My Rival Is My Love

My Rival Is My Love
Sedikit Kecewa



Kini hari yang ditunggu pun tiba, setelah seminggu mereka semua melewati ujian kenaikan kelas, akhirnya mereka bisa bernafas legah, tapi tak sepenuhnya, karena hari ini adalah hari penentuan mereka apakah masih bisa melanjutkan atau malah tertinggal.


Hari ini orangtua Raisya tidak dapat hadir dikarenakn sedang ada urusan diluar negeri. Jadilah orangtua Kevin yang mewakili. Ada rasa deg-degan menghampiri perasaan mereka. Semua murid hanya diperbolehkan menunggu diluar kelas.


"Kok Gue deg-degan yaa ..." ucap Raisya pada semua sahabatnya yang kini telah berkumpul dikantin.


"Lo gak usah drama Sya, nilai Lo pasti bagus-bagus" sanggah Bams.


"Eehh. Yakin taruhan kalian mau dilanjutin?" Tanya Leon tiba-tiba.


"Iyalaah" jawab Raisya singkat.


"Yaudah deeh.. awas sampai gak nyata" ucap Leon.


"Nyata laah Lee" jawab Raisya.


"Tapi kok perasaan Gue gak enak yaa.." lanjutnya lagi.


"Perasaan apa Sya? Perasaan Lo ke Gue ?" Ceplos Gavin dengan menggoda Raisya sedikit.


"Apaan sih ! Bukan laah.. " sanggah Raisya.


"Yaelah Ncess, Lo kebanyakan drama banget dah! Biasa juga santai-santai aja!" Ucap Ocha yang sedang menyomot jajan dari tangan Rina.


"Kak Ocha beli gih sana! Perasaan jajan Aku tadi banyak kok udah ludes aja sih" ucap Rina kesal yang jajannya di comotin Ocha.


"Yaelah Rin, bukan Gue doank yang nyomotin. Noh samping Lo juga" ucap Ocha sambil mengarahkan pandangannya pada Bams yang duduk disebelah Rina. Bams pun hanya cengengesan tanpa dosa.


"Beli lagi apa susahnya sih kalian? Jangan kayak orang susah deeh.." ucap Risa.


"Sana Kak Ocha lagi yang beli" pinta Rina.


"Yee apaan ?! Suruh Bams gih sana Gue mager kemana-mana ini" jawab Ocha.


"Ribet banget sih kalian, lagi deg-degan gini juga" ucap Raisya.


"Lo kalo gak deg-degan yaa gak hidup lah Ncess" celetuk Leon tanpa dosa.


Raisya hanya menanggapi dengan memutar kedua matanya malas.


"Gue Laper!" Ucap Kevin tiba-tiba.


"Yaa makan donk broo!" Ucap Reno.


"Sayang Kamu laper? Yaudah mau pesen apa Aku ambilin tapi Kamu yang bayar" ucap Raisya sambil cengir memperlihatkan deratan giginya.


"Yaudah hari ini Gue traktir semuanya sambil nunggu raport Kita, masih lama juga mending makan dulu" ucapan Kevin membuat semua sahabatnya itu bersorak senang. Yaiyalah seneng, namanya juga makan gratis :v


Raisya pun pergi memesankan makanan ditemani oleh Leon. Tak lama pun mereka kembali membawa nampan berisikan makanan dan minuman pesanan para sahabatnya.


"Oh yaa .. kita belum mutusin loh mau liburan kemana? Emang udah ada tujuan?" Tanya Bams disela-sela makan mereka.


"Gue sih rencana maunya kita ke Bali, gimana ?" Ucap Raisya.


"Boleh tuh boleh, kali aja ketemu bule pakai bikini" ucap Bams cengengsan.


Pletaakkk!!!!


Sentilan cantik mendarat mulus dikening Bams, membuat sang empunya meringis kesakitan dan pelakunya adalah Rina yang duduk tepat disebelahnya.


