
TOK TOK !!!
TOK TOK !!!
Suara ketukan pintu begitu menggebu-gebu seperti tidak sabaran. Raisya terkesiap terbangun dan mencoba membuka matanya dengan sedikit memaksa, pasalnya dia masih sangat mengantuk sekali karena dia tertidur lagi setelah menyelasaikan ibadah sholat subuh dengan Kevin. Raisya mencari ponselnya di atas nakas dan menatap benda pipih tersebut, dilihatnya hari ini adalah hari minggu dan jam menunjukkan pukul 06.10 am.
TOK TOK TOK !!!
Terdengar lagi suara ketukan pintu yang tak berhenti.
"Siapa sih sepagi ini ketok-ketok gak sabaran gitu! Ganggu aja!" Raisya menggerutu kesal di atas tempat tidurnya. Karena dia yakin Ayah dan Bunda tidak akan mengetuk pintu seperti itu untuk membangunkan mereka.
Raisya dan Kevin memang sudah terbiasa bangun sedikit siang di hari libur walaupun sedang berada di rumah orang tua mereka, para orang tua merekapun mengerti kebiasaan pasangan ini, kecuali kalau memang diharuskan bangun pagi-pagi buta bila ada perlu seperti ingin bepergian jauh itupun tanpa harus dibanguni mereka pasti sudah siap deluan, atau sudah membuat janji yang lainnya.
Raisya ingin bangun, namun tubuhnya sangat sulit melepaskan dekapan Kevin yang begitu erat saat tidur, semakin Raisya bergerak semakin erat pula dekapannya. Dengan sedikit tenaga yang sudah terkumpul Raisya mencoba mengeluarkan suaranya agar suara ketukan itu berhenti.
"Iyaa sebentaaarrrrr!!!!" Teriakan Raisya membuat ketukan pintu itupun berhenti.
"Vin, lepas sebentar, ada yang ketok-ketok tuh" ucap Raisya menepuk tangan Kevin yang berada di perutnya.
"Vin, banguun dooonkkk!!" Ucap Raisya lagi karena Kevin tak kunjung bangun.
"Biarkan saja, lagi pula ini hari minggu. Sini tidur lagi" ucap Kevin dengan suara seraknya namun matanya masih terpejam dan semakin memeluk Raisya.
"Gimana bisa tidur? Itu dari tadi ngetok-ngetok mulu, mana kayak gak sabaran gitu pula!" Gerutu Raisya dalam pelukan Kevin.
TOK TOK TOK !!!!
Terdengar lagi suara ketukan namun kali ini lebih nyaring dan terburu-buru.
"Tuh Vin! Ketok-ketok lagi.... bangun bentar dulu napa!" Ucap Raisya kesal karena ketukan pintu itu.
Kevin yang masih ingin melanjutkan mimpinya pun merasa terganggu dengan ketukan pintu dan akhirnya melonggarkan sedikit pelukannya untuk mencoba menyadarkan dirinya.
TOK TOK TOK !!!
"Asatagaaaa!!! Siapa sih ?!!" Gerutu Kevin dengan menggosokkan kedua matanya agar terbangun.
"Ya mana Ku tau! Dari tadi tuh ketok-ketok! Udah lepas bentar Aku cek dulu. Siapa sih yang mengganggu pagi Kita kali ini!!" Gerutu Raisya.
Kevin pun melepaskan pelukannya sembari mengumpulkan nyawa yang masih diambang pintu mimpi. Raisya berjalan kearah pintu dan membukanya. Dilihatnya Carol berdiri tepat didepan Kamrnya sambil membawakan nampan berisi segelas susu fullcream.
"Ada apa sih! Gak sopan banget ketok-ketok kamar orang kayak gitu!" Ucap Raisya dengan kesal.
Namun perkataannya tidak di dengarkan oleh Carol, dengan percaya diri Carol menerobos masuk kedalam, Raisya tak sempat mencegahnya.
"Kau ini apa tidak diajarkan sopan santun Nona? Masuk kekamar Pasutri seenaknya!" Sinis Raisya.
"Memangnya kenapa? Siapa suruh Aku mengetuk pintu tidak ada jawaban, kalian pengantin muda kenapa bangunnya siang?" Cerca Carol.
