My Rival Is My Love

My Rival Is My Love
Perhatian Kevin



Raisya sedang memasak makan malam di dapur apertemen nya, sedangkan Kevin duduk di ruang tengah sambil menonton tv siaran olahraga.


"Auukhhh...!!" Pekik Raisya sambil memegangi perutnya.


"Kenapa perutku begitu sakit yaa? Apa ini tamu bulanan?" Ucap Raisya sambil melangkah kekamar mandi untuk memeriksanya.


Dan memang Raisya sedang datang bulan, dia pun bergegas ke kamar untuk membersihkan dan mengganti dalaman serta bajunya. Saat sedang mencari pembalut, Raisya sama sekali tidak menemukannya.


Kevin yang tidak melihat Raisya didapur tapi kompor masih dalam keadaan menyala, Kevin segera mematikannya. Dia berpikir Raisya begitu saja meninggalkan masakannya tanpa mematikan kompor lebih dulu. Kevin pun mencari Raisya kedalam kamar, dilihatnya Raisya sedang sibuk mengobrak-abrik meja rias nya dan lemari pakaiannya secara bergantian.


"Apa yang Kamu cari? Setidaknya matikan dulu kompor didapur kalau mau ditinggalkan. Untung tidak gosong dan terjadi apa-apa" ucap Kevin seraya menghampiri Raisya.


"Ehh..maaf Viin. Aku benar-benar lupa" jawab Raisya yang masih sibuk mencari sesuatu.


"Kamu sedang cari apa? Biar ku bantu." Kevin menawarkan diri.


"Ehh ... anuu.. sshh.. anu Viin..." ucap Raisya gugup karena bingun harus bagaimana mengatakannya.


"Anu apa sih? Bilang saja"


"Ituuu....."


"Itu apa?"


"Pe..pembalut!!" Ucap Raisya dengan cepat dan langsung membalikkan badannya karena malu.


"Ohh pembalut" jawab Kevin dengan santai.


Kevinpun ikut mencari benda tersebut disetiap laci dan lemari di kamarnya. Raisya pun menjadi heran, kenapa Kevin malah membantunya. Padahal dirinya begitu sangat malu mengatakan benda kebutuhan wanita itu pada seorang laki-laki.


"Mungkin Kamu lupa membelinya?" Ucap Kevin. Karena dirinya juga tidak menemukan benda tersebut.


"Aku lupa Vin sudah membelinya atau tidak, karena biasanya memang selalu ada stoknya" Jawab Raisya sambil malu-malu.


"Yasudah Kamu lanjutkan saja memasaknya, Aku akan keluar untuk membelikanmu" ucap Kevin sambil meraih ponsel, dompet dan kunci mobil diatas nakas.


Raisya membelakkan matanya tidak percaya.


"Ta.. tapi Vin!"


"Tapi apa?"


"Masa iya Kamu beli gituan? Gak malu?"


"Kenapa harus malu, istriku sedang membutuhkannya sekarang"


"Tapi Aku...... aaakkkhhhh!!!"


Belum sempat menyelesaikan kalimatnya perut Raisya kembali terasa nyeri dan langsung memegangi perutnya. Kevin pun menjadi sangat khawatir.


"Kenapa? Apa Kamu baik-baik saja?" Tanya kevin dengan nada khawatir sambil memegangi bahu Raisya dan menuntun pelan kearah tempat tidur.


"Aku baik-baik saja Viin, ini memang sudah sering terjadi disaat sedang datang bulan"


"Tapi kenapa wajahmu menjadi pucat? Apa perlu kerumah sakit?"


"Tidak!!" Jawab Raisya dengan cepat. Bisa-bisanya Kevin mengusulkannya kerumah sakit. Yang ada malah ditertawai oleh dokter.


"Baiklah, kamu tidak perlu melanjutkan masakanmu, Aku akan keluar membelikan mu pembalut. Istrahatlah" ucap Kevin sambil membaringkan tubuh Raisya.


"Apa tidak ingin minum sesuatu? Setidaknya minumlah dulu air hangat" Tanya Kevin lagi.


"Emmh, sebenarnya Aku biasa meminum jamu herbal untuk orang haid" jawab Raisya dengan malu-malu.


