My Rival Is My Love

My Rival Is My Love
Curhatan Para Ledies



"Gais, Gue mau curhat nih..." ucap Risa lewat sambungan video call.


Raisya dan kedua sahabat cantiknya itu kini telah melakukan video call, meskipun masih sering ketemu disekolah namun mereka selalu menyempatkan waktu senggang ketika dirumah untuk saling curhat atau hanya mengobrol. Apalagi jika di hari libur dan tidak punya rencana kemana-mana.


"Mau curhat apaan nih? Tumben?" Tanya Raisya.


"Iyanih.. curhat aja. Kita pendengar setia kok" timpal Ocha dan diangguki Raisya.


"Tapi kalian janji yaa jangan ketawain Gue. Gue malu banget sumpah! Gue bingung harus gimana" curhat Risa.


"Janji!!" Ucap Raisya dan Ocha bersamaan.


"Emmhh... si Reno nembak Gue..." ucap Risa dengan gugup.


"What?!! Demi apa Ris?! Lo gak bohong kan?" Tanya Ocha dengan heboh.


"Gak bohong Gue. Ngapain juga Gue bohong!" Cibir Risa.


"Terus masalahnya sekarang apa?" Tanya Raisya yang menatap layar ponselnya.


"Gue bingung Sya, menurut kalian gimana?" Risa bertanya pada dua sahabatnya itu.


"Yaa terima aja kenapa sih? Kan Lo juga suka sama Reno" celetuk Ocha.


"Tapi Gue bingung Gaiss.. Gue masih ragu sama si Reno" jawab Risa dengan nada memelas.


"Lo ragu kenapa sih? Lo suka sama dia, dan ternyata dia bales rasa Lo dengan nembak Lo langsung, dimana keraguannya?" Ucap Raisya mengintrupsi kegelisahan Risa.


"Lo pada kan tau Reno dan temen-temennya termasuk suami Lo banyak fans nya. Banyak yang tergila-gila sama mereka, Gue gak sanggup Sya kalo harus jadi bahan bullyan lagi. Cukup dulu sama si Karin aja" jelas Risa dengan wajah murungnya.


Raisya dan Ocha pun terdiam mendengar penuturan dari Risa. Memang Risa dulu sempat menjadi bahan bullyan oleh Karin and the genk nya itu. Kalau saat itu tidak ada Raisya mungkin sampai sekarang Risa tidak akan tenang menikmati masa sekolahnya.


"Gue tau Ris rasa trauma Lo, tapi coba deeh Lo liat Gue? Lo tau kan seberapa famousnya si Kevin disekolah? Gue kesel sih emang sama perempuan lain yang deketin dia. Dan Lo inget kan Gue pernah diserang sama Karin gara-gara dekat sama Kevin. Tapi itu hanya sekedar pembelaan dari Gue aja karena dia yang deluan mulai. Dan Lo harus tau, kalau Gue emang yakin dan percaya sama Kevin, mau sebanyak apa perempuan yang cari perhatian kedia, dia mah tetep milik Gue" jelas Raisya dengan bangga.


"Tapi kan hubungan Lo sma Kevin ada ikatan yang sah Sya. Lah Gue?? Kalau Gue terima Gue cuma pacar dia doank kan yang kapan saja bisa putus" Ucap Risa yang masih dengan nada sedihnya.


"Ris, mau pacaran apa sudah nikah, yang terpenting itu Lo harus yakin sama hati Lo, dan Lo harus bisa percaya sama Reno. Gue yakin Reno orangnya dapat dipercaya." Ocha menimpali memberi saran.


"Kapan lagi coba Lo kek gini? Lo punya perasaan trus di bales, apa kabar dengan Gue yang gak pernah dapet balesan. Jangankan dapet balesan, dilirik aja kagak" lanjut Ocha dengan cengengesan.


"Ck ck ck... siapa sih Cha yang berani PHP in sahabat Gue satu ini?!" Tanya Raisya penasaran.


