
Hari yang di nantikan oleh seorang laki-laki yang mengenakan setelan texudo putihnya, tampak gagah berdiri didepan cermin melihat penampilannya. Ia pun tersenyum bahagia, karena hari ini ia akan melepas masa lajangnya dengan menikahi wanita yang sangat ia cintai, merubah hidupnya, dan membuka pikirannya. Dia adalah Rayes putra, kakak kandung Raisya satu-satunya
Ceklek!
Terdengar suara pintu kamar terbuka, menampilkan sosok gadis yang begitu sangat ia sayangi. Raisya yang masih mengenakan baju biasa dan belum berganti pakaianpun menghampiri Rayes yang sedari tadi tidak henti-hentinya menatap dirinya pada pantulan cermin besar yang ada dikamar ini. Sedangkan Vita, ia berada dikamar Rayes untu dirias.
“Abang tambah ganteng,” ucap Raisya ketika mendekat dengan Abangnya.
“Tentu saja,” jawab Rayes dengan percaya diri. Raisya hanya tersenyum.
“Kamu kenapa belum ganti baju?” tanya Rayes yang heran dengan penampilan Raisya yang masih mengenakan kaos biru laut dengan gambar bunga matahari di bagian depan, serta celana hot pants.
“Bentar, Bang. Raisya pengen peluk Abang dulu” rengeknya dengan manja. Rayespun langsung membawa Adiknya itu kedalam pelukannya.
“Bahagia selalu ya, Bang” ucap Raisya lirih.
“Asal Kamu juga bahagia, Dek” jawab Rayes lalu melepaskan pelukannya pada Raisya.
“Ganti baju sekarang dan dandan yang cantik” lanjutnya lagi dengan mencubit gemash hidung Raisya.
“Yasudah Raisya mau ganti baju, habis itu datangin Mba Vita” ucap Raisya.
Raisya pun keluar dari kamar yang Rayes gunakan karena kamarnya telah dihiasi dan dipakai untuk merias Vita.
Raisya kembali kekamarnya meski dengan percaya diri melewati kerumunan orang yang sudah sangat ramai di dalam rumahnya, hanya masih dengan mengenakan pakaian biasa.
**
Ceklek!
Raisya membuka pintu kamarnya lalu menutup kembali. Ia melihat Kevin yang sudah rapi mengenakan kemeja formal yang Rayes berikan beberapa hari yang lalu, warna baju itu senada dengan gaun yang akan dia pakai juga nanti.
“Kamu darimana? Kenapa belum ganti baju?” tanya Kevin yang sedang mengkancing lengan bajunya.
“Dari kamar Bang Ray” jelas Raisya singkat lalu mengambil kotak yang berisikan gaun yang akan dia pakai.
“Yasudah cepat ganti bajumu,” perintah Kevin.
Raisya pun masuk kedalam kamar mandi. Tak perlu waktu lama ia mengganti pakaiannya, Raisya pun keluar dengan mengenakan gaun yang diberikan Rayes.
Kevin tertegun melihat penampilan Raisya yang begitu…
Cantik sekali, keluh Kevin dalam hati.
Gaun yang dikenakan Raisya sebatas lutut dengan model leher sabrina yang memamerkan pundak mulusnya, padahal Raisya belum bermake up tapi ia sudah sangat cantik.
Kevin kembali menetralkan perasaannya. Ia melanjutkan kegiatan merapikan rambut nya hanya menggunakan tangan.
Raisya yang melihat itu menuntun Kevin untuk duduk didepan meja riasnya lalu merapikan rambut Kevin dengan sisir. Kevin hanya menurut saja, ia malah senang Raisya memperhatikannya.
“Kamu cantik banget sih, jadi pengen ngurung Kamu dikamar aja” ucap Kevin. Raisya hanya tertawa reyah sambil terus menyisir rambut Kevin.
Setelah Kevin selesai, barulah Raisya merias dirinya sendiri karena ia tidak suka dengan make up yang berlebihan, ini bukan acara pernikahannya. Raisya hanya memakai BB Cream lalu bedak padat yang hanya ditepuk-tepuk pelan, lalu memakai lipcream berwarna nude lalu di ombre dengan lip cream berwarna merah. Ia tak perlu susah payah untuk mengukir alis dan memakai bulu mata palsu, karena bulu mata Raisya sudah panjang dan lentik serta alis yang lumayan tebal dan rapi. Rambutnya pun hanya di biarkan tergerai rapi.
