My Rival Is My Love

My Rival Is My Love
Kecemburuan Kevin



Bel istirahat pun berbunyi setelah kelompok Raisya selesai melakukan presentasi dengan kelompoknya.


"Baiklah anak-anak, pertemuan selanjutanya untuk kelompok berikutnya yaa.." ucap Pak jaffa.


"Baik Pak!" Saut mereka semua.


Pak Jaffar pun keluar dari kelas, langsung saja semua murid berhamburan keluar untuk menuju kantin.


"Kantin kuyy!!" Ucap Leon sambil merangkul bahu Raisya.


"Kuy lah, laper Gue! Traktir yaa Lee!!" Balas Raisya sambil menaik turun kan alisnya.


"Lo tuh udah punya Suami juga ! Lo mintalah sama Laki Lo!" -Leon


"Dasar pelit!!" -Raisya


"Eh Vin! Bini Lo kagak Lo kasih uang jajan apa yaa?! Mintanya ke Gue!" -Leon


"Traktir aja napa sih biar hemat Gue!" Ucap Kevin dengan santai.


"**** laki bini sama aja!" Leon berdecak kesal tak habis pikir dengan ucapan kedua sahabatnya ini.


"Eh gaess.. kita di traktir nih sama Leon.. baik kan dia" ucap Raisya pada dua sahabatnya yaitu Risa dan Ocha.


"Kuy lah kalo ditraktir mah, gak nolak Gue!" Ucap Ocha dengab semangat.


"Kayak orang susah Lo pada!" Sewot Leon.


"Bodo amat!" Jawab Risa mananggapi ucapan Leon.


"Eh, Ris Lo kan punya Reno! Sono minta dia aja" -Leon


"Ada yang gratis napa gak di manfaatin" balas Risa dengan santai.


"Anjirr Lo pada" jawab Leon.


Mereka pun tertawa melihat Leon kesal, namun Leon sendiri memang tidak pernah menanggapinya dengan serius. Dia malah fine fine aja sih kalau para sahabatnya minta traktir.


"Kak Raisyaaaaaa!!!!" Suara teriakkan dari ambang pintu kelas Raisya membuat semuanya menoleh ke asal suara bising itu.


"Lo bisa gak sih gak teriak-teriak? kayak dihutan aja! Sebelas duabelas memang sama Raisya Lo!" Ucap Leon yang mengusap-usap telinganya. Sedangkan yang ditegur hanya cengar-cengir aja.


"Aku gak telat datang kan?" Ucap Rina lalu diangguki oleh Raisya.


"Hei bro masih dikelas aja kalian. Gue cariin dikantin juga!" Ucap Reno yang kini juga datang bersama Bams.


"Kuy lah kantin! Kita di traktir Leon gaess..." ucap Raisya semangat.


"Anjirr Lo Sya, bener-bener bikin dompet Gue ludes Lo!" -Leon


"Bodo amat Lee, itu emang hobbi Gue" jawab Raisya dengan santai.


"Eh eh tunggu itu anak pertukaran pelajar yaa Kak?" Tanya Rina ketika melihat Gavin duduk ditempatnya sambil memainkan ponsel.


"Iyaa" jawab Raisya singkat.


Rina menghampiri Gavin lalu mengajaknya berkenalan. Tentu saja itu membuat semuanya kaget setelah Rina mengajaknya makan bareng dikantin. Karena mereka semua sadar kalau ada tatapan tak suka dari Kevin.


"Hai Aku Rina, Kamu anak pertukaran pelajar itu kan?" Sapa Rina dengan sangat ramah.


"Iyaa, Gue Gavin" jawab Gavin dengan tersenyum.


"Kantin bareng yukk sama teman-teman Aku" ucap Rina sambil melihat kearah teman-temannya.


"Ayolaah...." lanjut Rina lagi sesikit memohon.


"Baiklah ayokk" ucap Gavin.


Mereka pun kini berjalan bergerombol dikoridor menuju kantin. Entah kenapa hari ini Kevin sedikit posesiv pada Raisya.


Dengan santainya dia berjalan di depan sambil memeluk pinggang Raisya dan tak memberikan jarak diantara mereka. Raisya yang diperlakukan seperti itu tentu saja merasa aneh, karena tak seperti biasanya Kevin seperti ini. Sedikit risih memang tapi dia tak bisa melepaskan tubuhnya dari Kevin. Karena Kevin semakin mempererat pelukannya. Pemandangan itupun tak luput dari siswa siswi yang berada dikoridor. Berbagai tatapan menghiasi wajah mereka.


"Vin, Lo kenapa sih gak kayak biasanya." Ucap Raisya pelan pada Kevin.


"Udah nurut aja!" Jawab Kevin dengan nada dinginnya.


"Tapi kan ini disekolah" cicit Raisya.


"Diem!" Ucap Kevin dengan singkat.


Raisya pun hanya menurut saja dan kembali berjalan meskipun dia risih dengan orang-orang yang menatapnya. Tapi tentu saja seorang Raisya tidak perduli.


