My Possessive Billionaire

My Possessive Billionaire
BAB 40 - Bukan Solusi



Syakil menakutkan, Amara menarik selimutnya hingga ke leher. Malam yang pada akhirnya menjadi sepanas itu, bercampur naf*su dan juga amarah di antara keduanya.


Penyelesaian yang Syakil maksud sama sekali tidak menjadi solusi. Meski keringat sudah membasahi sekujur tubuhnya, tetap saja Amara lebih banyak mengeluarkan air mata.


Syakil menghela napasnya kasar, menatap punggung sang istri yang sejak tadi membelakanginya. Menyesal? Sebenarnya tidak juga, hanya saja Syakil takut sikapnya membuat Amara trauma nantinya.


"Ra ... tidur ya?"


Tidak ada jawaban, sekalipun Syakil menguncang bahunya wanita itu memilih diam. Entah itu tidur atau pura-pura tidur sebenarnya.


Hampir satu jam sejak kericuhan pasangan ini yang pada akhirnya berakhir di ranjang, Amara kalah dalam pertarungan dan Syakil main curang hingga dia yang akhirnya jadi pemenang.


Syakil tidak bisa terus begini, dia butuh udara segar dan sejenak menenangkan dirinya. Pria itu turun dari tempat tidur dan meraih celana pendek yang sudah tercecer, hanya celana tanpa berniat mengenakan baju malam ini.


"Jangan begini lagi lain kali, Ra ... aku paling benci wanita pemberontak," tutur Syakil sebelum benar-benar pergi meninggalkan istrinya, mata Amara yang terpejam dan dia yakini bukan tidur sungguhan itu sebenarnya terlihat menyedihkan, akan tetapi saat ini Syakil tengah memperlihatkan kemarahannya dan ingin menekankan sang istri untuk jangan coba-coba untuk pergi.


Meski marah, dia tetap mengecup pipi Amara beberapa kali. Tak peduli walau mungkin saja saat ini Amara tengah mengutuknya bahkan mencaci maki pria itu.


Perlahan Syakil benar-benar menjauh, wanita itu membuka matanya demi memastikan kemana Syakil pergi sebenarnya. Aneh sekali, padahal dia baru menerima siksaan, akan tetapi kenapa ditinggal Syakil sebentar saja Amara sudah gelisah.


Sepertinya Syakil hanya mencari angin malam di balkon kamar, Amara memejamkan mata yang sudah sembab. Tubuhnya yang sudah terasa pegal sejak tadi pagi kini semakin bertambah gila saja, bukan hanya nyeri dipinggang melainkan pangkal pahanya kini terasa perih.


Sayup-sayup Amara masih bisa mendengar Syakil berbicara dengan seseorang melalui via telepon.


"Aku menyakitinya, tapi itu tanpa kurencanakan, sumpah."


Amara hanya mengepalkan tangan kala mendengar ucapan Syakil, mungkin suaminya mengadu pada sang kakak ipar atau seseorang yang memahaminya.


.


.


.


Kemarahan Amara tampaknya berkali lipat, tadi malam dia bahkan tidak berkutik ketika Syakil memeluknya dari belakang. Benar-benar diam dan tidak berniat membalas pelukan sang suami sama sekali.


Sepanjang malam Syakil dibuat kebingungan, tidurnya tidak nyenyak sama sekali meski mereka selesai bersatu dengan keringat yang membasahi seluruh tubuh keduanya.


Hingga, pagi ini adalah puncaknya, Syakil dibuat ketar-ketir ketiba tubuh istrinya sepanas itu. Beberapa kali Syakil memastikan dan Amara sepertinya memang benar-benar demam.


"Ra? Bangun, Sayang."


Meski tadi malam dia menjelma seperti bukan dirinya, pagi ini Syakil tetap kembali halus sebagaimana dia di awal. Pria itu menepuk pelan pipi Amara, nyenyak istrinya bukan berarti nyaman.


"Ya Tuhan, dia kenapa?"


Istrinya tidak pingsan, Syakil yakin jika Amara hanya tertidur. Pria itu segera menghubungi Nathan, dokter yang biasa menangani keluhannya ketika masih sendiri.


