
"Kalau kita pergi apartemen yang baru dibeli dua minggu lalu gimana?" tanya Amara menatap Syakil yang kini tengah fokus mengemudi di sampingnya.
"Gampang, Sayang ... siapa tahu kita nanti butuh juga, sesekali kita akan pulang, Ra."
Amara mengangguk pelan, sebenarnya ada sedikit perasaan tidak siap kala harus ikut Syakil. Entah karena dia yang belum pernah pergi sejauh itu, atau justru keberadaan Syakil yang membuat dia takut sendiri.
Siang ini jalanan terasa cukup lenggang, Amara dan Syakil tengah menuju kediaman Mikhail. Hari ini adalah ulang tahun Mikhayla, putri sulung Mikhail yang kini sudah tumbuh menjadi kebanggan Zia dengan prestasi yang berhasil dia raih di sekolahnya.
"Di sana kamu tinggal sendiri?"
"Nggak," jawab Syakil singkat, pria itu tetap fokus dengan kemudinya tanpa menatap Amara.
"Terus sama siapa?"
"Sama kamu."
Bukan itu maksudnya, jawaban Syakil yang asal begini membuat Amara menyesal bertanya. Dia pikir senyuman manis itu bisa membuat Amara akan luluh, nyatanya dia justru kesal sendiri.
"Kenapa? Padahal sudah aku jawab, Ra."
Menyebalkan sekali, dimana letak jawabannya terasa benar. Syakil tertawa sumbang kala istrinya berdecak kesal seraya membuang muka lantaran pemandangan di luar lebih baik menurutnya.
Perjalanan menuju kediaman kakaknya memang cukup menyita waktu. Syakil sengaja berangkat terpisah karena tidak ingin kebahagiaannya diganggu siapapun. Jika sedang berdua, akan lebih banyak yang mereka perbincangkan.
Woah? Ini kan rumah yang waktu itu.
Sempit sekali rasanya dunia ini, beberapa bulan lalu dia dan Mario sempat melewati rumah Mikhail saat menuju kolam ikan milik ayah Mario, rumah ini bahkan membuat motor Mario terperosok ke semak-semak akibat pria itu tak bisa melepaskan pandangan dari pesona rumah mewah yang paling menonjol sepanjang perjalanan. Tak pernah dia duga jika pemilik rumah tersebut akan jadi kakak iparnya.
"Sayang, ayo masuk ... kenapa diam?"
Amara gelagapan kala Syakil menarik pergelangan tangannya. Pria itu sedikit bingung kala Amara justru terdiam beberapa saat ketika turun dari mobil.
"Jangan khawatir, kak Mikhail tidak akan mengusikmu ... dia masih punya malu kalau di hadapan orang lain, Zia."
Syakil menduga jika diamnya Amara karena ketakutan sang istri pada kakaknya. Karena memang sejak dahulu Mikhail bisa menyebabkan siapapun trauma, termasuk Erika, sahabatnya.
"Iya," tutur Amara menghela napas, meski yang saat ini mengganggu pikirannya bukan itu, Amara tidak ingin membuat segala sesuatu semakin rumit.
Keduanya berjalan beriringan layaknya pasangan pengantin yang memang sejak lama mengenal. Cara Syakil memperlakukan istrinya memang berbeda bahkan Mikhail saja tidak memiliki inisiatif untuk memperkenalkan istrinya ketika siapapun menyapa.
"Kenapa seramai ini? Bener kan ulang tahun?"
Amara mendadak ciut, ini seperti bukan perayaan ulang tahun melainkan pesta besar-besaran yang bisa dinikmati semua umur.
"Kak Mikhail memang begitu, dulu dia menikah cukup sederhana, makanya ketika punya anak apa-apa harus pamer dan dunia harus tau kalau dia bahagia," jelas Syakil kemudian, mereka memilih duduk berdua tak begitu jauh sembari memandangi keponakannya potong kue.