"Itu artinya Kau tidak tau sopan santun! Terserah Kami mau bangun jam berapa, namanya juga pengantin baru! Ayah Bunda saja tidak masalah. Seharusnya Kau sadar Kau itu penggangu kegiatan Kami, dasar tidak tau malu!" Ucap Raisya dengan sinis karena dia benar-benar terganggu dengan Carol dipagi ini.
Carol ingin membalas perkataan Raisya namun dengan cepat Kevin mengambil alih, dia tau pasti mood nya Raisya sekarang seperti apa.
"Apa yang Kamu lakukan disini?! Mengganggu kegiatanku saja!" Sarkas Kevin pada Carol.
Kegiatan? Kegiatan apa? Apakah mereka sudah melakukannya? Bathin Carol dengan wajah kesal sekaligus penasaran.
"Aku kesini ingin membawakan Kakak segelas susu agar lebih segar" sambil menyerahkan segelas susu yang dia bawa kepada Kevin.
"Diminum yaa Kak" lanjutnya. Tapi Kevin sama sekali tidak menjangkau gelas yang disodorkan Carol tepat dihadapannya.
"Huh?! Kau salah waktu memberikan Kevin susu fullcream di pagi hari seperti ini. Kau tidak liat? Bahkan dia masih berada ditempat tidur. Memulai untuk sarapan saja belum" ucap Raisya dengan senyum judesnya.
Raisya tau sekali kalau Kevin paling anti dengan susu fullcream, karena Kevin akan merasa mual dan eneg, apalagi di pagi hari baru bangun seperti ini. Kevin hanya suka susu coklat dan itupun dia baru bisa meminumnya kalau sudah saparan nasi terlebih dahulu.
"Apanya yang salah? Kak Kevin pasti suka Aku membawakannya susu, Kak Kevin kan anak yang cerdas pasti dia selalu minum susu dipagi hari. Memangnya kanya Kamu saja yang tau kebiasaan Kak Kevin?!!" Ucap Carol dengan percaya diri. Dan membuat Raisya tergelak melepas tawanya.
HAHAHA... !!!
Tawa Raisya lepas. Kemudian menghentikan tawanya tiba-tiba dan kembali memasang wajah serius.
"Dasar gadis bodoh! Kau buta atau apasih?! Tidak lihat wajah Kevin sekarang yang sedang menahan mualnya? Astagaaa.. Kau ini benar-banar! Jauhkan susu itu dari Kevin kalau Kau tega melihatnya mual-mual sepagi ini seperti orang hamil" ucap Raisya sambil merampas susu fullcream dari tangan Carol dan meletakkannya jauh dari Kevin.
"Jadi Kak Kevin tidak suka susu fullcream? Kalau begitu dengan susu coklat atau kopi bagaiman? Aku akan buatkan" ucap Carol dengan semangat.
Kevin yang merasa perutnya seperti berputar-putar dan kepalanya mulai pusing tidak menjawab pertanyaan Carol, dia hanya bisa menahan mualnya yang susah untuk di keluarkan. Raisya pun menyadari perubahan wajah Kevin dan langsung menghampirinya.
"Kamu tidak apa-apa? Tunggu sebentar!" Ucap Raisya kemudian berjalan ke arah meja rias dan membuka lemarinya untuk mengambil kotak P3K yang didalam nya terdapat minyak kayu putih.
"Berbaringlah sebentar" pinta Raisya dan diikuti oleh Kevin.
Raisya pun langsung mengoleskan minyak itu di bagian leher Kevin sambil sesekali mengarahkan tangannya kearah hidung Kevin agar pemuda itu bisa menghirup aromanya. Dengan telaten Raisya menyingkap piama Kevin dan mengoleskan lagi minyak di daerah perut serta dada Kevin. Carol yang melihat itu merasa panik tidak terima.
"Heh! Apa yang Kau lakukan! Kau ini tidak sopan!" Ucap Carol dengan ketus.
Raisya sangat muak dengan gadis yang ada di sampingnya ini. Terlalu banyak drama, Raisya pun mengerti maksud dari ucapan Carol. Dengan sinis dia menjawab.
Raisya benar-benar sudah tidak tahan melihat tingkah Carol seperti ini. Apalagi Carol menggangu tidurnya yang nyenyak sepagi ini.
