My Rival Is My Love

My Rival Is My Love
Puisi Untukmu



Kini dua minggu setelah kejadian dikantin itu berlalu, dan malam saat Raisya menerima hukumannya pun membuatnya kini terbiasanya dengan ciuman Kevin. Pasalnya setelah kejadian itu, dirumah Kevin mulai bersikap manis dan selalu saja mencium bibir Raisya setiap ada kesempatan, seperti saat bangun pagi dan ingin tidur atau bahkan ketika didalam mobil hendak keluar ketika sampai disekolah. Hubungan mereka kian membaik selama ini, namun hal manis perlakuan Kevin hanya dia rasakan dirumah saja, ketika disekolah Kevin menjadi cuek dan dingin.


Raisya awalnya kesal dengan sikap Kevin yang berubah-rubah. Saat dirumah sedang berdua saja dia sangat manis dan perhatian. Tapi ketika disekolah dia begitu cuek, murid yang lain pun hanya bungkam melihat kedekatan mereka yang selalu bersama saat datang dan pulang sekolah, hanya sekedar itu. Namun semua murid tak ada yang bisa menilai hubungan mereka itu seperti apa. Dibilang pacaran juga bukan, karena disekolah sama sekali tidak ada interaksi antara keduanya selayaknya pasangan kekasih. Makan di kantinpun hanya beseblahan saja tidak pernah satu meja dan bertegur sapa hanya selayaknya. Dikelaspun tetap saja mereka selalu berdebat saat menjawab soal.


Karin pun kini sudah tidak lagi mengganggu Raisya, mengingat bagaimana sikap bar-bar Raisya saat itu, tanpa rasa takut sedikitpun. Tapi tetap ada dendam dari dalam diri Karin. Namun Karin tetap saja masih mengejar-ngejar Kevin meski sudah sering kali Kevin menolak dan menghindar.


Kini dikelas Raisya sedang belajar mata pelajaran Bahasa Indonesia. Guru menyuruh muridnya membuat sebuah puisi tema bebas, karya sendiri atau orang lain, lalu akan memanggil satu persatu maju kedepan untuk dinilai. Ternyata guru memanggilnya dengan absen random, sampai tiba saatnya nama Raisya dipanggil untuk membacakan puisi yang dia tulis.


Raisya tersenyum dengan percaya diri, berdiri didepan papan tulis sambil memegang buku dan menghadap kesemua teman-teman kelasnya, dan mulai membacakan puisi yang sudah dia tulis.


~Inikah Cinta?~


Segala gerak geriknya selalu Aku perhatikan..


Sehari tak berjumpa rasanya tak karuan..


Jatungku berdebar bila Kita berdekatan..


Mungkinkah Kau merasakannya?


Tahukah Kau perasaanku?


Mengertikah Kau getaran yang ada di benakku?


Yang setiap detik menyebut namamu..


Perasaan yang tak pernah Aku rasakan dalam hidupku..


Perasaan aneh yang menjalar di seluruh tubuhku..


Kemana Aku melangkahkan kaki ini..


Bayangmu selalu hadir menghantui..


Cinta ?


Apakah ini yang namanya cinta ?


Cinta


Cinta


Dan cinta


Yah….. Sepertinya Aku mulai jatuh cinta..


Sejenak seisi kelas hening dan memandang Raisya dengan berbagai ekpresi, guru yang mengajar pun juga sempat terdiam mematung. Sampai akhirnya tersadar dan memberikan sebuah tepuk tangan lalu diikuti oleh semua murid yang juga bertepuk tangan dengan meriah dan sorak riuh menggelegar. Pasalnya baru kali ini Raisya mengucapkan kata-kata tentang cinta. Kevin yang mendengar puisi dari Raisya hanya tersenyum simpul.


Apakah Kamu sudah jatuh cinta pada ku Syaa? Hanya itu yang memenuhi pikiran Kevin.


Leon pun menganga mendengarkan puisi yang Raisya buat, dia tak percaya kalau Raisya bisa sebucin ini. Raisya yang dulu dia kenal bar-bar, ceplas seplos, dan tak peduli dengan asmara. Ternyata membuatnya menikah dengan Kevin melihat sisi lain dari sahabat cantiknya itu yang sama sekali tak pernah dia sangka.


"Sejak kapan Lo jadi sebucin ini sih?" -Leon


"Kayaknya udah ada yang mulai jatuh cinta beneran nih" -Risa


"Ini serius Raisya kan? Raisya temen Gue?" -Ocha


Raisya yang mendapat pertanyaan beruntun dari para sahabatnya ketika kembali ketempat duduknya hanya bisa menghela nafas dan geleng-geleng kepala.


"Ini cuma puisi, lagian juga gakpapa donk sekali-sekali bikin puisi tema romantis lope lope gini. Kalian aja yang lebay!" Balas Raisya.


