My Rival Is My Love

My Rival Is My Love
Gara-gara Games



Hari yang ditunggu-tunggu oleh semua murid baru akhirnya tiba, tak hanya mereka, bahkan kakak kelas terutama anggota osis pun juga menantikannya. Tentu saja hari ini adalah hari dimana sekolah SMA PATRA DHARMA mengadakan kegiatan kemah lagi, dalam rangka menutup kegiatan MOS.


Raisya, Ocha, Risa dan juga Rina mereka berempat memutuskan untuk ikut berkemah. Karena memang kegiatan ini untuk semua siswa, bukan anggota osis pun boleh ikut asalkan mereka terdaftar.


Dikamar Raisya sudah siap dengan pakaian santai nya dan sesekali memeriksa ransel yang akan dia bawa, begitupun dengan Kevin. Setelah dirasa mereka sudah siap dan tidak ada yang ketinggalan, barulah mereka beranjak keluar dari kamar.


Saat turun, mereka melihat Rayes dan Vita sedang asyik menonton Tv sambil menyantap cemilan didalam toples, sepertinya Abang nya itu sudah membaik, buktinya mereka sesekali tertawa renyah.


“Bang, Mba. Kami berangkat dulu, ya” ucap Raisya.


“Hati-hati disana, tolong jaga Raisya ya Kevin,” ucap sang Abang.


Akhirnya Abang nya itu benar-benar sudah kembali, buktinya sekarang Abangnya itu mau berbicara. Raisya pun merasa sangat bahagia. Dengan cepat ia menghambur kedalam pelukan Rayes yang sedang duduk bersandar disofa.


“Kamu kenapa?” tanya Rayes bingung namun tetap membalas pelukan Adik kesayangannya itu dan tersenyum.


“Raisya kangen, Abang” rengek nya dengan manja.


“Sudahlah, pergi sana. Jangan ngerepotin Kevin, ya” saut Rayes setelah pelukan mereka terlepas.


Raisya menatap Abangnya itu dengan tersenyum, seakan rindu akibat tak bertemu selama beberapa tahu. Rayes pun mengacak-ngacak gemash rambut Raisya. Raisya dan Kevinpun bergantian menyalami dan mencium tangan Rayes dan Vita.


“Kami pergi ya, Bang” ucap Raisya.


“Iya, hati-hati. Inget jangan nakal, jangan nyusahin Kevin” jawab Rayes mengingatkan.


“Ck! Seharusnya Raisya yang bilang seperti itu, Mba Vita hati-hati ya sama Bang Ray nanti di terkam berdua doang dirumah. Hihi” ucap Raisya sarkas, Rayes hanya melengos malas. Sedangkan Vita hanya tersenyum melihat kembali keakraban kedua kakak beradik itu.


Saat seperti inilah yang Raisya rindukan dari sosok Rayes. Dan untuk sekian kalinya ia bersyukur Abang nya itu sudah kembali seperti Rayes yang dulu.


“Yaudah, Assalamualikum, Bang” ucap Raisya dan Kevin bersamaan.


“Walaikumsalam,” jawab Rayes dan Vita yang juga bersamaan.


Raisya dan Kevin pun berangkat menuju sekolah, selama perjalan mereka diiringi dengan lagu yang tedengar dari radio mobil yang di setel oleh Raisya. Raisya pun sesekali bersenandung mengiringi lagu yang diputar oleh penyiar radio nya.


Cintamu senyaman mentari pagi,


Seperti pelangi, selalu ku nanti..


Cintamu tak akan pernah terganti,


Selamanya dihati, aku bahagia, milikimu seutuhnya.


Penggalan dari lagu yang mereka dengar, Raisya yang mood nya dalam keadaan yang sangat bahagia, membuat Kevin juga ikut merasa bahagia, mungkin setelah tadi ia melihat perubahan Abangnya yang benar-benar Raisya rindukan.


Tak akan ku ragu lagi, woo..


Ku jaga sampai keujung nadi,


Takkan ku sia-sia kan lagi…


Buat hidup ku lebih berati…


“Nyanyi bareng donk, Vin” ajak Raisya bersemangat, Kevin pun menyetujui dan mereka bernyanyi bersama sepanjang perjalanan.


