My Rival Is My Love

My Rival Is My Love
Nonton Film



Kini Kevin dan Raisya sudah sama-sama siap dengan stelan casual mereka yang anak muda banget. Terlihat tampan dan cantik. Kevin sedang memakai jam tangannya sambil duduk di sofa, sedangkan Raisya memoles bibirnya dengan lipgloss. Namun saat dia memperhatikan lagi kedalam kaca, ada bercak merah terlihat jelas di bagian lehernya. Tentu saja itu hasil karya dari Kevin tadi pagi.


"Duhh gimana donk ini gak bisa iket rambut donk yaa"


"Kenapa memangnya?"


"Masih nanya kenapa?! Astaga Kamu gak sadar ini apaan?!" Sambil menunjuk tanda merah dilehernya.


Kevin hanya menahan senyumnya melihat hasil karyanya disana.


"Tutupin aja sama fondition kamu, kan bisa sedikit menyamarkan"


"Ehh iyaa juga yaa" Raisya pun meraih fondition dan mengoleskannya dan membuat bekas merah itu tersamarkan.


TOK TOK TOK !!!


Suara ketukan kamar mereka terdengar.


"Siapa?" Teriak Kevin dari dalam.


"Ini Aku Kak, apa Kakak sudah siap?" Saut Carol dari depan kamar.


"Sudah, tunggu saja di ruang tengah" jawab Kevin.


Carol kali ini tidak bisa langsung masuk begitu saja karena saat dia ingin membuka ternyata dikunci, mau tidak mau dia hanya pasrah mengetuk pintu berharap dibukakan pintu namun harapan nya sia-sia. Kevin hanya menjawab pertanyaan nya dari dalam dan malah menyuruhnya pergi.


"Baiklah Kak, Aku tunggu" jawab Carol dengan pasrah lalu pergi meninggalkan kamar Kevin.


Raisya kembali menyisir rambutnya yang dibiarkan tergerai. Setelah dirasa sudah rapi dia memasukkan dompet handpone dan bawaan lainnya kedalam slingbag hitam miliknya.


"Yukk..." ajak Raisya yang sudah siap. Kevin hanya mengangguk lalu mereka berjalan keluar kamar.


Saat mereka melewati ruang tengan disana sudah ada Carol yang sedang duduk di sofa sembari memainkan ponselnya. Melihat Kevin yang sudah keluar dia pun menghampiri dan menarik tangan Kevin untuk jalan keuar bersisian dengannya.


Raisya hanya cuek saja, karena dia gak mau moodnya rusak apalagi disaat ingin ke moll seperti ini.


Setelah sampai di garasi, Kevin mengeluarkan mobilnya. Dengan cepat Carol membuka pintu mobil di bagian depan belum sempat masuk gerakan terhenti oleh kata-kata dingin dari Kevin. Sedangkan Raisya sudah duduk di kursi belakang.


"Siapa yang menyuruhmu duduk di depan?! Sana duduk dibelakang. Ini tempat duduk istriku. Raisya! Pindah kesini!" Perintah Kevin.


Raisya yang mendengar nada suara yang tidak bersahabat di telinganya hanya menurut saja, dia pun kembali keluar dan pindah di kursi depan samping Kevin. Sedangkan Carol dengan rasa kesalnya terpaksa duduk di kursi belakang.


Selama perjalanan tak ada pembicaraan dari mereka, Kevin hanya fokus menyetir, Carol hanya duduk bersandar sambil menatap keluar jendela Raisya sibuk dengan ponselnya yang sedari tadi bunyi karena sebuah balasan.


"Chat sama siapa sih dari tadi?" Tanya kevin dengan lembut.


"Nih anak-anak sudah ada disana suruh kita ngebut jangan lama-lama katanya. Dih emang bawa mobil itu gak bawa nyawa orang apa yaa" jawab Raisya.


Kevin menanggapinya dengan tersenyum.


