My Rival Is My Love

My Rival Is My Love
Murid Baru



Kini malam sudah berganti pagi yang cerah, setelah tadi malam melepas rindu dengan sang Abang yang udah kayak bang Toyib gak pulang-pulang. Sepasang pasutri muda yang masih nyenyak diatas singgasana ternyamannya, saling berpelukan dibawah selimut sampai suara alaram membangunkan pasutri muda itu.


Kringg kriing!!!


Suara alaram yang berasal dari ponsel Raisya. Dengan mata yang masih tertutup ia meraba-raba tempat tidur mencari benda pipih yang membangunkannya dari dunia mimpi. Setelah mendapatkan benda pipih itu langsung saja dia mematikan suara yang menyeruak diseluruh ruangan.


Dengan perlahan Raisya membuka matanya dan inilah rutinitasnya setiap pagi, ketika membuka mata wajah Kevin suaminya lah yang selalu dia lihat, sejenak Raisya memandang ciptaan Tuhan yang kini ada dihadapannya, alis yang tebal, hidung yang mancung, bibir yang tidak terlalu tebal maupun tipis, rahang yang tegas, mata yang terlelap dengan teduhnya. Nikmat mana lagi yang Kau dustakan?


"Apa sudah puas memandangi wajah tampan suamimu ini?" Ucap Kevin dengan suara khasnya baru bangun tidur namun matanya masih terpejam.


"Kenapa Kamu begitu percaya diri?" Jawab Raisya dengan santai.


Mereka memang seperti itu, tak ada sifat yang mereka tutup-tutupi. Kevin pun semakin erat memeluk tubuh ramping Raisya.


"Itu sudah faktanya Sayang..." jawab Kevin sambil mencium kening Raisya.


"Baiklah, kamu memang ganteng, lebih ganteng dari siapapun sampai-sampai Aku gak pernah bosen mandanginnya"


"Itulah jawaban yang ingin Aku dengar.."


"Sudahlah, Aku akan memasak dan mandi, mending bangun deeh siap-siap"


"Biarkan sebentar saja seperti ini, sebentar saja."


"Tiga menit"


"Sepuluh menit"


"Kevin Kita harus sekolah"


"Baiklah lima menit. Tidak ada penolakan!"


Raisya pun hanya menanggapinya dengan senyuman, percuma berdebat kalau Raisya sendiri sebenarnya sangat menikmati pelukan dari Kevin.


Begitulah, keseharian pasutri muda ini dipagi hari.


_________________________________________________


Kini pasangan pasutri itu sudah berada disekolah, berjalan barsisian dikoridor sambil melempar senyuman terbaik mereka, tentu saja mereka sangat tidak peduli dengan semua tatapan murid lainnya.


"Woyy!!!"


Suata Leon mengagetkan kedua pasutri muda itu.


"Njirr kaget Gue! Dasar Leon! Untung Gue gak punya penyakit jantung!" Omel Raisya pada Leon.


"Haha.. sory soryy!! Ehh bentar lagi kan ada acara kelulusan nih buat Kakel, gimana Vin ??" -Leon


"Udah 85% sih, paling juga bentar beres, karena tinggal hal-hal yang kecilnya aja lagi" -Kevin.


Leon pun hanya mengangguk paham, dan mereka bertiga berjalan bersama kekelas.


Selain mereka mempersiapkana Ujian Kenaikan Kelas, sebelumnya akan ada acara pelepasan siswa untuk Kakak Kelas mereka yang sudah dinyatakan lulus. Kevin memang sedikit sibuk akhir-akhir ini, gak lupa kan kalau Kevin itu Ketos yang gak turun-turun pangkatnya.


Raisya terkadang merasa kasian pada Kevin, karena tanggung jawab yang dipikul oleh suaminya sangat besar dan banyak, selain jabatan Ketos, dia juga kepala rumah tangga untuk Raisya, belum lagi tanggung jawabnya diperusahaan sang Ayah. Tapi Raisya bangga pada suaminya itu, karena sesibuk apapun Kevin, dia tak pernah luput memberi kabar pada istrinya. Dan Raisya pun terkadang mengantar makanan ketika Kevin masih sibuk dengan tugasnya disekolah maupun dikantor. Karena dia tidak akan membiarkan suaminya itu sampai lupa makan.


