
Hari ini adalah hari ketiga mereka berlibur dipulau dewata Bali. Hari ini rencana mereka adalah berjalan-jalan kepantai di sekitar resort. Entah mengapa pengunjung kali ini sangatlah ramai, tidak seperti dua hari kemarinbsaat mereka masih disana. Sehingga berjejernya para turis yang sedang berjemur di bawah sinar matahari. Tentu saja pemandangan itu yang paling disukai dan diharapkan oleh Bams. Sekalian cuci mata katanya.
“Tahan banget mereka bejemur di bawah terik matahari gini, Gue aja musti pakai sanblock!” ucap Raisya.
“Yaa jelas tahan lah Sya, jenis kulit Kita kan gak sama kayak mereka” saut Ocha.
“Yaa tapi kan gak harus pakai daleman gitu, gak malu apa yaa banyak orang lewat” ucap Raisya dengan nada sedikit kesal.
“Suka-suka mereka lah Sya, emang Lo siapa?!” celetuk Leon menanggapi.
Raisya hanya berdecak kesal mendengar ucapan sahabatnya itu.
“Awas Lo yaa, tuh mata beseliwuren sembarangan! Agak nyesel juga sih Gue ngajak kalian kesini” ucap Raisya mengancam Kevin.
“Sudah disini baru ngomong nyesel, gak iklas banget sih!” ucap Risa.
“Bukannya gak iklas. Tapi kalo pemandangannya kayak gini yang ada mata laki Gue ternodai!” jawab Raisya asal.
“Makanya Lo sering-sering kasih liat body tepos Lo ke Kevin. Eh! Tapi gak bakalan tertarik juga dia mah sama body tepos Lo!” ucap Leon membuat Raisya berdecak semakin kesal.
“Jadi sekarang Kita mau ngapain?” tanya Gavin.
“Kak Gavin, mending kita jalan berdua aja yukk!” ucap Rina semangat sambil menggandeng manja lengan Gavin.
“Dari pada dengerin berdebatan orang dewasa” sambungnya lagi.
Gavin hanya tersenyum melihat tingkah Rina, mengingatkannya pada adik perempuannya yang sudah pergi. Lalu Gavin pun mengiya kan ajakan Rina, dan meninggalkan mereka semua.
“Dasar bocah! Gav, jangan di ajarin yang macem-macem adek Gue” teriak Reno dengan nada mengancam. Gavin hanya terkekeh.
“Gak janji Gue” ucap Gavin yang berlalu meninggalkan mereka semakin jauh.
“Ris, Lo mau berduaan juga sama Reno?” ucap Ocha yang kini menatap Risa.
“Oh yaa doonk jelaaaasss!!” belum menjawab pertanyaan Ocha , Reno lebih dulu memotong ucapan Risa.
“Yukk sayang Kita tinggalin aja mereka!” ucap Reno lagi sambil mengalungkan tangannya pada leher Risa dan melenggang pergi.
“Dasar bucin!” teriak Ocha kesal.
“Terus Lo mau ***** sama Kevin? Iya?” kini Ocha bertanya pada Raisya yang sudah cengengesan.
“Kagak Gue mah sama Lo aja. Yok main air!” ajak Raisya semangat dan menarik tangan Ocha.
Kini Kevin, Leon dan Bams hanya duduk di meja yang berpayung, yang ada dipinggiran pantai. Memang sengaja disediakan dari risort untuk para pengunjung agar lebih bisa menikamati pantai dengan bersantai. Bams pergi membeli es kelapa yang tak jauh dari sana. Di tengah-tengah dia bertemu dengan gadia bule yang tidak sengaja menabraknya karena terburu-buru.
“I’m sorry sir” ucap gadisi tu dengan logat bulenya.
“Oh, no problem” balas Bams lalu tersenyum, gadis bule itupun membalas dengan tersenyum juga dan berlalu melewati Bams sambil mengangguk sopan.
Bams masih terpaku ditempatnya saat gadis bule itu semakin jauh dari pandangannya. Tak laka Bams pun tersadar dari lamunannya.
“Kenapa tadi gak sekalian ngajak kenalan yaa? Hadeeeh!” ucap Bams bermonolog sendiri lalu kembali mengingat apa tujuannya tadi.