"Bilang saja sama mereka kita sudah hampir sampai"


"Iya ini Aku udah bilang kok"


Tak lama kemudian mereka sudah sampai di parkiran moll yang mereka tuju. Mereka pun turun dari dalam mobil, dengan cepat Carol meraih tangan Kevin namun tidak sempat karena Kevin terlebih dahulu meraih tangan Raisya dan pergi mendahuluinya. Carol sangat kesal dan hanya bisa mengekori mereka.


Setibanya di dalam moll Raisya menajamkan pandangannya melihat seisi moll mencari segerombolan teman-teman mereka.


"Itu mereka!" Seru Raisya sambil menunjuk kearah segerombolan anak muda yang sedang duduk di kursi pengunjung yang disediakan oleh moll tersebut.


"Ayokk samperin!" Sambil menarik tangan Kevin yang menggenggamnya.


"Hai beib" sapa Raisya pada kedua sahabat cantiknya itu dengan heboh dan riuh lalu memeluk keduanya.


"Kalian ini kalau sudah ketemu, padahal cuma tiga orang tapi kayak sekampung hebohnya!" -Leon


"Yee bodo amat! Kita kan udah lama gak ketemu jalan-jalan gini" -Raisya


"Kemaren Lo ketemu sama mereka loh disekolah, dan besokpun kalian ketemu lagi" -Leon


"Biarin aja napa sih?!" -Ocha


"Ehh btw siapa tuh Vin?" Tanya Bams yang sadar ada orang lain diantara mereka berdiri di samping Kevin.


"Oh ini Carol. Carol ini teman-teman Aku dan Raisya" jawab Kevin memperkenalkan teman-temannya.


"Halo semua Aku Caroline, panggil aja Carol. Aku teman Kecilnya Kak Kevin" sapa Carol dengan suara yang dibuat-buat.


Bams yang memang tipe-tipe cowok suka godain cewe terpesona oleh Carol yang terlihat imut dimatanya. Tapi tidak dimata yang lainnya, termasuk Leon dan Reno. Karena bagi mereka Carol malah terlihat sperti gadis centil.


"Dia lebih muda setahun dari kita semua" jelas Kevin.


"Wahh dedek emmesshh donk. Sini sama Abang aja" goda Bams.


"Diih ogah. Carol maunya sama Kak Kevin aja" ucapnya dengan manja sambil menggandeng tangan Kevin.


Kevin merasa sangat risih ingin melepaskannya. Namun tidak sempat karena yang lain ingin pergi ketempat tujuan.


"Udah yukk masuk. Kita nonton dulu gimana?" ajak Raisya yang menggandeng kedua sahabatnya berdiri diantara mereka lalu berjalan mendahului yang lainnya.


"Nonton horor yaa, Sya?" tawar Leon yang kini sudah berjalan bersisian dengan Reno di belakang tiga gadis itu. Dan di belakangnya lagi Kevin dengan Carol yang mengandeng lengannya dan Bams yang berjalan di samping Carol.


"Gak ah! Lo tau kan nonton gituan bikin Gue kebawa mimpi?!" -Raisya


"Yaelah Sya, Lo kan tidur juga udah ada yang nemenin" -Ocha


"Ogah Gue pokoknya!!" -Raisya


"Ayolaahhh.. kan ada Kevin" -Ocha


"Gue gak mau ya gakmau! Kalau kalian mau yaa kalian aja sana biar Gue nonton yang lain sendiri!" -Raisya


"Ishh kok gituu??" -Leon


Kini Leon menyelip diantar Ocha dan Raisya dan merangkul bahu Raisya.


"Ayoo donkk Syaa.. filem nya bagus kok, klo ntar Lo gakbisa tidur kan ada si Kevin yang meluk Lo" ucap Leon sambil nyengir.


"Apaan sihh .. gak ya gak!! Yaudah gini aja!" Ucap Raisya sambil kenghentikan langkahnya dan dikiuti yang lainnya.


"Yang mau nonton horor berdiri sama Leon! Yang gak mau sini sama Gue, yang banyak pengikutnya itu yang menang" lanjutnya lagi sambil memberi jarak pada Leon.


