My Possessive Billionaire

My Possessive Billionaire
BAB 49 - My Lovely Angel



Setelah Mikhail menghubunginya, Syakil tidak lagi berani membuat Amara merasakan sakit walau itu bukan keinginannya. Kemarin saja Syakil memecat satu pelayan akibat tidak sengaja menjatuhkan gelas berisi teh panas dan percikan airnya mengenai tangan Amara, hanya sedikit bahkan istrinya sama sekali tidak mengeluhkan rasa sakit itu.


Hari ini sebagaimana perintah Syakil kepada Kendrick yang menginginkan Amara dikenal khalayak ramai sebagai istrinya, mereka benar-benar melakukan pertemuan besar di perusahaan. Perasaan tak menentu mulai menguasai Amara, wanita itu benar-benar khawatir jika membuat Syakil malu dan menyesali keputusannya.


"Aku nggak bisa bahasa inggris, jangan disuruh bicara di depan mereka ya," bisik Amara pada sang suami, demi apapun dia lebih baik lari daripada harus berbicara di hadapan mereka.


"It's okay, aku yang akan bicara."


Tidak perlu Amara jelaskan kekurangannya, Syakil bisa memahami apa yang istrinya khawatirkan. Pria itu tidak akan memaksa, lagipula jika dia meminta Amara untuk tetap bicara justru akan membuat istrinya tidak nyaman juga bukanlah hal yang baik.


Sama sekali tidak ada yang mencela Amara sebenarnya. Selain karena mereka memang bukan kaum julit, jelas saja mereka menghormati Syakil. Mana berani mereka mengusik atasan, jelas saja mereka tidak ingin hanya karena mencela istri big boss karir mereka berakhir detik ini juga.


Ruangan sudah hening sejak tadi, perhatian para petinggi fokus pada wanita cantik yang duduk di sebelah Syakil, wanita yang sejak tadi sepertinya risih sendiri dan tidak bisa diam dan terlihat berusaha mengatakan sesuatu pada sang suami.


Kendrick memimpin sebuah pertemuan terencana yang melibatkan semua pihak dalam perusahaan ini berbicara dengan kepercayaan diri tiada tanding, kebahagiaan Syakil hendaknya mengalir kepada semua yang mengenal mereka, terutama dirinya lantaran dengan pernikahan pria itu keraguan publik tentang kelelakiannya akan terpatahkan.


Tiba di waktu Syakil yang bicara, pria itu menyambut hangat bosnya seakan benar-benar orang penting dalam hidupnya. Memang penting sebenarnya.


"Selamat siang semuanya, seperti yang kalian ketahui ini bukanlah rapat penting atau pertemuan yang berkaitan dengan perkembangan perusahaan kita, akan tetapi hal ini bahkan lebih penting dari perkembangan perusahaan."


Baru beberapa saat usai Syakil berucap, orang-orang dihadapannya sudah bertepuk tangan. Amara yang melihat situasi begini ikut-ikutan bertepuk tangan namun mencoba menjaga aura elegannya seorang istri dari pemimpin perusahaan ternama di negara ini. Ya, sebisa mungkin Amara tidak membuat Syakil malu.


"Kalian lihat wanita di sampingku ini? Bagaimana menurut kalian?"


Amazing, like a princess, beautiful, Sexy


Syakil tertawa lebar mendengar jawaban random dari mereka. Respon mereka begitu baik dan begitu bersemangat kala Syakil bertanya pendapat tentang istrinya yang kini berusaha santai padahal Syakil yakin jiwanya tengah meronta-ronta.


"Stop!! Bisa kalian diam?"


Dasar tidak punya pendirian, beberapa menit yang lalu dia terlihat sangat-sangat bersahabat lalu kemudian berubah seperti seorang Syakil yang mereka kenal. Dalam hitungan detik mereka semua terdiam bahkan mendadak takut lantaran salah satu di antara mereka berteriak mengatakan jika Amara seksi.


"Okay ... dengarkan baik-baik! Namanya Amara Nairy, dia adalah bidadari yang kutemui ketika mendatangi tanah kelahiranku ... perkenalan kami tidak begitu lama, bahkan hanya butuh beberapa menit bagiku untuk memutuskan ingin menjadikannya pendamping dalam hidup."