Dari kejauhan Kevin dan Leon masih bisa melihat Raisya dan Ocha yang sedang asyik bermain air dan pasir dipinggir pantai. Tampak seperti anak kecil, yang begitu riang menikmati suasana. Sesekali tertangkap oleh pandangan mereka raut wajah bahagia dari wajah Raisya. Benar-benar terlihat sangat polos dan lugu saat melihat Raisya tertawa lepas
“Gue harap Lo bener-bener buat dia bahagia” ucap Kevin tanpa mengalihkan pandangannya pada Raisyabyang jauh disana. Kevin yang mendengar menautkan kedua alisnya.
“Tentu saja!” jawab Kevin yang kembali memantau Raisya dikejauhan sana.
**
Ditepi pantai
“Cha! Ayook Kita berenang!” ucap Raisya dengan semangat.
Raisya kalau sudah seperti ini, maka sisi kekanankannya akan muncul. Bahkan lebih dari anak kecil jika sudah merengek.
“Masa pakai baju ginian, gimana kalau Kita pakai bikini aja” tawar Ocha.
“Gak gak! Gak malu apa Lo! Gue mah ogah jadi tontonan gretong!” ucap Raisya. Ocha hanya terkekeh karena ia senemarnya hanya menggoda Raisya saja.
“Iya iyaa” jawab Ocha.
Raisya pun dengan riang berlari menuju ombak yang terhempas dikakinya. Hingga ia sampai pada ketinggian air yang mencapai pinggangnya. Sambil terus mencipratkan air kearah Ocha yang juga sudah ikut bersama Raisya. Dengan riang mereka tertawa seperti dua anak kecil. Namun tiba-tiba Raisya mendengar suara yang begitu samar ditelinganya. Seperti suara anak kecil yang berteriak meminta pertolongan.
“Eh tunggu! Kok kayak ada orang minta tolong yaa?!” ucap Raisya tiba-tiba dan memeberhentikan kegiatan menciprat airnya.
Ocha yang yang tadinya tertawa riang kini juga ikut terheran mendengar ucapan Raisya. Samar-samar dia juga mendengarkan suara yang sama.
“Apa jangan-jangan itu hantu laut ini yaa” ucap Ocha dengan sedikit bergidik ngeri.
“Sembarangan!” saut Raisya sedikit kesal.
Raisya pun mengalihkan pandangannya kesegala arah mencari asal suara tersebut. Sekita pandangannya mengarah kelaut lepas, dia melihat ada tangan yang melambai-lambai seperti memanggil. Dan tak lama suara minta tolongpun terdengar kembali.
“Cha itu disana ada yang tenggelem!” teriak Raisya heboh sambil menunjuk kearah seseorang yang meronta-ronta didalam air.
“Gu.. Gue gak bisa berenang!” ucap Ocha dengan panik.
“Lo cepet panggil Kevin atau siapapun, biar Gue yang kesana!” ucap Raisya.
“Emang Lo bisa berenang?” tanya Ocha yang panik karena takut kalau-kalau sahabatnya ini malah tidak bisa berenang, yang ada mereka malah sama-sama tenggelam.
“Udah cepet sana cari bantuan yang lain!” ucap Raisya lalu ia pun berenang menuju orang yang tenggelam tersebut.
Ocha yang terlalu panik dengan cepat berlari keluar dari air dan menuju tempat Kevin bersantai. Sedangkan Kevin, Leon dan Bams sedang mabar. Lalu tak lama Gavin dan Rina datang menghampiri mereka. Dari arah berlawanan Ocha datang dengan nafas yang sudah tidak beraturan.
“Vin!” ucalnya disela-sela mencoba mengatur nafas.
“Lo kenapa? Mana Raisya?!” tanya Kevin.
“Raisya Vin!” ucapnya lagi terpotong karena terlalu panik dan nafasnya ngos-ngosan.
“Raisya kenapa?!” ucap Kevin yang kini menjadi ikut panik.
“Itu tenggelem anu.. Raisyaa.. huh!” jawab Ocha yang nafasnya masih tersengal.
“Apa?!” teriak Kevin karena terkejut.
Langsung saja Kevin mengarahkan pandangannya kelaut mencari keberadaan Raisya. Kevin pun berlari mendekati pantai. Tak lama ia melihhat Raisya sedang membopong tubuh seseorang kepinggir pantai. Kevin pun langsung berlari menghampiri.
“Raisya!!” teriak Kevin dengan panik.
Leon dan yang lainnyapun ikut panik dan menyusul Kevin.
“Kamu gak apa-apa kan?” tanya Kevin yang kini sudah mendekap tubuh Raisya yang basah.