Mereka semua nampak berpikir, namun Leon memeberikan kode yang dimengerti oleh teman-temanya kecuali Carol dan Bams yang tak memperhatikannya.


Kevin berjalan kearah Leon terlebih dahulu.


"Suami macam apa Lo gak milih istrinya!" ucap Raisya dengan mengerucutkan bibirnya karena kesal.


Lalu Reno pun juga berjalan kearah Leon.


"Diih sama aja emang mereka satu komplotan!" cerca Raisya lagi.


Carol pun juga mengikuti pilihan Kevin dan berjalan kearah Kevin


"Kalau Aku sih ikut Kak Kevin aja!" -Carol


"Aku juga dimana ada Carol disitu ada Bams" -Bams


"Diih!!!" -Raisya


"Ah Risa! Lo ikut aja sana sama mereka" Raisya mulai kesal karena sudah kalah telak dengan Leon.


"Ayolah princess" bujuk Leon.


"Yaudah iya Gue kalah! Kita nonton film horor pilihannya Leon! Puass!" Ucap Raisya dengan Pasrah lalu berjalan mendahului mereka semua dengan lerasaan masih kesal.


Raisya bukan takut nonton horor, tapi hanya saja dia selalu terbayang-bayang dengan sosok hantu yang ada dalam filem yang dia nonton. Hal itu tentu saja membuatnya terganggu. Entahlah kenapa bisa begitu, padahal disaat nonton Raisya sama sekali tidak ada rasa takut. Tapi setelah selesai menonton filem horor dia selalu terbayang seolah dialah yang sedang diincar oleh hantu yang dia nonton.


Suasana dalam bioskop sangat ramai, mereka terlebih dahulu membeli beberapa popcorn dan minuman lalu menunggu dilobbi karena Leon sedang memblikan tiket untuk mereka semua.


Leon berencana memesan kursi berpasang-pasangan. Agar Raisya bisa duduk bersampingan dengan Kevin tanpa adanya gangguan, terutama dari gadis yang bernama Carol. Dari awal melihat tingkah Carol yang begitu centil dengan Kevin dia sudah tau seperti apa wanita itu, terlebih Carol adalah teman masa kecilnya Kevin. Leon juga tau dengan sikap Raisya yang begitu cuek namun pasti dia sangat kesal hanya saja sahabat cantiknya itu bisa menutupinya namun tidak dengan Leon yang tau persis bagaimana seorang Raisya. Apalagi dia tau hunbungan Raisya dan Kevin selama ini baik-baik saja.


Leon sudah kembali membawa beberapa tiket untuk teman-temannya.


"Eh gais, gak ada kursi sederet nih buat delapan orang, semua tepisah tapi cuma berdua" ucap Leon.


"Nih Vin tiket Lo berdua Raisya" lanjutnya sambil menyerahkan tiket nonton pada Kevin dan menegaskan kalimatnya.


"Kok berdua Raisya?! Kak Kevin kan sama Gue! Raisya sama yang lain aja gih!" Saut Carol yang tak terima.


"Lo siapa sih! Cuman teman kecilnya Kevin doank yang baru kembali beberapa tahun aja! Lo disini bukan siapa-siapa! Lo mau ngerusak hubungan mereka kan! Jangan mimpi Lo!" Ucap Ocha dengan kesal karena tak hanya Leon saja yang memperhatikan tingkah Carol. Dia juga sama mengerti Carol itu gadis yang seperti apa.


"Yaudah biarin aja kenapa sih? Kalau dia mau sama Kevin. Kan Gue bisa sama Lo Cha, atau sama Leon!" Sergah Raisya yang sebenarnya muak dengan tingkah Carol namun dia memilih untuk cuek.


"Gak! Gakbisa! Gue gak mau sama Lo!" Ucap Ocha.


"Gue sama Raisya!" Singkat Kevin lalu berjalan kearah Raisya merangkul pundak istrinya dan meninggalkan segerombolan teman-temannya.