“Yuuk, Aku mau kekamar Mba Vita,” ucap Raisya ketika urusannya selesai.
“Kok Aku gak rela ya Kamu keluar dari kamar pakai baju seperti ini” keluh Kevin.
“Sudahlah, Aku itu Cuma buat Kamu,” jawab Raisya seadaanya. Kevin pun hanya pasrah saat Raisya sudah melangkahkan kakinya hendak membuka pintu. Kevin pun mengikuti.
Mereka dapat melihat betapa ramainya sudah orang-orang berkumpul dibawah, karena ijab qobul diadakan didalam rumah, sedangkan pelaminan untuk resepsinya berada ditaman rumah mereka. Rayes pun sudah duduk di tempat ijab qobul ditemani oleh Ayah dan Bunda Kevin serta keluarga Vita juga sudah berkumpul. Kevin pun bergegas untuk kebawah sedangkan Raisya kekamar Rayes yang ditempati oleh Vita saat ini.
“Mba,” panggil Raisya saat masuk kedalam kamar Rayes.
Raisya melihat Vita yang ditemani wanita paruh baya yang tak lain adalah Ibunya Vita. Seketika mengingatkannya pada moment dimana saat ia menikah dengan Kevin, Maminya menghampiri dan memberikan beberapa wejangan tentang menjadi istri yang baik. Mungkin itulah yang dilakukan Ibunya Vita pikirnya, mengingat mereka akan tinggal di negara yang berbeda, karena sang anak perempuan mengikuti suaminya.
“Halo tante,” sapa Raisya dengan sopan, Ibu Vita membalas dengan senyuman khasnya.
“Mba Vita cantik banget!” puji Raisya dengan senang.
“Kamu juga cantik” balas Vita.
“Aku seneng banget, Mba Vita jadi saudara ipar Aku” ucap Raisya yang kini memeluk Vita.
“Mba juga seneng banget bisa punya adik perempuan seperti Kamu,” jawab Vita.
“Yuk, Mba kebawah udah ditungguin,” ajak Raisya. Vita pun menganggukkan kepala.
Vita di dampingi oleh Ibunya dan Raisya kebawah, saat Vita melangkahkan kakinya menuruni tangga, semua mata pun tertuju padanya. Rayes yang duduk membelakangi pun menolehkan kepalanya dan seketika mulut nya menganga.
“Biasa aja liatinnya, sebentar lagi dia akan jadi milik Kamu,” tegur Bunda Kevin dengan menutup mulut Rayes membuat yang lainnya menahan tawa.
Sampai pada saat Vita sudah duduk disebelahnya pun Rayes tak lepas memandangi gadis yang sebentar lagi akan menjadi istrinya. Sampai suara deheman membuyarkan pikiran Rayes dan membuatnya salah tingkah, membuat semua orang tertawa pelan.
“Bisa Kita mulai?” kata penghulu.
“Bisa, Pak!” jawab Rayes dengan siap.
Ayah Vita pun berjabat tangan dengan Rayes dihadapan penghulu dan semua oranga.
“Saya nikahkan engkau Rayes Putra bin Renandi Putra dengan anak perenpuan Saya yang bernama Ravita Fallen binti Mark Jovanes Fallen dengan mas kawin emas tiga puluh gram dan seperangkat alat sholat dibayar tunai!” ucap Ayah Vita.
“Saya terima nikahnya Ravita Fallen binti Mark Jovanes Fallen dengan mas kawin emas tiga puluh gram dan seperangkat alat sholat dibayar tunai!” ucap Rayes dengan sekali tarikan nafas.
“Bagaimana para saksi, Sah?” ucap penghulu.
“SAH”
“SAH”
“Alhamdulillah,” ucap semua orang yang menyaksikan acara ijab qobul tersebut, dengan wajah legah dan bahagia.
Penghulu pun membacakan doa lalu menyuruh dua pasangan baru ini menandatangani beberapa berkas pernikahan.
