My Rival Is My Love

My Rival Is My Love
Manusia Atau Genderuo?



Sesampainya Raisya dan Kevin disekolah, mereka selalu ditunggu oleh para sahabatnya di dekat parkiran sekolah.


“Sya, Lo gak balik lagi ke apertement ?” tanya Ocha, mereka kini sedang berjalan di koridor sekolah menuju kelas masing-masing.


“Rencana hari ini, langsung pulang kesana,” jawab Raisya.


“Kita boleh mampir gak?” tanya Rina.


“Boleh,” balas Raisya dan mendapat sorakan senang dari Rina.


“Tapi, di apertement kayaknya gak gak ada makanan deh,” ucap Raisya mengingat-ngingat.


“Yaiyalah, orang Lo tinggalin selama tiga minggu lebih, hampir sebulan Raisya” saut Risa.


“Kita yang cowok gak diajak nih?” ucap Bams.


“Lo biasa juga main langsung aja kerumah orang tanpa di undang!” sewot Ocha. Bams hanya berdecak.


“Yaudah nanti Kita bantuin belanja aja gimana?” tawar Risa, sahabat satunya ini memang sangat pengertian.


“Gue boleh ikutan gak?” tanya Gavin.


“Boleh, kalian semua kayak ke siapa aja deh, mau main ke apertement aja pake ijin segala. Padahal juga, pada dateng kayak jelangkung tanpa diundang, ngabisin makanan terus pulang !” cerocos Raisya.


“Jangan terlalu jujur, Ncess, Kami sangat tersanjung” celetuk Leon asal.


Seperti biasa mereka semua selalu tertawa jika saat sedang bersama, bahkan persahabatan mereka membuat orang iri karena tak pernah selama ini murid SMA PATRA DHARMA mendengar kabar diantara mereka berseteru. Yang ada malah semakin akrab.


Mereka pun masuk kekelas masing-masing. Dan tak lama bel masuk pun berbunyi tanda proses belajar mengajar pun dilakukan.


**


Teeetttt !!!


Suara bel istirahat berbunyi membuat seluruh siswa berhamburan keluar kelas, setelah guru yang mengajar keluar. Begitupun dengan kelas Raisya sekarang, sudah sebagian teman sekelasnya hilang ketika Bu Endang keluar dari kelas. Tiba-tiba, salah satu teman sekelas Raisya menghampiri Raisya dan memberikan sebuah titipan surat dan sebuah coklat.


“Bukan dari Gue,” ucap teman sekelasnya itu agar tidak salah paham, karena ia dan yang lainnya pun sudah tau mengenai hubungan Raisya dengan Kevin.


“Terus dari siapa?” tanya Raisya yang menautkan kedua alisnya karena bingung.


“Kayak nya sih adik kelas, soalnya kelihatan muka-muka baru nya” jawab teman sekelas Raisya yang bernama Fian.


“Cowok?” tanya Raisya lagi dengan bodohnya.


“Yaiyalah, Sya. Masa iya cewek? Lesbong donk dia sama Lo!” celetuk Fian asal.


Risa dan Reno yang juga masih ada dikelas pun menghampiri keduanya.


“Ih amit-amit. Buat Lo aja deh,” ucap Raisya menolak pemberian misterius itu.


“Ogah mah Gue, dari cowok ini!” tolak Fian dengan keras.


“Apaan sih?” tanya Reno menatap keduanya.


“Nih, Incess Kita dapat fans baru dari anak kelas satu, Gue gak tau siapa namanya. Dah! Gue mau kekantin laper!” ucap Fian lalu pergu meninggalkan mereka bertiga.


“Dari siapa, Sya?” tanya Risa.


“Gak tau,” jawab Raisya singkat.


“Itu ada suratnya buka aja” tunjuk Risa pada surat yang tertempel di coklat tersebut.


Raisya pun mengambil surat itu lalu membukanya dan membacanya.


Mata mu indah menghipnotis ku..


Seyummu mempesona, mengalihkan duniaku..


Saat pertama bertemu, hatiku bergetar menggebu-gebu..


Seakan Aku selalu ingin berada didekatmu..


Aku tak pandai mengungkapkan kata cinta,


Tapi Aku bisa membuat mu bahagia..


Tak ada kata terlambat untuk memulai semuanya,


Selama kesempatan itu masih ada..


Raisya,


Mau kah Kamu menjadi pacarku?


Itulah penggalan puisi yang tertulis pada isi surat itu. Namun masih ada kelanjutannya.


Jika Kamu ingin menjawab sekarang, maka temui Aku di taman belakang sekolah sekarang, karena Aku tau Kamu pasti sudah menerima dan membaca isi surat ini..


Aku tunggu di dekat pohon beringin,


Sampai ketemu, Raisya..


Tuan_J


“Hahaha…. Hahaha…” Raisya tertawa lepas setelah membaca isi surat itu, ia sungguh merasa sangat geli ketika membacanya.


