
Masih disuasana kantin, semua yang ada di meja makan mereka menatap tiga orang yang kembawa hawa berbeda disana. Raisya yang sadar dengan perubahan dari raut wajah Kevin, dia mencoba untuk mengalihkan keadaan sebelum terjadi sesuatu.
"Sayang, suapin aku nasi gorengnya doonk.." ucap Raisya dengan manja mengalihkan pandangan semua orang.
Kevin yang tersadar pun menghela nafas, lalu dengan tenang menyuapi Raisya. Leon dan lainnya hanya bisa bernafas legah, mereka legah karena akhirnya Raisya bisa mengalihkan keadaan yang menegangkan tadi.
Sedangkan Gavin merasa terabaikan, dia hanya menghembuskan nafas beratnya lalu melanjutkan acara makannya, begitupun dengan yang lainnya. Begitu susah ternyata menaklukan seorang Raisya. Tapi dia tidak akan menyerah sampai disini saja, otaknya masih berpikir cara apa yang bisa membuat Raisya jatuh hati padanya.
_____________________________________
Setelah mereka makan di kantin, kini mereka semua berjalan beramai-ramai dikoridor. Dengan pemandangan Kevin yang masih setia mengeratkan rangkulannya dipundak Raisya. Sambil tertawa ceria, yang membuat seisi sekolahan mengalihkan pandangannya pada mereka semua. Bagaimana tidak? Raisya dan Kevin begitu mencuri perhatian mereka, Kevin yang jarang dan bahkan tidak pernah tertawa selepas itu, dan pemandangan itu hanya bisa mereka lihat saat Kevin bersama dengan Raisya. Apalagi dikelilingi sahabat-sahabat mereka yang tak kalah famousnya. Belum lagi para fans Reno yang dibuat patah hati karena kini pangeran mereka juga memiliki kekasih yang tak kalah cantiknya, setelah dipatahkan oleh Kevin dan Raisya.
Dan seorang Gavin siswa pertukaran pelajar yang juga tak kalah tampannya kini menjadi sorotan, karena berada ditengah-tengah mereka. Seakan pemandangan mereka adalah pemandangan surga dunia, Leon yang merupakan keturunan blesteran, Bams yang tampan ditambah dengan wajah yang selalu ceria. Nikmat mana lagi yang Kau dustakan.
Gila sih!! Para pangeran mah kalau ngumpul gitu serasa ada dikhayangan.
Nikmat mana lagi yang Kau dustakan Tuhan..
Pemandangan surga dunia ini maah...
Kita mah apa hanya remahan rengginang dalam kaleng kongguan...
Kapan Kevin akan berpaling sama Gue??
Omaigatt!! Si murid pertukaran itu juga gak kalah gantengnya !!!
Yaampuun senyumannya Kak Leoon...
Princess Raisya manis bangeet !!
Duuh pengen deeh dirangkul sama Keviin..
Gue iri Gue irii.. tapi bisa apa?!
Kevin cuma senyum sama Raisya doank.. pengen deehhh....
Itulah bisik-bisik tetangga dari mereka semua dan masih banyak lagi.
"Oh yaa sayang hari ini Aku pulang sekolah mau rapat osis Kamu gakpapa kan pulang sendiri?" Ucap Kevin pada Raisya.
"Atau nanti Aku minta Ocha antarin Kamu aja yaa.." lanjutnya lagi.
"Ya deh terserah Kamu aja. Tapi lama gak? Kalo lama nanti Aku antarin makan kesekolah gimana??" Tawar Raisya.
"Gak usah dianterin, Aku gak lama kok, insyaa Allah sebelum makan malam Aku pulang" ucap Kevin dengan Lembut. Raisya hanya mengangguk dan teranyum mengiyakan perkataan suaminya.
Dibelakang mereka Gavin mendengar percakapan dua sejoli itu dan senyum miringnya pun terpancar, dia berniat akan mengajak Raisya pulang bersamanya.
____________________________________________
Kelas Raisya sedang ada jam kosong, begitupun dengan kelas yang lain. Namun tetap saja ada tugas titipan dari guru mata pelajaran mereka. Karena hari ini semua guru akan mengadakan rapat bersama anggota Osis. Jadi dikelas Raisya tidak ada Leon dan Kevin karena mereka berdua anggota paling inti.
