My Mysterious Future Wife

My Mysterious Future Wife
Berlanjut:)



"tante yuk masuk. Aku mau ketemu adik" ajak Alvaro


"ayo" jawab Clarissa


Mereka berjalan menuju ruanganku, namun mereka kaget saat melihat suster tadi menungguku diluar.


"loh suster ngapain disini?" tanya Chriss


"saya suruh nunggu diluar" ujar suster


"haih, aneh-aneh saja. Yuk masuk" ucap mama


Mereka masuk lalu melihat aku dan Kenzo sedang bermain bersama Sandra dan Arva.


"aduh, cucu nenek. Mama udah gak sabar pengen gendong. Sini sini" pinta mama sambil mengulurkan tangan


"ini ma, hati-hati" jawab Kenzo sambil memberikan Arva pada mama


"ya ampun, tampannya cucu nenek. Varo lihat adik kamu, tampan ya dan suka senyum" ucap mama


"iya ma, ganteng ya" ucap Alvaro "yang satunya mana mi, Varo mau lihat"


"ini.. " ucapku sambil memperlihatkan Sandra pada Alvaro


"cantik ya mi, kayak mami" ucap Alvaro


"haha kamu bisa aja" ucapku


"ih, yang cewek juga imut. Tapi kok diem aja gak kaya yang cowok?" tanya Clarissa


"gak tau, yang cewek lebih sering diem daripada yang cowok" ucap Kenzo


"jadi, siapa namanya?" tanya kakek


"JULIA ALEXANDRA AILEEN dan JULIO ARVAGAS AILEEN" ucap Kenzo


"wah namanya bagus ya sayang" ucap Clarissa pada Chriss


"liat aja, nanti anak kita juga pasti bagus kok namanya. Parasnya juga nggak kalah" ucap Chriss


"jangan ngayal terlalu tinggi, jatuh itu sakit" gurau Kenzo


"ya dibilangin kok" ucap Chriss


"ya ya serah" kesal Kenzo


"jadi panggilnya?" tanya mama


"Sandra dan Arva" ucapku


"kenapa nggak Julia dan Julio?" tanya kakek


"itu untuk nama kehidupannya diluar, dikeluarga kita mereka akan dipanggil Sandra dan Arva" jelasku


"maksudnya?" tanya mama


"nanti aku jelasin ya, sekarang main sama Sandra dan Arva dulu" ucapku


"uluh-uluh Sandra cute banget sumpah" ucap Clarissa gemas


"mau anak cewek?" tanya Chriss


"eh?" tanya Kenzo


"kok pengen, emang anak kalian cowok apa cewek?" tanyaku


"kemarin katanya cowok" ucap Chriss


"wih, bisa dong jadi temen anak kita. Nanti sekolahnya barengan aja" ucapku


"ok" jawab Clarissa


"buat kalian, tolong jaga rahasia ini. Jika ditanya orang jawab saja kalau nama mereka Sandra dan Arva Aileen" ujarku


"kenapa?" tanya mama


"kami punya alasan sendiri ma" ucap Kenzo


"hm.. Baiklah jika itu keputusan kalian" ucap kakek


"cukup hanya kita dan orang tertentu saja yang tau tentang nama asli kedua anak ini" ucapku


"baiklah" jawab mama


Di Luar...


"kamu gak capek bantu nyonya lahiran?" tanya Jaxtyn


"hmm, memang lelah. Tapi bisa melihat seoranh bayi lahir dengan selamat memberiku kekuatan tersendiri" ucap Grazie


"hm.. " jawab Jaxtyn


Ddrtt... Drttt...


Ponsel Grazie berbunyi, dan ternyata ada telfon dari Kenneth.


"eh aku ada telfon, aku angkat dulu ya" ucap Grazie


"iya"


Di telfon...


"halo Ken, ada apa?"


"hai, apa kabar?"


"baik, kamu bagaimana? Kapan kuliahmu selesai, aku benar-benar rindu padamu"


"hmm jadi begini, karena nilaiku cukup baik aku bisa menyelesaikan kuliah lebih awal. 2 minggu lagi aku wisuda. Apa kau bisa datang?"


