
Acarapun berakhir tepat pada pukul sepuluh malam, suasana yang tadinya begitu ramai dengan para tamu undangan kini isi rumah lebih didominasi oleh keluarga Vita, karena keluarga Rayes sudah pulang terlebih dahulu, sedangkan keluarga Vita mereka akan menginap lagi dan rencananya akan kembali esok hari.
Kini Raisya mengantar Vita kekamar Rayes yang sudah dihias dengan dekorasi bunga mawar.
“Mba Vita istirahat ya, jangan lupa bikinin Raisya dede emesh ! Hihi” ucpa Raisya ketika mereka berdua ada didalam kamar.
Wajah Vita kini sudah merah merona.
“Kamu ini ya,” balas Vita denga malu-malu. Sedangkan Raisya hanya terkikik geli.
“Yaudah, Raisya keluar ya, selamat malam pertama Mba,” ucap Raisya menggoda Vita, ia pun segera keluar dari kamar pengantin itu.
Didalam kamar Rayes, Vita duduk disebuah kursi meja hias yang memang Rayes sediakan untuknya.
Ia mulai melepaskan sanggul rambut nya dan membiarkannya terurai, lalu Vita juga menghapus make up nya sebelum ia akan mandi.
Ceklek!
Suara pintu terbuka dan tertutup kembali, Rayes masuk kedalam kamarnya yang sudah ditempati Vita. Mulai sekarang ia akan berbagi kamar dengan wanita yang kini ada dihadapannya, tak hanya kamar, mereka akan berbagi segalanya mulai dari sekarang.
Jujur saja, meski selama ini mereka sempat tinggal serumah, tapi tetap saja malam ini terasa sangat canggung.
Vita yang sedang membersihkan wajahnya dengan kapas pun sejenak menghentikan kegiatannya, dan dilihatnya Rayes yang sedang membuka sepatu dan melepaskan kancing lengan bajunya. Vita pun melanjutkan aktivitas membersihkan wajahnya kembali.
Kini wajah Vita sudah bersih dari make up, ia pun berencana untuk berganti pakaian dan membersihkan tubuhnya yang sudah terasa lengket.
Bagaikan orang yang baru pertama kali bertemu, gerakan mereka begitu kaku dan canggung. Seakan salah tingkah, jika mereka bebicara.
“Aku mau mandi dan ganti baju,” ucap Vita gugup lalu mengambil baju ganti dan handuknya.
“Ah, iya,” jawab Rayes yang tak kapah canggungnya.
Vita pun bergegas masuk kekamar mandi dan menguncinya.
“Huuhhh!!” helaan nafas keluar dari mulut Rayes.
“Kenapa malah jadi secanggung ini?” ucap Rayes pada dirinya sendiri.
Tak perlu waktu lama kini Vita sudah kembali segar, Vita pun keluar dari kamar mandi mengenakan baju piyama lengan pendek dan celana pendek, dengan handuk yang dililitkan di kepalanya.
Rayes pun dengan susah payah menelan ludah nya sendiri, karena baru ini ia melihat penampilan Vita sehabis mandi.
“A aku sudah selesai, Kamu mandilah,” ucap Vita dengan gugup.
Rayes pun mengambil handuknya lalu masuk kekamar mandi. Vita kini mengeringkan rambutnya yang masih basah karena ia keramas sangking merasa gerahnya.
Rayes pun tak lama keluar dari kamar mandi hanya mengenakan handuk sebatas pinggang dan lutut. Vita yang sempat melihat pun reflek membalikkan tubuhnya kelain arah, jangan ditanya bagaimana wajahnya, sangan malu..
Rayes pun tersenyum melihat tingkah Vita.
“Kamu akan setiap hari melihat pemandangan ini” ucapnya sambil berjalan kearah Vita yang membelakangi nya.
“Aku hanya kaget,” ucap Vita gugup memejamkan matanya sejenak dan membukanya lagi.
“Apa Kamu siap malam ini?” ucap Rayes yang kini masih memakai handuk memeluk Vita dari belakang.
Vita pun tersentak kaget, namun ia kembali mengatur nafasnya yang sudah menggebu-gebu karena gugup. Rayes pun membalikkan tubuh Vita agar menghadapnya, Vita hanya menundukkan kepala tak berani menatap laki-laki yang kini sudah sah menjadi suaminya. Wajah nya sudah nampak seperti kepiting rebus, Rayes pun mengangkat dagu Vita hingga gadis itu mendongak dan tatapan mereka bertemu.
“Bagaimana?” tanya Rayes lagi dengan suara yang begitu serak namun terdengar seksi.
