My Rival Is My Love

My Rival Is My Love
Empat Mata



Bel pulang sekolah pun berbunyi semua murid SMA PATRA DHARMA berhamburan keluar dari kelas masing-masing.


●Dikelas Raisya..


"Syaa, Lo udah baikan?" Tanya Risa.


"Udah Ris, tenang aja. Gue baik-baik aja kok" jawab Raisya


"Beneran Lo ya baik-baik aja. Lo kalo ada apa-apa cerita Syaa sama kita, Lo gak anggep kita temen Lo" ceplos Ocha.


"Yaa Gue anggep laah, kalian kan sahabat Gue" balas Raisya.


"Yaa makanya Lo cerita, Gue tau Lo ceritanya ke Leon doank" ucap Ocha.


"Huuh... iya nanti Gue bakalan cerita juga ke kalian, tapi sorry bukan sekarang" jawab Raisya sambil menangkupkan kedua tangannya didepan dada.


"Ya deeh kita ngerti kok, kalo Lo udah siap aja. Kita bakal nunggu penjelasan Lo kok" ujar Risa sambil menepuk bahu Raisya pelan.


"Yaudah pulang yukk" ajak Ocha.


Mereka pun keluar dari kelas dan menuju parkiran. Setelah mereka menaiki kendaraan masing-masing, mereka meninggalkan parkiran menuju gerbang sekolah dan pulang kerumah maaing-masing.


Ditengah perjalanan hape Raisya bergetar, dan ternyata ada sebuah pesan masuk dari nomer baru.


📩+62 82234******


Lo inget janji kita kan ketemuan di moll di cafe XX?? Gue udah otw ntar lgi sampai. Jan bawa siapapun, gw cm mau bicara 4 mata.


#kevin


📨Princess Raisya👸


Oke gue jg otw..


Raisya pun melajukan mobilnya ke arah mall yang dituju untuk bertemu dengan Kevin. Begitu sampai Raisya langsung memarkirkan mobilnya dan masuk ke dalam moll menuju sebuah cafe yang ada didalam. Ternyata Kevin sudah sampai disana lebih dulu, langsung saja Raisya menghampirinya dan duduk dihadapan Kevin.


"Sory ya lama"


"Gakpapa kok Gue juga baru sampe. Mau pesen apa?"


"Serah Lo dah Gue ngikut aja"


"Yaudah. Ntar yaa.."


"Mbaa.." Kevin memanggil seorang pelayan dan memesan menu nya. Setelah pesanan sudah di catat, pelayan itu pergi kembali ketempatnya untuk menyiapkan pesanan Kevin.


"Lo mau ngomongin apaan?" Tanya Raisya membuka suara.


"Lo beneran nerima perjodohan ini?" Tanya Kevin.


"Iyalah Gue nerima, gak denger pengakuan Gue kemaren di rumah sakit?"


"Lo taukan makna pernikahan itu apaan?"


"Iya Gue tau, Gue cuma mau nikah sekali seumur hidup Gue, menikah itu adalah hubungan yang sakral dimata Tuhan. Gue gakmau main-main, yaa walaupun Gue gak suka sama Lo, tapi yaudahlaah!" Jawab Raisya.


"Gue juga ingin menikah sekali seumur hidup, mungkin ini nasib Gue dapet istri model kayak Lo" kata Kevin.


"Maksud Lo apaan? Lo nyesel dijodohin sama Gue? Asal Lo tau yaa kalo bukan karena Papi Gue gak akan mau di nikahin sama cowok kayak Lo!" Balas Raisya dengan ketus..


"Asal Lo tau juga! Gue nerima perjodohan ini karena bokap nyokap Gue! Gue cuman gak mau kecewain mereka" balas Kevin.


"Yaudah jadi mau Lo apa sekarang?" Tanya Raisya.


"Gue gak mau apa-apa sih sebenernya, Gue cuma mau bilang, setelah Lo jadi istri Gue, Gue cuma mau Lo menjalankan tugas Lo sebagai istri" jawab Kevin.