Syakil menghela napas perlahan kemudian menatap Amara begitu dalamnya, istrinya tampak memahami apa yang Syakil katakan hingga senyum hangat dia berikan untuk sang suami.


"Di hadapan kalian aku ingin mengatakan padanya sekali lagi jika aku mencintainya lebih dari yang dia duga," ucap Syakil sebelum kemudian tepukan tangan dari semua orang di sini terdengar begitu riuhnya, untuk pertama kali Syakil melakukan pertemuan dengan alasan yang berbeda dan ini benar-benar pecah bahkan beberapa di antara mereka turut berkaca-kaca kala Syakil mengecup punggung tangan istrinya.


Amara masih dibuat tak percaya dengan apa yang Syakil lakukan, ini resepsi susulan atau bagaimana sebenarnya. Sebagai wanita yang pernah dibuang sia-sia malam ini dia merasa seolah menjadi wanita paling beruntung di dunia yang dipinang pangeran kerajaan.


Meski sempat dibuat menangis beberapa waktu lalu, malam ini Syakil membuktikan pada dunia jika Amara adalah wanitanya. Berita tentangnya kemungkinan besar akan menyebar ke seluruh penjuru negeri dan Amara yang dulunya hanya terkenal satu sekolah, akan dikenal sebagai wanita yang berbeda.


.


.


.


Tiga mobil beriringan memecah lalu lintas perjalanan kota sore ini, beruntung cukup lenggang. Sejak hari ini, dimana Syakil memutuskan untuk mengenalkan Amara pada dunianya, maka tentu saja dia harus menghadapi resiko ke depannya.


"Kenapa Anda terlihat murung? Bukankah ini keputusan Anda sendiri, Tuan?"


Kendrick membaca keresahan dalam diri Syakil. Pria itu mendapati Syakil memandangi istrinya yang tengah terlelap di pangkuan selama perjalanan, wajahnya tidak seceria dan setenang biasanya.


"Hm, kau benar ... ini keputusanku, tapi aku hanya khawatir dia bosan karena ruang geraknya akan semakin terbatas setelah ini."


Sudah jelas, di sisi lain sebenarnya Syakil harus melindungi orang-orang yang ada dalam hidupnya. Licik dan jahatnya persaingan bisnis adalah alasan kenapa Syakil harus tertutup sejak dulu, akan tetapi jika dia tidak mengumumkan dengan jelas statusnya kepada publik akan semakin salah lagi.


"Perlahan Nona Amara akan mengerti jika semua yang Anda lakukan adalah yang terbaik untuknya."


Kendrick memberikan dukungan agar Syakil tak merasakan sesal atas tindakannya. Meski dari yang Kendrick ketahui, Amara memang sedikit risih dengan penjagaan yang Syakil usahakan.


"Semoga saja, aku hanya ingin melindunginya, Ken ... tidak lebih," ucap Syakil menatap lekat wajah Amara, sejak tadi yang dia lihat hanya sang istri semata.


"Oh iya? Bukankah Anda takut dia lari dari rumah?" tanya Kendrick asal ceplos dan berhasil membuat Syakil meradang, memang salah sekali dia mengatakan keresahannya pada Syakil usai menyakiti Amara malam itu.


"Fokus!! Aku tidak mengajakmu bercanda!!" titah Syakil sudah mulai marah dan berusaha bicara baik-baik lantaran khawatir Amara terbangun dari tidur lelapnya.


-Tbc-


Selamat malam, maaf aku terlambat update. Ada sesuatu yang harus aku selesaikan hari ini, dan Alhamdulillah sudah selesai. Terima kasih sudah sabar menunggu❣️ Oh iya, aku jadi kepikiran sama anak-anak Mikhail, kira-kira kalau aku rilis Mikhayla ada yang nunggu gak?


Sama satu lagi, aku bawa rekomendasi novel dari salah satu teman Author yang sedikit unyu tapi dia udah ga lucu lagi. Ini dia, rekomen by Kak Opi dengan nama pena CovieVy (Susah amat nyebutnya) Dah babay, mampir ya, Wak❣️