"Dan dengar baik-baik! Aku tidak pernah melarangmu bergelayut manja dengan suamiku. Tapi bukan berarti Kau seenaknya denganku. Aku hanya ingin melihat bagaimana tingkah teman masa kecil suamiku, ternyata Kau sama sekali seperti gadis liar yang bodoh! Kau masih tidak sadar apa Kau masih belum sadar Nona, kelakuan mu ini mengganggu kesehatan SUAMIKU!!" geram Raisya penuh penekenan dan mungkin kini dia siap untuk meledak.
"Kau.... !!!" Carol pun ingin membalas perkataan Raisya namun dipotong kembali oleh Raisya.
"Apa?! Apa Kau mau bilang 'ada hak apa Kau bilang seperti itu padaku!' Iyakan?! Dengarkan lagi baik-baik ! Sekarang keluar dari kamar ini atau Kau akan merasakn akibatnya ! Kau sungguh mengganggu ! Pergi dari sini dan bawa kembali susu yang memuakkan itu!" Tegas Raisya.
Carol yang tidak terima ingin sekali membalas perkataan Raisya namun lagi-lagi disela oleh Kevin.
"Pergilah dari sini kalau Kau tak mau dianggap pengganggu!" Ucap Kevin dengan dingin.
"Kak tapi Aku....." ucap Carol gugup.
"Pergilah! Keluar dari kamar ini sekarang juga dan jangan cari masalah lagi!" Ucap Kevin lagi.
"Aku minta maaf Kak sudah membuat Kakak seperti ini, aku akan membuatkan minuman yang lain lagi" ucap Carol yang masih tidak menyerah.
"Tidak perlu!! Kau keluar sekrang dan jangan membuat masalah apapun lagi! Ingat! Tidak usah membuatkan Ku minuman apapun!! Aku tidak suka! Jangan membantah dan cepat pergi dari sini." Jelas Kevin yang masih dengan dinginnya menatap Carol.
Carol sangat takut melihat tatapan Kevin padanya, akhirnya dia menyerah dan pergi dari kamar Pasutri itu dengan rasa gugup.
"Ba.. baiklah Kak, Aku permisii.. Maaf" ucap Carol lalu bergegas keluar.
Arrgghhh!! Kenapa Aku kalah lagi dengan Raisya?! Apa yang harus ku lakukan agar Kak Kevin menatapku! Huh! Sialan! Gerutu Carol dalam hati ketika keluar dari kamar Raisya dan Kevin.
Sedangkan didalam kamar ~~~
"Sudahlah tenangkan dirimu Sayang, jangan bangunkan singa betina"
"Siapa yang Kau maksud singa betina?!"
"Istriku kalau sedang badmood kayak singa betina"
"Apa Kau bilang?!"
"Tidak tidak! Kau cantik saat marah" goda Kevin yang melihat ekspresi Raisya yang masih menakutkan.
"Pagi yang menyebalkan! Sepertinya Aku benar-benar butuh refresing hari ini"
"Baiklah nanti siang kita akan shopping dengan yang lainnya"
"Huh!! Kenapa teman kecilmu itu terlalu banyak drama sepagi ini. Membuatku muak saja."
"Yaa mana ku tau.."
"Ah sudahlah! Bagaimana keadaanmu? Apa mau ku buatkan teh hangat?"
"Tidak usah, Aku sudah baiakan sekarang Aku ingin mandi saja. Sudah sulit rasanya melanjutkan tidur jika sudah terbangun seperti ini"
"Baiklah Aku akan mandi dikamar lain lalu menyiapkanmu sarapan"
"Kenapa kita tidak mandi bersama?"
"Jangan mimpi!!"
Raisya memang kesal mendengar godaan dari Kevin namun tak bisa dipungkiri kalau dia juga menahan malu yang membuatnya jadi salah tingkah. Hal itupun tak luput dari penglihatan Kevin, dan dia semakin gemash dengan tingkah Raisya.
"Hahaha.. ya ya ya baiklah... Aku akan mandi dulu.. mmuuaahh" ucap Kevin dan mengecup bibir Raisya lalu pergi kekamar mandi meninggalkan Raisya yang masih terdiam di tempat tidur.
"Huh dasar!!" Gerutu Raisya kesal namun setelahnya dia sudah tak bisa menahan senyuman dibibirnya.
.
.
.
.
.
.
.
.
Lohaaa π gimana sama chapter ini?
Semoga kalian suka yaa...
Terimakasih sudah mau mampir untuk membaca π
Jangan lupa mohon dukungannya dengan memberikan Like dan Vote kalian, biar aku tambah semangat π€