"Sebenernya Gue gak di PHP in sih. Si doi aja yang kagak tau sama perasaan Gue" jawab ocha dengan cengiran khas nya.


"Beneran si doi kagak tau? Denger yaa .. kalo sampai ada yang PHP in kalian, bakal berhadapan sama Gue!" Icap Raisya dengan bangga.


"Iya incesss....hahaha" jawab Risa dan Ocha bersamaan kemudia mereka bertiga tertawa.


"Lagipula nih yaa.. kita cewek Sya, yang harusnya dikejar bukan mengejar" sambung Ocha.


"Tapi kalau Lo pendem mulu juga gak nyaman beb, lebih baik diungkapin kan, dikeluarin daripada ganjel di hati. Yang ada diri sendiri yang susah" jelas Raisya.


"Gue mah gengsian Sya, wkwkw" saut Ocha.


"Gak perlu gengsi. Toh kita cuma ungkapin apa yang ada di dalam hati Kita kan, bukam brati kita ngejar laki-laki" ucap Raisya yang kini sedang menyantap buah apel.


"Jadi gimana donk?" Tanya Risa kembali ke topik utama.


"Gue tanya dulu, Lo di tembaknya kapan?" Tanya Raisya.


"Emhhh udah lama sihh.." jawab Risa gugup.


"Yaa berapa lama?" Tanya Ocha mewakili.


"Dari dua minggu yang lalu..." cicit Risa karena sepertinya sahabatnya itu akan terkejut.


"What!!!" Benar saja kan. Raisya dan Ocha tersentak mendengarnya.


"Dan dia masih nunggu jawabannya sampai sekarang?" Tanya Ocha dan hanya di angguki Risa.


"Berarti dia beneran tulus Ris sama Lo..." tutur Raisya.


"Yaudah terima aja Ris, sebelum dia berubah pikiran dan menarik kata-katanya gegara Lo gantungin kelamaan." -Ocha


"Coba aja deh dulu Lo jalanin sama Reno. Siapa tau nyaman" -Raisya


"Iyaa.. kalau Lo nyaman yaa Lo lanjutin aja. Tapi kalau ada yang gak sreg sama hati Lo kedia ya jangan diterusin" -Ocha


"Iya Ris, jalanin aja dulu tapi jangan terlalu baper ntar takut ujung-ujungnya Lo sakit hati Gamon deeh.. wkwkw" -Raisya


"Kayak Lo gak baperan aja Sya" -Ocha


"Gue bapernya cuma sama Kevin suami Gue kali!" -Raisya


"Iya deh iyaa yang sudah sah" -Ocha


Mereka bertiga pun kembali tertawa. Tak lama Kevin masuk kedalam kamar dan melihat istrinya itu memakan buah apel sambil melihat ke layar ponsel. Terdengar suara dari ponsel istrinya, Kevin pun menghampiri.


"Oh lagi video call, hai Risa Ocha" sapa Levin sambil melambaik kan tangannya ke arah ponsel Raisya yang menampilkan wajah kedua sahabat istrinya.


"Halo Viin!" Saut mereka berdua.


"Ih Vin ini kan punya Gue, udah Gue gigit juga!" Cegah Raisya namun Kevin tak peduli.


"Gakpapa kali bekas gigitan istri sendiri" balas Kevin dengan cuek dan masih melahap buah apelnya hingga habis.


"Kok di habisin siih?!" ucap Raisya dengan kesal dengan mengerucutkan bibirnya.


"Kan masih banyak di kulkas sayang.." jawab Kevin dengan lembut sambil mencubit pipi istrinya denan gemash.


Lantas pemandangan itu membuat seseorang yang ada layar ponsel melengos kesal melihat pemandangan yang seharusnya tidak mereka lihat.


"Woyyy!! Haloooo!! Tolong hargain yang jomblo ini donkk.. Gue berasa nonton drama romantis" canda Ocha dengan nada sewot.