Siapa bilang kelas Raisya yang merupakan kelas unggulan tidak bisa ribut. Contohnya saja sekarang, kelas Raisya mengadakan konser dadakan. Ocha yang memang tabiatnya cerewet dan gak bisa diem, jadilah dia membuat konser dadakan dengan teman yang lain. Raisya pun ikut memeriahkan konser dadakan itu. Sambil memegang bulu kemonceng yang dijadikan sebagai mic, sedangkan temannya yang lain memegang sapu sebagai gantinya gitar.
Harusnya Aku yang disana..
Dampingimu dan bukan dia..
Harusnya Aku yang kau cinta dan bukan diaa..
Harusnya kau tau bahwa..
Cintaku lebih darinyaa..
Harusnya yang kau pilih bukan diaa..
Itulah cuplikan lirik yang dinyanyikan oleh Raisya dan Ocha bersamaan. Risa yang tabiatnya anteng-anteng saja, hanya menggelengkan kepala pasrah melihat dua sahabat absurtnya itu di tempat duduknya.
"Eh gimana kalo Kita bikin parodi pelaminan?" Usul si Raka teman sekelas Raisya.
"Ayok ayok mumpung lagi sepi" saut Dikha dengan semangat mengiyakan usul Raka.
"Gue jadi elektonenya aja gaess" ucap Raisya dan di angguki Ocha.
Mereka semuapun setuju dan akhirnya menyusun ide sesuai rencana. Disusunlah dua buah bangku di atas meja yang sudah diletakkan didepan papan tulis, seakan-akan itu adalah panggung pelaminan.
Duduklah dua orang teman Raisya tadi sebagai mempelai namun dua-duanya laki-laki. Tentu saja yang satunya mengenakan taplak meja guru sebagai penutup kepala gantinya jilbab dan memagang vas bunga. Bediri pula 2 perempuan teman Raisya memegang sapu masing-masing di sebelah kanan dan kiri mempelai absurt itu sebagai dayang tukang kipas.
Tanpa aba-aba, teman sekelas Raisya mengikuti alur ceritanya. Sehingga mereka bergantian menyalami mempelai absurt itu bergantian. Sedangkan Raisya dan Ocha sibuk bernyanyi.
Kelas unggulan sekali bukan?? Wkwkw
Setelah puas acara pelaminananya kini kelas Raisya diributkan dengan segerombolan cewek-cewek yang duduk ditengah-tengah mengadakan arisan dadakan. Seolah mereka kelompok ibu-ibu sosialita yang sedang bergosip ria, tentu saja didalamnya ada Ocha yang ikut nimbrung. Ada juga dipojokan kiri segerombolan cowok Mabar bermain game, dan di pojok kanan ada teman Raisya yang asik berpacaran. Sedangkan didepan pojok kiri sedang Nobar entah apa yang ditonton. Inilah suasana jam kosong kelas Raisya ditambah tidak adanya ketua kelas mereka yaitu si Kevin.
Raisya yang kini sudah duduk kembali ditempatnya sambil memakan cemilan dan bermain ponsel membuka beberapa sosial medianya. Tiba-tiba kursi Kevin disebelahnya ada yang menempati.
"Udah konsernya?!" Tanya Gavin yang sudah duduk disebelahnya.
"Yaa liat aja sendiri" jawab Raisya dengan cuek.
"Gue cuma mau berteman sama Lo emang gak boleh yaa? Dari tadi cuek mulu" ucap Gavin yang membuat Raisya mengangkat sebelah alisnya bingung.
"Lo mau kan berteman sama Gue?" Lanjutnya lagi ketika Raisya sudah menoleh padanya.
"Boleh aja asal niat Lo baik" jawab Raisya santai lalu melanjutkan aktifitasnya membuka sosial media diponselnya.
"Iya niat Gue baik kok, gimana kalau nanti Kita pulang bareng?" Tanya Gavin memberanikan diri.
"Kalau itu sorry yaa, Gue udah janji sama temen Gue. Jadi gak bisa" balas Raisya sambil tersenyum sinis, namun dimata Gavin senyum itu sangatlah manis.
"Yaudah deeh , tapi kapan-kapan bisa kan Kita pulang bareng?" Tanya Gavin lagi yang tidak menyerah.
"Nantilah Gue pertimbangin" jawab Raisya cuek.
Gavin hanya mangut-mangut paham dengan ucapan Raisya. Lalu dia berdiri dan dengaj lancangnya mengacak-acak rambut Raisya dan berkata..
"Oke Gue tunggu pertimbangan Lo" ucapnya sambil tersenyum lalu pergi kembali ketempat duduknya.
Raisya pun menjadi geram, dia sungguh sangat tidak suka dengan apa yang Gavin lakukan padanya. Pasalnya dia hanya membolehkan sang Abang, Leon dan tentu saja Kevin suaminya yang boleh melakukan itu. Raisya hanya mengendus kesal lalu memperbaiki rambut panjangnya.
