My Rival Is My Love

My Rival Is My Love
Gara-gara Trending



Minggu pagi ini semua anggota Pramuka dan Osis akan melakuakan upacara penerimaan anggota baru dan pelantikan anggota pramuka. Upaca berlangsung dengan sangat lancar, kemudian semua anggota sudah bisa pulang kerumah masing-masing.


Kini Kevin dan Raisya sudah berada di apertemen mereka, Raisya yang sudah sangat letih langsung membanting dirinya di atas sofa dalam kamar dan memejamkan matanya sejenak. Kevin yang merasa badannya juga sangat letih ikut membanting dirinya ke sofa disebelah Raisya dan memejamkan matanya.


"Syaa, mandi gih sana buruan"


"Lagi nyaman Vin, nanti aja. Kamu deluan aja sana"


"Ckck. Yaudah aku mandi deluan"


Kevinpun kembali berdiri dan menuju kamar mandi, mereka berdua sama-sama capek, namun dilihat jam sudah pukul 03.25 menandakan akan masuk sholat Ashar, Raisya segera meregangkan otot ditubuhnya lalu bangun menuju lemari pakaian mengambil baju ganti untuk Kevin dan baju ganti untuknya. Raisya pun mandi di kamar mandi dapur, setelah selesai mereka berdua sama-sama melakukan sholat Ashar berjamaah dan kemudian melakukan aktifitas masing-masing.


"Vin makan malam nya deliv aja yaa, Aku lagi males masak ini, MaGer banget sumpah! Masih kerasa capeknya" keluh Raisya pada Kevin.


"Yaudah Aku yang masak kalau gitu"


"Emang Kamu bisa masak?"


"Terus emangnya cuma Kamu doank yang bisa masak?"


"Ckck. Orang nanya malah balik nanya!"


"Yaudah. Aku mau kedapur masak buat makan malam, lagian juga bahan masih banyak, sayang kalau gak dimakan jadinya mubazir"


"Terserah deeh! Yang penting harus enak bisa dimakan"


Kevin pun keluar kamar dan menuju dapur untuk memasak makan malam. Namun karena Raisya jadi penasaran dia pun ikut kedapur dan duduk di meja dapur yang tersedia untuk melihat Kevin memasak. Kevin mengenakan apron warna ungu milik Raisya, lalu mengeluarkan semua bahan makanan dari lemari dan kulkas.


"Mau masak apa nih Cheff?"


"Masak apa saja yang bisa dimakan"


"Nanya serius juga... haissh"


"Gakusah banyak tanya, tunggu aja hasilnya"


"Yaudah iyaa..."


Kevin pun mulai memotong semua bahan makanan, dia nampak begitu serius menambah kadar ketampanannya, Raisya yang melihat gerak gerik Kevin saat memasak hanya bisa diam. Jujur saja dia merasa Kevin sangat tanpan saat ini, seperti Cheff Juna yang ada ditv-tv.


"Cheff, riquest donk makannya boleh?"


"Princess mau riquest masakan apa?"


Nada Kevin begitu lembut membalas pertanyaan Raisya, ditambah panggilan 'Princess' yang Kevin ucapkan membuat Raisya senyam senyum dan salah tingkah. Kenapa disaat seperti ini Kevin begitu lembut dan romantis, mengingat kemarin dia marah-marah tak jelas pada Raisya sampai mencuri ciuman pertamanya.


"Huhh.. gak usah sok manis, gak cocok!"


"Tadi katanya mau riquest makanannya?"


"Yaudah kalau gitu aku mau makan spagetti carbonara"


"Oke siap My Princess"


Lagi-lagi Raisya dibuat blushing oleh Kevin. Kevin yang melihat rona merah di wajah Raisya tersenyum sambil menahan tawanya, karena baginya Raisya sangat menggemaskan disaat sedang blushing.


"Yang banyak kejunyaa"


"Iya Princess..."


Lagi dan lagi. Sangking Raisya sudah tidak tahan lagi dengan Kevin, dia pun memutuskan meninggalkan dapur menuju ruang tengah dan menyalakan tv, agar tidak salah tingkah dihapadapan Kevin, dia sangat merasa malu sekarang.


