
Pagi yang cerah ditemani suara burung yang berkicau, sinar mentari yang memancarkan cahayanya hingga menembus celah jendela kamar pasutri yang sedang tertidur nyenyak. Raisya menggeliat ketika rasa ingin bangun dari mimpinya hadir. Menggosok kedua matanya untuk menetralkan cahaya yang menerpa pandangannya. Ketika ingin membangunkan tubuhnya untuk duduk, ada rasa berat yang dirasakan pada perutnya, terlihat lengan kekar Kevin melingkar cantik disana seakan tak ingin Raisya pergi kemana-mana.
Raisya hanya tersenyum, lalu mengalihkan pandangannya pada seseorang yang masih terlelap disampingnya. Sudah berkali-kali dia mengucapkan syukur pada sang pencipta, karena hari-harinya kini selalu ditemani dan didampingi oleh Kevin suaminya. Perlahan Raisya memindahkan tangan kekar itu agar dia bisa bangun untuk melakukan aktivitasnya dipagi hari seperti biasanya.
Seperti biasa Raisya terlebih dahulu mencuci wajah dan mengosok giginya. Lalu bergegas kedapur menyiapkan sarapan pagi untuk dirinya dan juga Kevin suaminya. Raisya semakin terbiasa dengan kesehariannya sekarang, mengurus Kevin dan mengurus rumah menjadi rutinitasnya sehari-sehari. Memang tekadang membuatnya sangat lelah, tapi harus bagaimana lagi kalau itu semua memang kewajibannya.
Setelah membuat sarapan Raisya kembali kekamar dan berpapasan dengan Kevin yang baru saja keluar dari kamar mandi, ternyata suaminya itu sudah bangun bahkan sudah mandi. Raisyapun menyiapkan seragam Kevin terlebih dahulu, kemudian dia masuk kekamar mandi untuk bersiap-siap. Dan setelah mereka sudah rapi dengan seragam yang mereka pakai, langsung saja menyantap sarapan yang sudah Raisya buat. Setelah sarapan merekapun pergi kesekolaj seperti biasa.
____________________________________________
Kini Raisya dan Kevin sudah berada didalam kelas melaksanakan ujian kenaikan kelas, dengan serius Raisya memperhatikan deretan soal dikertas putih itu. Ujian mereka pun berjalan dengan lancar.
Tetttt!!!
Suara bel tanda waktu istarahat tiba begitupun dengan waktu mengerjakan soal juga telah habis.
"Waktunya habis, kukpulkan soal dan jawaban kalian dalam keadaan apapun!" Ucap guru yang mengawasi mereka ujian.
Semua murid pun pasrah dengan jawaban mereka, sedangkan Raisya sangat bersyukur bisa mengerjakan semua soal-soal itu. Guru pun keluar meninggalkan kelas setelah semua muridnya mengumpulkan kertas jawaban mereka.
"Hufff!! Sangat menguras otak! Ujian kenaikan kelas saja seperti ini. Gimana ntar ujian nasional buat kelulusan" keluh Ocha yang sambil meregangkan tubuhnya agar lebih rileks lagi.
"Makanya belajar yang rajin" ucap Raisya dengan santai.
"Sepertinya benar-benar butuh refresing otak!" Ucap Ocha.
"Sabar atuh besok hari terakhir Kita berjuang" jawab Risa.
"Yaudahlah yok kantin!" Ajak Raisya pada dua sahabatnya itu.
Mereka pun berjalan dikoridor bersama menuju kantin. Kevin dan yang lainnya sudah memberi kabar kalau mereka menunggu Raisya, Ocha dan Risa di kantin saja.
"Nih udah dipesanin" ucap Kevin ketika Raisya datang menghampiri meja mereka.
"Maksih" balas Raisya sambil tersenyum lalu memakan bakso favoritenya.
Pemandangan itu tak lepas dari mata Gavin yang menatap mereka bahagia.
Cinta memang tak harus memiliki, melihat orang yang kita sayangi bahagia saja rasanya sudah cukup. Dan itu juga membuatku bahagia, walau Kamu bahagia bukan karena Aku. Aku tak mau kehilangan sahabat seperti kalian karena keegoisan cinta ini. Ucapan bathin Gavin lalu dia pun terenyum dan melanjutkan makannya.