“Anjirr, dia nunggu Gue di dekat pohon beringin sekolah, ini manusia apa genderuo sih, ya Allah” ucap Raisya yang masih tertawa.


Risa dan Reno pun juga terbahak-bahak membaca ulang kembali.


“Aku tak pandai mengungkapkan kata cinta, tapi aku bisa membuat mu bahagia. *****, dia nembak terus bikin kata halu gini bukan kata cinta apa? Sama aja kan nyatain perasaannya” ucap Reno yang masih terbahak-bahak.


“Gokil nih, Bocah!” saut Risa dengan wajah yang sudah memerah karena terlalu banyak tertawa.


“Terus Lo mau samperin gak?” tanya Reno.


“Kayak nya harus Gue samperin deh ini genderuo, masa dia gak tau Kevin udah umumin Gue tunangan sama dia” jawab Raisya yang kini air matanya sedikit terlihat di sudut mata sangking terbahaknya.


“Mau Gue temanin gak, takutnya genderuo beneran gimana?” tawar Risa.


“Gak usah, Gue sendiri aja. Tapi kalian kalo mau nonton bisa aja dari jauh, hahaha” ucap Raisya.


“Yaudah! Gue datengin dulu ini genderuo, bhaayy!!” lanjutnya lagi lalu pergi meninggalkan kelas.


Risa dan Reno pun memberi kabar ini pada yang lainnya, terutama pada Kevin. Awalnya saat dia dengan Raisya diberikan surat cinta dari seorang adik kelas, sempat geram menahan amarahnya. Namun, saat Reno menceritakan semuanya ia dan yang lainnya ikut terbahak-bahak. Niat mereka yang ingin kekantin makan bakso Mbo Nah dibatalkan, dan memilih membeli makanan ringan dan beberapa minuman botol. Biar ada yang dicemilin saat nonton drama baru lagi, wkwwk


**


Kini Raisya sudah berada di taman balakang sekolah, ia pun sudah berdiri di dekat pohon beringin yang sangat besar. Ada-ada saja pikirnya orang mengajak bertemu disini, Raisya pun celingukkan kekanan dan kekiri namun ia tak melihat siapapun, karena memang taman dibelakang sekolah ini cukup sepi.


“Kok Gue merinding ya jadinya,” ucap nya sendiri dan menggosok lengannya dan bergidik ngeri seakan ia benar-benar merinding.


Puk!


Tepukan di bahunya membuatnya menegang.


“Ampun penjaga pohon, Gue kesini gak ganggu Cuma mau ketemu sama orang doank,” ucap Raisya ceplos tanpa membalikkan tubuhnya.


“Ini Gue, yang tadi ngasih coklat,” ucap laki-laki itu dengan suara beratnya.


Raisya pun berlahan membalikkan tubuhnya, dan ia pun melihat sosok laki-laki dihadapannya. Cukup tampan, tapi bagi Raisya hanya Kevin suaminya yang paling tampan.


“Tuan J?” tanya Raisya.


“Iya, Jovan” jawab laki-laki itu yang bernama jovan tersenyum manis.


“Lo manusia kan?” selidik Raisya memicingkan kedua matanya mentap laki-laki yang berdiri dihadapannya.


“Iya lah, nih liat aja sendiri. Kaki gue nyentuh tanah,” jawab Jovan menghentakkan kakinya.


“Jadi Lo? Yang ngasih Gue coklat dan surat ini?” tanya Raisya lagi.


“Iya, jadi gimana? Mau gak jadi pacar Aku” tanya Jovan dengan penuh harap dan percaya diri.


“Kamu gak tau tentang Gue?” tanya Raisya.


“Gue tau, Lo Raisya kan, kelas 3 IPS 2?” jawab Jovan.


“Lo gak tau ya, Gue itu sudah tunangan,” ucap Rraisya.


Laki-laki yang bernama Jovan itu pun tersentak kaget, bagaimana dia tidak tau perihal Raisya sudah memiliki tunangan.


“Lo pasti bohong kan? Gue kasih waktu deh” ucap Jovan berharap semua yang ia dengan hanya omong kosong.


“Gak bisa, bahkan satu sekolah tau kok kalau Gue itu sudah tunangan, masa Lo gak tau sama sekali? Jadi maaf ya, ini Gue kembaliin” jawab Raisya sambil menyodorkan coklat dan juga surat. Namun karna Jovan tak menyambutnya, Raisya pun menarik tangan Jovan dan meletakkan coklat itu di telapak tangan Jovan dengan paksa.


Jovan yang memang tidak mengetahui perihal Raisya yang sudah bertunangan masih tak percaya. Karena anak-anak dikelasnya tak pernah membahas Raisya bertunangan, mereka hanya menggosipi Raisya dekat dengan Ketos dan Waketos sekolah mereka.