Vita dengan malu-malu menganggukkan kepalanya pelan membuat Rayes tersenyum senang. Rayes pun langsung menyambar bibir tipis Vita, Vita mencoba mengimbangi permainan Rayes. Sedikit demi sedikit tanpa melepaskan ciuman memabukkan mereka, Rayes menuntun Vita kearah tempat tidur dan merebahkan tubuh Vita disana. Rayes yang hanya mengenakan handukpun tanpa segan langsung menindih tubuh Vita dan melanjutkan ciuaman panas mereka, selanjutnya malam ini akan menjadi malam yang panjang untuk pasangan pengantin baru yang saling mencintai.
(Eeaaaakkk…..)
**
Dikamar Raisya,
Raisya yang kini sudah selesai mandi dan berganti pakaian dengan mengenakan piyama dress selutut sedang sibuk didepan cermin, melakukan rutinitas malam nya sebelum tidur seperti biasa.
Kevin pun juga baru saja keluar dari kamar mandi dengan mengenakan celana pendek tanpa memakai baju, dan handuk yang bertengger dilehernya. Sehingga nampak lah tubuh Kevin yang terbilang cukup kekar diusianya yang masih muda.
“Apa masih mau tinggal disini apa balik ke apartement?” tanya Kevin yang sedang membuka lemari pakaian mengambil kaos polosnya.
“Balik aja, kangen sama apertemenmu,” ucap Raisya yang kini sedang menyisir rambutnya.
“Yasudah besok kita pulang sekolah langsung ke apartemen” ucap Kevin.
“He’em” balas Raisya.
Raisya dan Kevin pun beranjak ketempat tidur dari sisi yang berlawanan, mereka sama-sama membaringkan tubuh yang lelah seharian. Raisya pun tidur dengan memeluk tubuh Kevin dengan erat, menenggelamkan kepalanya di dada bidang Kevin yang kini menjadi tempat favorite nya saat tidur. Kevin pun membalas dengan mengeratkan pelukannya juga.
“Jangan lupa baca do’a,” ucap Kevin mengingatkan.
“Iya,” jawab Raisya dengan suara rendahnya.
Raisya dan Kevin pun sama-sama membaca do’a sebelum mereka benar-benar tidur. Lalu Kevin pun mencium kening Raisya dan mengusap-usap pundak istrinya itu dengan lembut. Sampai akhirnya Raisya pun terlelap karena memang sangat merasa lelah, Kevin pun memejamkan mata menyusul Raisya ke alam mimpi.
**
Keesokan paginya, cahaya pagi menembus celah jendela kamar yang dimana penghuninya masih nyenyak terlelap di bawah selimut tebal yang menutupi tubuh polos mereka. Ini adalah kamar pengantin baru.
Vita terbangun lebih dulu, lalu melihat jam digital yang yang bertengger diatas nakah disebelah tempat tidurnya. Betapa terkejutnya ia melihat angka jam itu, jam menunjukkan angka 06.45 am. Yang artinya dia terlambat bangun untuk menyiapkan sarapan untuk Raisya dan Kevin yang akan kesekolah. Terlebih lagi masih ada keluarganya disini. Tanpa sadar dengan kondisi tubuhnya yang tak mengenakn apa-apa, ia langsung turun dari tempat tidur tapi ia merasakan perih diderah sensitifnya. Tapi ia berusaha dengan pelan berjalan kekamar mandi.
Setelah Vita masuk kedalam kamar mandi, Rayes pun bangun dengan mengerjapkan mata dan menguap. Dilihatnya tempat tidur yang ada disebelahnya kosong, namun suara percikan dari dalam kamar mandi membuat nya mengerti bahwa iastrinya itu sedang berada didalamnya.
Tak lama Vita keluar dari kamar mandi nampak terlihat bagitu segar dan wangi. Aroma sabun yang ia pakai menyeruak diseluruh kamar itu.
“Cepat mandi sana, Aku mau turun siapin sarapan, kasian Raisya” ucap Vita.
Rayes hanya berdehem tapi masih dengan posisi berbaring malas ditempat tidur.
Saat Vita keluar kamar lalu menuruni tangga, ia sudah melihat Kevin dan Raisya yang sudah siap dan rapi dengan seragam sekolah berpamitan pada Ibu Vita.
“Kalian sudah sarapan?” tanya Vita yang kini mengubah haluannya menghampiri mereka.
“Sudah, Mba. Masakan Tante sangat enak, pantas saja masakan Mba Vita enak juga” puji Raisya.
“Maaf ya, Mba telat bangun,” ucap Vita dengan wajah di tekuk.