"Thaks yaa Broo" bisik Kevin ditelinga Leon saat dia lewat didepan Leon. Leon hanya tersenyum merasa senang.


"Kak, kok ninggalin Aku siih!" Cegah Carol.


"Udah Lo sama Bams aja sana. Bams Lo jagain teman Gue yaa!" Ucap Kevin dengan cuek lalu kembali membawa Raisya menuju studio.


"Siaapp!!" Jawab Bams dengan semangat.


"Nih tiket kalian berdua" ucap Leon menyerahkan dua tiket pada Bams.


"Kalian gimana? Mau berdua?" Tanya nya lagi pada Ocha dan Risa.


"Gue sama Risa, mau kan Ris?" Ucap Reno yang membuat Risa tercengang.


"Hah?" -Risa


Ocha yang paham dengan situasi tersebut sangat mendukung. Pasalnya dia tau kalau sahabatnya itu sedang naksir dengan Reno. Terlihat jelas dimata Ocha saat mereka disekolah Risa selalu menatap Reno diam-diam dan itu disadari oleh Ocha. Saat Ocha bertanya Risa hanya tersenyum malu-malu menjawabnya. Dan mendengar Reno berkata seperti itu, membuat Ocha befikir inilah kesempatan sahabatnya untuk pendekatan.


"Iya gakpapa, Gue ama Leon aja. Yakan Lee??" ucapnya pada Leon sambil mengedipkan sebelah matanya memberi kode dan lansung di pahami oleh Leon.


"Yaudah nih tiket Lo sama Risa. Yok susul tuh pasutri" ucap Kevin sambil memberikan tiket pada Reno lalu dia mengalungkan tangannya keleher Ocha dan berlalu melewati Risa. Mereka memang sudah terbiasa seperti itu.


"Kesempatan Lo beb, jangan disia-siakan. Mumpung jalan terbuka" bisik Ocha pada Risa saat dia dan Leon melewati Risa.


Risa hanya membalas dengan senyuman malu nya. Dan pipinya mulai memerah seperti tomat.


"Yukk Ris kita susul mereka" ucap Reno sambil tersenyum dan tiba-tiba menggenggam tangan Risa. Bertambah panaslah kini wajah Risa mendapat perlakuan manis dari orang yang dia suka.


Sedangkan Carol dia sangat kesal dan memasang wajah cemberutnya.


"Jangan cemberut gitu donkk kan jadi gemesh Abang deek.." goda Bams .


"Apaan sih!" Saut Carol dengan nada judes.


"Yaudah yukk masuk nanti ketinggalan filemnya" sambil merangkul Carol namun langsung ditepis oleh Carol.


"Gak usah pegang-pegang Gue deeh" lalu pergi meninggalkan Bams yang kini malah cengengeaan melihat tingkah Carol dan mengikuti gadis itu dari belakang.


Kini mereka semua sudah duduk dikursi masing-masing sesuai dengan apa yang tercetak dalam tiket. Raisya dan Kevin berada di belakang ditengah deratan kursi jauh dari kursi teman-temannya yang ada di depan. Leon memang sengaja membiarkan kedua sahabatnya itu sedikit jauh dari mereka agar tidak ada yang mengganggu.


Lampu dalam studio pun mulai padam pertanda filem akan dimulai. Raisya dan Kevin mulai menikmati filemnya diawal sambil memasukkan popcorn kedalam mulutnya yang sempat mereka beli tadi setibanya dibioskop.


"Sayang, Kamu beneran gak takut?" Tanya Kevin membuka obrolan ditengah-tengan filem.


"Gak takut siih.. Cuman ya gak tau nanti dirumah kebayang-bayang atau kebawa mimpi. Udah lama gak nonton horror soalnya"


"Yaudah gakusah di tonton, dari pada ganggu pikiran Kamu"


"Gimana gak ditonton Vin, suaranya kenceng gini"


"Yaudah sini sandaran sini sama Aku"


Raisya pun menghabiskan satu pack popcornnya dan menyeruput minumannya lalu bersandar dengan Kevin yang kini sudah merangkul bahunya. Raisya merasa sangat nyaman dan hangat dengan posisi seperti ini, sehingga dia tidak terlalu fokus menonton filemnya.


