My Rival Is My Love

My Rival Is My Love
Terjadi Lagi



Dua jam lebih telah berlalu kini lampu didalam studio pun kembali menyala, menandakan film sudah berakhir. Semua orang beranjak dari kursi mereka tak terkecuali teman-teman Raisya. Raisya sendiri?


Raisya malah tertidur nyenyak dalam dekapan Kevin, jadi Kevin belum sama sekali beranjak dari kursinya. Hingga teman-temannya menghampiri.


"Ckckc.. baru ini liat Raisya tertidur dibioskop, padahal nih yaa dia klo nonton tuh melek serius banget malah" ucap Leon yang melihat Raisya tertidur pulas.


"Gimana ini? Bangunin gak?" -Ocha


"Gue mau bangunin gak tega, nyenyak gini tidurnya" -Kevin


"Bangunin aja Vin pelan-pelan, masa iya Kita lagi jalan gini dia malah tidur" -Ocha


Kevin pun mencoba membangunkan Raisya dengan lembut.


"Syaa.. bangun doonk.. Sayaang..."


Semua yang mendengar sedikit terkejut dan menahan senyumannya, kecuali si Carol.


"Heii banguuun... " ucap Kevin lagi sambil menjawil hidung Raisya.


"Lima menit lagi yaa Viin" saut Raisya dengan mata tertutup dan mengeratkan pelukannya pada Kevin.


"Ya ampuun mata Gue" -Ocha


"Bisa gak sih hargai yang jomblo, Woy!" -Leon


"Gini yaa Raisya kalo tidur, enak banget si Kevin" -Bams


"Nih anak emang kebiasaan susah bangun kalo udah tidur, gak tau tempat!" -Leon


"Terua gimana doonk?? Gue laper ehh" -Risa


"Tuhh ada popcornnya Raisya masih sepack, makan aja dulu itu buat ganjel" -Reno


"Tapi kaan..." -Risa


"Udah ambil aja!" Ucap Kevin sambil memberikan popcorn miliknya pada Risa.


"Thankss yaa Vin!" -Risa


Risa menerima popcorn itu dan langsung menikmatinya bersama Ocha yang juga merasa lapar. Kevin dan Leon berusaha membangunkan Raisya.


"Gak tau malu banget sih nih cewek tidur disini! Diliatin banyak orang lagi!" Cerocos Carol dengan kesal.


"Heh! Mulut Lo tuh dijaga yaa! Kalo gak suka udah sana pergi!" Bentak Leon dan Carol hanya berdecak kesal memandang sinis Leon.


Tak lama Raisya pun mulai bergerak menggeliat dan perlahan membuka matanya. Orang pertama yang dia lihat adalah wajah tampan Kevin, Raisya pun tersenyum.


"Haii Sayaang.. Aku ketiduran yaa.. maaf yaa..." ucap Raisya dengan manja tanpa sadar semua temannya menyaksikan.


"Apakah tidur tuan putri nyenyak?" Goda Leon yang berada tepat di sebelah Raisya.


Raisya pun terkejut melihat wajah Leon yang kini dekat dengan wajahnya ketika Raisya menoleh kesumber suara, reflek saja Raisya langsung mendorong wajah Kevin dengan telapak tangannya.


"Lo ngapain sih disini?! Tempat Lo kan di..." ucapannya terpotong ketika melihat kedua sahabatnya Risa dan Ocha yang duduk didepannya sambil memandangnya.


Raisya pun melihat sekeiling ternyata semua teman-temannya telah menatapnya.


"Se.. sejak ka kapan Kalian semua disini?!" Tanya Raisya gugup.


"Sejak Lo tidur dengan nyenyak sambil meluk Kevin" ucap Bams dengan santai.


Raisya melihat kesekitar ternyata lampu studio sudah menyala menandakan film sudah berakhir dan bnyak kursi-kursi penonton kosong tak seramai tadi.