"Baiklah Aku pergi dulu. Jangan kemana-mana sampai Aku datang. Tetap istirahat seperti ini, jangan lupa untuk minum air hangat dulu"


"Iya, hati-hati"


Kevin pun pergi keluar kamar meninggalkan Raisya seorang diri.


"Aku tidak menyangka dia punya inisiatif ingin membelikan ku pembalut. Hihi.. Jarang sekali ada laki-laki yang tanpa malu kesupermarket mengambil kebutuhan wanita" Raisya berucap sendiri sambil terkekeh geli.


Kevin pun melajukan mobilnya kesupermarket untuk membeli kebutuhan Raisya. Setibanya disana, Kevin langsung menuju stand yang memajang berbagai jenis pembalut. Semua pengunjung yang ada tak hentinya memperhatikan gerak-gerik Kevin, bagaimana tidak menjadi pusat perhatian. Dengan wajah Kevin yang tampan hanya mengenakan kaos polos lengan lanjang warna putih dan celana pendek selutut berdiri di depan stand kebutuhan wanita sambil memilih-milih.


Seorang pegawai supermarket datang menghampiri Kevin yang terlihat bingung.


"Mau cari apa Mas?" Tanya pegawai itu.


"Ini mba, mau beli pembalut tapi Saya tidak tau yang mana biasa dipakai oleh istri Saya" jawab Kevin dengan santai.


Pegawai itu terkesiap ketika Kevin menyebutkan kata istri. Pasalnya dilihat dari penampilan Kevin sendiri seperti anak muda yang masih sekolah SMA. Pegawai itu mengira ingin membelikan untuk Kakak perempuannya ternyata bukan.


"Ohh.. ini yang bagus dan yang paling panjang ukurannya." Kata pegawai itu sambil mengambil salah satu merk pembalut.


"Itu bisa dipakai untuk malam hari saat tidur, dan ini untuk di pakai sehari-sehari saat siang" lanjut pegawai itu lagi.


"Baiklah tolong pilihkan beberapa yang bagus dan nyaman dipakai" ucap Kevin.


"Oh yaa satu lagi Mba, apa disini ada minuman sejenis jamu herbal untuk orang datang bulan?" Tanya Kevin lagi.


"Ada Mas, mau yang sachet atau yang botolan?" Kata legawai itu.


"Yang botol saja deh lima" jawab Kevin.


"Baiklah Mas, silahkan bayar dikasir Saya akan mengambilkan minumannya" ucap pegawai itu dengan ramah lalu pergi meninggalkan Kevin.


Kevinpun berjalan menuju Kasir, namun sejenak dia berhenti di stand yang menaruh berbagai jenis coklat.


"Apa Aku belikan coklat juga kali yaa biar moodnya bagus. Cewek kan kalo lagi PMS moodnya suka berubah-ubah" pikir Kevin.


Kevin pun langsung mengambil beberapa macam coklat untuk dia beli, lalu berjalan menuju Kasir.


"Sama coklat ini ya Mba" seraya menaruh beberapa coklat di meja kasir.


Banyak orang yang mentap Kevin dengan kagum. Namun yang ditatap hanya cuek saja. Mba mba kasir yang melayani Kevin tersenyum malu-malu pada Kevin.


"Semuanya 150ribu Mas?" Kata Mba Kasir itu.


Kevin pun mengambil dompetnya dan menyerahkan dua lembar uang berwana merah.


"Apa ada lagi Mas? Atau mau isi pulsa sekalian?" Tanya Mba Kasir itu dengan nada menggoda sambil memberikan uang kembaliannya.


Sedangkan Mba Kasir yang tadi sangat merasa malu, karena dengan blak-blakan menggoda suami orang.


"Lo sih main goda aja pake nawarin isi pulsa biar bisa dapet nomernya" kata Mba pegawai satunya yang tadi melayani Kevin.


"Sumpah malu banget Gue! Lo juga kenapa gak kasihtau?!" Kata Mba Kasir.


"Yaa Gue kira Lo tau aj gitu karna liat belanjaannya"


"Mana Gue tau! Dikira buat beliin Kakak perempuan atau emaknya!"