“Aku gak apa-apa! Tapi kasian anak ini. Lepas dulu, Aku mau menolongnya” ujar Raisya melepaskan dekapannya pada Kevin.
“Mama…” ucap anak laki-laki yang ditaksir kira-kira berusia 5 tahunan itu dengan mata berkaca-kaca.
“Nama kamu siapa? Kemana orangtua Kamu?” ucap Rina langsung memeluk anak tersebut.
Anak itu bukannya menjawab tapi malah menangis. Rina pun menenangkannya dengan cara mengusap-ngusap punggung anak itu. Raisya kini didekap erat oleh Kevin yang sangat khawatir padanya.
“Kita bawa saja dulu anak ini keresort, kasian dia pasti kedinginan” ucap Gavin. Dan yang lainnya pun mengangguk setuju.
Mereka semua berjalan menuju resort dan berpapasan dengan Risa dan juga Reno.
“Ya ampun Raisya Lo kenapa?” yanya Risa yang panik melihat keadaan sahabatnya basah kuyup.
“Udah Gue gak apa-apa. Tadi nolongin anak itu karena hampir tenggelem!” jawab Raisya.
Rina menggendong anak laki-laki itu menuju kamarnya dan diikuti yang lainnya kecuali Raisya dan Kevin karena Kevin akan menemani Raisya untuk berganti pakaian dikamar mereka.
**
Didalam kamar Kevin langsung menyuruh Raisya untuk segera berganti pakaian. Raisya pun menuruti dan masuk kedalam kamar mandi dengan membawa pakaian ganti yang sudah diambilkan oleh Kevin. Tak butuh waktu lama kini Raisya sudah keluar dari kamar mandi sambil mmengeringkan rambutnya.
“Sayang, Kamu beneran gak apa-apa? Sejak kapan Kamu sudah bisa berenang?” tanya Kevin.
Jujur saja Raisya itu sama sekali tidak bisa berenang akibat ada rasa trauma karena pernah hampir tenggelam saat ia masih kecil. Dan hal itupun diketahui oleh Kevin. Raisya tersentak mendengar pertanyaan Kevin, karena dia baru teringat habis berenang dan menyelamatkan seorang anak.
“Aku gak tau Vin, saat Aku liat anak itu tenggelam tiba-tiba saja Aku jadi bisa berenag untuk menolongnya. Seakan-akan ingatan itu menghilang karena yang Aku pikirkan adalah keselamatan anak itu saja” jawab Raisya yang juga terkejut atas tindakan yang dia lakukan beberapa menit yang lalu.
Kevin hanya tersenyum pada Raisya. Ia tau kalau tindakan yang Raisya lakukan itu refleks sehingga membuatnya lupa pada rasa traumanya sendiri.
“Yasudah kalau gitu, mungkin itu karena rasa khawatir mu pada anak itu makanya Kamu bisa lupa dengan rasa trauma mu sendiri” ucap Kevin pada akhirnya.
“Mungkin” jawab Raisya singkat.
“Baikalah, ayok Kita lihat keadaan anak itu. Sepertinya dia ketakutan, Kita harus menemukan orangtuanya” ucap Kevin.
“Kenapa dia bisa sampai main ketengah laut dan hampir tenggelam. Apa iorangtuanya tidak mengawasinya!” gerutu Raisya kesal karena tak menyangka anak seusia itu dibiarkan begitu saja bermain dipantai tanpa pengawasan orangtuanya.
“Sudahlaah, lebih baik Kita membantu anak itu dulu. Lalu nanti tanyakan saja pada orangtuanya mengapa tak mengawasi anak mereka bermain dipinggir pantai” ucap Kevin, Raisya pun hanya mengangguk patuh.
Mereka pun keluar kamar dan menuju kanar Risa, dimana anak itu berada.
**
Raisya dan lainnya kini berada di lobbi resort, Kevin sedang mengjampiri pos yang ada di depan resort untuk memberitahukan bahwa ada seorang anak laki-laki terpisah dari orangtuanya. Penjaga itupun memberi penguman melalui speaker untuk memberitaukan pada seluruh pengunjung resort.
Cukup lama mereka menunggu orangtua anak itu datang. Sambil menunggu Risa Rina dan yang lainnya mengajak anak itu bercanda dan bermain.
“Hai ganteng nama Kamu siapa?” tanya Ocha pada anak itu.
“Raihan kak” ucap anak itu dengan sedikit cadel membuat mereka menjadi sangat gemash.