Setelah setengah jam kemudian, Kevin sudah selesai memasak makan malam untuk mereka berdua. Kevin pun berjalan menuju ruang tengah dan melihat Raisya sedang asyik menonton.


"Raisyaa, ayok makan"


"Ohh iyaa"


Merekapun berjalan kemeja makan, Raisya pun duduk di salah satu kursi lalu Kevin dari dapur membawa dua piring yang berisikan spagetti pesanan Raisya.


"Tadaaa... Spaghetti Carbonara dengan ekstra keju khusus untuk My Princess"


"Issh!! Apaan sih Vin! Eh tapi kamu cocok loh jadi pelayan restoran, hehehe"


Kevin hanya membalas dengan senyuman manisnya dan duduk disebelah Raisya kemudian menikmati makanannya. Makan malam merekapun hening tanpa ada yang membuka suara, hanya suara dentingan piring dan sendok yang beradu. Setelah selesai makan Raisya langsung nengambil piring bekas Kevin dan miliknya lalu membawa ke westafel untuk dicuci.


"Sini Aku aja yang cuci piring, tadi kan udah masakin makanan buat Aku. Makasih yaa" ucap Raisya dengan senyuman.


Kevin hanya membalas dengan senyuman. Akhir-akhir ini Raisya merasa ada yang berbeda dari Kevin, dia merasa bahwa Kevin lebih sering tersenyum kepadanya. Jujur Raisya akui Kevin lebih tampan saat dia sedang tersenyum, namun lagi-lagi dia menyangkalnya karena dia akan selalu berdebar mengingat senyuman dari Kevin.


Jam sudah menunjukkan 10.00 pm . Hari semakin gelap ditambah suasana sedang hujan sangat deras malam ini. Raisya dan Kevin pun sudah sangat mengantuk, mereka akhirnya memilih tidur dan seperti biasa, Kevin selalu menjadikan Raisya guling tidurnya. Dan mereka pun menuju ke alam mimpi masing-masing.


●


●


●


Esoknya disekolah ~~


"Raisyaa!!!"


Teriakkan seseorang yang begitu dia kenali, siapa lagi kalau bukan Ocha sahabatnya. Raisya pun menoleh kesumber suara tersebut diliatnya kebelakang Ocha dan Risa berlari kearahnya.


"Apasiih! Teriak-teriak?! Masih pagi juga!" -Raisya


"Lo gak tau gosip sekarang yang lagi trending topick di sekolah?" -Ocha


"Gosip apaan sih?! Lo tau sendiri Gue bukan emak-emak tukang gosip!" -Raisya


"Yaelah Syaa! Lo gak tau yaa yang jadi trending topick sekarang siapa?" -Risa


"Lah? Emang siapa? Emang Gue peduli hah?" -Raisya


"Lo Raisya!!! Trending topick kali ini!" -Ocha


"Kalian halu kali, emang Gue artis bisa trending..hahaha" -Raisya


"Makanya punya handpone itu digunain Sya! Lo buka situs sekolah kita deh!" -Risa


"Noh kalau Lo males buka situs sekolah kita. Liat nih dari hape Gue!" -Ocha


Ocha membukakan situs sekolah mereka dan memperlihatkan sebuah video kepada Raisya yang betulisan caption "Bidadari sekolah SMA Patra Dharma dikelilingi tiga Pangeran tampan menyanyikan lagu Romantis! Siapa yang baper hayooo...!".


Itulah yang pertama kali Raisya baca. Lalu ia mengscroll layar ponsel lagi dan melihat berbagai hastag serta komentar yang mencapai hampir mencapai lima ratus ribu, berbagai komentarpun tertera jelas disana.


Netijen1 : gilaa suara mereka semua bagus-bagus!


Netijen2 : wihh ini parah siih pemandangan langkaa!


Julid1 : cih! Apanya yang bidadari?! Mimi peri kali turun dari khayangan! Awokwok πŸ˜‚


Netijen3 : berasa liat Raisya sama Afgan beneran yaa!