"Sakiit dedek Rinaaa" ucap Bams sambil mengusap keningnya.


"Abang tuh yaaa... jomblo nya kayaknya akut banget!" Ucap Rina.


"Laah kan Kita mau ke Bali? Sudah pasti disana banyak turis-turis bule bejemur" ucap Bams lagi.


Dan kini tak hanya jitakan yang dia dapatkan, lemparan tisupun tak luput mengenai wajahnya.


"Kok kesannya kita bakalan jadi nyamuk sama lalat yaa nanti" ucap Ocha.


"Iyaa nih.. kenapa Kak Raisya gak bulan madu berdua aja sama Kak Kevin" saut Rina menambahkan.


"Yeee... Akunya mau liburan rame-rame sama kalian, kalian nolak, yaudah Sayang Kita liburan berdua aja" ucap Raisya sambil bergelayut manja pada Kevin yang duduk disampingnya.


"Enak aja Lo!" Saut semua sahabatnya hampir berbarengan. Raisya pun hanya cengengesan. Dia yakin sahabatnya itu tidak akan menolak kalau diajak liburan diluar kota. Bulan madu berdua? Belum kepikiran oleh Raisya. Yang penting saat ini dia hanya ingin menikmati masa-masanya bersama para sahabatnya.


_________________________________________


Kini pembagian raport telah usai, namun Raisya dan yang lainnya belum menemui masing-masing orangtua mereka. Tiba-tiba Ocha melihat salah satu guru mereka berjalana kearah mading sekolah dan menempelkan beberapa kertas disana.


"Eh yuuk Kita lihat. Siapatau pengumuman penting" ujar Raisya.


Raisya dan sahabatnya ingin melangkah ke mading namun langkah mereka terhenti sejenak setelah mendengar suara dari speaker sekolah. Merekapun menajamkan pendengaran masing-masing.


"Perhatian untuk para siswa dan siswi, pengumuman juara tahun ini sudah ditempel dimading, serta pengumuman pembagian kelas kalian dikelas selanjutnya juga sudah ada di mading" ucap suara dari speaker sekolah tersebut.


Raisyapun sudah nampak bahagia dan segera saja dia berlari kearah mading sebelum berdesak-desakkan dengan murid lainnya. Para sahabatnya pun hanya melengos malas menggelengkan kepala mereka hampir bersamaan melihat tingkah Raisya dan mengikuti dibelakang.


"Awwkkhh!!" Pekik Raisya saat melewati kerumunan siswa siswi yang berkumpul didepan mading karena kakinya sempat terinjak oleh murid yang lainnya.


Raisya pun tiba didepan mading sekarang mencari lembaran kertas yang tertulis namanya. Saat dilihat namanya ada disalah satu kertas itu, betapa terkejutnya Raisya. Ekspresi wajahnya seketika menggambarkan kekesalan dan kekecewaan. Raisya pun merasa sangat lemas dan tidak bertenaga seketika itu juga. Wajah nya lesu dan matanya tampak berkaca-kaca.


Raisya masih setia berdiri didepan mading sekolah dengan wajah cemberut dan ditekuk. Hingga para sahabatnya itu datang menghampiri.


"Bau-bau kekecewaan niih..." ucap Leon yang tau akan perubahan ekspresi sahabat cantiknya.


"Berarti tahun ini Kevin doonk" ucap Reno dengan bangga dan menepuk bahu Kevin.


Namun Raisya malah menggelengkan kepalanya. Leon dan yang lainnya pun mengerutkan alis mereka bingung. Raisya pun menunjuk kertas yang tertulis namanya disana, Raisya bukan berada diurutan pertama begitu pun dengan Kevin. Spontan saja mereka melihat nama yang ada diurutan pertama, Leon dan lainnya pun terkejut dan mengarahkan pandangan mereka pada seseorang yang tak jauh dari mereka.


"Kenapa pada liatin Gue?" Ucap Gavin dengan heran ketika semua pandangan sahabatbya tertuju padanya.