“Kenapa Raihan bisa ada ditengah laut?” kini Bams yang bertanya. Para sahabat Raisya itu sedang mengerumuni anak itu.
“Raihan tadi main bola, terus bolanya lari kelaut. Yaa Raihan kejar!” ucap anak itu dengan polosnya.
“Dimana mama dan papa Raihan?” dan kini giliran Leon yang bertanya.
“Raihan tidak punya papa. Kata mama, papa sudah bahagia sama Tuhan” ucap Raihan yang masih dengan kepolosannya. Anak itu masih bisa tersenyum saat mengucapkan kalimatnya barusan.
Semua yang ada disana tertegun dan tidak menyangka. Raisya yang moodnya suka berubah-ubah kini dia merasa kasihan dan terharu. Anak sekecil ini sudah ditinggalkan oleh sang Ayah, Raisya pun langsung menghampiri Raihan dan memeluknya.
“Oh ya. Kakak yang sudah menyelamatkan Raihan kan? Terimakasih Kak” ucap Raihan.
“Raihan ingin sekali bisa berenang seperti Kakak. Agar bisa menolong papa” sambung Raihan lagi.
Raisya dan yang lainnya menatap bingung kearah anak kecil yang mereka kerumunin ini.
“Kenapa?” tanya Risa.
“Kata mama, papa di bawa sama laut karena gak bisa berenang. Tapi papa udah bahagia sama Tuhan” jawab Raihan.
Mereka semua pun kini paham maksud dari perkataan Raihan, mungkin papanya meninggal akibat tenggelam karena sesuatu hal. Raisya pun mengusap-ngusap rambut anak itu.
“Nama kakak siapa?” tanya Raihan pada Raisya.
“Panggil saja Kak Raisya” jawab Raisya sembari tersenyum.
“Kakak cantik! Bagaimana kalau Raihan panggil Kakak cantik saja” ucap Raihan.
“Baiklah terserah Kamu” balas Raisya.
Lumayan lama mereka menunggu dan sudah beberapa kali penjaga resort itu mengumumkan tentang anak hilang. Namun tak lama terdengar suara langkah kaki yang terburu-buru memasuki lobby resort tersebut sambil memanggil nama Raihan.
“Raihan,” ucap ibu-ibu itu dengan lirih ketika melihat Raihan.
“Mama” ucap Raihan lalu dia berlari kearah wanita itu dan memeluknya.
“Maafin mama yaa, Nak” ucap wanita itu.
Wanita yang tak lain adalah ibu Raihan tanpak bahagia ketika menemukan Raihan, ada raut kekhawatiran dari wajahnya. Memeluk erat dan mencium Raihan beberapa kali, sampai akhirnya wanita itu melirik kearah segerombolan anak muda yang sempat ia lihat mengelilingi anaknya tadi. Langsung saja wanita itu menghampiri Raisya dan sahabatnya.
“Terimakasih ya Nak, sudah membantu saya menemukan anak saya. Saya sangat khawatir sekali tadi” ucap wanita itu pada Kevin.
“Iya Bu, sama-sama. Lain kali lebih diawasi lagi ya anaknya. Tadi hampir saja tenggelam” ujjar Kevin yang membuat wanita itu terkejut.
“Apa?!” itulah yang terlontar dari mulut wanita itu.
“Sekarang sudah tidak apa-apa lagi Bu” ucap Kevin mencoba menenangkan Ibu Raihan yang terlihat merasa bersalah.
Mereka sedikit nengobrol perihal Raihan bermain sendiri dipantai dan hampir tenggelam kalau saja Raisya tak menolongnya. Hingga pada akhirnya wanita itupun berpamitan pada mereka semua untuk pulang dan tak lupa mengucapkan terimakasih pada Raisya yang sudah menyelamatkan nyawa anaknya.
“Sampai jumpa Kakak cantik, Raihan harap Kita bisa bertemu lagi nanti” ucap Raihan sambil tersenyum dan melambaikan tangan kecilnya pada Raisya sebagai tanda perpisahan.
Setelah kepergian Raihan dan Ibunya mereka memutuskan untuk kembali kekamar masing-masing atau melanjutkan kegiatan mereka masing-masing. Hari ini sungguh melelahkan setelah kejadian tenggelamnya Raihan dan Raisya yang tiba-tiba bisa berenang.
.
.
.
.
.
Jangan Lupa Likenya !! ❤