
Dua bulan berlalu, Ujian Nasional semakin dekat didepan mata. Mereka yang menyandang kelas tiga SMA sangat disibukkan dengan berbagai materi pembelajaran, untuk menghadapi ujian nantinya.
Begitupun dengan Kevin dan juga Raisya, mendekati ujian mereka semakin digilai oleh berbagai macam materi yang selalu dibahas. Namun hal itu tak membuat keduanya bosan atau pun mengeluh. Justru mereka berdua sangat menikmati hari-hari seperti ini, dirumah pun Raisya dan Kevin selalu belajar bersama walau terkadang menimbulkan debat yang tidak ada habisnya. Tapi itulah mereka, sangat-sangat menikmati masa putih abu-abu. Mereka yakin, disaat nanti mereka sudah sukses, moment kebersamaan saat SMA lah yang paling melekat dipikiran.
Masa-masa yang paling indah, masa-masa dimana seorang remaja menemukan jati dirinya, menemukan berbagai macam karekter disekitarnya, atau bahkan masa-masa mereka merasakan yang namanya jatuh cinta.
Saat kau sudah jatuh cinta, bukan hanya cintanya saja yang kau rasakan. Tapi jatuh bangunnya dalam cinta pun akan dirasakan.
Seperti Kevin dan Raisya, mereka yang sedari dulu adalah saingan yang sama-sama mempunyai ambisi yang luar biasa, mempunyai tekad yang kuat. Sampai pada akhirnya takdir mempertemukan mereka dalam sebuah ikatan cinta yang suci. Menjalani hari-hari yang tak seperti biasanya, berbagai godaan dan cobaan yang terkadang menguras air mata, tapi dibalik itu semua mereka harus tetap tegar demi mempertahankan cinta yang sudah terangkai indah dengan endirinya.
**
Hari ini Raisya dan Kevin bertemu dengan hari minggu, hari yang benar-benar mereka manfaatkan untuk bersantai dan merefresskan pikiran sejenak. Sebelum kembali berkutat pada buku pelajaran, apalagi mengingat Ujian Nasional semakin dekat didepan mata.
Diminggu pagi ini, Raisya menggeliatkan tubuhnya, dan perlahan membuka matanya.
“Ughh,” keluhnya saat sedang meregangkan otot-otot tubuhnya.
“Happy Sunday!” serunya dengan semangat.
“Hoaam!” Raisya menguap saat dirinya ssudah diposisi duduk.
Raisya melirik jam yg ada diatas nakas, dan ternyata jam masih menunjukkan angka 05.58 am, yang artinya sebentar lagi masuk jam 6 pagi. Raisya berencana untuk jogging hari ini, ia pun membangunkan Kevin yang masih terlelap disampingnya.
“Vin, jogging yuk,” ucap Raisya membangungkan Kevin dengan menggoyangkan tubuh laki-laki itu.
Tidak ada sahutan,
“Kevin, banguuuun !” keluh Raisya manja yang masih setia menggoyangkan tubuh Kevin.
Sebenarnya Kevin sudah bangun, hanya saja ia masih malas membuka matanya. Keluhan manja Raisya, tentu saja Kevin mendengarnya. Membuat pemuda itu semakin gemas dan menahan senyumannya.
“Kev… Aaa!” ucapan Raisya terpotong dan dirinya malah terkejut saat Kevin menarik dirinya.
Dan sekarang Kevin malah memeluk Raisya bagaikan guling, mengunci tubuh Raisya hingga gadis itu tak dapat bergerak sedikitpun.
“Kamu udah bangun ya, buka matanya donk,” ucap Raisya. Kevin hanya tersenyum namun masih setia memejamkan matanya.
“Kevin ih!” ucap Raisya merajuk.
“Memang ada apa Kamu bangun sepagi ini? Tumben?” tanya Kevin. Tetap saja dengan mata yang masih tertutup.
“Aku pengen jogging,” jawab Raisya.
“Jogging?” tanya Kevin tak percaya, dan ya, dia langsung membuka matanya menatap Raisya yang kini sudah ada dalam dekapannya.
“Hu’um,” jawab Raisya dengan anggukan kepala.
“Kenapa Kita tidak melakukannya disini saja? Sama saja kan? Sama-sama olahraga, dari pada harus berlarian” ucapan Kevin terdengar sangat ambigu ditelinga Raisya.
“Olahraga disini?” tanya Raisya bingung.
“Iya, olahraga bikin anak,” bisik Kevin ditelinga Raisya lalu menggigitnya pelan. Membuat Raisya menjerit kaget.
“Kevin!” teriak Raisya dengan suara yang terdengar manja ditelinga Kevin.
Kevin hanya tersenyum jahil, dirinya paling suka menjahili Raisya dengan hal-hal seperti ini, ada juga sepercik harapan agar Raisya sedikit peka. Meskipun terkadang ia tersiksa sendiri, alih-alih berharap Raisya peka, malah dirinya yang harus tersiksa menahan gejolak yang tertahan.
“Yasudah, ayok siap-siap,” ajak Kevin yang sudah bangun dan duduk ditepi tempat tidur.
Mereka pun bersiap-siap memakai celana training, baju kaos, dan sepatu olahraga. Setelah mereka siapa, Raisya dan Kevin pun keluar apartemant menuju taman yang berada disekitar.
Entahlah audah berapa kali mereka berlari mengelilingi taman ini, hingga akhirnya merasa lelah, dan Raisya mengajak Kevin untuk beristirahat sejenak di salah satu bangku taman yang tersedia.
