
Bel istirahat pun berbunyi. Kini Rina ingin menghampiri Kakak dan teman-temannya, namun sebelum dia beranjak dari kursi sudah dicegah deluan oleh Karin and the genk nya itu.
BRAAKK!!
Karin menggebrak meja Rina namun Rina tidak sama sekali terkejut dan tetap santai.
"Lo anak baru songong banget!" Seru Karin.
"Ada masalah apa ya?!" Ucap Rina dengan sok polos.
"Lo sengaja kan tadi injek kaki Gue!" Geram Karin.
"Gue gak liat ada kaki Lo disitu, lagian juga orang mau lewat baik-baik kaki Lo gak diminggirin. Keinjek kan jadinya" balas Rina dengan santai.
"Lo berani sama Gue?!"
"Apa?! Lo mau nampar Gue?! Heh! Beraninya keroyokan main fisik! Cih!" Rina berdecih membuat Karin semakin geram.
Karin ingin melayangkan tamparan untuk Rina, namun Rina lebih cepat menangkapnya dan menguncinya kebelakang tubuh Karin. Sehingga membuat Karin menjerit menahan sakit ditangannya.
"Lo berani maju, Gue patahin tangan dia!" Seru Rina yang membuat kedua teman Karin menciut.
"Dan Lo! Jangan coba-coba berani nyentuh Gue! Lo pikir Gue takut sama Lo hah!" Lanjutnya lagi dengan menekankan semua kalimat yang dia ucapkan untuk Karin.
"Lepas!!" Ucap Karin meronta-ronta.
Rina pun melepaskannya dengan kasar membuat Karin terpental kearah temannya. Karin yang masih kesakitan hanya mengelus-ngelus pergelangan tangannya. Rina pun melewati dan meninggalkan mereka dengan menunjukkan senyum devil nya yang membuat ketiganya seketika menciut.
Huh! Mau ngebully Gue? Jangan mimpi!! Ucap Rina dalam hati sambil berjalan keluar kelas. Ingin menuju kelas Kakaknya.
Karin yang melihat itu hanya berdecak kesal.
________________________________________
Sementara dikantin Raisya dan para sahabatnya sudah duduk semeja menikmati minuman dan cemilan ringan dengan sesekali tertawa sambil menunggu yang lain. Siapa lagi kalau bukan Reno dan Bams, karena mereka tidak sekelas.
Tak lama Bams dan Renopun menghampiri mereka dengan Rina yang sudah menggandeng lengan Reno. Pemandangan itu sontak membuat mata Risa membulat sempurna karena terkejut.
"Kak Leoon!!!" Seru Rina dengan heboh karena melihat Leon dan kini dia ingin berlari memeluk Leon.
"Haiiii!!" Sapa Leon yang sudah melebarkan kedua tangannya siap menerima pelukan dari Rina.
Namun kerah baju Rina ditahan oleh Reno sehingga langkah gadis tersebut tersentak mundur. Leon yang melihat hanya melengos kesal. Begitupun dengan Rina yang sudah memasang wajah cemberut.
"Ih apa-apaan siih. Kan Aku juga kangen sama Kak Leon! Tadi mau meluk Kak Bambang gak boleh sekarang meluk Kak Leon juga gak boleh!" Gerutu Rina kesal.
"Ya gak usah peluk-peluk juga kali!! Jaga sikap Kamu ini bukan di London" saut Reno.
"Are you jelous?" Tanya Rina.
Ukhukk.. Ukhukk!!
Seketika Risa terbatuk membuat semua sahabatnya memperhatikannya. Ocha sudah menyodorkannya minuman yang langsung diminum oleh Risa.
Rina yang melihat Risa terbatuk menjadi heran dan melihat kearah Raisya. Raisya pun memberi kode padanya dengan mengedipkan sebelah matanya lalu memandang Risa dan Rina bergantian. Seakan paham dengan maksud Raisya muncullah ide konyol dalam otaknya.
"Kak Ren, makan yaa Aku laper.." ucap Rina dengan manja pada Reno.
"Yaudah Kamu duduk dulu. Aku pesanin bakso yaa.." jawab Reni sambil mengacak gemas rambut adiknya.
"Thanks Kakaku sayang.." balas Rina.
Ukhukk ukhukk..!!