"apa benarkah, ya Tuhan. Aku bangga padamu, kupastikan aku akan datang"


"aku menunggumu. I miss you"


"i miss you too"


Degg...


'I Mis You Too' memang hanya ucapan sederhana, namun mampu menggetarkan hati seorang Jaxtyn. Ia sedikit panik mendengar Grazie mengucapkan kata itu. Namun ia benar-benar masih ragu tentang perasaannya pada Grazie. Benar-benar cinta atau hanya sekedar obsesi karena sering bersama.


"udah, yuk kesana" ajak Grazie


"siapa yang telfon?" tanya Jaxtyn


"eh? Oh dia, dia Ken..." ucap Grazie menggantung


terpotong karena disela Jaxtyn


Eh kenapa ia jadi aneh? -Batin Grazie


Mereka kembali berjalan menuju ruanganku, tak sengaja mereka bertemu Ivory, istrinya dan Lina.


"Tuan dan Nyonya Ivory" sapa Jaxtyn


"oh hai Jaxtyn, ternyata kau juga disini" sapa Ivory


"ini siapa? Cantik sekali, pacarmu ya?" tanya nyonya Ivory


"eh? Ti tidak tidak.. " ucap Grazie yang terpotong


"Jaxtyn memang datar tapi dia lumayan tampan loh" ucap nyonya Ivory


"sudahlah sayang, aku kesana. Eh aku melupakan sesuatu, Jaxtyn kau bawa Lina dulu ya aku akan mengambil sesuatu bersama istriku" ucap Ivory


"baik tuan" ucap Jaxtyn


Tuan dan nyonya Ivory itu keluar, sedangkan Lina bersama Jaxtyn dan Grazie.


"om, Varo sama tante Angel dimana? Aku pengen ketemu, katanya ada adik kecil" ucap Lina polos


"oh hai, namaku Grazie. Kau bisa memanggilku tante Zie, apa kau ingin bertemu Alvaro dan adik kecil?" tanya Grazie


Lina hanya mengangguk.


"ayo ikut kami, kita akan kesana. Nanti ayah dan ibumu akan menyusul" ucap Grazie


"omm.. " panggil Lina


"ayo" ajak Jaxtyn


Mereka bertiga berjalan bersama seperti keluarga kecil. Banyak orang yang melihat mereka.


"sungguh keluarga yang serasi ya, anaknya juga cantik"


"iya, benar-benar keluarga yang sempurna"


Orang-orang berbisik melihat Jaxtyn, Lina dan Grazie yang berjalan bersama.


///***///


Di Ruanganku


"Tante Angel.. Lina datang" ucap Lina


"eh Lina, sini cantik" ucapku


"tante mana adiknya? Lina mau lihat" ucap Lina


"eh, sekarang udah lupain om ya sama Alvaro" ucap Kenzo


"om sama Varo mah ketemu Lina hampir setiap hari, kalo adik kecil kan baru kali ini" ucap Lina polos


"hahahah" semua orang tertawa


"Jaxtyn, kaliam sangat serasi berjalan bersama Lina seperti keluarga kecil loh" ucapku


"kapan diwujudin?" tanya Kenzo


"eh?" bingung Grazie


"Lina gak mau punya ayah kayak om Jaxtyn tante, orangnya datar banget kayak gak punya ekspresi. Cueknya kebangetan" bisik Lina namun cukup keras


"hahahah" tawa semua orang


_____________________________________


Waktu berlalu dengan cepat, semua terlewati dengan begitu saja. Hubungan Jaxtyn dan Grazie mulai membaik walau pernah hancur karena salah paham.


Pria bernama Kenneth penyebabnya. Jaxtyn tidak suka kalau Grazie selalu berhubungan dengannya, tapi Grazie benar-benar tak bisa melepasnya karena Kenneth adalah adik angkat Grazie. Ken adalah satu-satunya keluarga Grazie yang dimilikinya di Amerika.