“Cape,” keluh Raisya sambil mengatur nafasnya yang cukup ngos-ngosan.
“Perasaan Kita baru saja lima putaran loh, Sya,” ucap Kevin dengan santai, berdiri didepan Raisya.
“Apa? Lima?” tanya Raisya yang memang tak sadar audah berapa kali dirinya memutari taman ini yang bahkan terlihat sangat luas.
Kevin hanya menganggukkan kepalanya.
“Emang biasa Kamu berapa?” tanya Raisya penasaran.
“Lebih dari lima,” jawab Kevin.
“Tunggu disini jangan kemana-mana,” lanjut Kevin lagi mengingatkan.
“Memangnya mau kemana?” tanya Raisya.
“Mau beli air mineral saja,” ucap Kevin.
“”Aku ikut,” kata Raisya.
“Tadi katanya capek?” ucap Kevin.
“Naik,” perintah Kevin agar Raisya naik kepunggungnya.
Dengan senang hati Raisya langsung memeluk Kevin, menaiki punggung Kevin dan mengalungkan tangannya dileher Kevin. Kevin pun menggendong tubuh Raisya sepanjang jalan mencari oarang yang jualan berjualan minuman.
Langkah mereka sedikit jauh dari taman apartemant, namun disekitar sana lah banyak pedagang kaki lima berjualan.
“Vin, itu ada yang jual nasi kuning, mau donk,” ucap Raisya semangat saat ia melihat ada yang berjualan nasi kuning.
Nasi yang dimasak dengan santan kental dan di beri warna kuning dengan kunyit, aroma pandan dan rasa gurih dari nasi tersebut begitu menggugah selera, terlebih menyantapnya saat sarapan di pagi hari. Disandingkan dengan berbagai macam lauk seperti ayam, ikan, atau telur. Dan juga mie goreng serta sambel goreng tempe dan serondeng yang terbuat dari parutan kelapa yang diberi bumbu khas lalu disangrai. (Enak kayaknya ya, 😋😋😂)
Langkah kaki Kevin berhenti didepan stand yang berujualan nasi kuning itu. Raisya pun turun dari punggung Kevin dan dengan sekangat ia memesan dua porsi nasi kuning untuk dirinya dan juga Kevin tentunya.
“Bu, nasi kuningnya dua ya, makan disini. Lauknya ayam ya, Bu,” ucap Raisya pada penjual nasi kuning tersebut.
“Iya, Neng, minumnya mau minum apa?” tanya si Ibu penjual nasi kuning itu.
“Teh hangat saja dua,” jawab Raisya seraya menunjukkan dua jarinya. Penjual itupun mengangguk paham dan langsung membuatkan pesanan Raisya.
Raisya menghampiri Kevin yang sudah mendapatkan meja kursi yang hanya cukup untuk dua orang saja. Raisya duduk berhadapan dengan Kevin.
“Aku baru tau, ternyata dekat apartemant Kita ada yang jual nasi kuning,” ucap Raisya mengawali obrolan mereka.
“Ibu itu sudah berjualan lama disini,” saut Kevin.
“Owh,” hanya itu yang keluar dari mulut Raisya.
Tidak lama dua orang paruh baya datang membawa pesanan nasi kuning dan teh hangat manis milik Raisya dan Kevin. Sepertinya pasangan paruh baya itu suami istri, pikir Raisya.
Raisya dan Kevin pun langsung saja menikmati makanan mereka.
“Emm, enak juga ya,” ucap Raisya setelah suapan pertama ditelannya.
“Iya, lihat saja, jualannya saja rame begini, pastinya enak,” saut Kevin.
Reflek saja Raisya mengalihkan pandangannya mengitari sekiar. Dan benar kata kevin, disini sangat ramai. Padahal jam masih menunjukkan angka pukul 07.15 am.
Setelah menikmati sarapan nasi kuning mereka, Raisya pun membayar makanannya. Dengan senang hati Raisya memberikan uang lebih pada penjual itu.
“Ini kembaliannya,” ucap Ibu penjual tersebut sambil menyodorkan uang kembalian Raisya.
“Tidak, Bu. Kembaliannya buat Ibu saja,” ucap Raisya tulus dan tersenyum.
“Yang bener, Neng?” tanya si Ibu yang kini matanya sudah berbinar menatap Raisya.
“Iya, Bu. Makasih ya, nasi kuning dan the manisnya. Enak,” puji Raisya sambil mengacungkan jari jempolnya.
Ibu penjual nasi kuning itu hanya tersenyum saat Raisya pergi menyusul Kevin yang menunggu ditempat tadi.
“Yuk, balik,” ajak Raisya.
Mereka pun kembali ke apartemant dengan berjalan kaki karena jaraknya tidak terlalu jauh. Namun perlu menyebrang karena warung makan tadi berada tepat disebrang taman apartemant.
Sesampainya mereka didalam apartemant Raisya dan Kevin membersihkan diri mereka yang terasa begitu lengket dan bau keringat.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
#tbc
Terimakasih sudah mau membaca cerita gaje ini, wkkwwk…
Terus nantikan episode selanjutnya ya, ingat! Jangan lupa dukung terus novel ini dengan memberikan LIKE VOTE dan KOMENTAR kalian 😄😄
Supaya Author terus semangat untuk Update cerita ini..
❤❤ TERIMAKASIH 🙏 ❤❤