Setibanya di kelas Raisya menyapa teman-temannya dengan semangat.


"Hai gaess.. princess Raisya yang cantik sudah dataang!!" Tetiak Raisya dengan hebohnya ketika mereka sampai didalam kelas.


"Bisa gak sih pagi-pagi gak usah teriak! Ini tuh sekolah bukan hutan!" Omel Ocha yang sudah menggosok-gosok telinganya.


"Bodo amat!" Jawab Raisya dengan santai dan cuek.


Raisya dan Kevin pun duduk di meja mereka. Selang beberapa menit bel masuk pun berbunyi dan tak lama guru pun masuk dengan salah seseorang yang sangat asing. Semua murid dikelas Raisya menatap dengan heboh termasuk murid perempuan, mereka sudah menjerit alay.


"Selamat pagi anak-anak!" Sapa Bu Irma yang memang mengajar dikelas Raisya pagi ini.


"Kita kedatangan murid pertukaran pelajar, silahkan Nak kenalkan namamu" lanjut Bu Irma seraya menyuruh anak baru itu memeperkenalkan diri.


"Kenalkan nama Gue Gavin Geraldy Atmaja, Gue murid pertukaran pelajar yang di adakan tahun ini. Kalian bisa panggil Gue Gavin" ucap laki-laki yang bernama Gavin itu.


"Baiklah Nak, Kamu bisa duduk disamping Leon" ucap Bu Irma, dan Gavin hanya mengangguk lalu berjalan kearah meja Leon.


Memang setiap tahunnya sekolah mereka mengadakan pertukaran siswa, kebetulan teman sebangku Leonlah yang mendapat kesempatan itu, masih ingat kan kalau dikelas Raisya dan Kevin itu adalah kelas unggulan dan isinya murid-murid yang pintar walaupun masih bisa dikalahkan oleh Raisya dan Kevin.


"Ssuutt.. saingan baru Kevin. Wkwkw" ucap Ocha berbisik yang duduk dibelakang Raisya.


"Apaan sih Lo. Yaa mending Kevin lah dia suami Gue!" Balas Raisya dengan bisikan juga.


"Ck! Yang udah SAH mah bebas!" Gerutu Ocha.


"Nah tu Lo tau!" Saut Raisya tak mau kalah.


Akhirnya Bu Irma kembali memberi titah untuk melanjutkan pelajaran. Pelajaran pun berjalan dengan sangat lancar tanpa hambatan. Dan tak luput dari perdebatan Raisya dan Kevin yang memang merupakan pemandangan setiap harinya dikelas mereka karena selalu berbeda pendapat.


Seperti sekarang ini. Setelah pelajaran Bu Irma, maka dilanjutkan dengan pelajaran Sosiologi, dimana tugas hari ini adalah tugas kerja kelompok. Raisya dan Kevin berbeda kelompok karena memang mereka tidak mau terlalu mencolok disekolah.


"Baiklah sekarang kelompok Raisya maju kedepan!" Ucap guru yang mengajar Sosiologi yaitu Pak Jaffar.


Raisya dan beberapa temannya maju dan mempresentasikan hasil kerja kelompok mereka dengan jelas.


"Baiklah kurang lebihnya mohon dimaafkan, silahkan dari kelompok kalian menulis satu pertanyaan untuk kelompok kami, dan Kami hanya akan menjawab pertanyaan sesuai dengan materi yang Kami bahas" ucap Raisya mengakhiri presentasinya.


Raisya pun duduk kembali menunggu kelompok lain mengajukan pertanyaan. Dan tak lama perwakilan dari masing-masing kelompok memberikan kertas berupa pertanyaan mereka pada kelompok Raisya. Dan kembali lagi kelompok Raisya fokus menjawab setiap pertanyaan dari kelompok lain.


