My Rival Is My Love

My Rival Is My Love
Pertamakalinya



Haripun sudah semakin malam dan acara pun juga sudah selesai, para tamu dan keluarga sudah pulang kerumah masing-masing, termasuk orangtua Kevin. Kevin akan tinggal malam ini dirumah Raisya, karena bagaimana pun Kevin dan Raisya sudah Sah menjadi sepasang suami istri, apalagi ini adalah malam pengantin mereka, yaa... walaupun mereka gak akan ngapa-ngapain :v


Kini Kevin sudah berada dikamar Raisya duduk di pinggir ranjang, sedangkan Raisya duduk didepan meja riasnya sambil menghapus makeup dan melepaskan beberapa hiasan dikepalnya. Keduanya pun berusaha bersikap seperti biasa saja, karena memang mereka sudah mendiskusikannya untuk menjalankan ini semua secara pelan-pelan.


"Vin, Lo mandi deluan gih sana, Gue masih sibuk nih" kata Raisya yang sudah melepaskan berbagai aksesoris ditubuhnya.


Kevin pun beranjak ke koper miliknya dan mengambil pakaian ganti dan handuk lalu masuk ke kamar mandi yang ada dikamar Raisya.


Raisya yang masih duduk di depan meja rias, sudah menghapus makeupnya dan melihat pantulannya di cermin.


"Syaa, Lo pasti bisa menjadi seorang istri dari Kevin Wijaya, Lo harus bisa nerima ini semua, demi kebahagiaan Papi, demi kebahagiaan Gue sendiri" ucap Raisya pada dirinya sendiri sambil memandangi pantulannya di cermin sesekali menghirup dan menghembuskan nafas secara teratur agar dirinya bisa lebih tenang.


Tak lama kemudian pintu kamar mandi terbuka dan Kevin keluar dengan mengenakan kaos polos dan celana pendek santai, sambil mengeringkan rambutnyanya dengan handuk.


Raisya yang baru pertama kali melihat Kevin dalam keadaan seperti itu terdiam membatu, pasalnya dia akan setiap hari melihat Kevin dengan keadaan seperti itu nanti dan dia sama sekali belum terbiasa.


"Biasa aja liatnya, Lo harus terbiasa nantinya bakal tiap hari liat Gue kayak gini" kata Kevin menyadarkan Raisya.


"Yaudah Gue mau mandi" jawab Raisya sesantai mungkin. Raisya menuju lemari pakaian mengambil baju tidur dan handuk nya lalu masuk kekamar mandi.


Di balik pintu kamar mandi, Raisya memegangi dada nya yang sudah bergemuruh tak karuan.


"Yaa ampuun jantung Gue!! Baru kali ini ada cowok keluar dari kamar mandi Gue selain Abang Gue dan Leon, Gue ngeliat mereka biasa aja tuh, kenapa liat Kevin malah salting sendiri gak jelas gini sih! Ah sudahlah mau mandi gerah!" Ucap Raisya bermonolog sendiri.


Setelah melakukan ritual mandinya, Raisya keluar dengan setelan baju tidur model dress selutut dengan rambut yang digulung pakai handuk dan mendapati Kevin sedang duduk bersandar di sofa yang ada dikamarnya sambil membaca buku. Raisya berjalan menuju meja rias untuk megeringkan rambutnya dengan hairdry kemudian mengoleskan beberapa skincare malam kewajahnya yang cantik. Sekilas ia melihat pantulan Kevin dari cermin. Agak sedikit ragu dia ingin menegur, tapi sebisa mungkin Raisya bersikap santai.


"Vin, gak tidur?"


"Lo udah selesai?"


"Lah malah nanya balik, udah kelar dari tadi kali,kenapa?"


"Duduk sini" ucap kevin sambil menepuk tangannya di sofa sebelahnya agar Raisya duduk disitu.


Raisya pun berdiri menghampiri Kevin lalu duduk persis disamping Kevin.


"Kenapa sih?"