Julid 2 : gak rela banget Gue babang Kevin kecantol sama Raisya! Gak banget!


Julid 3 : ckckc. Dikelilingin cowok-cowok tampan? Hellowww....!! Kayak cewek murahan aja! 😏


Netijen 4 : ini nih yang bikin semua cewek bakal iri. Tapi mereka cocok kok. Apalagi Raisya sama Kevin!


Netijen 5 : gue ngeship Raisya sama Leon ❀


Netijen 6 : Sya! Kasih 1 donk buat aku . Wkwkwk πŸ˜‚


Netijen 7 : Raisya My Princess 😘❀


Julid 4 : Berasa liat pemandangan JALANG ! HAHAHA 😝


Yaah!! Itulah para komentar yang tertera dalam video saat malam api unggun berlangsung. Ada yang negative ada yang positive, Tapi yang namanya seorang Raisya tidak akan pernah peduli dengan hal seperti itu. Baginya hanya menambah dosa saja, gak ada manfaatnya komentarin hidup orang. Kalau hidup cuma ngurusin kejelekan orang saja, apa kabar dengan diri sendiri? Udah ngerasa sempurna? Hei. Manusia di muka bumi ini gak ada yang sempurna gaiss, punya kelebihan dan kekurangan. Raisya heran aja gitu yaa sama orang yang suka komentarin hidup orang lain, apa mereka gak ada kerjaan atau gimana, kalau gak suka ya gak usah diliat, punya hidup kok ribet amat dah!.


Raisya hanya menanggapinya biasa saja, sedangkan kedua sahabatnya masih heboh dengan trending topick di situs sekolah mereka.


"Lo kok santai aja sih Sya?" -Risa


"Terus Gue harus bilang WOW gitu??" -Raisya


Kedua sahabatnya itu hanya bisa berdecak dan menggelengkan kepalanya melihat tingkah Raisya yang kelewat cuek dan masa bodo dengan apa yang terjadi sekarang.


"Lo gak takut Sya. Kalau-kalau fansnya si Kevin nyerang Lo tiba-tiba" -Risa


"Ckck siapa takut! Kevin emang punya Gue kok!" -Raisya


"Ceeh !! Yang sudah ngakuin!" -Ocha


"Apa urusannya sih sama mereka?! Gue gak takut yaa kalau mereka nyerang Gue cuma gara-gara video itu!" -Raisya


"Ya tapi Sya. Kita kan gak tau mereka bakalan ngelakuin apa sama Lo" -Risa


"Lo Cha, kayak baru kenal Gue kemarin sore aja! Tenang aja! Gue gak akan mulai kalau bukan mereka deluan." -Raisya


"Udah buruan masuk kelas! Bel udah bunyi noh! Ntar ketinggalan upacara mau dihukum?" Lanjut Raisya lagi karena bel masuk sudah berbunyi dan semua murid akan melaksankan upacara bendera.


Setelah upacara bendera selesai, Raisya dan kedua sahabatnya menuju kantin karena memang setelah upacara para murid diberikan waktu istirahat tiga puluh menit sebelum jam pelajaran dimulai.


Raisya yang melihat Leon sudah duduk dikantin dengan teman-temannya yang tak lain adalah Bams, Reno daaaan.... Kevin. Awalnya dia ragu untuk menghampiri, namun karena ada Leon dia buang rasa keraguan itu. Toh dia datang untuk bertegur sapa dengan Leon, karena dia masih canggung di depan para sahabatnya untuk berakrab ria dengan Kevin. Raisya pun mengambil tempat duduk disebelah Leon.


"Leoooon!!!" -Raisya


"Gak usah teriak-teriak RAISYA!!" -Leon


"Traktir minuman dooonkk" -Raisya


"Ckck.. udah punya laki juga! Vin bini Lo gak dikasih uang jajan apa?!" -Leon


"Ish apaan sih Lee!! Orang cuman minta di traktir minuman doank juga aelaah!!" -Raisya


Kevin yang mendapan pertanyaan candaan dari Leon hanya diam melihat tingkah manjanya Raisya pada Leon.