"Makanya cari sana! Betah amet jadi jomblo" balas Raisya dengan cengengesan.


"Ckck. Si doi aja gak peka! Gimana mau dapat gebetan" -Ocha


"Yaa Lo ungkapin donk Chaa, seperti saran Raisya tadi. Yakan Sya?" -Risa


"Tau tau yang tinggal kasih jawaban, yang suka diam-diam ternyata di bales sama si doi" -Ocha


"Kalian lagi sesi curhat nih?" Tanya Kevin.


"Ya biasa lah Vin namanya juga perempuan, saling curhat itu wajar apa lagi masalah cowok" -Ocha.


"Kamu curhatin Aku sama mereka?" Tanya Kevin yang menoleh pada Raisya.


"Gak yaa! Mereka yang curhat noh! Yang satu bingung harus gimana habis di tembak si doi. Yang satu mendem perasaan doank tanpa si doi tau, jadi berasa kek di gantungin" jelas Raisya dan Kevin hanya ber o ria.


"Kalau saran Gue yaa, jangan di pendem deeh, ntar galau sendiri. Mending di ungkapin, masalah di bales apa enggak nya itu belakangan, yang penting unek-unek kita di hati itu udah dikeluarin semua. Buat yang di tembak sama si doi, kenapa harus bingung? Kalau kalian saling suka kenapa gak dijalanin aja dulu, biar lebih mengenal satu sama lain. Masalah lain itu jangan dipikirin, selama kalian jalanin berdua dan sama-sama yakin" ucap Kevib memeberi saran.


"Vin Lo kemasukan jin apaan?" Tanya Ocha.


"Baru ini denger si Kevin bahas cinta-cintaan" timpal Risa.


"Kalian tuh yaa, di kasih saran masih aja di protesin" sergah Kevin.


"Ternyata suami Gue bisa bijak juga Gais masalah ginian" saut Raisya.


"Kayak Lo gak aja Sya! Kalian tuh sama tau gak?! Sama-sama mulai bucin" Cibir Ocha.


"Dih apaan?! Kalian noh yang bucin" ucap Raisya tak terima.


Kedua sahabatnya hanya bersecak kesal. Namun mereka semua kembali tertawa, Kevin pun sekarang juga mulai akrab dengan Risa dan Ocha. Jadi mereka sudah tidak canggung lagi jika sedang mengobrol.


"Eh gais.. udahan dulu yaa.. udah malem nih, sampe ketemu besok di sekolah" ucap Risa yang ingin mengakhiri obrolan mereka.


"Yaudah deeh, jangan lupa Ris kasih jawaban! Jangan di gantungin kelamaan kasian hati orang" saran Raisya.


"Iye iye..." balas Risa.


"Gue juga mau bobo cantik gaiss. Sampai ketemu besok yaa" saut Ocha yang sudah terlihat menguap.


"Babay gais...." ucap Raisya melambaikan tangannya ke layar ponsel.


"Bay Kevin, bay Incess" jawab kedua sahabatnya itu bergantian. Lalu masing-masing mematikan sambungannya.


"Udahan ngegosip nya?" Tanya Kevin.


"Gak gosip gak gibah, cuma curhat doank" jawab Raisya.


"Yaudah bobo yuk" ajak Kevin yang sudah menarik tangan Raisya menuju tempat tidur.


Kini mereka pun berbaring di bersama karena memang sudah merasa ngantuk, saling memeluk satu sama lain dan memberikan kecupan dibibir tanda ucapan selamat tidur sebelum menembus alam mimpi.


.


.


.


.


.


.


.


.


Segini dulu ya gaiss..


Makasih yang masih setia nunggu episodenya πŸ™β€


Jangan lupa LIKE dan VOTE nya yaa gaiss 😘❀


Baca juga yaa novel kedua ku judulnya "LOVE IS YOU" ada di karya Ku.


TERIMAKASIH πŸ™β€