, dia bahagia karena sang Abang akhirnya menemukan perempuan yang bisa memikat hatinya, mengingat Abangnya yang sangat selektif dan berhati-hati dalam memilih pasangan, makanya dia menyandang status jomblo tulen sebelum bertemu dengan Vita. Oleh sebab itu Raisya sangat bahagia ketika tau Abangnya langsung memutukan untuk menikah.


Kevin dan Rayes kini berada di ruang tv sedang duduk santai sembari mengobrol membahas apa saja, sambil menikmati kopi dan cemilan buatan Raisya. Sedangkan Raisya dan Vita kembali berkutat didapur untuk memasak makan malam mereka sembari mengobrol agar lebih akrab.


"Mba, ketemu sama Bang Ray dimana?" Tanya Raisya membuka obrolan mereka.


"Mba satu universitas di London, cuma beda jurusan aja. Mba blesteran Sya, Mama asli indo dan Papa Asli orang London sana." Jawab Vita.


"Oohhh.. berarti kalau nanti Mba nikah sama Bang Ray, ikut tinggal disini donk?"


"Iya, Mba kan sudah jadi istri nanti, jadi ya harus selalu ikut suami. Lagipula Mba juga lahirnya disini, seneng rasanya balik lagi ketanah kelahiran."


"Terus orangtua Mba gakpapa ditinggal disana?" Tanya Raisya lagi.


"Gakpapa, kan liburan bisa pulang kesana, ada Kakaknya Mba juga kok disana yang jagain ortu Mba" jawab Vita sambil tersenyum.


"Ish Aku kok kepo yaa sama pertemuannya Mba Vita sama Bang Ray. Hihi.. ceritain donk Mba" bujuk Raisya.


"Haha dasar Kamu yaa.. tapi awal Mba ketemu sama Abang Kamu itu gak akur looh.. kesannya kayak musuhan gitu, soalnya Abang Kamu itu kalau dikampus beh muka songong nya itu pen ditampol. Wkwkw" jawab Vita tertawa mengingat pertemuannya denga Rayes.


"Hahahaa... emang iya Mba kalau muka songong nya dia itu gak bisa hilang. Ngeselin! Tapi kok bisa diajak nikah?" Tanya Raisya yang makin penasaran.


"Yaa waktu itu ada suatu kejadian dimana dia nolongin Mba, dan lambat laun hubungan Kita membaik, gak pernah berantem lagi, dan karena Kita semakin akrab yaa memang Mba punya perasaan sama Abang Kamu, gak nyangka aja dia ternyata juga sama, bukan ngajak pacaran,eh tapi malah langsung lamar Mba, hehe" jelas Vita sembari mengingat moment calon suaminya itu melamarnya dengan romantis.


"Bisa romantis juga yaa tuh sikunyuk sekali dapet cewek langsung dilamar" ucap Raisya.


"Bang Ray sepertinya beruntung bisa dapetin Mba Vita, buktinya dia langsung ngajak nikah tanpa embel-embel mau pacaran, asal Mba tau yaa.. Bang Ray itu susah dideketin cewek, dia bilang cewek itu ribet, pacaran itu ribet. Padahal dulu kalau sering jalan sama Bang Ray terus ketemu sama temen ceweknya dia mah cuek-cuek aja gak peduli sambil pasang muka songongnya. Tapi sebenarnya dia itu baik kok Mba, menghargai perempuan, tapi yaa gitu, yang Raisya tau kebanyakan yang deketin Bang Ray itu keyak cabe-cabean kegenitan." Lanjut Raiysa.


"Malahan Mba yang beruntung dipertemukan sama Abang Kamu, dia itu sosok yang bertanggung jawab, yaa semakin mengenalnya semakin tau sisi lain dari Abang Kamu" ucap Vita sambil tersenyum.


Raisya yang mendengarnya sangat bahagia dan hanya membalas dengan senyuman, dia hanya berharap semoga sosok perempuan disampingnya ini adalah jodoh yang terbaik dari Tuhan untuk Abang kesayangannya. Merekapun kembali fokus memasak.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


#tbc..


Jangan lupa berikan dukungannya yaa dengan memberikan Vote kalian dengan poin.. biar Author makin semangat lanjutin ceritanya...


Terima Kasih πŸ™β€