"Gaes! Gue sama Kevin mau taruhan!" Ucap Raisya dengan lantang dan percaya diri.
"Taruhan apa ncess, ah paling juga taruhan kalian gak seru!" Jawab Leon.
"Yakin gak mau tau?" Tawar Raisya dengan nada menggoda.
"Emang apaan? Karena apa Kalian taruhan?" Tanya Risa.
"Taruhan siapa yang bakalan juara tahun ini" ucap Raisya.
"Terus hasil taruhannya apa ?" Tanya Reno.
"Liburab gratis!!" Ucap Raisya dengan tersenyum senang dan memainkan kedua alisnya naik turun.
"Kalau juaranya bukan kalian berdua gimana ?" Ucap Gavin tiba-tiba.
"Gak yakin Gue kalo ada yang bisa geser posisi mereka" celetuk Bams yang sedang menyeruput es jeruk manis nya.
"Kita liat aja nanti" ucap Raisya.
"Jadi kalian mau taruhan. Siapa yang kalah bakalan traktir liburan?" Tanya Ocha dan Raisya pun mengangguk.
"Yaa terus ngapain nanya Kita, itukan urusan kalian" sambung Ocha lagi.
"Kalian yakin gak mau ikut liburan gratis?!" Goda Raisya.
"Serius kita juga kena imbasnya liburan gratis!?" Ucap Rina yang sedari tadi serius menyimak percakapan mereka.
"Ya donkk.." ucap Raisya dengan antusias.
"Kalo gitu Aku dukung Kak Raisya lah!" Ucap Rina dengan semangat.
"Baiklah Kita liat nanti hasil akhirnya. Lo siap kantong Lo kering?" Tanya Leon.
"Yaa mau gimana lagi? Gue yang buat taruhannya" ucap Raisya.
"Lagian Gie yakin bakal menang! Jadi dompet Gue masih bisa aman!" Lanjut Raisya lagi.
Mereka semua hanya mengangguk paham, siapa yang ingin menolak kalau ada yang mengajak liburan gratis? Yang taruhan pasutri itu tapi mereka semua ikut kena imbasnya. Untung imbasnya liburan gratis. Hanya saja tak habis pikir pasutri itu akan taruhan soal ini. Tapi itulah mereka, dalam hal belajar tentu saja mereka tetap bersaing, dan anehnya diluar dari itu semua mereka bisa bersikap romantis layaknya pasangan suami istri yang lagi kasmaran. Padahal nyatanya persaingan ketat masih melekat dalam diri mereka maaing-masing.
____________________________________________
Sesampainya di apertemen Raisya langsung masuk kedalam kamar dan merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur setelah melempar tasnya kesembarang arah. Kevin yang melihat itu hanya geleng-geleng kepala, dia paham mode malas Raisya sedang aktif kali ini. Kevin pun tak masalah, dia melanjutkan aktifitasnya berganti seragam dengan kaos polos biasa dan celana pendek selutut.
Setelah sudah berganti pakaian, Kevin beralih menatap Raisya yang sudah terlelap dengan pakaian seragam yang masih lengkap dan masih memakai sepatu.
"Apa hari ini secapek itu, sampai pulas banget gini tidurnya" ucap Kevin bermonolog sendiri.
Kevin pun melepaskan sepatu milik Raisya, dan memperbaiki posisi tidurnya. Dielusnya pipi mulus Raisya dengan sentuhan lembut, kemudian diciumnya kening Raisya. Setelah itu Kevin meninggalkan Raisya yang terlelap dengan pulas dikamar, Kevin ingin bersantai sejenak dengan munyeduh kopinya terlebih dahulu didapur dan membawanya keruang tv.
____________________________________________
Kini hari sudah berganti malam, Raisya dan Kevin baru saja menyelesaikan sholat isya berjamaah. Dan berencana untuk makan malam terlebih dahulu sebelum melanjutkan acara belajar mereka.