Dengan lancang Jovan yang tingginya lebih dari Raisya menundukkan kepala dan mencium sekilas pipi Raisya.


Dari kejauhan Kevin sudah sangat geram, ingin menghampiri tapi ditahan oleh Leon.


PLAAKKK!!!


Suara tamparan begitu keras tersengar, Raisya menampar Jovan yang sudah sembarangan menciumnya. Tau sendiri kan bagaimana tabiat seorang Raisya.


“Kurang ajar ya Lo! Inget Gue udah tunangan ! Lo gak ada apa-apanya dibandingkan sama suami Gue!” bentak Raisya dengan amarah.


“Kak Raisya serem ya kalau marah” ucap Rina saat melihat Raisya dari kejauhan menampar keras pipi Jovan.


“Makanya Kita diem aja disini, nonton sampai habis” ceplos Leon.


“Jauhin Gue! Kalo Lo gak mau lebih dari ini!” teriak Raisya lalu pergi dengan kesal sambil mengusap pipinya dengan kasar bekas ciuman dari Jovan yang entah siapa dia tidak peduli.


Jovan hanya terdiam, bahkan saat Raisya pergi dari hadapannya. Ia sungguh bodoh, tapi ia sama sekali belum percaya perihal Raisya sudah bertunangan. Jovan pun pergi dari tempat itu berencana untuk menanyakan lebih ditail lagi soal Raisya. Karena memang ia sempat tidak masuk beberapa hari setelah MOS. Tapi ia sudah jatuh cinta pada pandangan pertama ketika ia tak sengaja menabrak Raisya didepan kantin di hari pertama ia masuk di sekolah ini.


(Masih inget donk ya?, hehehe)


**


Setelah kejadian ditaman belakang sekolah, Kevin dan yang lainnya menyusul Raisya yang sudah berada di koridor sekolah menuju kelasnya. Dengan cepat mereka menyusul.


“Woi woi woi tunggu woi!” cegah Leon yang mengejar Raisya karena Raisya berjalan cepat.


“Apa!!” bentak Raisya kesal dan menghentikan langkahnya.


“Eh selow donk, Ncess. Sini duduk dulu” bujuk Leon dan membawa Raisya duduk dikursi pinggir koridor yang kosong. Yang lainnya pun mmengikuti.


“Gimana, Sya? Manusia atau genderuo?” canda Ocha.


“Genderuo, Cha! Genderuo mesum!” ucap Raisya kesal.


“Minta tissue basah donk, Ris” lanjutnya lagi. Risa pun memberikan bungkusan kecil yang berisikan tissue basah. Raisya tahu kalau sahabat nya ini pasti akan selalu membawanya di jam istirahat untuk membersihkan tangan.


Raisya pun mengambil selembar tissue basah itu dan melap wajahnya dengan kesal. Tepatnya pipi nya tadi yang sempat di cium oleh Jovan.


“Amit-amit dah ketemu dia lagi! Main nyosor aja!” keluhnya dengan kesal. Yang lain hanya menggelengkan kepala menahan tawa melihat tingkah Raisya.


“Santai aja, ntar juga dihapus sama bibirnya Kevin” celetuk Bams.


Cup!


Langsung saja Kevin mencium pipi Raisya didepan semua sahabatnya. Gabin lebih dulu menutup mata Rina.


“Anak kecil gak boleh lihat!” ucap Gavin.


“Kak Gavin!” pekik Rina karena penglihatannya menjadi gelap akibat tangan Gavin menutupnya.


“Tolong banget donk ya! Hargain yang jomblo!” ucap Ocha yang kesal dengan tingkah laku sahabatnya ini. Namun ia juga bahagia karena Kevin tak sedingin dulu kepada Raisya.


Teetttt!!


Bunyi bel masuk telah terdengar.


“Astagaa! Gue makan aja belum udah bunyi aja itu bel!” bertambah kesallah Raisya karena waktu istirahatnya terbuang sia-sia. Untung saja tadi pagi ia sarapan, jadi tidak terlalu merasa lapar. Lagipula masih akan ada jam istirahat kedua nanti.


Mereka semua akhirnya kembali menuju kelas masing-masing untuk kembali belajar.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Update lagi nih Author 😁😁


Sebelumnya maaf ya, kalo chapternya kedoble 🙏 sebenarnya chapter pertama mau diedit aja, eh tapi malah kehapus di naskah..


Akhirnya nge Up lagi, tapi ternyata di novelnya malah kedoble, dan itu hanya bisa dihilangkan oleh pihak Mangatoonnya saja..


Jadi Author minta maaf sama kalian yang malah baca ulang chapter, tapi itu ada yang aku edit kok, hehehe


Sekali lagi maaf yaa 🙏


Dan terimakasih untuk kalian yang masih setia sama novel Author ini ❤


Jangan lupa LIKE VOTE dan KOMENTAR nya 🙏❤❤😘