My Rival Is My Love

My Rival Is My Love
Flashback



Kini Kevin berada diruang Osis berdua dengan Leon sambil menikmati sanwich dan minuman rasa jeruk yang di bawakan oleh Raisya.


"Vin, Lo akhir-akhir ini ngerasa aneh gak sih? Lo ngerasa ada yang pantau Lo gak sih sama Raisya?" Tanya Leon saat mereka sudah berdua saja diruang Osis ini.


"Ngerasa sih, cuman Gue masih belum pasti kalo dia orangnya. Kenapa?" Ucap Kevin.


Leon sedikit tersentak mendengar perkataan Kevin kalau ternyata Kevin mencurigai seseorang. Apakah orang yang Kevin curigain sama dengan apa yangbada dipikirannya.


"Gakpapa, emang Lo curiga sama siapa?" Tanya Leon lagi


"Gavin si murid pertukaran itu.." jawab Kevin spontan.


.


.


# Kevin FLASHBACK ON~~


"Foto orangnya udah Gue kirim ya, Lo tinggal pantau aja terus. Kalo udah tepat waktu Lo habisin dia di jalan sepi. Jangan sampai mampus, yang penting dia bonyok dulu" ucap seseorang yang sedang menelpon itu.


Tanpa dia sadari ada seorang yang mendengarkan percakapannya di balik tembok.


Skip


Jalanan malam begitu senggang, tak terlalu macet. Kevin mengendarai motornya dengan santai jam kini sudah menunjukkan angka 09.45 pm. Saat dijalan yang sepi Kevin merasa motor itu sedari tadi mengikutinya, akhirnya dia melajukan motornya lebih cepat. Namun ternyata motor yang mengikutinya tak cuma satu, dari arah berlawanan sudah ada motor yang menghadanginya sehingga membuat Kevin mengerem mendadak.


Tanpa aba-aba lagi salah seorang dari mereka yang mengepung Kevin langsung menarik naju Kevin agar turun dari motornya. Kevin pun melepaskan helmnya.


"Apa mau kalian?" Tanya Kevin dengan nada dingin.


"Gak usah bacot!" Kata orang itu dan...


Bugh !


Pukulan mendarat di wajah tampan Kevin tanpa aba-aba. Kevin yang tersentak dengan pukulan dadakan itu hanya tersungkur ketanah, namun dia berusaha bangkit untuk melawan orang-orang itu. Dan terjadilah perkelahian, awalnya Kevin bisa mengatasinya namun ditengah perkelahian mereka Kevin tak kuasa melawan banyaknya orang itu, tak sebanding karena dia hanya sendirian. Akhirnya titik lemah Kevin pun didapatkan oleh mereka dan langsung saja menghujami Kevin dengan pukulan, sampai akhirnya salah seorang dari mereka memukul punggung Kevin dan membuatnya teraungkur lemah tak berdaya di tanah.


"Sudah beres bos!" Kata salah satu dari mereka yang sedang berbicara di telpon.


Kevin yang masih sangat sadar namun pura-pura pingsan itu sempat mendengar. Sebenarnya lumayan sakit pukulan-pukulan yang dia dapat. Tapi itulah sapah satu cara untuk mempercepat ini semua dengan cara mengalah dan pura-pura pingsan.


Kevin bangun dan duduk bersandar sejenak dipinggir jalan itu. Jalanan di daerah itu memang sepi, jarang sekali kendaraan lewat apalagi di jam segini.


Kevin mengambil tasnya dan membuka ponselnya, dilihatnya beberapa panggilan tak terjawab bahkan puluhan chat dari istrinya. Kevin mengabaikan ponselnya, walaupun dia tau Raisya pasti sangat khawatir, namun dia masih terlalu lelah untuk pulang sekarang. Akhirnya Kevin memlilih mengistirahatkan diri di bawah pohon yang ada dipinggir jalan itu. Dan tak terasa Kevin malah tertidur.


Jam 12.50 am Kevin terbangun dan ternyata sudah hampir sejam dia tertidur dipinggir jalan, di lihat lagi ponselnya bertambah banyak jumlah panggilan dan chat dari istrinya. Setelah dirasakan tubuhnya sudah bertenaga Kevin mematikan ponselnya dan menyimpannya didalam tas lalu mengendarai motornya menuju apertemen untuk menemui istrinya.