Jadi mereka pacaran?! Masih pacaran kan? Apasih yang gak bisa Gue dapetin. Suara hati seorang Gavin yang berjalan dibelakang mereka sambil menyunggingkan senyum sinisnya.


Leon dan yang lainnya hanya menggeleng-gelengkan kepala melihat tingkah Kevin yang berubah menjadi posesiv tak seperti biasanya.


________________________________________________


Kini mereka sudah sampai di kantin dan duduk dipojokan karena itu memang tempat favorite mereka. Raisya yang duduk dengan diapit oleh Leon dan Kevin. Kevin yang mengaturnya seperti itu karena sengaja.


"Sayang mau makan apa?" Tanya Kevin pada Raisya yang duduk disebelahnya.


"Lo ngidam Sya" celetuk Leon.


"Sembarangan Lo kalo ngomong! Mau Gue pites tuh bibir" ucap Raisya sewot.


"Selow aja incess" ucap Leon dengan cengiran khasnya.


"Sayang Kamu mau makan apa?" Kini Reno yang berbicara lembut pada Risa.


"Aku nasi goreng sama jus mangga juga deeh" jawab Risa.


"Beda emang yang punya pasangan sama yang sendiri. Enak banget ada yang nanyain" -Ocha


"Bebeb Ocha napa? Mau di tanyain juga? Sini sama Abang, emang mau makan apa?" Goda si Bams.


"Najis" -Ocha


Yang lainnya pun tertawa terbahak-bahak karena wajah bete dari Bams.


"Yaudah samain yaa semua, Aku sama Kak Reno yang mesenin" ucap Rina lalu menarik tangan Kakaknya itu.


"Iya tapi makanannya samain aja tapi kalo Gue minumnya es kopi yaa." Saut Leon dan diangguki oleh Rina.


"Kak Gavin mau makan apa?" Tanya Rina pada Gavin yang duduk sebelahnya.


"Samain aja, gakpapa" jawab Gavin dengan lembut dan tersenyum.


Ya Tuhaan senyumannya manis banget siih.... suara hati Rina ketika melihat senyuman dari bibir Gavin.


Sepeninggalan saudara kembar beda jenis kelamin itu, mereka yang dimeja kantin menunggu sembari melemparkankan guyonan-guyonan unfaedahnya.


"Sya.. kapan nih Kita dapat ponakan?" Celetuk Bams tiba-tiba tanpa dosa.


PLAKKK!!


Dua pukulan bersamaan berbunyi keras mendarat dikedua paha Bams. Kenapa dua? Karena Ocha dan Risa dengan kompaknya memberi pukulan keras itu pada Bams. Karena Bams duduk diantara mereka.


"Sakitt bego!!" Dengus Bams kesal lalu mengelus kedua pahanya. Sedang kedua pelaku hanya melotot pada Bams mengintrupsi keluhannya seraya memberi kode bahwa disini ada orang lain.


"Mampus! Tuh mulut kayak comberan sih!! Mau Gue gampar tuh mulut!" Omel Raisya dengan mengepalkan tinju diudara mengarah pada Bams.


"Dasar Bambang!!" Ucap Ocha dan Risa bersamaan.


"Iya iya.. sory sory .. Gue asal sebut aja lagian.. " ucap Bams membela diri.


Taklama kembaran Reno dan Rina datang membawa nampan berisikan makanan dan minuman mereka.


Suasana masih seperti biasa. Disini hanya Raisya saja yang menikmati jus dan makanan ringan, sedangkan yang lain memakan makanan berat.


"Lo gak makan?" Suara itu berasal dari Gavin yanhg duduk tepat dihadapan Raisya.


Seketika mereka terhenti dengan aktivitas makannya dan menoleh asal suara. Mereka hanya bingung Gavin bartanya pada siapa, karena mereka semua disini sedang makan. Lain halnya dengan Raisya yang tetap cuek dan santai menikmati cemilannyaa.


"Raisya Lo gak makan?" Ucap Gavin lagi karena baru sadar semua memperhatikannya.


Raisya yang terpanggil pun mengangkat kepalanya dan melihat kearah Gavin.


"Ini Gue lagi makan" jawab Raisya dengan santai lalu menyeruput jus mangganya.


"Emangnya kenyang kalo cuma makan cemilan gitu doank." Tanya Gavin lagi.


"Ntar kalo Gue masih laper Gue bisa makan lagi kok" jawab Raisya jawab Raisya sambil tersenyum kecut.


Gavin hanya membalas dengan senyumannya. Baginya senyum Raisya sangat manis walaupun itu adalah senyum yang kecut.


"Manis juga yaa senyum Lo" ucap Gavin.


Dan setelah itu suasana dimeja mereka hening dan saling pandang, seperti ada atsmosfir yang menerpa mereka. Dan pandangan mereka tertuju pada Gavin yang tersenyum tipis, Raisya yang memasang wajah santainya, dan Kevin dengan wajah gusar dan tatapan tajam.


.


.


.


.


.


.


.


#TBC


Up lagi niih..


Jan pelit-pelit donk sama Author untuk Like dan Vote nya . Hehehe..


Biar Author semangat 😊