Dibelakangnya, Gavin hanya tersenyum melihat Raisya dari belakang, sungguh niatnya membuat Raisya berpaling padanya semakin kuat.
Tunggu aja Sya, cepat atau lambat Lo bakal jadi punya Gue. Awalnya aja Lo cuek, tapi Gue yakin Lo akan luluh sama Gue!! Ucapan isi hati seorang Gavin.
____________________________________
Kini tiga hari sudah Raisya pulang terpisah dengan Kevin karena acara pelepasan siswa kelas tiga semakin dekat dan akan diadakan besok lusa.
Hari ini tidak seperti biasanya Kevin pulang terlalu lama, paling mentok yaa sekitar jam sepuluh. Tapi ini sudah jam 11.30 pm. Raisya juga tidak mengantarkan makanan karena tadi Kevin sempat memberi kabar kalau dia akan makan bersama anggota Osis yang lain.
Raisya masih mondar mandir diruang tv karena telponnya tidak mendapatkan jawaban sama sekali. Chatnya pun tidak lagi mendapat balas. Akhirnya dia baru ingat kalau Leon juga anggota Osis, dan akhirnya dia memutuskan untuk menelpon Leon.
"Halooo ncess kenapa?" Sapa Leon diseberang telpon.
"Masih lama gak Lee?" Tanya Raisya langsung pada intinya.
"Apanya yang lama?"
Loh kok Leon malah tanya balik sih? Bathin Raisya.
"Yaa rapatnya lah Lee!!" Ucap Raisya dengan nada kesalnya.
"Rapat apa? Osis? Lah kan udah selesai dari jam setengah 10 tadi" jawab Leon.
Degg!!!
Raisya terdiam mencerna perkataan Leon. Kalau rapatnya sudah berakhir sekitar jam setengah 10 seharusnya sekarang Kevin sudah dirumah. Lagi-lagi dia memastikan kalau jam dirumahnya tidak rusak. Dan jam diponselnya tidak salah.
"Kenapa Sya??" Suara Leon mengalihkannya.
"Sekarang Lo dimana Lee?" Tanya Raisya yang tidak menjawab pertanyaan Leon.
"Yaa dirumah laah.. ini mau istrahat" ucap Leon.
"Yaudah Lo istirahat gih, makasih yaa Lee" ucap Raisya lalu menutup telponnya sebelum mendengar pertanyaan dari Leon.
Raisya kembali mondar mandir diruang tv, pikirannya berkecamuk tentang Kevin, sungguh dia sangat khawatir sekarang. Tapi dia mencoba untuk tetap tenang. Dia berpikir untuk terus menunggu Kevin sampai jam 12 malam. Namun ketika kini jam sudah menunjukkan 12.10 am masih saja belum ada tanda-tanda Kevin akan datang. Dan lima menit kemudian...
Ceklekk!!
Pintu apertemen terbuka menandakan kalau ada seseorang yang datang. Langsung saja Raisya berlari keruang tamu dan hatinya merasa legah melihat siapa yang kini ada dihadapannya. Tapi tunggu dulu...
"Kevin! Kamu kenapa bisa kayak gini?" Tanya Raisya panik melihat keadaan suaminya yang berantakan. Sudut bibir yang berdarah dan biru, terdapat goresan dibagian kening. Cara jalan Kevin yang sedikit pincang.
Kevin hanya diam saja, lalu Raisya membantunya untuk duduk disofa ruang tv. Menyandarkan diri Kevin, lalu dia kedapur mengambil basksom berisi air dingin dan juga handuk kecil untuk membersihkan luka dan juga kotak p3k untuk mengobatinya. Dengan telaten Raisya melepaskan sepatu dan kaos kaki milik Kevin lalu membuka seragam nya dan juga menyuruh Kevin melepaskan kaosnya dengan perlahan. Setelah itu barulah Raisya mengompres luka di wajah Kevin dengan lembut. Sesekali Kevin meringis sakit namun tetap berusaha menahannya. Terdapat raut wajah kekhawatiran dari Raisya.
Setelah bagian wajah selesai kini bagian punggung Kevin yang terlihat memar dan biru. Raisya pun juga dengan lembut mengompresnya.
"Kamu kenapa sih bisa kayak gini? Kamu berantem sama siapa?" Tanya Raisya yang sedang mengompres punggung Kevin.