Risa pun terbatuk lagi mendengar percakapan dan tingkah yang tak biasa dari kedua orang tersebut. Dengan cepat Raisya dan Ocha menyodorkannya minuman. Raisya hanya tersenyum geli melihat tingkah sahabatnya yang sudah dipastikan salah paham dengan Reno. Sedangkan Ocha yang sama sekali tak paham mengenai kondisi hanya menautkan kedua alisnya heran dan bingung. Oleh sebab itu lebih memilih diam menjadi penonton.
Rina duduk disebelah Raisya tepat didepan Risa. Reno dan Bams pergi membelikan pesanan para sahabatnya. Rina tersenyum senang dan wajahnya selalu terlihat ceria.
"Kak Raisya!!" Sapa Rina dengan manja begitu duduk disebelah Raisya. Raisya hanya tersenyum.
"Lo kenal dia Sya??" Tanya Ocha yang melihat keakraban sahabatnya pada orang asing.
"Ehh kenal, dia anak baru. Kenalin dia Rina soda...."
"Pacar Reno dari London" ucap Rina menyela ucapan Raisya sambil menyodorkan tangan ingin memperkenalkan diri.
Ukhukk ukhukk!!
Lagi-lagi Risa terbatuk saat menyesap minumannya.
"APAAA!!!" seru Ocha karena terkejut.
"Gilak si Reno! Udah punya pacar di London masih aja berani nembak Risa!!" Lanjutnya lagi dengan wajah yang sudah emosi.
"Hah??? Gak salah Reno nembak cewek? Siapa tadi? Risa? Serius ?" Ucap Leon yang juga sedikit terkejut dengan apa yang dikatakan Ocha.
Risa hanya terdiam mencerna perkataan gadis didepannya yang mengaku pacar dari orang yang sempat mengungkapkan perasaan padanya dan mengatakan akan menunggunya. Tapi nyatanya dia sudah mempunyai pacar, untuk apa mengajaknya pacaran juga. Playboy! Kata itulah yang menggenang dipikirannya.
"Gue deluan! Gak mood makan!" Risa berdiri dan bergegas meninggalkan kantin.
"Ris !!" Ocha ingin menyusul tapi dicegah oleh Raisya.
"Udah diem disini, dia butuh waktu sendiri" saut Raisya.
"Tapi kan Sya..." ucapannya terputus karena Raisya menyuruhnya kembali duduk.
"Lo kenapa sih? Jelas-jelas Risa lagi sakit hati Lo diem aja!" Geram Ocha pada Raisya yang masih terlihat santai.
Sedangkan Leon dan Kevin hanya menonton drama yang dibuat oleh Raisya dan Risa. Ocha masih merasa kesal dan dia menatap Risa dengan pandangan tidak suka. Sedang kan Risa tetap santai dan selalu mengumbar senyumannya memasang wajah tak bersalah. Tak lama Reno dab Bams datang membawa nampan yang berisikan makanan dan minuman pesanan para sahabatnya.
Reno duduk disebelah Rina dan Bams duduk didepannya disebelah Ocha.
"Bebeb Ocha kenapa sih mukanya cemberut? Ntar cantiknya hilang loh" goda Bams pada Ocha yang memang wajahnya sedang cemberut.
"Nih baksonya. Udah lama gak makan bakso kan?" Ucap Reno pada Rina.
"Iyaa!" Jawab Rina dengan senang.
"Kak suapin donk!" Pinta Rina pada Reno dengan manja.
"Haissh!! Kamu ini udah besar masih aja manja sama Aku" keluh Reno namun tetap dilakukan.
"Kan udah lama gak ketemu.." jawab Rina dengan manja.
"Eh gais. Risa mana?" Tanya Reno yanh sadar kalau Risa tidak ada di sana bersama mereka.
"Lo pikir aja sendiri!!" Jawab Ocha dengan ketus.
"Lo kenapa sih? Lagi PMS ?" Ucap Reno menanggapi Ocha dengan asal.
"Dasar playboy cap kecoa bunting!! Gakusah lagi kejar-kejar sahabat Gue!" Geram Ocha.
"Kenapa sih? Ada apa ini? Risa mana?" Tanya Reno yang memang tak mengerti dengan apa yang sedang terjadi.
"Udah pergi katanya gak mood makan" saut Leon dengan santai.
"Tumben kenapa?" Tanya Reno.