"Leon pelit!!" -Raisya


"Ceeh! Gini nih senjata nya ngambekkan!" -Leon


"Makanya traktir yaa skalian. Aku mau jus alpukatnya tiga sama sosis bakarnya enam oke. Hihi" -Raisya


"Lo ngerampok Gue Sya!" -Leon


"Sekalian sama Risa sama Ocha. Leon ganteng baik deeh.." -Raisya


Leon hanya menghela nafas kesal namun tetap menuruti permintaan sahabat cantiknya itu, dia mana tega kalau Raisya sudah bersikap manja seperti itu padanya. Membuatnya gemas, padahal sudah punya suami tapi sama sekali Leon tidak pernah melihat kedua sahabatnya itu berinteraksi layaknya sepasang kekasih di sekolah. Memang sih mereka sudah menggegerkan seisi sekolah dengan pulang pergi satu mobil, ditambah video viral mereka yang beredar namun keduanya terlihat sangat cuek dan biasa saja. Dikelas pun mereka tetap saja tidak ada yang mau mengalah ketika menjawab soal atau berdebat saat ada tugas presentasi. Masih terlihat jelas kilatan petir diantara mereka.


"Nih .. jus alpukat dan sosis bakar kesukaan My Princess" -Leon


"Thankss Leonkuuu..." -Raisya


Raisya dan ketiga sahabatnya itupun menikmati makanan mereka di meja kantin yang berbeda tanpa menghiraukan Leon dan teman-temannya. Tiba-tiba ada seorang gadis yang sengaja menumpahkan jus jeruk ke tubuh Raisya dri belakang.


BYURRR...


"Eh sorry Syaa. Gue gak sengaja" kata perempuan itu dengan muka tanpa dosa.


"Eh apa-apaan Lo! Jelas itu disengaja!" Kata Ocha dengan suara nyaring karena dia tau pasti itu sengaja.


"Gue udah bilang kan kalo gak sengaja. Tapi emang pantes sih Lo disiram pake jus gitu. Hahahaha" kata gadis itu yang tak lain adalah Karin, orang yang dulu pernah membully Risa.


Raisya memang tau Karin itu tukang bully disekolah tapi sama sekali dia tak pernah peduli dengan orang seperti Karin. Selama Karin tak pernah cari gara-gara dengannya, Raisya bisa menjamin ketenangannya. Toh baginya kalau sewaktu-waktu Karin mencari masalah dengannya itulah kesempatan Raisya memberi pelajaran kepada si tukang bully, dan mungkin saat ini adalah kesempatannya.


"Lo belum kapok ya sama kejadian waktu itu hah?!" Ocha semakin geram melihat Karin dan langsung berdiri dihadapan Karin.


"Gue gak ada urusan yaa sama Lo!" Ucap Karin yang mendorong tubuh Ocha lalu kembali dihadapan Raisya.


"Jadi urusan Lo sama Gue? Hem?!" Ucap Raisya dengan santai ketika Karin end the gank nya berdiri di hadapan Raisya.


"Gue cuma mau bilang kalau Lo itu perempuan penggoda dasar perempuan murahan!" Ucap Karin dengan keras dihadapan Raisya, membuat semua yang ada di kantin menoleh kearah mereka, termasuk Leon Kevin dan kedua sahabatnya Reno dan Bams.


"Hahahaha....." Raisya hanya tertawa tertawa terbahak-bahak mendengar perkataan Karin, membuat seisi kantin menatap heran.


"Masih ada lagi yang mau Lo bilang ke Gue?" Lagi lagi dengan wajah terlewat santai Raisya menanyakan hal itu pada Karin.


"Jangan sok kecantikan deh Lo jadi perempuan! Lo tuh perempuan jalang! Penggoda! Murahan! Gaktau malu!" Karin semakin memaki Raisya.