"Baiklah Saya akan menjawab pertanyaan dari kelompok 3, Apa menurut Kalian interaksi sosial pada ruang lingkup kehidupan pada zaman modern seperti sekarang?" Ucap Raisya membacakan pertanyaan yang diberikan dari kelompok lain.


"Interaksi sosial dua suku kata yang perlu kita ulas, Interaksi adalah suatu kegiatan yang melibatkan individu dengan individu lainnya, sedangkan sosial memiliki arti kemasyarakatan atau suatu hal yang berhubungan dengan masyarakat. Zaman modern adalah proses kemajuan dari zaman pramodern atau zaman berkembang yang mana pada zaman ini teknologi informasi berperan aktif dalam perubahan sosial sehingga gaya hidup masyarakat menjadi serba instan. Jadi bisa dikatakan interaksi sosial pada jaman modern seperti sekarang ini guna untuk meningkatkan gaya hidup individu maupun masyarakat" ucap Raisya dengan Lantang tenang namun tegas.


"Seperti yang tadi dikatakan bahwa zaman modern adalah proses kemajuan dari zaman pramodern? Lalu seperti apa yang kalian maksud dengan zaman pramodern?" Ucap salah satu murid dari kelompok lain yang ternyata adalah Kevin.


"Arti zaman pramodern yakni zaman keterpurukan dikarenakan zaman ini belum berkembangnya ilmu teknologi informasi sehingga perlu proses metamorfosis untuk melakukan perubahan sehingga menuju ke dalam zaman modernisasi" jelas Raisya.


"Bisakah dari kalian memberikan contoh proses metamorfosis dari zaman pramodern menuju zaman modern?" Tanya Kevin lagi.


Bukan Kevin namanya kalau sudah ada presentasi seperti ini selalu bertanya ke akar-akarnya. Tapi bukan Raisya juga namanya kalau tidak punya jawaban dari otak cantiknya.


"Nah, berhubung pertanyaan Anda termasuk salah satu dari pertanyaan kelompok lain, mungkin cukup sampai disini dulu pembahasan dari pertanyaan kelompok kalian, karena selanjutnya Kami akan menjawab pertanyaan dari kelompok lain". Ucap Raisya.


Begitulah suasana kelas Raisya yang sedang mengadakan presentasi. Gavin yang memang kebetulan anak baru dia hanya tersenyum melihat sosok Raisya yang terlihat sangat antusias tenang dan senyumannya Raisya membuat seorang Gavin terhipnotis.


Menarik!! Itulah suara hati seorang Gavin terhadap Raisya. Kemudian dia tersenyum misterius tanpa ada siapapun yang menyadari senyum sorang Gavin.


.


.


.


.


.


.


Maaf readrs Author lama up karena dirumah ada insiden sakit maraton . Wkwkw...


Anak sakit susah makan, jadinya ikutan pusing dan gak tenang, setelah sembuh beberapa hari, ehh Lanjut si Suami yang tumbang, dan akhirnya Author juga ikutan sakit mual-mual gak karuan. Kepala pening banget. Jadi susah mikir mau lanjutin gimana..


Padahal udah nulis setengah, tapi tiba-tiba lupa. Hehe


Dan sekarang udah sedikit baikan lagi walupun masih rada pusing.. Alhamdulillah otak kembali lancar untuk melanjutkan ceritanya.


Tolong jangan bully Author yaa karena lama up nyaa . Wkwkw


Kalian harus ngerti gimana rasanya nulis cerita, memang Author penulis amatiran tapi cukup sulit juga ketika ide seketika hilang mendadak!


Maafkan curhatan Author yaa.. doain aja semoga otak Author selalu encer buat lanjutin nih cerita. Apalagi Author punya dua cerita yang harus digarap! Sok memang yaa si Author mah .. satu aja pusing gimana dua cerita. Wkwkw


Jangan lupa baca cerita Author yang satunya karena ceritanya beda dari ini walaupun sama-sama cerita anak SMA..


Author promosi. Wkwkw


Bay! Cium jauh buat readrs setia kuu 😘❀


Jangan Lupa LIKE DAN VOTE nya biar Author makin semangat!!