Skip


Kini Kevin sudah ada di apertemen luka-lukanya juga sudah diobati oleh Raisya. Kevin merasa sangat senang Raisya selalu perhatian padanya dan khawatir akan dirinya. Sekilas Kevin mengingat kembali kejadian hari ini.


Apa semua ini rencana dia yaa ? Tapi kenapa? Seingat Gue gak punya masalah sama tuh anak! Kalo emang dia liat aja nanti ! Bathin Kevijln dalam hati.


Saat Kevin sudah membaringkan tubuhnya, dia melihat Raisya yang terlihat sangat gusar ketika membaca sebuah pesan. Namun dia urungkan untuk bertanya. Akhirnya dia mencoba mengajak Raisya tidur.


"Sayang, ayok tidur besok sekolah" ucap Kevin.


"Eh .. iyaa sayang" jawab Raisya sedikit gugup.


Raisya pun kenaruh ponselnya sisamping nakas dan segera tidur memeluk Kevin dengan erat.


Tak lama saat dirasa Raisya sudah tidur, Kevin mencoba meraih ponsel istrinya dan membuka chatnya. Ternyata Raisya beluk sempat menghapus pesan tadi, saat Kevin membuka isi chat dari nomer yang tak dikenal itu betapa terkejutnya dia. Dan pikiran Kevin pun langsung tertuju pada satu orang, yaitu Gavin.


# Kevin FLASHBACK OFF ~~


.


.


Leon yang mendengar jawaban dari Kevin juga terkejut. Ternyata benar tebakannya. Leon memang sedikit akrab dengan Gavin, dan juga curiga padanya kalau Gavin mempunyai rasa pada Raisya. Dan kecurigaan Leon pun benar adanya.


# Leon FLASHBACK ON ~~


Beberapa menit lalu...


"Vin Gue antar ini dulu yaa ke Pak Akbar" ucap Leon pada Kevin saat mereka ada diruang rapat Osis.


"Iyaa buruan yaa, Raisya mau kesini anterin makanan buat Lo juga!" Jawab Kevin.


"Oke bro..!" Seru Leon lalu pergi meninggalkan Kevin dan anggota lain diruangan Osis.


Leon berjalan melewati koridor lantai atas yang tidak terlalu ramai, lalu turun melewati tangga. Leon berjalan menuju ruang guru. Sesudah Leon menyelasaikan keperluannya di ruang Guru, tiba-tiba Leon bergegas kekamar mandi.


Dan setelah beres urusannya di kamar mandi Leon berniat untuk kembali keruang Osis mengingat perkataan Kevin kalau Raisya membawakannya makanan. Namun ketika keluar dia malah di cegat oleh seseorang yaitu Gavin.


"Eh bro kenapa ?" Ucap Leon.


Leon dan Gavin memang sedikit akrab karena mereka satu kelas dan satu bangku. Namun Leon selalu menaruh curiga pada Gavin, sedangkan Gavin sudah menganggap Leon sebagai teman baiknya.


"Bantuan apa? Gue kalo bisa bantu yaa Gue bantu" jawab Leon.


"Bantuin Gue jadian sama Raisya donk Lee" ucap Gavin sedikit memohon.


"Lo kan sahabatan udah lama sama dia" sambung Gavin lagi.


Leon yang mendengarnya pun tersentak.


"Lo gila ya!! Apa Lo buta?! Raisya itu sudah sama Kevin" jawab Leon sedikit emosi.


"Ya kan hubungan mereka baru pacaran kan? Sebelum janur kuning melengkung Raisya masih bebas buat siapa aja" ucap Gavin dengan santai.


Leon bingung harus menjawab apa, karena dia tidak mungkin menceritakan yang sebenarnya pada Gavin tanpa sepengetahuan sahabatnya dulu. Apa lagi sudah berjanji untuk menjaga rahasia pernikahan Kevin dan Raisya.


"Tapi mereka itu udah gak bisa dipisahin bro!" Jawab Leon sekenanya.


"Apa karena mereka udah tinggal bersama?" Ucap Gavin.


"Lo.. lo tau dari mana hal kayak gitu?" Tanya Leon sedikit kaget dan gugup.


"Gue pernah ikutin mereka, awalnya Gue cuma pengen tau aja rumah Raisya dimana, ehh ternyata dia tinggal di apertemen. Ya Gue kira Kevin cuma mampir doank tapi kok gak keluar-keluar. Akhirnya Gue nanya sama orang sekitar apertemen kalau mereka emang tinggalnya bersama." Ucap Gavin dengan santai.