"Terus kalau Gue cantik kenapa? Terus kalau gue populer kenapa? Terus kalau Gue pinter kenapa? Terus kalau banyak yang suka kenapa? Lo iri sama Gue? Kalau Lo iri mending Lo ngaca sama diri Lo sendiri, Lo juga cantik kok! Heh! Tapi sayang mulut Lo gak secantik wajah Lo! Yaa wajar aja Gue lebih dari Lo!" Balas Raisya yang masih memajang ekspresi santai bahkan sempat-sempatnya dia menebarkan senyuman manisnya.


Karin yang merasa diremehkan dan merasa Raisya tak takut dengannya pun geram dan tanpa aba-aba Karin langsung menjambak rambut Raisya. Raisya yang mendapat serangan dadakan itupun juga langsung reflek menjambak balik rambut Karin, suana riuh dikantin semakin ramai menyaksikan tontonan gratis ini tanpa ada yang mau melerai. Ocha pun ingin melerai keduanya namun dia di dorong oleh salah satu teman Karin hingga punggungnya menghantam kursi dan terduduk dilantai, Risa yang tak bisa berbuat apa-apa hanya membantu Ocha.


Raisya yang melihat sahabatnya kesakitan pun membalas mendorong teman Karin dengan posisi yang masih saling menjambak dengan Karin. Kini kedua tangan Raisya pun menjambak keduanya. Dengan sigap Karin menampar wajah Raisya namun jambakannya tak terlepas sedikitpun, Raisya mendorong teman Karin dengan sekali hentakan. Setelah tangan satunya terlepas dari teman Karin langsung saja dia layangkan tamparan balik keras ke wajah Karin. Karin yang tak terima dibalas, dia pun menarik lengan baju Raisya hingga robek dan menampakkan bahu mulus milik Raisya. Raisya yang sudah lepas kendalipun tak segan-segan menampar dan mencakar Karin.


Tangan mereka masih saling bertautan menjambak satu sama lain, kini pemandangan tiga lawan satupun terpampang jelas. Raisya yang benar-benar sudah lepas kendalipun menjambak kuat rambut kedua teman Karin bergantian hingga mereka jatuh terduduk tanpa melepas jambakannya dari rambut Karin. Kejadian ini begitu cepat dan tiba-tiba. Sampai akhirnya Kevin datang di tengah kerumunan murid yang menyaksikan.


"STOOPP!!!" teriak Kevin dengan lantang membuat seisi kantin yang tadinya ricuh menjadi senyap seketika.


Karin dan Raisya sempat terhenti dan melihat ke arah suara tersebut tapi tautan tangan mereka tak terlepaskan. Saat Karin merasakan jambakan Raisya melonggar tentu saja dia akan mengambil kesempatan ini disaat ada Kevin.


"Aakkhhh....!!" Pekik Karin dan pura-pura terjatuh kesakitan.


"Gak didorong jatuh sendiri! Dasar lemah!" Ucap Raisya santai karena dia sendiri masih dikendalikan oleh emosi.


"Vin, Gue disakitin nih sama Raisya.. hikss.. liat nih pipi Gue dua-duanya, rambut Gue Vin sakit! Kaki Gue juga" ucap Karin dengan ala-ala dramatis seperti orang yang ditindas. Namun sama sekali Kevin tak perduli.


"Yang nyari masalah deluan siapa? Asal Lo tau ya! Gue bisa aja bikin Lo botak sekalian!!" Sinis Raisya lalu dia tak memperdulikannya lagi, dan memilih menghampiri Ocha.


"Cha Lo gakpapa kan ? Yang mana yang sakit?!" Tanya Raisya yang sudah berada di hadapan Ocha.


"Gue gakpapa Sya, pinggang Gue doank mah yang sakit paling bentar sembuh, Lo gih sana ke UKS. Penampilan Lo juga udah berantakan banget!" Jawab Ocha.


"Lee!! Lo gendonk nih Ocha bawa ke UKS !!" Tanpa memperdulikan omongan Ocha dia justru memanggil Leon untuk menggendong Ocha dan membawanya ke UKS. Leon pun menuruti perintah sahabat cantiknya itu.


Disisi lain Kevin yang melihat seragam Raisya robek. Dia pun menghampiri namun di cegah oleh Karin.


