
Hari ini Raisya diperbolehkan pulang, dokterpun sudah melepaskan infusan yang terpasang.
“Setelah ini, jagalah kesehatan, harus selalu lebih teliti lagi,” ucap dokter Galih memperingati.
“Iya, dok,” jawab Kevin dan Raisya bersamaan.
“Baiklah, kalau begitu Saya permisi,” pamit dokter Galih pada semua yang ada diruangan itu.
“Apa Kamu senang bisa pulang?” tanya Kevin.
“Tentu saja,” jawab Raisya dengan riang.
“Sayang, Kamu pulang ke apartemant atau mau kerumah Bunda?” tanya Bunda Kevin.
“Ke apartemant saja, Bun,” ucap Kevin.
Kevin dan Bunda mengemasi barang-barang Raisya dan Kevij digunakan selama dua hari ini dirumah sakit. Setelah dirasa semuua sudah siap dan tidak ada yang tertinggal, Kevin, Raisya dan Bunda meninggalkan rumah sakit.
Kevin lebih dulu mengantar Bunda kekantor Ayah, karena ada suatu hal. Kemudian, barulah Kevin dan Raisya kembali pulang ke apartemant mereka. Selama dalam perjalanan Raisya tak henti-hentinya memperlihatkan wajah bahagia. Raisya selalu tersenyum, membuat Kevin yang melihatnya juga turut bahagia.
“Vin, Aku mau es krim dong,” ucap Raisya manja.
Saat ini mereka sedang ada dilampu merah.
“Iya, setelah ini Kita akan mampir dulu ke supermarket,” jawab Kevin sambil mengacak gemas rambut Raisya.
Lampu lalu lintas telah berubah menjadi warna hijau, mobil Kevin pun melaju melintasi jalan raya. Sesampainya disebuah supermarket, Raisya dengan gembira berlari masuk kedalam supermarket, menuju tempat penyimapanan es krim. Tak tanggung-tanggung, Raisya mengambil banyak macam aneka dan rasa es krim tersebut.
“Apa Kamu mau sakit perut, makan es krim sebanyak ini?” tegur Kevin saat melihat Raisya membawa es krim sekeranjang penuh.
“Untuk stok Aku dirumah lah,” jawab Raisya santai. Kevin hanya memutar bola mata dengan malas.
Setelah Raisya puas membeli eskrim, kini mereka kembali menyusuri jalanan menuju apartemant. Raisya menikmati es krim cupnya sepanjang perjalanan pulang, dan pastinya diiringi lagu yang disiarkan lewat radio mobil. Dengan lahap Raisya menikmati es krim tersebut, sampai-sampai ia tak sadar kalau terdapat sisa ea krim didekat bibirnya. Melihat itu Kevin langsung meminggirkan mobilnya untuk berhenti.
“Kenapa berhenti?” tanya Raisya yang bingung.
“Seperti anak kecil saja, makan es krim belepotan,” ucap Kevin yang sudah menarik tissue yang tersedia dimobil lalu membersihkan sisa makanan yang ada didekat bibir Raisya.
Karna jarak yang begitu dekat, Raisya dengan jelas dapat melihat manik hitam lekat milik Kevin, fokus membersihkan sisa makanan yang menpel diaudut bibir Raisya. Kevin yang sadar tengah diperhatikan Raisya pun menatap Raisya dan kini mata mereka bertemu. Seakan tatapan itu menghipnotis diri mereka masing-masing, mengunci pandangan satu sama lain. Kevin pun tersenyum manis, membuat Raisya reflek ikut tersenyum.
Cup,
Kevin mengecup bibir Raisya sekilas, membuat Raisya menahan senyumannya. Kevin pun kembali duduk keposisi awalnya dan melajukan lagi mobil yang mereka kendarai.
Sekitar 30 menit perjalanan dari rumah sakit ke apartemant, kini Raisya dan Kevin pun telah sampai. Mereka langsung membawa barang bawaan masing-masing, yang tentu saja Raisya hanya membawa kantong plastik berisikan es krim kesayangannya. Raisya dan Kevin menuju lift dan tiba dilantai yang dituju mereka lansung menuju tempat dimana mereka tinggal.
Saat sampai didepan pintu, Kevin membuka kode apartemant lalu Raisya membuka pintunya.
Ceklek!
Kevin dan Raisya pun masuk kedalam, namun keadaan cukup gelap. Meski masih siang, tapi apartemant ini minim jendela karena berada di atas gedung yang lumyan tinggi. Raisya pun mencari sakelar lampu dan menyalakannya.
“SELAMAT DATANG KEMBALI MY PRINCESS!” teriakan semua sahabat Raisya menggelegar didalam ruangan ini, yang sempat membuat Raisya terlonjak kaget.
“Kalian?!” seru Rraisya dengan heboh.
“Kalian kenapa bisa masuk?” tanya Raisya.
“Ya tentu saja bisa,” sahut Leon menatap Kevin dengan penuh arti.
“Pantas saja,” ucap Raisya yang mengerti.
Risa, Rina dan Ocha langsung berhambur memluk Raisya.
“Jangan sakit-sakit lagi ya, Gue kangen duduk sebangku sama Lo,” ucap Risa.
“Gue juga, kangen sama ocehan unfaedah Lo,” sahut Ocha.
“Rina juga..” sambung Rina dengan manja.
“Sakit itu, walaupun gak diminta, pasti akan datang sendirinya,” ucap Raisya. Mereka berempat pun masih berpelukan seperti teletubies tanpa memperdulikan sekitar.