"Filmya udah habis yaa?" Tanya Raisya dengan polos.


Semua temannya hanya mengendus nafas kasar dan geleng-geleng kepala melihat tingkah Raisya.


"Udah yuk Kita pergi makan dulu, kasian tuh temen Lo kelaperan nunggu tuan putrinya tidur" ajak Reno sambil menatap Risa yang sedang memakan popcorn.


Raisya hanya nyengir kuda karena ada rasa malu dan grogi kepergok tidur di bioskop, belum lagi tingkahnya kepada Kevin saat tidur disaksikan semua teman-temannya.


"Yaudah yuk. Udah seger kan, kita makan dulu yaa" ajak Kevin dan diangguki oleh Raisya.


.


.


Kini mereka semua ada di salah satu restoran cepat saji menikmati makan sore karena sekarang sudah pukul 04.10 pm. Mereka menikmati makannya sembari bercanda ria, membuat riuh seisi restoran. Terkadang ada saja pelayan atau pengunjung menoleh kearah mereka karena terlalu riuh, siapa lagi kalau bukan ulah Leon dan Bams dengan berbagai guyonan yang absurt membuat mereka semua terbahak-bahak.


Dan setelah mereka menikmati makanan mereka pun berjalan-jalan mengelilingi moll tanpa tujuan. Sampai akhirnya Raisya melihat stand yang berjualan es krim.


"Vin vin, Aku mau es krim donk" pinta Raisya dengan manja.


"Yaudah tunggu sini Aku belikan dulu" jawab Kevin.


"Kak Aku juga yaa" teriak Carol namun tak digubris oleh Kevin.


"Yaudah dedek, Abang beliin aja yaa tunggu sini" Bams menawarkan diri dan langsung menyusul Kevin ke stand es krim.


"Lo mau juga gak Cha?" Tawar Leon dan langsung diangguki dengan senang hati.


"Yaudah Risa juga mau?" Kini Reno yang menawari Risa, Risa hanya tersenyum.


Semua cowok pergi kestand es krim untu membelikan para gadis-gadis mereka, tinggallah para gadis yang sedang duduk disalah satu bangku moll tersebut.


"Sya, tuh cewek tinggal di rumah Lo?" Tanya Ocha sedikit berbisik.


"Tinggal di rumah mertua Gue sih, cuman tadi malam Gue sama Kevin nginep disana" jawab Raisya dan Ocha hanya ber O ria.


"Woy cewek?! Lo pasti naksir sama Kevin yaa?" Tanya Ocha lagi namun kini di ajukan untuk Carol.


Carol pun menatap Ocha dengan acuh tak acuh.


"Emangnya kenapa kalau Gue naksir sama Kak Kevin? Masalah buat Lo?!" Carol menjawab dengan sinis.


"Songong banget Lo jadi perempuan, denger nih ya baik-baik. Mau udah selama apa kalian kenal Kevin itu bakalan tetep punya Princess Raisya!" Tegas Ocha tak mau kalah.


"Terus apa hubungannya sama Gue? Lagian juga mereka nikah karena dijodohin kan, bukan karena saling cinta!" Jawab Carol tak mau kalah.


"Dasar cewek gak tau malu! Calon-calon pelakor yaa kayak gini nih Sya, hati-hati aja sih Lo sama pelakor kek dia" sergah Ocha dengan sinis.


"Apa?! Lo berani bilangin Gue pelakor?!" Carol menjadi emosi.


"Kalau bukan pelakor terus apa donk namanya? Cewek murahan? Kalo gak mau dibilang pelakor ya tau diri donk! Jangan kegatelan sama Laki orang!" Sewot Ocha dengan tatapan tajam ke arah Carol.


"Berani Lo ya sama Gue?!"


PLAAKKKK!!


Tiba-tiba Carol melayangkan tamparan kewajah Ocha. Dan kejadian itu bersamaan dengan para cowok yang sudah selesai membeli es krim. Leon yang melihat kejadian itu segera berlari ke arah para gadis. Dan lagi-lagi....