"Vin tolongin Gue donk sakit banget ini" ucap Karin dengan nada mengiba namun Kevin hanya menatap Karin tajam.


"Temen Lo masih sanggup berdiri kan?! Minta bantuan aja sama mereka! Kalian berdua bantuin tuh bos genk kalian! Dan satu lagi Gue gak mau ada kejadian seperti ini lagi! Dan Gue gak suka sama perempuan tukang bully kayak Lo! Jadi jangan cari-cari perhatian ke Gue !" Ucap Kevin dengan tegas membuat suasana semakin mencekam.


"Dan setelah ini kalian semua yang terlibat ikut Gue keruang BK ! Gakada bantahan!" Lanjut Kevin lagi lalu menyampirkan jaketnya ke Raisya namun di tolak oleh Raisya.


"Gakusah peduliin Gue! Lo urus dulu noh fans alay Lo!" Raisya yang masih emosi menolak dan melempar jaket Kevin kembali lalu pergi meninggalkan kantin.


Raisya memilih menuju UKS untuk melihat sahabat nya. Dia sudah tidak perduli dengan penampilannya sekarang, rambut yang masih berantakan tidak jelas, pipi kanan yang memerah, serta lengan baju seragamnya yg sudah robek hingga menampilkan bahu mulusnya.


Krieet...


Suara pintu UKS terbuka dan Raisya langsung menghampiri sahabatnya, disana Ocha sedang di temani Risa, Leon, dan Bams.


"Gimana Cha? Udah baikan?" Tanya Raisya dengan lembut.


"Ya Ampuun Raisyaaa!!!" Pekik Bams yang terkejutmelihat penampilan Raisya.


"Nih pake jaket Gue! Penampilan Lo tuh udah kayak orang gak waras tau!!" Leon yang menyadarinya pun langung menyampirkan jaketnya ke tubuh Raisya.


"Makasih Lee!" Balas Raisya dengan senyuman.


"Gilaa Raisya tiga lawan satu! Tapi Lo cuman pipi doank memar. Lo gak liat Karin dan temannya? Apalagi si Karin punya tanda bekas cakaran dari Lo" ucap Bams yang tak habis pikir melihat kejadian dikantin tadi.


"Lo belum tau aja sisi singa nya nih anak kayak apa" jawab Leon sambil menggelengkan kepala. Dia tau betul bagaimana saat sisi singa seorang Raisya meledak.


"Nih gara-gara si fans alay nya si Kevin itu, juga gara-gara video trending itu! Huh! Kenapa gak sekalian aja tadi Gue botakin si Karin yaa!" Ucap Raisya dengan kesal.


"Udah udah tenangin diri Lo dulu Sya! Habis ini Lo berhadapan sama BK dan juga sama suami Lo sendiri" Leon mengingatkan Raisya.


"Ceeh!! Yaudah maksih jaketnya. Lo Cha istrahat aja atau minta antar Leon pulang biar istirahat dirumah sekalian. Gue mau ke ruang BK!" -Raisya


Raisya pun keluar dari ruang UKS setelah melihat keadaan sahabatnya, dan sekarang dia harus mempertanggung jawabkan atas apa yang terjadi tadi di kantin. Jujur saja dia juga merasa bersalah berkelahi di lingkungan sekolah dan ini pertama kalinya, tapi kejadian ini bukan sepenuhnya salah Raisya, kalau bukan Karin deluan yang langsung menjambaknya. Semuanya terjadi begitu saja. Dengan emosi yang sudah meredah, Raisya berjalan ke ruang BK dengan santai.


.


.


.


.


.


.


.


.


Halooo Readers setia kuu !!


Gimana sama part ini? panjang kaan?? hehehe Komen dibawah yaa pendapat kalian..


Oyaa.. Novel ini masuk kedalam contest jadi mohon dukungannya readers πŸ™


Like komen dan vote kalian sangat membantu ❀


Jangan lupa jadikan favorite biar gak ketinggalan episode selanjutnya πŸ‘Œ


Mohon maap kalau ada yang Typo πŸ™


Terimakasih and Love you All Readers πŸ™β€β€