"Yaudah lanjut kerja gih. Lain kali liat-liat dulu biar gak malu" kata Mba pegawai itu sambil tertawa.


Setibanya Kevin di apertemen, dia langsung masuk menuju kamar namun langkah nya terhenti ketika mendengar suara di dapur. Langkahnya pun beralih kedapur dan mendapati Raisya sedang menuangkan masakan dari wajan ke piring saji.


"Kenapa Kamu masak? Kan Aku sudah bilang untuk istirahat" tegur Kevin pada Raisya.


"Ehh udah dateng? Gakpapa kali Vin, sakitnya juga gak terus-terusan kok. Ini udah agak enakan makanya Aku lanjutin masak buat Kamu" jawab Raisya sambil tersenyum dan menarik tangan Kevin ke meja makan.


"Yuukk makan. Udah Aku siapin!" Ajaknya lagi.


"Tunggu! Ini belanjaan Kamu, Aku gak tau Kamu biasanya beli yang mana, jadi tadi Aku suruh Mba penjaganya pilihin"


"Hah?? Serius Vin?" Raisya sangat terkejut.


"Kenapa? Apa bukan yang biasa Kamu pakai?"


"Gak kok ini bisa, tapi kok ada coklat?"


"Itu juga buat mu biar mood Kamu bagus, katanya sih kalau makan coklat bisa memperbaiki mood seseorang. Apalagi yang sedang PMS"


Raisya pun terkesan dengan ucapan Kevin. Iya pun tersenyum malu menyembunyikan wajahnya dengan menunduk.


"Yaudah Aku kekamar mandi dulu buat ganti, makasih ya suamiku"


Ucap Raisya sambil mencium pipi Kevin dan langsung berlari kekamar dan menutup pintunya. Kevin hanya tersenyum melihat tingkah isyrinya.


Tak lama kemudian Raisya sudah kembali kemeja makan. Mereka pun menyantap makanannya bersama tanpa ada suara obrolan yang keluar, seperti biasa Raisya selalu melayani Kevin dengan baik. Setelah makan Raisya mencuci piring dan membuatkan Kevin segelas kopi. Kevin duduk kembali bersantai di ruang tengah dengan menonton tv.


Raisya tiba membawa nampan berisi kopi untuk Kevin dan sebotol minuman jamu herbal miliknya.


"Masih sakit perutnya?" Tanya Kevin setelah Raisya duduk disebelahnya.


"Lumayan sih ngilu dikit. Tapi gakpapa kok"


"Tiap bulan yaa Kamu ngerasain seperti ini?"


"Iyaa apalagi kalau hari pertama, tapi gak terus-terusan, nanti bakal reda sendiri lagi" jelas Raisya.


"Sini..."


Kevin pun menarik tubuh Raisya agar mendekat lagi, lalu memeluknya sambil mengelus-ngelus perut Raisya dari luar baju.


"Kamu mau ngapain sih?"


"Gak ngapa-ngapain, biar perut Kamu agak enakan Aku elus-elus"


Raisya hanya diam saja dengan apa yang dilakukan Kevin, sambil meneguk botol minumannya. Raisya begitu sangat nyaman dengan elusan Kevin di perutnya, bagaikan obat paling ampuh untuk meredakan rasa nyeri diperutnya. Ia pun bersandar di dada Kevin sambil memeluk tubuh Kevin.


"Vin..."


"Hemm??"


"Aku Sayang Kamu"


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Hai readers.. maap baru up, karena hape Saya sedang error 😭


Rada-rada susah gitu dipake ngetik. Jadi kadang suka kehapus sendiri 😭


Maaf kalo bosen sama ceritanya dan lama nunggu up nyaπŸ™


Gimana sama part ini? Semoga suka yaa..


Nih Aku kasih visualnya Raisya dan Kevin..


Yang lainnya nyusul, kalo gak suka bisa kasih saran..


Terima kasih πŸ™


#Bonus...



Princess Raisya yang bar-bar, ceplas ceplos, cerewet, tapi gemesin dan imut πŸ˜‹



Kevin Wijaya.. si Ketos yang dingin dan cuek tapi senyumannya ituloh bikin Raisya berdebar-debar πŸ˜‹


Jangan lupa LIKE nya yaaa πŸ‘β€