Cinta mu senyaman mentari pagi,


Seperti pelangi, selalu ku nanti..


Cintamu tak akan pernah terganti,


Selamanya dihati, aku bahagia, milikimu seutuh nyaa…


Suara mereka berdua memenuhi isi mobil, Raisya yang bernyanyi sambil menatap Kevin dengan wajah bahagia. Kevin pun juga tersenyum, dan selama perjalanan mereka terlihat begitu senang.


**


Disekolah,


Tiga gadis cantik sedang menunggu di dekat parkiran sekolah, mereka menunggu kedatangan sahabatnya yaitu Raisya dan Kevin serta yang lainnya. Beberapa anak baru memperhatikan ketiga gadis itu, namun mereka hanya cuek saja. Mereka adalah Risa, Ocha dan juga Rina.


“Lama banget sih, kata nya otw” keluh Ocha yang memang dasarnya paling cerewetnya melebihi Raisya.


“Sabar, mungkin kena macet” jawab Risa.


Tak lama datanglah mobil Kevin dan parkir diarea parkiran sekolah, sambil membunyikan klakson.


“Nah, itu mereka,” ucap Risa.


Kevin dan Raisya pun turun dari mobil, dan lagi-lagi mereka menjadi pusat perhatian satu sekolah. Raisya yang sedari tadi sangat bahagia karena perubahan Abang nya itu tak henti-hentinya memperlihatkan wajah bahagia. Raisya selalu mengumbarkan senyuman, membuat siapa saja akan susah untuk berpaling dari senyuman itu.


Tak lama, datang sebuah mobil hitam dan parkir tepat disebalah mobil Kevin. Seorang laki-laki turun dari mobil itu, yang tak lain adalah Wakil ketua osis mereka, Leon. Leon dan Kevin pun saling menyapa ala laki-laki gantle. Dua laki-laki tampan yang mempunyai jabatan penting disekolah ini berdampingan, ditemani bidadari cantik Raisya dan ketiga sahabatnya.


Lalu disusul dengan kedatangan Gavin, Bams, dan Reno yang memang sama sekali selama MOS tak pernah datang kesekolah. Mampu membuat semua anak baru disekolah itu bertambah berhisteris, terutama kaum perempuan. Reno memang tak pergi bersama Rina, karena lebih dulu ia dijemput oleh Ocha dan Risa.


Mereka pun saling menyapa satu sama lain, pemandangan itu pun juga tak luput dari semua siswa baru yang melihat. Seakan mata mereka terhipnotis, dan tak ingin berpaling.


Stock cogan bertambah gaes…


Omegat! Mata Gue auto kinclong,


Ini sekolah apaan sih? Banyak banget oppa nya.. kita lagi dikorea?


Tambah betah donk yakan ?


Mereka cantik-cantik dan ganteng!


Ada yang jomblo gak ya dari mereka?


Yaa, begitulah respon dari beberapa siswa baru saat segerombolan Raisya dan para sahabatnya berjalan menyusuri koridor, menuju tempat dimana akan di adakannya perkemahan, yaitu dilapangan upacara.


Setelah semua berkumpul dilapangan dan Kevin maupun Leon sudah memberikan arahan, maka kegiatan kemah dalam rangka penutupan MOS dilaksanakan. Beberapa guru pendamping juga hadir. Kegiatan diisi dengan berbagai macam games, dan hal itu tak luput dari Raisya dan para sahabatnya. Mereka ikut bermain dengan yang lainnya agar adik kelas mengenal mereka.


“Gue punya games, tapi hukumannya pilih truth or dare, gimana?” ucap Gavin yang memimpin salah satu kelompok games yang juga diisi oleh Raisya, Rina, dan juga Kevin serta beberapa murid baru lainnya.


“Games apa, Kak?” tanya salah satu dari siswi baru yang ada di sebelah Raisya dengan sangat antusias.