Raisya pun nampak begitu bahagia, tak urung kini mata nya berkaca-kaca karena terharu. Ia tidak menyangka, Abang nya yang dulu selalu usil padanya, jarang berteman dan berhubungan dengan perempuan manapun, dan Raisya selalu mengejeknya dengan kata ‘jomblo’. Kini telah menikah, mendapatkan pujaan hatinya yang sangat ia cintai dan juga mencintainya . Raisya pun dapat melihat raut wajah bahagia dari sang Abang saat ia dengan lancar mengucapkan ijab qobul.
Mami, Papi. Abang Raisya sudah menikah, pasti Mami dan Papi bahagia kan? Doakan mereka ya, agar selalu bahagia. Ucap Raisya dalam hati saat mereka sedang berdoa.
**
Kini taman yang ada dirumah Raisya nampak begitu Ramai, karena resepsi Rayes dan Vita diadakan ditaman rumah mereka yang cukup luas dengan mengambil tema ‘Garden Party’. Tak perlu menyewa tempat, karena taman yang ada dirumah Raisya begitu luas dan mungkin mampu menampun puluhan tamu undangan yang datang silih berganti.
“Haii!!” sapa Ocha yang baru saja datang dengan yang lainnya.
Raisya, Ocha, Risa dan juga Rina mereka saling berpelukan tak peduli ditengah banyak orang seakan hanya ada mereka ditempat ini. Kevin pun juga menyapa semua sahabatnya dengan sapaan ala cowok gantle.
Meskipun diadakan dirumah, acara pernikahan Abangnya ini sangat Ramai. Tiba-tiba ada seorang laki-laki menyapa Raisya dengan menepuk pundaknya membuat Raisya langsung berbalik badan.
“Kak Azka!” pekik Raisya dengan heboh, yang lainnya pun ikut menoleh kearah Raisya namun kembali dengan aktivitasnya lagi. Mereka hanya terkejut karena Raisya berteriak heboh, hehehe
“Sedang apa Kamu disini? Apa Rayes keluarga mu?” tanya Azka.
(Masih inget gak siapa Azka? Ituloh Kakak Pembina Pramuka Raisya di sekolah, dia sempat muncul di episode 15-16 kalau gak salah. Hehehe)
Bukannya menjawab Raisya malah balik bertanya.
“Kak Azka kemana saja? Kenapa tidak melatih Kami lagi? Pembina yang menggantikan Kakak orangnya tidak Asyik” adu Raisya.
Memang saat pertengahan semester kelas dua kemarin Azka digantikan oleh pembina lain. Karena, katanya Azka ada urusan yang harus membuatnya berhenti menjadi pembina Pramuka disekolah Raisya.
“Kakak kan sudah bilang, Kakak vacum melatih lagi karena orang tua Kakak meminta Kakak mengurus perusahaan” jawab Azka menjelaskan lagi. Raisya hanya tersenyum.
“Apa hubunganmu dengan mempelai?” tanya Azka lagi karena ia penasaran.
“Bang Rayes saudara kandungku, Kak” jawab Raisya.
“Abangmu?” ulang Azka memastikan. Dan Raisya hanya mengangguk.
Percakapan mereka pun tak lepas dari pandangan seorang laki-laki yang sedang duduk menatap tajam kearah Raisya dan laki-laki yang mengajaknya mengobrol. Dia adalah Kevin.
“Kak Azka kenal Abang Raisya?” tanya Raisya penasaran.
“Iya, Kami pernah melakukan kerja sama perusahaan, oh ya Aku dengar kedua orang tua kalian….” Ucap Azka menggantungkan pertanyaan nya.
“Iya, Kak. Mereka sudah pergi untuk selamanya” jawab Raisya dengan tegar.
“Maafkan Kakak,” ucap Azka.
“Iya tidak apa-apa,” jawab Raisya sambil tersenyum.
“Aku turut berduka cita, maaf saat itu Aku tidak bisa hadir dipemakaman karena sedang ada urusan diluar negri” ucap Azka.