_____________________________________


Waktu berlalu dengan sangat cepat, hari berganti hari, bulan berganti bulan dan tahun berganti tahun. Semua sudah terlewati 6 tahun sejak Sandra dan Arva lahir.


Anak Clarissa dan Chriss pun juga lahir. Anaknya benar-benar pria, diberi nama AXELLE STEVEN ARION.


Bahkan, Jaxtyn dan Grazie pun sudah menikah dan memiliki seorang putri bernama Kenzie Jaxia {nanti ceritanya di seoason 2 oke;)}


Memang semua baik-baik saja, bahkan bisnisku dan Kenzo berkbang pesat. Kini kami termasuk dalam 10 pengusaha terkaya di Asia. Memang tak ada yang tidak beres, namun kondisi Sandra mebuatku khawatir.


ALVARO THEO AILEEN.


Tumbuh menjadi pria tampan yang menjadi idaman seluruh wanita. Diusianya yang muda ia sering membantuku dan Kenzo diperusahaan dan banyak belajar mengenai managemen bisnis.


LINA GISELLE IVORY.


Ia tumbuh menjadi gadis cantik, lembut dan hangat. Ia menyukai semua hal yang berkaitan dengan seni.


JULIA ALEXANDRA AILEEN.


Ia tumbuh menjadi gadis cantik dan jenius, IQnya 200. Namun yang membuat khawatir, kini ia lebih dingin daripada sikap dinginku dan sikap dingin Kenzo saat digabungkan. Ia menjadi sangat cuek, dingin, datar dan tanpa ekspresi. Walau IQ nya membuat heboh orang se-Asia tapi EQ nya benar-benar rendah dan seperti wanita tanpa perasaan. Walau EQ nya rendah, ia selalu melindungi Arva, adiknya dalam situasi apapun. Ia selalu serius dengan semua perkataannya.


JULIO ARVAGAS AILEEN.


Ia tumbuh menjadi pria tampan seperti ayahnya pasti, bahkan lebih tampan lagi. IQ nya tidak kalah, hanya 198. EQ juga cukup tinggi namun lebih sering ditindas saat kecil. Ia menjadi pria ceria dan sangat suka dengan mobil.


Kisahku dan Kenzo tidak berhenti disini saja, semua masih terus berlanjut dan disambung oleh putra putri kami.


Semua kekhawatiranku bermula dari...


Flashback on...


"mi.... Kenapa mami nikah sama papi?" tanya Sandra datar


"eh, karena papi baik, setia, bertanggung jawab dan selalu membuat mami bahagia. Intinya seperti itu walau sebenarnya mami tidak bisa menjelaskan kenapa mami bisa mencintai papimu" jelasku


"oh, jadi mamu menikah dengan orang yang mami cintai?" tanya Sandra datar


"ya tidak hanya itu, selain mami mencintainya ia harus mencintai mami dan memiliki restu dari kedua keluarga" jelasku


"oh, kalau begitu suatu saat aku akan menikah dengan Kak Alvaro" jawab Sandra datar


Flashback off...


Kekhawatiranku semakin menjadi saat mendengar perkataan Sandra, tapi aku hanya berusaha menganggap itu lelucon. Tapi apa aku bisa menebak masa depan?


_____________________________________________


Cek karya lain saya: Penjara Cinta Tuan Muda


Zora harus menjadi pengganti kakaknya saat pernikahannya. Namun kakaknya berjanji akan segera membuat Zora dan Gavin bercerai. Sudah 2 bulan kakaknya malah belum ada kabar! Malah kini ia dipenjara oleh suaminya sendiri, Gavin. Ia hanya diijinkan untuk kuliah saja, itu pun harus pakai bodyguard.


Zora benar-benar stress, ia merasa seperti tahanan saja. Ia menyesal menikahi Gavin, memutuskan Radit pacarnya. Tapi selama masih ada kakaknya, ia berharap kelak bisa bercerai dan menikahi Radit. Tapi tiba-tiba Radit malah datang sebagai dokter pribadi Gavin. Lantas apa yang terjadi nanti?