"Aku gakpapa kok, tadi dijalan tiba-tiba ketemu preman. Mereka langsung nyerang Aku." Jawab Kevin dengan tenang.
"Kenapa gak kabur aja"
"Udah gak bisa kabur sayang, mereka langsung nyerang Aku gitu aja"
"Kamu tuh bikin orang khawatir aja"
"Iya iya maaf yaa.."
"Lain kali pulang bareng Leon aja biar gak sendirian, terus pake mobil aja"
"Besok terakhir aku pulang telat habis itu gak lagi kok"
"Janji yaa jangan kayak gini lagi. Aku bneran takut tau"
Raisyapun kembali mengolesi salep di bagian punggung Kevin. Setelah selesai Kevin memandang Raisya yang masih memasang wajah khawatirnya.
"Seneng deeh ada yang khawatirin Aku seperti ini" ucap Kevin dengan senyum terbaiknya.
"Yaiyalah Aku khawatir, istri mana coba yang gak khawatir suaminya pulang telat gak bisa dihubungin!"
"Iya deh maaf.. kalau soal ponsel Aku gaktau kenapa ponsel Aku bisa hilang pas tdi pulang rapat. Udah Aku cek ulang semuanya tetep gak ada."
"Lah kok bisa, emang ponselnya Kamu taruh mana?"
"Yaa seperti biasa di dalam tas, tapi sudahlah ikhlasin aja besok beli baru. Wkwkw"
"Huh dasar...!!"
Kevin hanya terkekeh lalu dia memeluk Raisya dengan erat.
"Makasih yaa sayang" ucap Kevin.
"Untuk?"
"Untuk semuanya"
Raisya mengangguk dan membalas erat pelukan Kevin. Setelah itu mereka membersihkan diri untuk kembali tidur.
Ketika hendak membaringkan tubuhnya disebelah Kevin, tiba-tiba ada pesan masuk yang belum terbaca, dibukanya pesan itu, sungguh saat membacanya jantung Raisya bergemuruh tak karuan.
π©+6282278xxxx
Aku tau kalian tinggal bersama, jadi bagaimana hadiahku? Mungkin itu masih permulaan untuk kekasimu..
Dhegg!!!
Apa lagi sekarang ? Bathin Raisya memegang erat ponselnya.
Apa yang membuat Kevin sekarang itu adalah rencana seseorang? Pikirnya lagi.
Raisya yang menjadi semakin khawatir memutuskan untuk tidur dan memeluk Kevin dengan erat. Apa yang harus dia lakukan sekarang.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Gimana episode ini? Gak nyambung yaa ? Wkwkw
Author lagi gabut banget sumpah! π
Gaktau harus gimana lagi, maap yaa readers kalau kalian kecewa.. wkwkw
Proses rivewnya lama banget sumpah.. jadi maklum kalo slow update..
Author kasih bonus para Cast buat readers..
Raisya Putri (Princess Raisya)
Jangan pelit-pelit lah sama incess buat ngeVote dan Likenya ππ
Biar Authornya semangat!!
__________________________________________
Kevin Wijaya (Kevin)
Bang Kevin kalau lagi gak senyum aja ganteng yaa gaiss π
Gimana gak banyak fans cabenya ππβ
________________________________________
Leonardo Hollmand (Leon)
Bang Leon yang emang keturunan blesteran ya gaiss..
Gimana? Ganteng kaan ππ
Senyumannya ituloh menggodaπ
______________________________________
Rossa Andriani (Ocha)
Sahabat cantiknya Raisya yang sedikit cerewet tapi perhatian banget sama yang lain..
______________________________________
Larisa Aurora (Risa)
Sahabat cantiknya Raisya yang paling kalem, pengertian dan pekaan sama keadaan..
Tapi sedikit demi sedikit ketularan cerewet kayak Ocha dan Raisyaππ
_____________________________________
Reno Adiyatama (Reno)
Sahabat Kevin yang paling bijak π
Tapi juga kadang ngeselin ππ
______________________________________
Rina Adiyatama (Rina)
Kembarannya si Reno nih yang centil dan sebelas duabelas barbarnya kek Raisya π
Gimana mirip gak sama sodaranya?
_____________________________________
Bambang Pramudya (Bams)
Sahabat Kevin paling ambyar ππ
Gokielnya gak ketulungan π
Untung ganteng!!
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Oke para readers setiaku, ini Bonus visual mereka yaa.. maaf kalau kalian kurang suka dan gak cocok menurut kalian π
Ini visualnya dari pikiran Author sendiri π
Jangan lupa yaa Vote dan Like nya biar Author semangat !!
Terimaksih πβ€