Di kursi lain Carol sangat kesal melihat pemandangan yang membuat mata dan hati nya sakit. Dia sangat iri Raisya mendapat perlakuan seperti itu dari Kevin.


Huh nyebelin! Kalau bukan karena si Leon itu Aku pasti bakal duduk sama Kak Kevin bukan sama cecunguk satu ini! Leon sepertinya sengaja! Ucap Carol dalam hati dengan kesal.


Pemandangan merekapun juga tak luput dari Leon. Leon tersenyum simpul melihat sahabatnya itu bahagia dan nyaman.


"Coba deh Lo liat Raisya, kayaknya nyaman banget yaa"


Ucap Leon pada ocha yang duduk disampingnya. Ocha pun langsung menoleh memandangi Raisya dan Kevin.


"Ya bagus donk kalau mereka kelihatan bahagia, lagian juga Raisya kalau ada apa-apa pasti cerita kok, tapi selama mereka nikah gak ada kan? Berarti mereka emang baik-baik aja" tutur Ocha yang diangguki Leon. Ocha juga sangat senang melihat kedekatan Raisya dan Kevin.


Ketika Ocha kembali fokus melihat filemnya, Leon masih setia memandangi kedua sahabatnya itu, sehingga dia terkesiap melihat pemandangan yang seharusnya tidak dia liat, namun sudah terlanjur lihat mau diapakan? Kevin dan Raisya tiba-tiba berciuman bibir didepan matanya, tentu saja hal itu membuat Leon malah menjadi gugup ketika kembali keposisinya. Dan tingkahnya tak luput dari Ocha.


"Kenapa Lo Lee?"


"Gak. Gakpapa, Gue bahagia dan tenang aja lihat mereka seperti itu"


"Gue berharap suatu saat Gue beneran bisa membuka hati lagi untuk seseorang, karena Gue udah bener-bener iklas ngelepas Raisya dengan Kevin. Bagi Gue dia bahagia Gue udah seneng dan selama ini Gue udah bahagia jadi sahabat dia" lanjut Leon panjang lebar. Ocha hanya tersemyum.


Leon semakin yakin akan kebahagiaan sahabatnya, setelah apa yang dia lihat tadi. Karena dia tau Raisya tak akan sembarangan mencium sesorang. Pemandangan yang dia saksikan tadi sudah membuatnya sangat jelas dan mengerti.


"Lo pasti bisa Lee, Gue juga yakin kalo Raisya berharap Lo bisa membuka hati untuk gadis lain yang cocok buat Lo" ujar Ocha sambil tersenyum. Dan hanya diangguki Leon lalu keduanya kembali fokus dengan filem yang ditonton.


Gue berharap Lee, disaat Lo bener-bener sudah bisa membuka hati Lo, Gue berharap gadis yang masuk kedalam hati Lo itu adalah Gue, selama ini Gue bertahan demi persahabatan Kita. Raisya adalah sahabat pertama Gue saat masuk SMA dia baik banget sama Gue, dan dia juga yang bawa Gue bisa kenal sama Lo sampai sedekat ini, sampai Gue bisa jatuh hati sama Lo, tapi Gue sadar saat itu dihati Lo cuman ada Raisya sahabat Gue, dan Gue cuma orang baru diantara kalian, Gue juga gakmau egois, Gue gak mau persahabatan Kita terancam rusak karena masalah Cinta. Itulah kata Raisya yang selalu Gue inget. Ucap Ocha dalam hatinya lalu kembali fokus pada filem yang mereka tonton.


.


.


.


.


.


.


.


.


Mohon dukungannya yaa πŸ™β€


Termakasih banyak semuanya ❀