"Itu doank?? Okee!"


"Dan setelah kita nikah, kita akan tinggal sendiri di apertemen Gue. Biar bisa mandiri"


"Apaa!!"


"Iyaa. Dengan kita tinggal sendiri itu akan memudahkan kita menjalani rumah tangga untuk menjalankan tugas dari peran masing-masing"


"Baiklah"


"Dan lusa kita akan menikah"


"Whaaat !!!!!?? Kenapa mendadak?!"


"Ortu Lo belum bilang?" Raisya yang masih terkejut hanya menggelengkan kepala.


"Yaudah habisin makanannya, setelah ini ikut Gue buat cari cincin" lanjut Kevin lagi.


Raisya yang masih terkejut pun hanya diam, dia tak habis pikir kenapa pernikahannya dengan Kevin begitu mendadak. Dan kenapa dia tidak diberi tau apa-apa. Dan sekarang dia akan beli cincin pernikahan dengan Kevin.


Raisya memandang seseorang yang duduk di hadapannya yang sedang menikmati makanannya dengan tenang, sekilas dia menyadari bahwa Kevin itu memang ganteng kalau dilihat dari dekat, Raisya juga tidak menyangka kalau laki-laki yang dihadapannya ini akan menjadi suaminya, seseorang yang selalu bersaing dengannya di sekolah, dan lagi dengan ucapan Kevin tadi yang ingin Raisya menjadi seorang istri menjalankan tugasnya dengan baik apakah Kevin benar-benar serius dengan pernikahan ini? Raisya bertanya-tanya sendiri dalam hati.


Bagi Raisya kalau berperan sebagai istri dia tau apa saja tugas-tugas istri. Karena Maminya selalu mengajarinya dan memberi wejangan-wejangan, seperti harus bisa memasak, itulah hal yang paling utama, karena kata Mami biar suami betah makan dirumah daripada jajan diluar, membersihkan rumah, menyiapakan keperluan suami, mengetahui apa saja yang suami suka ataupun tidak suka, merawat suami apalagi kalau sedang sakit, dan kalau sudah menikah tidak baik kalau tidur tidak satu ranjang. Tunggu .... satu Ranjang??


Tiba-tiba itu terlintas dipikirannya, apakah dia harus tidur seranjang dengan Kevin? Membayangkannya saja membuatnya bergidik ngeri. Kini pikirannya pun kembali beradu tak karuan.


Kevin yang menyadari ada ekspresi aneh dari wajah Raisya pun menegurnya.


"Kenapa? Lo lagi berkhayal tentang pernikahan kita nanti?" Kata Kevin membuyarkan semua isi dikepala Raisya.


"Eng.. kagak tuhh" jawab Raisya gugup.


"Gakusah mikirin yang macem-macem dulu, Gue gakakan minta hak Gue kalau Lo emg belum siap, lagian jugakita masih sekolah, masih punya impian masing-masing. Gue bukan orang jahat yang hanya mikirin dori Gue sendiri, sekarang Lo akan jadi tanggung jawab Gue, tapi bukan berati kita tidur pisah ranjang, Gue gakmau rumah tangga Gue kebanyakan drama, Gue cuma mau kita ngejalanin ini dengan sebagaimana mestinya rumah tangga yang normal, Gue akan belajar jadi suami yang baik buat Lo, dan Gue harap Lo juga bisa jadi istri yang baik buat Gue" jelas Kevin panjang lebar, seolah tau apa yang ada dipikiran Raisya.


Tentu saja Raisya kaget mendengar penjelasan dari Kevin barusan, tapi dia juga cukup legah ternyata Kevin memahami apa yang ada dipikirannya.


Setelah mereka selesai makan di cafe itu, mereka melanjutkan tujuan sesuai apa yang dibilang Kevin tadi yaitu mencari cincin pernikahan.


"Lo suka yang mana?" Tanya Kevin pada Raisya.


"Gue yang milih nih?"