Dari kemarin Syakil sudah ragu jika istrinya sehat-sehat saja, akan tetapi Amara mengatakan jika dia baik-baik saja.Tubuh Amara yang terlihat lemas dan bibirnya semakin pucat jelas saja membuat Syakil khawatir, apalagi tadi malam yang dia lakukan hampir sama halnya dengan menyiksa.


"Dokter sebentar lagi tiba, kamu demam ... apa kepalanya pusing?" tanya Syakil kemudian hendak menyingkap selimut dari tubuh istrinya, sontak Amara menahannya dengan perasaan takut bahkan tangannya bergetar.


"Aku cuma mau bantu kamu pakai baju ... aku rasa kamu malu kalau diperiksa dalam keadaan telanjjang begini," tuturnya mengulas senyum, Syakil kembali membuka selimut yang masih membalut tubuh istrinya.


Gleg


Bukan terpesona dengan tubuh istrinya, melainkan terhenyak kala melihat tanda kemerahan yang bahkan telihat berdarah di dada dan beberapa titik tubuh Amara. Dia tidak sadar jika tadi malam sekasar itu sepertinya.


"Aku bisa sendiri," tutur Amara kembali merasa tidak nyaman lantaran Syakil terus memandangi tubuhnya.


"Biarkan aku saja."


Syakil masih melanjutkannya, meski saat ini jiwanya tengah terguncang kala menyaksikan akibat perbuatannya itu.


"Apa sakit?" tanya Syakil sebegitu konyolnya, cukup dilihat saja sudah bisa dijelaskan betapa sakitnya tanda kemerahan yang ada di tubuhnya itu.


Amara menggeleng, sejak tadi dia tidak melihat ke arah Syakil sama sekali. Meski pria itu sengaja mendekatkan wajahnya kala memakaikan bra dan juga bajunya.


"Kamu mau balas? Gigit aku semaumu, Ra" ujar Syakil kemudian sembari mengikat rambut Amara pelan-pelan, sepertinya jadi manusia yang berubah semudah itu adalah kemampuan Syakil.


"Nggak perlu, aku pusing ... mau tidur lagi," ucapnya kemudian kembali berbaring setelah Syakil selesai memakaikan baju untuknya.


"Hm, tidurlah."


Syakil menghela napas penuh sesal, pria itu merasakan sikap Amara yang benar-benar berbeda. Istrinya tidak pernah cemberut begitu, akan tetapi dia tidak ingin mempermasalahkan ini.


Tok tok tok


Sepertinya seseorang yang ditunggu sudah datang, Amara hanya melihat sekilas ke arah pintu namun tidak berniat untuk bangun dan membukanya sama sekali.


"Sebentar," teriak Syakil kemudian panik sendiri kala menyadari baju tidur Amara yang dia robek tadi malam dan pakaiannya masih berserakan di lantai, memang Syakil sebodoh itu hingga melupakan aset pribadi itu hampir saja dilihat orang lain.


Tbc


Ohayu✨ Maafkeun aku telat up, soalnya badmood lihat jumlah pembaca yang ternyata banyakan pas up 1 bab ketimbang 3 bab🤣 Mbohlah, kesel aja. Tpi aku usaha buat nggak peduli dengan itu, yang penting cerita ini selesai, fokus, tetap menarik dan siapa tahu banyak rezekinya juga. Dah babay pemirsa, aku up lagi malem mungkin.


Author bawa rekomendasi novel sore ini buat dibaca temen makan bakwan. Siapa yang belum kenal sama kak Sayonk? Salah satu author populer di NT yang karyanya keren semua cus mampir ke salah satu karyanya.


Judul : Gundik Sang Mafia


Sinopsis :


Bella Nafa Thalia, harus rela mengorbankan dirinya sendiri demi sang ayah yang terlibat dengan kecelakaan istri sang Mafia dan koma. Dia terjerat dalam pernikahan sang penguasa, yang tak lain hanyalah sebatas gundik. Hari demi hari ia lewati, pada akhirnya membuatnya menyerah dan membawa anak di dalam kandungannya. Lima tahun kemudian dia di pertemukan kembali, namun sayang, status keduanya telah berbeda.


"Aku tak sudi seranjang dengan mu. Kamu hanyalah gundik yang tak di anggap."