"Kenapa sederhana?"
"Hm, jangan dibahas lah ... nggak baik, Sayang."
Syakil bukan tim pengghibah seperti Mikhail, pria itu akan memilih diam dibandingkan harus mengatakan hal yang buruk-buruk.
"Hei-hei!! Kalian berdua jangan acuh begini, mendekat sana ... acara keluarga tapi berasa tamu undangan terhormat pakai duduk di sini."
"Apa salahnya? Lagipula kami berdua memang tamu, Kak."
"Tamu apanya, kalian berdua harusnya datang dari subuh, bukan hampir siang begini," ungkap Mikhail lagi-lagi menoyor kepala Syakil, pria itu seakan tak ada harga dirinya lagi.
"Maklumi saja, namanya pengantin baru."
Syakil mengada-ada, demi terlihat keren di mata Mikhail dia berbohong seolah-olah memang malam panjang itu telah mereka lewati.
"Alasan saja, kau kira aku lupa istrimu masih datang bulan?"
Benar juga, Syakil lupa dengan hal ini jika Mikhail mengetahui rahasianya. Meski memang sudah beberapa hari lalu, akan tetapi bagi seorang Mikhail yang sudah memiliki istri jelas saja paham siklusnya.
"Keraskan lagi, kalau perlu pakai mic," kesal Syakil lantaran sang kakak bicara seenak jidat dan cukup keras hingga membuat Amara menatapnya sebal.
"Nanti ya, mic-nya mau dipakai Papa untuk mimpin doa," ungkap Mikhail benar-benar serius, yang punya acara dia namun doa dia serahkan pada Ibra demi menghindari salah pengucapan.
"Yang doa papa?"
"Iya, kau jangan menatapku begitu ... memang aku oon masalah agama, Kil," ucapnya kemudian duduk di sisi Amara, nampaknya masih belum puas mendekatkan diri bersama adik iparnya.
"Ck, kenapa harus duduk di sana?" tanya Syakil tak terima lantaran Mikhail memilih duduk di sebelah Amara.
"Pelit sekali, aku hanya ingin mendekatkan diri pada adik ipar ... tidak masalah kan, Amara?"
"I-iya, Kak ... tidak masalah kok." Amara sepertinya trauma kala mendengar suara Mikhail, wanita itu bahkan menunduk dan tak melepaskan genggaman tangannya di lengan sang suami.
"Katakan pada suamimu, jangan pelit-pelit ... harta tidak akan dibawa mati, lagipula kalau bulan madunya ditemani kalian akan lebih aman," tuturnya sontak membuat mata Amara membola, sepertinya rayuan beberapa hari yang lalu masih dia perjuangkan.
"Apa kau semiskin itu sampai tidak mampu bayar hotel, Mikhail? Rumahmu sebesar ini jual saja kalau memang kesulitan uang," kesal Syakil kala kakaknya sibuk sendiri tidak mau kalah.
"Bukan tidak mampu, Kil ... tapi kan kalau tinggalnya di rumahmu, lebih nyaman begitu."
"Bilang saja mau bulan madu gratis, pakai alasan nyaman."
Yang pengantin baru saja belum memikirkan hal itu, sementara Mikhail sudah bersiap-siap demi bisa mengikuti kemana langkah adiknya.
Tbc
.
.
.
.
Maaf lama, mohon dukungannya guys. Ini hari senin, cus vote si Syakil.
Oh iya, aku bingung nih mereka Mpnya kapan ya. Terus misal mau ke LN kira-kira berapa hari/minggu setelah mereka menikah ... aku tanya, takutnya nanti cacat logika guys. Karena nggak mungkin kan dia tu maen pergi aja kek beli bawang🙄
Aku dah cari-cari di google tentang hal ini, ngurus-ngurusnya segala macem begini tapi tetep butuh saran kalian. Mohon bantuannya, Best✨