"Lo.. Lo.. Lo juaranya tahun ini? Gilaaa..! Lo kan murid pertukaran pelajar! Lo bisa ngalahin Raisya dan Kevin secepat ini?!" Ucap Leon terheran-heran.


Gavin pun menautkan kedua alisnya bingung, dia pun beralih melihat kertas yang tertempel di mading sekolah lalu mengumbarkan senyumannya.


"Kok bisa siih??" Ucap Raisya dengan sedikit kesal dengan menggigit bibir bawahnya.


Pasalnya nilai mereka semua hanya beda satu angka saja. Baru ini Raisya melihat namanya diurutan ketiga setelah Kevin. Gavin yang mendengar suara lirih Raisya pun menatap kearah Raisya.


"Lo itu udah usaha, dan inilah hasil Lo, seharusnya Lo bangga sama diri sendiri berati usaha Lo gak sia-sia" ucap Gavin menepuk pelan pundak Raisya.


"Sayaang, Kamu gak mesti ada diurutan teratas, ingat di atas langit masih ada langit kan? Bersyukur sama usaha Kamu kali ini, karena itu gak mudah, coba Kamu lihat teman-temanmu yang lain, mereka sama sepertimu berusaha untuk berada diposisi ini tapi apalah daya mereka punya batas kemampuan masing-masing. Ingat manusia itu gak ada yang sempurna." Ucap Kevin pula pada Raisya yang kini mulai mengerutkan wajahnya dengan mata berkaca-kaca setelah mendengarkan perkataan suaminya.


"Udahlah Ncess,, Kamu gak mesti juara tahun ini. Tapi Kamu selalu juara dihati Aku" goda Leon sambil menaik turunkan alusnya untuk mencairkan suasana.


Wajah Raisya yang awalnya sangat kusut kayak baju belom disetrika itu menahan tawanya sedikit setelah mendengar gombalan dari sahabat masa kecilnya ini.


"Apasih Lee gak lucu!" Ucap Raisya dengan cemberut namun tetap menahan senyumannya. Membuat ketiga laki-laki itu merasa gemash melihat wajah Raisya yang tampak imut dimata mereka.


"Udah udah gak usah melow lagi, yang penting Kita semua sudah berusaha." Ucap Ocha dengan semangat.


"Iyaa Syaa, ingat usaha itu tidak akan pernah membohongi hasil, kalo kali ini Lo ngerasa gagal. Kan masih ada kesempatan berikutnya." Saut Risa menambahkan.


Raisyapun hanya mengangguk pasrah dan tersenyum kecil.


"Naah gitu doonk Kak. Senyuum.... kan cantik jadinyaa" ucap Rina sambil mencubit gemash kedua pipi Raisya.


Raisya pun kini sudah lumayan membaik, dia bisa menerima semuanya. Teringat akan perkataan suaminya yang mengatakan kalau diatas langit masih ada langit. Tentu saja kalimat itu membuat Raisya sadar, mau sehebat dan sepintar apapun Kita, akan selalu ada orang yang lebih dari Kita. Jangan berkecil hati, lihatlah sekelilingmu bahkan dari mereka ada yang masih di bawah mu tapi terus berusaha tanpa lelah untuk mencapai sebuah tujuan. Jangan mudah puas akan suatu pencapaian dan jangan mudah kecewa dengan sesuatu yang gagal setelah berusaha. Tapi bersyulurlah, setidaknya Kita diberi kesempatan untuk memberikan yang terbaik walau itu tak tergapai. Karna tak ada yang tau Kita harus berusaha dan berhenti sampai dimana.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Halo readers ..


Mohon dukungannya yaa dengan berikan Like vote dan Koment kalian .. itu sangat mempengaruhi Author untuk terus semangat Update πŸ˜„πŸ˜„


Semoga suka yaa sama chapter ini 😘❀


Terimakasih sudah mampir πŸ™β€