“Biar ngerti, Kita coba dulu ya” lanjut Gavin, ia pun memanggil Reno dan Risa yang asyik berduaan untuk bergabung sebagai orang yang akan menjeda lagu yang diputar.


“Putar lagunya, setelah satu menit Lo pause, oke” ucap Kevin pada Reno.


Mereka semua duduk membuat lingkaran, bahkan ada saja yang baru bergabung. Balon di awali dari Gavin yang artinya Gavin lah nanti yang akan memberikan truth or dare kepada pemain yang memegang balon saat lagu di hentikan.


“Kalian siap?” tanya Gavin dengan semangat.


“Siap, Kak!” seru mereka semua.


“Semenit dari sekarang, play!” ucap Gavin dengan semangat.


Lagu pun di mulai, Gavin sudah mengoper balon itu pada seseorang yang duduk disebelahnya. Lingkarang ini lumayan besar karena banyak yang mengikutinya, bahkan dari mereka ada yang heboh berjoged karena Reno memutar lagu dangdut yang ada di ponsel Gavin. Tak ada rasa canggung lagi antara mereka, karena memang acara ini bertujuan untuk saling mengenal satu sama lain. Terlebih untuk mereka yang baru saja menjadi siswa SMA PATRA DHARMA.


(Ternyata Gavin koleksi lagu dangdut gaes, gak nyangka kan? Author aja gak nyangka :v )


Setelah semenit, lagu pun berhenti tepat pada seorang gadis yang diyakini adalah siswi baru.


“Yaaa.. kena, deeh” keluh gadis itu saat ia memegang balon dan lagu berhenti. Namun ia juga merasa senang karena sudah berpatisipasi dengan yang lainnya.


“Siapa namamu, cantik?” tanya Gavin dengan santai, dan membuat gadis itu merona malu. Sedangkan Rina, ia hanya tersenyum kecut.


“Nama saya Gita, Kak” jawab gadis yang bernama Gita itu sambil tersenyum manis, membuat Gavin terpana namun dengan cepat ia mengalihkan pikirannya.


“Truth or dare?!” seru Gavin langsung.


“Dare aja deh, Kak” jawab Gita.


“Yakin?” ucap Gavin memastikan lagi. Dan dijawab anggukan oleh Gita. Dan lagi-lagi Gita tersenyum membuat Gavin meraskan sesuatu didalam didalam dirinya.


“Oke, kalau gitu dare nya adalah……” ucapan Gavin menggantung, membuat mereka semua penasaran.


“Tembak salah satu cowok disini, terserah random,” ucap Gavin dengan santai. Namun dalam hatinya ia berharap gadis itu memilihnya.


Gita pun membelakkan mata nya, tak menyangka tantangannya kali ini adalah menyatakan cinta pada salah satu cowok yang ada disini. Namun, ia kembali berfikir kalau ini hanyalah sebuah games. Gita pun mengedarkan pandangannya melihat beberapa cowok yang ada dalam permainan ini, alih-alih menatap Gavin yang sudah tersenyum padanya, Gita berdiri dari duduknya dan melangkahkan kaki kearah Kevin. Kevin yang duduk bersila di lantai pun mendongakkan kepala menatap gadis yang menghampirinya, hati Gavin hanya melengos. Gita pun berjongkok agar sejajar dengan Kevin.


“Halo Kak Kevin, Kakak mau gak jadi pacar Gita?” ucap Gita to the point dengan suara lantang dan berani.


“Oke Gue terima” jawab Kevin dengan santai, karena dirinya hanya menganggap ini sebuah game.


Gita yang mendengar jawaban dari Kevin tersentak, ia juga tidak menyangka kalau Kevin akan menerimanya. Tak hanya Gita, Raisya yang mendengar sangat jelaspun membelakkan matanya tak percaya, dan menatap tajam Gavin karena ini semua adalah ulahnya. Gavin yang ditatappun hanya menelan ludah nya dengan susah payah akibat mendapat tatapan tajam dari Raisya, dirinyapun tak menyangka Kevin malah menjawab seperti itu.