"Iya pilih aja, tapi pilih yang sepasang yaa"


Raisya pun mengangguk paham dan dia mulai melihat-lihat aneka ragam cincin yang terpajang, namun tak ada satupun cincin yang menarik perhatiannya. Akhirnya dia meminta bantuan pada penjaga toko itu untuk memilihnya.


"Mba, ada yang model lain gak untuk cincin pasangan?" Tanya Raisya pada penjaga toko itu.


"Mba cari cincin pasangan? Kebetulan sekali toko kami memiliki model keluaran terbaru" jawab penjaga toko itu.


"Benarkah? Coba saya lihat" kata Raisya dan penjaga toko itu mengangguk lalu membalikkan badannya dan mengambil sesuatu di dalam sebuah lemari kaca.


"Ini mba model cincin pasangan terbaru dari toko kami" kata penjaga toko.


Cincin itu terlihat simple namun elegan dengan dihiasi permata warna biru. Raisya pun menjatuhkan pilihan pada cincin itu.


"Gimana Vin? Yang ini bagus gak?" Tanya Raisya pada Kevin yang sedari tadi hanya mengikutinya memilih-milih.


"Bagus, yaudah itu saja" balas Kevin.


Karena Kevin setuju dengan pilihan Raisya, Raisya pun langsung menyuruh penjaga toko membukusnya. Ditengah menunggu pesanannya ponsel Kevin berbunyi menandakan ada sebuah panggilan, dilihatnya layar ponsel tersebut ternyata Bundanya yang menelfon.


BUNDA


Calling..........


"Ntar yaa Gue angkat telpon dari Bunda dulu" ucap kevin pada Raisya. Dan Raisya hanya menganggukkan kepala.


"Assalamualaikum Bun kenapa?"


"....."


"Ini lagi beli cincin sama Raisya"


"....."


"Sekarang Bun?"


"....."


"Yaudah habis ini Kevin sama Raisya kesana"


"....."


"Iyaa Bun, walaikumsalam" Kevin pun mematikan ponselnya dan memasukkan kedalam saku celananya.


"Kenapa?" Tanya Raisya.


"Bunda nyuruh kita kebutik sekarang"


"Hah? Ngapain kesana?"


"Makan!"


"Kan udah tadi"


"Ya gak lah! Emang butik itu restoran apa"


"Lah jadi ngapain?"


"Ya cobain baju buat nikahan nanti lah!"


"Hah?"


"Yaudah ayok buruan udah ditungguin!"


Tiba-tiba Kevin menarik tangan Raisya dan membawanya keluar dari moll menuju parkiran. Raisya hanya patuh tanpa perlawanan, namun dia tidak dapat berbohong kalau sekarang jantungnya berpacu dengan cepat seperti habis lari maraton. Lihat saja Kevin terus menggenggam tangannya sepanjang jalan di dalam moll hingga parkiran, namun sekuat tenaga dia berusaha menenangkan diri agar tidak terlihat oleh Kevin.


"Lo ikut mobil Gue aja, kata Bunda nanti akan ada yang ambil mobil Lo disini. Cepet masuk!" Perintah Kevin dan Raisya lagi-lagi hanya diam tapi nurut saja.


Kevin pun melajukan mobilnya keluar dari parkiran moll tersebut dan menuju tempat dimana Bundanya sudah menunggu. Sepanjang jalan didalam mobil tak ada pembicaraan apapun antara keduanya. Raisya yang sibuk dengan pikirannya sendiri, dan Kevin yang sedang fokus menyetir.


Tanpa mereka sadari ada seorang gadis yang memperhatikan mereka ketika di dalam moll terutama saat Kevin dan Raisya berada di dalam sebuah cafe duduk berdua sambil membahas sesuatu yang gadis itu tidak mendengar karena jarak yang begitu jauh.


.


.


.


Kira-kira siapa yaa gadis itu???


.


.


.


.


.


Mohon dukungannya yaa manteman para Readers 🙏❤


Maaf kalau cerita sedikit kacau..


Terimakasih 🙏❤