"Sya Gue mau ngomong serius"


"Yaudah ngomong aja"


"Lo mau kan jalanin hubungan ini sebagaimana mestinya sama Gue?"


"Maksud Lo apaan sih?"


"Sekarang kita itu udah suami istri, Syaa"


"Lah emang iya, terus kenapa?"


"Yaa Gue mau kita ngejalanin pernikahan ini layaknya sepasang suami istri"


"Hah??"


Meskipun Raisya sedikit kaget tapi dia mengerti kemana arah pembicaraan Kevin.


"Vin, Lo tenang aja, Gue udah pasrah sama pernikahan ini, Gue juga udah bertekad untuk menjalani pernikahan ini sama Lo, walaupun Gue gak suka sama Lo, Gue bakal tetep ngejalanin peran Gue dengan baik, Gue yakin bisa jadi istri yang baik buat Lo, karena bagi Gue hubungan kita ini bukan hal main-main. Ini masih awal Vin buat kita, tapi Gue yakin ini awal kebahagiaan Gue" jelas Raisya. Entah kenapa ia merasa kata-kata itu bisa lolos secara mulus dari mulut cantiknya.


"Baikalah, Gue juga sepemikiran sama Lo, jadi kita sepakat yaa buat ngejalanin hubungan ini sama-sama? Gue akan jadi imam yang baik buat Lo, Syaa" balas Kevin yang membuat jantung Raisya berdegup kencang namun ia berusaha menetralkannya.


"Sudah lah! Udah malem Vin, besok sekolah lagi. Tidur yukk. Lagian juga gak cocok ngomong serius kayak gitu ke Gue" canda Raisya agar dia sendiri bisa menetralkan detak jantungnya.


"Yaudah, kita tidur seranjang kan?" Tanya Kevin.


"Iya iya, tapi awas Lo macem-macem" ancam Raisya yang sudah membaringkan tubuhnya di tempat tidur lalu disusul Kevin disebelahnya.


"Syaa..."


"Hemm..."


"Gue boleh meluk Lo gak?"


"Vin udah malem, Lo mau cari masalah sama Gue?"


"Peluk doank Syaa kan udah sah juga"


"Alesan, bilang aja Lo mau megang-megang Gue kan. Udah tidur sana!"


Raisya pun langsung memunggungi Kevin, namun jantungnya yang normal kembali lagi bergejolak ketika tangan Kevin dengan santainya medarat di perut Raisya dan kepalanya menelusuk kedalam leher Raisya.


"Vin!!"


"Cari masalah Lo!"


"Udah diem aja! Gue lagi nyaman. Lagian juga Gue gak akan apa-apain Lo. Dan mulai sekarang Lo harus terbiasa dengan ini"


"Tapi,.."


"Udah diem! Berisik! Selamat tidur istriku"


Raisya langsung membulatkan matanya mendengar kalimat itu dari mulut Kevin.


Enak banget nih orang ngomong nyaman, harus dibiasain, laah jantung Gue Vin? Kayak habis lari maraton dari sabang sampai marauke. Kayak gini gimana mau tidur nyenyak coba? Emhhh .... tapi kok lama-lama nyaman juga yaa? :)


Raisya pun semakin lama semakin mengantuk karena rasa nyaman berada dalam pelukan Kevin, akhirnya dia meyusul Kevin yang sudah tertidur pulas dan berpindah alam.


Eitshhhh.... siapa bilang kalau Kevin sudah tidur, dia hanya pura-pura tidur. Sengaja karena dia ingin melihat tingkah Raisya yang menurutnya menggemaskan saat salting, dia tau Raisya gak akan bisa tidur dalam posisi seperti ini. Kevin pun semakin dalam menelusuk di leher Raisya, dihirupnya aroma tubuh Raisya yang begitu nyaman. Jujur saja, Kevin juga merakan gejolak dalam hatinya saat memeluk tubuh Raisya. Ia juga merasakan bahwa tubuh Raisya mulai kaku karena pelukan yang dia berikan, tapi dia tak menghiraukannya malah semakin erat memeluknya. Tak lama Kevin mrasakan kalau tubuh Raisya mulai rilex, dan ternyata sudah tertidur pulas dalam dekapannya.