Raisya dan Kevin sudah berada di meja makan menikmati makan malam mereka dengan tenang. Hanya percakapan kecil yang terjadi diantara keduanya, hingga mereka menghabiskan makan malamnya.
"Sini Aku yang bawa sekalian" tawar Raisya ketika makanan mereka sudah habis dipiring.
Raisya pun membawa piring kotor bekas mereka makan kewestafel dan mencucinya. Namun disela-sela Raisya mencuci piring, Kevin datang menghampiri dan memeluk tubuh Raisya dari belakang. Awalnya Raisya terkejut, namun setelah sadar siapa pelakunya dia hanya membiarkan begitu saja Kevin bergelayutan memeluk tubuhnya yang sedang sibuk mencuci piring.
"Vin, udah donk jangan manja gini ah gak cocok Kamu" ucap Raisya.
"Gak boleh kah manja sama istri sendiri?" Tanya Kevin dengan manjanya. Raisya hanya melengos menggelengkan kepalanya pasrah melihat tingkah laku suaminya ini.
Kini Raisya sedang membilas piring yang penuh dengan sabun. Tiba-tiba Kevin menyesap leher Raisya hingga membuat Raisya berlonjak kaget dan hampir saja melepaskan piring yang dia pegang.
"Apaan sih Vin ? Jangan kayak gini donk. Lagi nyuci piring, untung gak kelepasan" ucap Raisya dengan sedikit kesal. Namun Kevin tak mengidahkan ucapan Raisya.
Setelah dilihat Raisya sudah membereskan cucian piringnya dah sedang melap tangannya dengan serbet, Kevin mendadak membalikan tubuh Raisya mengahdapnya. Kini tatapan mata mereka bertemu.
"Apasih Vin?" Ucap Raisya dengan pelan namun masih terdengar lembut oleh Kevin.
Kevin memeluk pinggang Raisya dengan erat dan membuat jarak tubuh diantara keduanya terkikis. Wajah mereka pun semakin dekat, Kevin menatap Raisya dengan intens hingga membuat yang ditatap jadi salah tingkah.
"Vin Kamu mau ngapain? Mendingan sana lanjut belajarnya" ucap Raisya.
"Aku mau Kamu" balas Kevin yang terdengar ambigu.
"Apaan sih.." ucap Raisya dengan waja malunya.
Kevinpun semakin mendekatkan wajahnya pada wajah Raisya. Raisya pun semakin gugup, memang sudah sering dia dan Kevin berciuman dan bersentuhan. Tapi tetap saja membuat Raisya gugup dan malu. Ketika hidung mereka bersentuhan, Raisya menahan nafasnya dan Kevin menahan tawanya melihat tingkah istrinya yang gugup itu. Tiba-tiba Kevin mengeluarkan suara tawa kecil yang membuat Raisya tersadar kalau Kevin sedang menggodanya.
"Gak ada yang lucu ish!" Ucap Raisya kesal dan mendorong dada Kevin agar menjauh.
"Muka Kamu sayang lucu banget kalau lagi gugup gitu" jawab Kevin santai yang masih menahan tawanya agar tidak terlepas.
"Tau ah! Kamu mah gitu suka godain Aku" ucap Raisya dengan suara manjanya.
"Godain istri sendiri gakpapa donk. Dari pada Aku godain cewek lain" ucap Kevin.
Raisya pun melototkan kedua matanya pada Kevin.
"Keviin ihh......!!!" Ucap Raisya sambil mencubit pinggang Kevin.
"Aawwwkkkhh ... iya iya becanda sayaang..." ucap Kevin sambil memegangi tangan Raisya yang akan mencubitnya lagi.
"Makanya jangan ngomong gitu, awas aja godain cewek lain! Tau ah! Kevin ngeselin!" Ucap Raisya ngambek dan menghentakkana kakinya seperti anak kecil lalu pergi meninggalkan Kevin sendirian menuju kamar dan menutupnya.
"Yaaaaah malah ngambek..." ucap Kevin yang melihat Raisya pergi dan menutup pintunya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Terimakasih sudah membaca πβ€
Mohon dukungannya dengan Like Koment dan Favorite yaa β€β€ Biar Author semakin semangat untuk Update π