“Jadi mulai sekarang Kak Kevin pacar Gita!” seru Gita dengan semangat lalu kembali ketempat asalnya. Kevin dengan santai hanya menautkan kedua alisnya, tidak begitu serius menanggapi ucapan gadis tersebut.


“Kamu serius nerima dia?” tanya Raisya yang tepat duduk disamping Kevin.


“Enggak,!” jawab Kevin dengan santai.


“Vin, ini tuh truth or dare, kejujuran dan tantangan, kalau dia serius nanggepinnya gimana!” ucap Raisya berbisik ditelinga Kevin namun dengan nada yang sangat kesal.


Raisya tak habis pikir, bisa-bisanya Kevin mengiyakan ajakan adik kelas itu untuk pacaran. Kalau adik kelas itu anggap serius kan brabe urusan.


“Gak bakal, Cuma games kok” kilah Kevin agar Raisya tak merasa kesal lagi padanya.


Permainan pun terus berlanjut dengan wajah Raisya yang ditekuk karena ulah Kevin. Gavin yang hanya melengos kesal, karena merasa bersalah ia mengajukan tantangan seperti itu. Tentu saja Kevin yang terkenal sebagai ketos mereka dan ditambah wajah tampannya itu siapa yang tidak akan tertarik.


**


Hari semakin malam, dan acara puncak pun juga sudah tiba, yaitu acara api unggun. Semuanya berkumpul mengelilingi api unggun yang sudah menyala di tengah lapangan.


Gavin tak henti-hentinya meminta maaf pada Raisya yang begitu kesal padanya. Bagaimana tidak ? Adik kelas yang bernama Gita itu dengan berani mendekati Kevin suaminya. Kevin memang terlihat cuek dan tak memperdulikan gadis yang selalu membuntutinya, tapi tidak dengan Raisya. Raisya kesal karena gadis itu selalu saja mengambil kesempatan berbicara pada Kevin walau pun Kevin hanya menjawab satu atau dua kata, apakah gadis itu tidak sadar sedari tadi Kevin berdua dengan Raisya, tapi Gita terus mengikuti mereka.


Kini Raisya kembali bersama para sahabatnya kecuali Leon dan Kevin karena mereka berkumpul dengan anggota osis yang lainnya. Raisya dan Kevin memang seperti itu kalau mereka sedang berada dilingkungan sekolah, tidak ingin hubungannya terlalu diumbar. Meskipun kerap kali keduanya terlihat sangat mesra, apa lagi sekarang Raisya sedang merasa sangat kesal dengan Kevin, jadilah ia tidak memperdulikan Kevin mau berkumpul dengan siapa.


“Sya, maapin Gue dong” rengek Gavin sambil menyatukan kedua tangannya.


“Tau ah, Gue kesel sama Lo, kalau tau gak bakalan Gue ikutan game konyol itu” saut Raisya dengan kekesalan.


“Kan Cuma game, Sya. Buktinya Kevin gak anggap serius kan?” bujuk Gavin kembali merengek.


“Bodo! Gue kesel sama kalian berdua, bisa-bisanya Kevin bilang iya. Kan anak orang jadi baperan! Udah tau dia itu fames paling banyak diincar, nolak kan bisa! Dasar laki-laki!” omel Raisya dihadapan semua sahabatnya itu. Sedangkan Gavin hanya melengos.


“Ya berarti gak sepenuhnya salah Gue dong, Sya” bela Gavin dengan percaya diri. Raisya nampak berpikir sejenak membenarkan perkataan Gavin. Namun tetap saja ia masih merasa kesal.


Raisya hanya melengos kesal, lalu tak lagi memperdulikan Gavin yang terus saja meminta maaf padanya. Entah lah akan seperti apa kedepannya, kita lihat saja nanti.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Haloo readers, terimakasih sudah membaca🙏


Maaf kalau di episode ini banyak kekurangannya 🙏


Kalian boleh komen sesuka hati kalian, tapi ingat ya Jangan lupa LIKE DAN VOTE nya biar Author tambah semangat !!


Baca juga donk karya Author yang judulnya “LOVE IS YOU” 😁


Sekali lagi Author ucapkan TERIMA KASIH 🙏❤