"Gakusah tanya-tanya! Lo urus aja nih pacar Lo yang dari luar negri ini!" Saut Ocha dengan ketus pada Reno sambil menunjuk Rina.
Rina yang sadar dengan kondisi yang tidak memungkinkan untuknya perlahan berdiri dan menggeser tubuhnya menyelip diantara Raisya dan Kevin karena ingin bersembunyi dari amukan Kakaknya yang sebentar lagi akan meledak.
"Apa?? Pacar?! Pacar apa sih maksud Lo!" Tanya Reno yang masih bingung. Dan melihat Rina sudah bersembunyi diantara Raisya dan Kevin dengan semyum lebarnya dan mengacungkan dua jarinya membentuk V .
"RINAAAA!!!" Teriak Reno yang sudah paham dengan kejahilan saudara kembarnya itu. Bergegas ingin menghampiri namun dihalangi Raisya.
"Lo tenang dulu, mending Lo susul Risa. Gue tau dia pasti ada ditaman belakang sekolah" Saran Raisya pada Reno.
Dengan tatapan kesal pada Rina, Reno pun bergegas mencari Risa ditaman belakang sekolah.
"Udah aman! Lo juga sih pake ngaku pacarnya Reno" ucap Raisya pada Rina yang hanya cengengesan.
"Ya gakpapa Kak, sekali-sekali jahilin Kak Reno sama gebetannya. Siapa tau habis ini jadian. Kak Raisya juga dukung aja kan tadi?" jawab Rina.
"Iya kalo jadian. Kalau tambah runyam gimana?!" Saut Leon yang mengerti dengan keadaan.
"Gampang itu mah ada Rina yang akan menuntaskan!" Jawab Rina dengaj bangga.
"Ini ada apaan sih dari tadi gak paham Gue" saut si Bams yang masih bingung.
Ocha pun juga menjadi bingung dengan apa yang terjadi. Terlebih mendengar percakapan Raisya dan Rina.
"Sya! Lo bisa jelasin gak sih?!" Tanya Ocha yang masih dalam keadaan kesal.
"Huuhhh!!! Iya iya Gue jelasin. Dia ini saudara kembaranya Reno" jawab Raisya.
"APAA!!!" Teriak Ocha karena terkejut.
"Cha! Lo tuh bisa gak sih gak pake teriak!! Santay aja woyy!!" Saut Leon yang sudah menggosok-gosok telinganya. Begitupun dengan Bams yang berada disampingnya.
Kevin hanya diam sambil menggelengkan kepalanya yang tak habis pikir dengan apa yang dibuat oleh istrinya dan juga adik sahabatnya itu.
"Apa-apaan sih? Serius? Kembar?" Tanya Ocha yang masih bingung.
Ocha langsung menatap Rina dengan intens. Memang dari mata dan bentuk wajah mereka sangat mirip, tapi gender dan sifatnya lah yang membedakan keduanya. Rina yang merasa diperhatikan hanya tersenyum manis pada Ocha.
"Serius ini kembarannya Reno?!" Tanya Ocha memastikan lagi apa yang dia ketahui.
"Iya Kak. Kakak namanya Ocha kan?" Jawab Rina dengan riang.
"Heh? I.. iyaa" jawab Ocha yang masih dengan tak percaya dengan apa yang dia tau sekarang.
"Terus kenapa tadi bilangnya pacarnya Reno?" Tanya Ocha dengan tatapan heran.
"Hehe.. becanda doank. Habisnya gemesh liat Kak Risa yang lama kasih jawaban sama Kak Reno" jawab Rina santai.
"Astagaaahh!! Kepala Gue hampir mau meledak tau gak" keluh Ocha.
"Udah tau kan sekarang? Tenang yaa.. sekarang makan tuh bakso Lo ntar mubazir." Ucap Leon menenangkan Ocha yang duduk disebelahnya. Ocha hanya berdecak kesal.
"Jadi Lo tau kalo ini drama nya mereka?" Tanya Ocha pada Leon dan Kevin.
"Gue mah nonton aja gak mau ikutan" jawab Leon.
"Ya sama aja Gue juga nonton doank" timpal Kevin.
"Ini ada apa sih?" Tanya Bams dengan polos yang masih bengong dan bingung dengan situasi.
Huhffff...
Serempak menghelakan nafas mereka melihat Bams yang masih belum paham juga.
.
.
.
.
.
Tbc
Jangan Lupa LIKE ❤❤