"Ya gak nyangka aja gitu perempuan kayak Raisya tinggal serumah sama laki-laki berdua doank. Ya awalnya Gue punya pikiran buruk tentang Raisya, tapi Gue tepis karena Gue udah terlanjur suka sama dia. Siapa tau aja kalo Gue pacaran sama Raisya juga bisa tinggal bareng. Yaa itung-itung temanin Gue dirumah biar gak kesepian lagi" lanjutnya lagi namun ketika mengucapkan kalimat terakhir ekspresi Gavin berubah seakan dia menahan sesuatu.


Hal itupun tak lepas dari pandangan Leon, karena Leon adalah orang yang sangat peka pada raut wajah seseorang bukan cenayang yaa, hehe


"Tapi sorry yaa bro.. Gue gak bisa bantu, hubungan mereka gak semudah yang Lo bayangin. Mungkin kalo Lo tau Lo bakalan malu dan menyesal. Gue tau Lo orang baik. Lo suka sama Raisya juga gak salah, karena itu hak hati dan perasaan Lo. Tapi Gue harap hati Lo gak salah untuk memilih Lo suka sama siapa. Karena Lo sendiri yang akan sakit nantinya, saran Gue buang perasaan Lo buat Raisya sebelum Lo menyesal ketika Lo tau yang sebenarnya. Lo harus jadi pria sejati men!" Ucap Leon menjelaskan.


Gavin masih mencerna perkataan Leon barusan. Ada perasaan kecewa karena Leon tak bisa membantunya. Tapi dia juga penasaran tentang hubungan Raisya dan Kevin bagaimana. Tapi disisi lain dia juga sedikit legah berbagi cerita pada Leon. Apa mungkin perasaannya untuk Raisya harus dibuanh?


"Gue harap Lo gak menyesal bro! Gue tau kok Lo orang baik. Jangan sampai obsesi dan keegoisan Lo memenuhi hati Lo. Karena kalo itu terjadi gak cuma Lo yang ngerasa sakit, tapi mungkin ada orang yang sangat kecewa sama Lo" lanjut Leon lagi.


Gavin berpikir keras tentang apa yang Leon katakan. Apa mungkin perasaannya pada Raisya hanya sebuah obsesi. Kata kecewa yang diungkapkan Leon membuat memori otak Gavin berputar kembali dengan kejadian tadi pagi.


"Yaudah Gue deluan yaa.. masih ada urusan diruang Osis. Lo pikirin baik-baik lagi. Mungkin suatu saat Lo bakalan tau sendiri, tapi itu bukan dari Gue" ucap Kevin sambil menepuk bahu Gavin.


Leonpun meninggalkan Gavin yang masih terpaku ditempatnya. Leon tau anak itu pasti memikirkan sesuatu. Leon berharap Gavin tak salah ambil jalan, dia tidak mau terjadi apa-apa pada hubungan sahabatnya.


# Leon FLASHBACK OFF ~~


.


.


.


"Vin saran Gue kayaknya Lo harus memperjelas hubungan Lo sama Raisya didepan Gavin." Ucap Leon pada Kevin.


Kevin hanya menautkan kedua alisnya sambil manhut-mangut paham.


"Yaa mungkin nanti Gue akan jelasin tapi gak sekarang, masih banyak hal yang harus diurus. Gue tau kok kalo dia punya rasa sama Raisya. Keliatan dari caranya natap istri Gue!" Jawab Kevin.


Kevin memang sudah tau, terlebih lagi dengan masalah semalam saat dia membaca pesan singkat itu. Kevin hanya tak ingin istrinya jadi bahan obsesi Gavin. Kevin sengaja tak menceritakan semuanya pada Leon, cukup dia yang tau. Karena Kevin tak mau semua menjadi tambah rumit dan melibatkan orang yang sebenarnya tidak terlibat.


Kedua pria itu kini hanya sibuk dengan pikirannya masing-masing.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Holaaaa.. Author kembali..


Semoga suka yaa sama episode ini...


Author butuh piknik nih buat lanjutin cerita ini.. karena pikiran lagi buntu banget wkwkw


Maaf kalo episode ini tidak memuaskan para pembaca, tapi Author usahain masalah ini bakalan kelar. Jangan Nething dulu yaa sama Gavin .. hehehe


Tinggalkan Like Koment dan Vote nya donk biar Author semangat!! Hehehe


Terimakasih πŸ™β€