Setelah ngedrama bagaikan setahun tak bertemu, mereka semua keruang makan untuk memulai makan siang. Jangan ditanya siapa yang masak, itu makanan mereka beli diluar, dibungkus, dan dibawa ketempat Raisya untuk dimakan bersama. Mereka tidak akan tega membujuk Raisya memasak, yang baru saja pulang dari rumah sakit.
“Siapa yang beli semua ini?” tanya Raisya saat melihat meja makannya penuh dengan makanan yang menggugah selera.
“Tau aja kalau ini makanan dibeli,” sahut Ocha.
“Iya lah, gak mungkin kan kalian masak,” jawab Raisya dengan percaya diri.
“Iya iya, Kita ngaku ini beli,” sahut Leon.
“Dasar tukang makan,” sahut Reno dengan sewot, sedangkan Bams hanya masa bodoh.
**
Hari sudah menuju sore, Leon dan yang lainnya berpamitan untuk pulang, karena sebagian dari mereka masih banyak yang harus dikerjakan. Raisya sudah menanyakan apa saja tugas yang diberikan guru selama dirinya tidak masuk, begitu pun dengan Kevin yang untungnya sekelas dengan Gavin.
Kini tinggallah sepasang suami istri muda, yang sedang menikmati sore hari mereka di balkon kamar. Menatap langit biru yang kian berubah menjadi jingga, matahari yang mulai ingin menyembunyikan sinarnya. Raisya dengan nyaman bersandar di dada bidang milik Kevin.
“Besok Aku sekolah ya, kan sudah sehat,” ucap Raisya sambil memainkan jemarinya melukis asal di dada Kevin.
“Iya,” jawab Kevin singkat.
“Vin, makasih ya,” ucap Raisya mendongakkan kepala menatap Kevin dengan senyuman manisnya.
“Untuk apa?” tanya Kevin yang juga membalas tatapan mata Raisya.
“Terimakasih, sudah merawat dan menemaniku saat sedang sakit,” ucap Raisya dengan tulus.
“Itu sudah kewajiban dan tugasku,” balas Kevin lalu mengecup kening Raisya dengan lembut. Raisya pun semakin melebarkan senyumannya.
**
Keesokan harinya, dipagi hari yang cerah, Raisya sudah rapi dengan seragam sekolahnya. Dirinya sangat bersemangat untuk kembali bersekolah, Kevin pun juga sudah siap dengan seragamnya sambil mengenakan dasi dilehernya. Raisya yang melihat Kevin ingin memakai dasi, dengan cepat Raisya mengambil alih dasi itu, dan memakaikannya pada Kevin.
Kevin tersenyum lebar saat Raisya tengah fokus menyimpul dasi dilehernya. Setelah selesai, Raisya tersenyum bangga atas hasil karyanya itu.
“Sudah! Ayuk Kita sarapan,” ajak Raisya dengan semangat.
Raisya dan Kevin pun menikmati sarapan mereka yang memang sebelumnya sudah Raisya siapkan terlebih dahulu. Raisya sudah kembali menjalankan aktivitasnya seperti biasa. Setelah selesai sarapan mereka pun berangkat kesekolah bersama.
Selama diperjalanan, hanya alunan lagu dari radio yang menemani perjalanan mereka kesekolah. Dan setibanya disekolah, Kevin memarkirkan mobilnya lalu turun bersama Raisya.
Mereka berjalan bersama di koridor sekolah, menuju kelas Raisya. Sesampainya didepan kelas Raisya, Kevin mengacak rambut Raisya yang sudah rapi dengan gemas.
“Belajar yang rajin,” ucap Kevin sambil tersenyum.
“Apaan sih, iya. Kamu juga,” jawab Raisya sambil memeperbaiki rambutnya yang sedikit berantakan akibat ulah Kevin.
Pemandangan Raisya dan Kevin yang terlihat bersama itu, sudah menjadi pemandangan paling romantis disekolah, bagi siswa siswi lainnya. Bagaimana tidak? Dua manusia yang awalnya adalah rival yang sengit, dan selalu cekcok saat berdebat, tiba-tiba menjadi sepasang kekasih, yang bahkan sudah bertunangan.
Setelah itu Kevin pun berlalu meninggalkan Raisya menuju kelasnya sendiri. Raisya pun masuk kedalam kelas dengan semangat. Terlihat sudah ada Reno dan Risa yang sudah datang sedang duduk berdua.
“Masih pagi, udah pacaran aja,” sindir Raisya ketika ia menaruh tas sekolahnya di dalam laci.
“Terus tadi apa yang didepan pintu?” ucap Reno membalas sindiran Raisya. Dan Raisya hanya terkekeh.
Seperti biasa, saat disekolah mereka belajar dan kadang saling membantu untuk mengerjakan PR atau tugas. Walaupun mereka berbeda kelas, setidaknya masih satu jurusan, hal itu juga yang memudahkan mereka untuk saling membantu.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Haloo readers, maap ya pendek, hehe
Jari Author lemes, wkwkw
Jadi segini dulu gakpapa kan ya?😁
Semoga suka sama episode ini 😄
Yuks gabung digrup Author, bagi pengguna aplikasi Noveltoon. Join ya! 😄
Jangan lupa LIKE VOTE dan KOMENTAR nya yaa… 😄😄
❤❤ TERIMAKASIH 🙏 ❤❤