Selama Vita tinggal dirumah ini ia selalu rajin membuatkan Raisya, Kevin dan juga Rayes sarapan.
“Gak apa-apa, Mba. Maklum kan tante penganten baru” goda Raisya membuat Vita merona.
“Oh, ya. Nanti pulang sekolah, Raisya sama Kevin balik ke apertemen, Mba. Gak mau ganggu penganten baru” ucap Raisya yang masih menggoda Vita.
“Yakin, kalian balik ke apertement ?” tanya Vita memastikan lagi dan mendapat anggukan yakin dari Raisya dan Kevin.
“Yasudah kalo gitu, selama kalian tinggal berdua jangan lupa makan sama jaga kesehatan ya, mampir kerumah sekali-sekali temanin Mba” ucap Vita yang sebenarnya sangat ingin mereka tinggal bersama seperti beberapa waktu lalu.
“Iya, Mba. Tante juga ya, nanti pulangnya hati-hati. Maaf Raisya gak bisa ikut anter Tante ke bandara” jawab Raisya.
“Yaudah, Mba. Kita pamit ya,” saut Kevin yang sudah melihat jam ditangannya . Lalu menyalimi tangan Vita diikiuti oleh Raisya.
“Assalamualaikum,” ucap Kevin dan Raisya bersamaan.
“Walaikumsalam,” balas Vita dan Ibunya.
Vita dan Ibunya mengantar Raisya dan Kevin sampai didepan pintu, saat mobil mereka menghilang dari jaangkauan matan, barulah Vita dan Ibunya masuk kedalam rumah.
Ini lah yang Vita kagumi dari keluarga suaminya, mereka sangat terdidik akan kesopanan dan keramahan. Buktinya dengan cepat mereka akrab dengan keluarga Vita yang bahkan baru saja bertemu beberapa hari.
Raisya yang begitu mandiri tidak seperti kebanyakan gadis kaya lainnya yang manja. Vita sangat sayang pada adik iparnya itu bahkan seperti adik kandung sendiri.
**
Jam 09.00 am Rayes baru saja turun keluar dari kamar dan menuruni tangga. Ia melihat kedua mertua dan dan beberapa saudara iparnya berkumpul diruang keluarga, ia tak melihat istrinya disana.
“Ekhem! Penganten baru, baru muncul,” ucap Kakak Vita dengan logat asing namun masih lancar berbahasa Indonesia. Rayes hanya membalas dengan cengiran.
“Dimana Vita?” tanya Rayes.
“Lagi di taman ngeliatin orang bongkar tenda,” jawab Bella, Ibu Vita.
“Sepagi ini orang WO sudah datang?” tanya Rayes lagi.
“Ini sudah mau siang, bro!” jawab William, Kakak Vita.
“Iyaa. Oh ya, nanti sebelum antar kebandara, mampir dulu ya kemakam orang tua Kamu” ucap Bella.
“Iya, Bu” jawab Rayes dengan tersenyum.
Hari ini memang rencananya keluarga Vita akan kembali ke London. Sebenarnya Rayes juga berencana akan kemakan orang tuanya dengan Vita, tapi ternyata mertuanya itu lebih dulu mengajaknya. Jadi, sekalian saja. Pikirnya.
Rayes pun ikut bergabung dengan keluarga istrinya diruang keluarga. Mengingatkannya kembali saat kedua orang tuanya masih ada, moment kebersamaan lah yang sangat ia rindukan.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Haloo..
Part ini khusus untuk Rayes dan Vita ya, karena bagi Author kalau Raisya Kevin mulu alurnya bakal kemana-mana.. Athor juga masih bingung Raisya Kevin mau dibawa kemana.. wkwkw
Author Cuma takut kalo alurnya bakal melenceng, jadi Author bikin part ini, anggap saja sebagai pemanis dalam cerita Raisya dan Kevin..
“Raisya Kevin kapan Thor malam pertama?”
Hussttt!! Sabar yaa, nanti ada waktunya..
Author sengaja gak bikin mereka melakukan itu, wkwkw
Karena takutnya akan bertolak belakang sama karakter mereka yang ambisius dengan dunia sekolah yang perlahan-lahan mengenal arti cinta akibat menikah muda..
Mungkin banyak yang gak setuju, tapi inilah cerita Author .. Real !! ini Cuma Fiksi, semua hasil kehaluan Author .. hehehe
Jadi terserah kalian suka apa enggaknya..
Kalau suka, jangan lupa dukung Author yaa, gampang kok! Cuma tekan LIKE VOTE lalu kalian boleh ber KOMENTAR 😁😁
Terimakasih banyak untuk pembaca setiaku dimanapun kalian berada 🙏❤😘