PLAAKKK!!!


Kini Raisya yang menampar wajah Carol hingga membuat Carol tersungkur kelantai.


"Selama ini Gue sabar liat tingkah Lo yang kegatelan sama laki Gue! Selama ini Gue sabar dan diam liat Lo bergelayut manja sama laki Gue! Selama ini Gue diam karena Gue mengahargai pertemanan Lo sama laki Gue! Tapi jangan pernah Lo berani nyentuh teman Gue dengan tangan Lo yang menjijikan itu! Apa yang dikatakan temen Gue itu fakta! Tapi sayangnya Lo itu gaktau diri seakan Lo bangga jadi perempuan murahan!"


Ucap Raisya berapi-api karena terlalu muak dengan tingkah Carol. Dan perkataannya membuat seisi moll menjadikan mereka tontonan. Tapi Raisya tetap cuek.


"Ada apa ini sebenarnya?" Tanya Kevin yang sudah berada diantara mereka.


"Lo tanya aja sama sahabat kecil Lo yang menjijikan ini!" Ucap Raisya dengan jutek.


Suasana berubah jadi mencekam karena semua tersadar sisi singa betina dari seorang Raisya kembali. Kevin dengan susah payah menelan saliva nya, dia bingung harus bagaimana meredam amarah istrinya kalau sudah seperti ini.


"Kak... Raisya jahat! Dia gak pantes jadi istri Kakak! Cuma aku yang pantas jadi pendamping Kakak, aku sayang sama Kakak, Aku cinta sama Kak Kevin sejak dulu! Aku yang lebih dulu kenal dengan Kakak tapi kenapa malah gadis ini yang Kakak nikahi!" Ucap Carol dengan berpura-pura mengiba agar Kevin membantunya namun diluar dugaan...


"Dengar carol! Aku hanya menganggapmu Adik dan tidak akan pernah lebih! Aku hanya mencintai Raisya istriku! Setelah ini kita pulang! Dan Aku akan membicarakan hal ini pada Ayah dan Bunda agar Kamu dipulangkan kembali!" Tegas Kevin.


"Kak jangan.. Aku belum mau pulang ! Aku masih ingin disini bersamamu!" Cegah Carol sambil memegangi tangan Kevin namun ditepis kasar olehnya.


"Cukup! Tingkahmu sudah keterlaluan! Aku juga akan bilang pada kedua orang tua mu! Karena kehadiran mu disini menggangu rumah tangga ku!" Ucap Kevin


Carol pun hanya menangis sesenggukan karena takut, kini baginya sudah tak ada harapan dari Kevin orang yang dia sukai selama ini.


"Yaudah Gue antar Ocha pulang dulu" ucap Leon yang kini sudah merangkul bahu Ocha yang sedang memegangi pipinya.


"Ayok Ris, Ren, Bams" lanjutnya lagi mengajak yang lainnya.


"Gue ikut pulang sama Lo Lee!" Cegah Raisya dan Leon pun menatapnya.


"Gakbisa Lo pulang sama Gue!" Tegas Kevin.


"Huh! Lo urus dulu nih teman kecil Lo sampe tuntas! Gue males liat mukanya! Gue langsung pulang ke apertemen!" Ucap Raisya dengan jutek. Dan Kevin merasa hal seperti ini pernah terjadi. Seperti perasaan dejàvu.


Raisya pun meninggalkan Kevin lebih dulu keluar dari moll kemudian diikuti teman-temannya. Kevin hanya pasrah mendengar perkataan Raisya, dia tau Raisya saat ini sangat marah. Dia pun memutuskan pulang dengan Carol kerumah orang tuanya.


.


.


.


.


.


.


.


.


Gimana sama chapter ini?


Suka gak ?? Kalau suka kasih Like nya yaa.. 😂


Mohon dukungannya yaa Readers Terimakasih 🙏❤