Bagaimana? Nyaman kan tidur dipelukanku? Aku akan membuat mu terbiasa dengan ini Syaa, aku akan melakukannya setiap saat kita tidur berdua, agar kau selalu nyaman saat bersamaku. Aku janji akan membuatmu bahagia. Dan menjadi imam yang baik untukmu. Walaupun mungkin sekarang kita belum bisa menyukai satu sama lain, seiring berjalannya waktu perasaan itu akan hadir di antara kita. Jujur saja, saat seperti ini bersamamu aku merasa nyaman sekali, seakan tidak ingin melepaskanmu. Bathin Kevin lalu dia mencium kening Raisya yang sudah terlelap ke alam mimpi.


Kevin sendiri juga bingung kenapa dia ingin melakukan ini kepada Raisya, padahal selama ini Kevin sama sekali tidak peduli dengan Raisya, apalagi Raisya adalah saingannya disekolah, juga perempuan barbar dan berisik. Namun melihat Raisya yang hari ini menjadi istri sah nya, ada sesuatu yang mengganjal dalam dirinya, sesuatu yang benar-benar tidak bisa di ungkapkan dengan kata-kata, entahlah apa ini debaran cinta atau bukan Kevin sangat malas memikirkannya. Baginya sekarang jalanin saja dulu sebagai mana mestinya. Karena kita tidak akan tau kedepannyaakan seperti apa.


●


●


●


Jam 04.30 am


Kevin terbangun dari tidurnya, dan saat dia membuka mata wajah cantik Raisya lah yang pertama kali dia lihat. Kini posisi tidur Raisya sudah berubah mengahadap ke wajah Kevin dengan tangannya memeluk dada Kevin dan kakinya **** pinggang Kevin, seperti memeluk guling. Kevin yang menyadari posisi tidur Raisya yang seperti ini terkekeh geli mengingat kejadian tadi malam yang dimana dia tidur membelakangi Kevin, dan pagi ini justru malah memeluk Kevin seperti guling.


Kevin ingin bangun dari tidurnya namun merasa kesusahan karena posisi Raisya memeluknya seperti ini. Mau tidak mau dia sepertinya harus membangunkan Raisya sekalian menyuruh untuk melaksanakan sholat Subuh sebelum kesiangan.


"Syaa, banguun"


"Enggmmmm"


"Sya .... bangun woy!!"


"Apasih Mam, lima menit lagi"


"Syaa Gue bukan Mami Lo"


"Hhemmmmm..."


"Kalo Lo gak mau bangun Gue cium!" ucap Kevin mendekatkan wajahnya kewajah Raisya. Kini jarak wajah mereka kurang dari sepuluh senti.


Raisya yang tiba-tiba saja pendengarannya menjadi tajam setelah mendengar kalimat Kevin langsung membuka matanya terbelalak. Ditambah wajah Kevin yang sangat dekat sehingga deru nafasnya terasa di permukaan wajah Raisya. Seketika itu juga wajah Raisya bersemu merah seperti tomat.


Raisya yang sudah sadar pun juga menyadaro posisi tidurnya yang memeluk Kevin seperti guling, lansung saja Raisya melonjak gelabakan.


"Ehh sorry Vin"


"Gakpapa kok, udah kamu bangun sana kita sholat subuh, masih keburu kok!"


"Eenghhh"


"Udah sana kekamar mandi buruan wudhu"


"Hah?"


"Atau mau Gue cium?"


"Ehh, kagak!"


Langsung saja Raisya bangun dan bergegas menuju kamar mandi untuk menuruti perkataan Kevin, Kevin yang melihat tingkah Raisya hanya geleng-geleng kepala sambil tersenyum geli.


.


.


.


.


.


.


Terimakasih dan mohon dukungannya πŸ™β€πŸ˜Š