“Tidak apa-apa, Kak. Semuanya telah berlalu. Sekarang waktunya berbahagia dan nikmatilah acaranya, Raisya permisi mau menyapa undangan yang lain” ucap Raisya ingin pergi karena dia sadar dengan tatapan Kevin dari jauh.
Belum sempat Azka menanyakan lagi, tapi Raisya sudah pergi terburu-buru meninggalkan nya. Ia pun hanya menghela nafasnya.
“Dunia begitu sempit! Semoga Kita dipertemukan lagi” ucapa Azka pada dirinya sendiri.
Azka hanya melihat punggung Raisya yang semakin jauh dan hilang ditengah kerumunan para undangan, ia pun menikmati kembali acara tersebut.
“Gak usah gitu mukanya jelek!” ucap Raisya saat sudah duduk disamping Kevin.
Mereka hanya duduk berdua karena yang lain sedang menikmati acara dengan menyicipi berbagai makanan yang dihidangkan. Apalagi Ocha dan Rina, mereka sangat antusias sekali menyicipi berbagai kue yang disediakan.
“Biasa aja!” jawab Kevin. Bukannya takut Raisya malah menahan senyumannya.
“Udah ah, entar kalo Kamu dingin gini Aku diambil orang loh,” ucap Raisya menggoda Kevin.
Kevin hanya menatap Raisya yang sedang nyengir memamerkan deretan giginya. Tak sanggup menahan akhirnya Kevin pun tersenyum kecil, membuat Raisya gemash hingga mencubit pipi Kevin.
“Duuuh, suami Aku kalau lagi jealouse lucu banget siiih” ucap Raisya yang sudah mencubit kedua pipi Kevib dengab gemash. Kevin hanya bedecih pasrah.
**
Acara pernikahan Rayes dan Vita diadakan sampai malam hari, karena pesta mereka diadakan dirumah sendiri. Rayes dan Vita pun sudah beganti pakaian, begitupun dengan Raisya dan Kevin. Tamu undangan yang hadir pada malam hari ini kebanyakan dari teman-teman sekolah Abangnya saat masih bersekolah di Indonesia. Dekorasi ala Garden Party pun kini dihiasi lampu taman yang temaran, menambah suasana semakin romantis. Semua sahabat Raisya sudah pulang sejak tadi sore, karena tidak mungkin mereka sampai malam berada disini.
Kini Raisya sedang menikmati kue-kue yang disediakan para koki dari pihak Wedding Organizer yang dipesan oleh Abangnya.
“Enak banget ya kayaknya?” ucap Kevin yang kini menghampiri Raisya dari belakang membuat Raisya yang sedang menikmati kue nya itu tersentak kaget.
“Kevin ih, ngagetin aja” keluh Raisya. Kevin hanya nyengir tanpa dosa dan beralih berdiri dihadapan Raisya.
“Aaaaa’ donkk,” pinta Kevin dengan membuka mulutnya meminta Raisya untuk menyuapinya.
Raisya yang mengerti pun menuruti dan menyodorkan sepotong kue tiramissu denga sendok kedepan mulut Kevin. Kevin pun dengan senang hati melahap suapan itu.
Dengan jailnya Kevin mencuil cream yang ada dikue itu dengan jari telunjuknya lalu menoelnya kepipi Raisya.
“Kevin ih!” kesal Raisya, namun ia dengan senang hati membalas dengan hal yang sama.
Mereka pun tertawa lepas ditengah acara tanpa memperdulikan yang lain, bahkan yang menjadi Ratu dan Raja semalam pun mereka tidak peduli. Seakan dunia hanya milik mereka berdua, sedangkan yang lain hanya numpang. Wkwkwk :D
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Hai readers kesayangan, terimakasih sudah mau membaca cerita Author yang tidak seberapa ini. Maaf kalau masih banyak kekurangannya, Author hanya penulis amatiran masih perlu banyak belajar 😁 mohon dimaklumi yaa, hehehe
Buat kalian yang selalu setia sama novel ini Author benar-benar sayang kalian 😘
Dukung terus ya, dengan memberikan Like, Vote dan Komentar kalian..
Yang mau berteman dengan Author disosial media bisa follow akun ig Author @_riqhamey02 😁😁
TERIMA KASIH 🙏❤