"Terus tuh kata-kata nyomot dimana? Di mbah gugel?" -Ocha


"Yaa kagak laah, emang Lo tadi ada liat Gue searching ke mbah gugel?" -Raisya


"Yaa gak ada sih. Tapi kok bisa aja gitu kata-kata bucin kek gitu Lo tulis. Kayak bukan Lo aja" -Ocha


"Lo kenapa sih sewot banget jadi orang. Suka-suka ku lah mau pake kata apa. Lagian tuh kata-kata dari pikiran Gue sendiri" -Raisya


"Dari pikiran turun ke hati yaa Syaa?" -Ocha


"Apaansih?!" -Raisya


"Tuh muka Lo mereh noh kayak kepiting rebus.. cieee" -Ocha


"OCHAAAAA!!" -Raisya


Raisya yang di goda oleh Ocha merasa malu dan terlihat jelas wajahnya memerah. Sedangkan Kevin yang duduk didepannya hanya tersenyum mendengar percakapan istrinya dibelakang.


Tak lama setelah beberapa murid maju setelah Raisya. Kini giliran Kevin yang dipanggil kedepan untuk membacakan puisi yang dia buat. Seisi kelas menjadi diam seketika melihat Kevin yang sudah berdiri didepan papan tulis dan mulai membacakan puisinya.


~Puisi untukmu~


Tak terwakilkan kasihku diantara lautan kata-kata..


Gema asmaraku masih akan tetap untuk sebuah nama..


Dirimu yang bersanding penyempurna hidup ini..


Kau teramat sempurna kumiliki..


Kau siramkan kasih saatku tak lagi bersemi..


Hatimu mewarnai indah bagai pelangi..


Tak kuasa awanpun untuk sejenak menutupi..


Kadang ku gontai tertiup angin..


Kadang ku tertatih terperosok angin..


Kau tetap berdiri menjadi pegangan..


Menuntunku kembali dalam ketentraman..


Tak mampu ku wakilkan semua rasaku..


Bahkan tak satu puisipun mampu menggambarkanmu..


Kau yang terindah dalam hidupku..


Dan akan menjadi bidadari syurgaku..


Hening..


.


.


.


Prok prok prok.....


Suara riuh memenuhi seisi ruang kelas Raisya. Lagi dan lagi mereka kaget dan terpukau mendengar puisi yang dibacakan oleh Kevin. Kata-kata yang begitu puitis, memang Kevin selalu pandai dalam memilih sebuah kata, berbeda dengan Raisya yang memilih kata sesuai apa yang dia pikirkan, dalam kata lain seadanya.


Gue akuin Vin, kata-kata Lo puitis banget! Gak salah emang kalo Lo cerdas :) benar-benar saingan yang berat ! :) . Gumam Raisya dalam hati sambil tersenyum.


"Ciee..... dibuatin puisi... puitis gitu lagi kata-katanya" bisik Ocha pelan di samping Raisya.


"Apaansih? Lo dari tadi lebay mulu!" Elak Raisya.


"Ehh tapi bener deh tuh puisi emang buat Lo. Lo dengerkan tadi kata terakhirnya? Bidadari syurgaku.. OMG so sweet banget sih Kevin" heboh Ocha yang mendapat deheman dari Kevin yang duduk didepannya tanpa berbalik.


"Huuhhh... serah Lo daah! Lebay amat!" Ucap Raisya yang tak habis pikir mendengar ocehan sahabatnya itu.


Jujur saja Raisa juga terkesan dengan puisi Kevin, sedikit berharap kata-kata yang Kevin tulis itu untuk dirinya. Namun lagi dan lagi Raisya tak mau terlalu jauh memikirkannya, selama ini dia sudah cukup nyaman berada disisi Kevin walaupun terkadang sikap Kevin sering berubah-ubah, jadi bukan seharusnya dia berhara lebih dari ini. Dia sendiri masih bingung dengan perasaannya sekarang, baginya hanya perlu mengikuti skenario yang sudah Tuhan buat untuknya. Selama dia dan Kevin mencoba melewati pernikahan ini bersama dengan saling belajar satu sama lain mengenai mahligai rumah tangga, saling memiliki komitmen yang sama yaitu, pernikahan hanya sekali seumur hidup sampai maut memisahkan.


.


.


.


.


.


.


.


.


Gimana? Gimana ?


Maaf yaa up nya lama, tapi aku selalu usahain buat up kok meskipun gak tiap hari, karena aku juga punya kegiatan lainnya.


Maaf yaa sudah lama menunggu 🙏


Jangan lupa kasih like dan vote untuk dukung novel aku.


Terimakasih banyak untuk semua pembaca 🙏


Karena kalian lah penyemangat Author ❤😚